Cinta Yang Hilang Telah Kembali

Cinta Yang Hilang Telah Kembali
Bab 27


__ADS_3

Tak lama datang Wulan, Ria dan Santi. Wulan merasa aneh melihat mata Roni dan Rassya merah


"Kalian kenapa?" sahut Wulan


"Gpp sayang, tadi mereka terharu aja denger curahatan aku" sahut Joko


"Curhatan?" sahut Wulan mengernyitkan dahinya merasa ada yang aneh


"Kita tunggu diluar yah" sahut Roni menarik tangan Santi keluar dan Rassya menarik tangan Ria keluar. Wulan kembali duduk dikursi samping ranjang Joko


"Apa yang kamu rasain sekarang honey? Masih pusing?" Tanya Wulan memegang tangan joko


"Udah jauh lebih baik ko sayang" sahut joko tersenyum


"Syukurlah" sahut Wulan tersenyum


"Jangan pernah hilangkan senyuman manis itu dari bibirmu Lan" sahut Joko menatap wulan


"Iya aku akan slalu tersenyum buat kamu honey" sahut Wulan


"Jangan buat aku tapi buat diri kamu sendiri" sahut Joko


"Iya honey,," sahut Wulan tersenyum kecil dan merasa aneh


"Sayang, kamu gak boleh telat makan lagi yah. Nanti sakit mag kamu kambuh" sahut Joko


"Iya kan ada kamu yang slalu ngingetin aku" sahut Wulan


"Aku gk akan selamanya disisi kamu" sahut Joko

__ADS_1


"Kata siapa? Minggu depan kita akan tunangan dan setelah lulus kita akan nikah. Kita akan slalu bersama-sama honey, menjalani kehidupan bahagia kita" sahut Wulan tersenyum tetapi dipelupuk matanya sudah dipenuhi air mata yang sudah siap tumpah.


Joko memegang tangan wulan dan menciumnya dengan sangat lama dengan memejamkan matanya, terasa cairan bening keluar dari sudut mata joko. Joko membukanya dan melepas ciumannya tetapi masih memegang erat tangan wulan seakan tidak ingin melepaskannya.


"Aku juga berharap seperti itu sayang," sahut Joko berbisik


"Kenapa kamu bicara seperti itu honey?" Tanya Wulan tak mampu membendung air matanya lagi, kini sudah tumpah membasahi pipi


"Kamu mau janji gak sama aku?" Tanya Joko dan wulan menggelengkan kepalanya.


"Hey sayang Cuma satu janji saja" sahuut Joko memelas dan membuat wulan akhirnya mengangguk terus menatap joko.


"Jangan pernah menangis lagi dan jangan pernah menyiksa diri kamu" sahut Joko dan membuat wulan menggelengkan kepalanya.


"Please sayang !!" sahut Joko menatap wulan dengan sendu.


"Aku minta maaf karna tidak bisa mencapai impian kita, maafkan aku tak mampu bahagiain kamu, maafin aku" kini air mata Joko pun tumpah tak mampu dibendung lagi


Wulan menyondongkan badannya mendekat kewajah Joko dan menghapus air mata joko, joko mendorong kepala wulan hingga lebih dekat dan mencium kening wulan dengan penuh kasih sayang dan lama.


"Aku mencintaimu Wulan my princess,,sangat sangat sangatt mencintai kamu" sahut Joko penuh penekanan memeluk wulan


"Aku juga sangat mencintai kamu honey, sangatt sangatt sangatt cinta sama kamu. Jangan pernah tinggalin aku honey" Sahut Wulan tetapi tidak ada respon apapun dari joko dan saat mendongakkan kepalanya terlihat mata digo sudah tertutup rapat dan


"TUUUUUUUUUUUUuuttt" suara mesin pendeteksi detak jantung menandakan kalau jantungnya sudah tidak berdetak lagi. Dan inilah waktu terakhir joko...membuat wulan syok melihatnya


"Jiko,, honey bangun sayang. Plis aku mohon kamu jangan bercanda honey, bangun honey pliss" sahut Wulan sambil menepuk nepuk pipi joko dan sekali lagi untuk memastikan. Dengan ragu - ragu wulan menyimpan telunjuknya dibawah hidung digo dan saat memeriksa wulan menutup matanya dan air matanya mengalir membasahi pipi,


"JOKOOOOOOO" teriak Wulan terisak dipelukan Joko membuat teman-temannya masuk keruangan

__ADS_1


"Wulan Joko kenapa?" sahut Roni khawatir


"Joko sayang bangun,, pliss pliss bangun joko, hikzzzz aku mohon sama kamu bangun demi aku, demi cinta kita jangan tinggalin aku joko tolong aku mohonmn,,," Wulan semakin terisak sambil mengguncang badan joko. Kirun berlari memanggil dokter, santi dan ria mendekati wulan dan membantu wulan bangun.


"Cukup prill, cukup" sahut Santi dan Ria yang ikut menangis


"Joko gak mati San, Jo.. joko Cuma bercanda yah Cuma bercanda. Ho.. ney kamu iseng banget sich ayoo cepet bangun jangan kelamaan bercandanya" sahut Wulan tergagap karena terisak sambil terus memegang tangan joko.


Tak lama dokter dan suster datang, mila dan ule membawa wulan mundur beberapa langkah, dan dokter mulai memeriksa joko. Dengan dibantu suster, memasang alat pemacu jantung dan mulai menempelkannya kedada joko untuk mendenyutkan kembali jantung joko, sudah dilakukan 3kali tetapi hasilnya nihil.


"Inallilahiwa'innailahi roji'un" sahut keempat teman joko


"Gak gak gak mungkin joko meninggal, gak mungkin." Teriak Wulan histeris


Santi memeluk Wulan sambil menangis, termasuk Ria, Rassya dan Roni yang juga menangis . suster melepaskan alat-alat medis ditubuh joko dan menutup tubuh joko dengan kain berwarna putih.


"Jokoooooo bangun jokoooo !! aku akan marah sekali kalau kamu gak bangun" Wulan berlari mendekati jenazah joko dan memeluk kembali jenazah joko.


"Jokoo,, bangunn Jokoo plisssss Jokoo,, hikz hikz hikz aku gak bisa hidup tanpa kamu" tangisan Wulan menggema diruangan itu menandakan betapa pedihnya hati wulan saat ini. Santi menarik wulan dan memeluknya dibantu ria.


"cukup wulan, loe ikhlasin joko. Loe gak bisa kayak gini" sahut Ria


Suster membawa jenazah joko diikuti roni yang akan mengurusi administrasi dan pemakaman joko. Wulan terduduk dilantai dengan pandangan syok, dan terus terisak.


"Kenapa tuhan begitu jahat, baru aja gw mendapatkan kebahagiaan itu. Tapi kenapa secepat itu dia menjemput Joko" bisik Wulan


"Loe jangan pernah menyalahkan tuhan wulan, ini sudah suratan takdir joko. Loe harus bisa ikhlasin dia


wulan ," sahut Santi sambil menghapus air matanya wulan

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2