
"Honey I love uuu" teriak Wulan
"Love you too" jawab Joko tanpa mengeluarkan suaranya dan menengok kearah Wulan yang sedang menatapnya sambil tersenyum. Dan saat kembali melihat kedepan betapa kagetnya Joko ada mobil dari arah berlawanan hampir menabraknya membuat Wulan kaget dan syok, tetapi Joko berhasil menghindar tetapi apa daya saat berhasil menghindari mobil dari arah belakang mobil sebuah truk melaju kencang menyalip mobil, dan Joko tidak mampu menghindar lagi.
"BRUK" Suara bertabraknya dua kendaraan, membuat sang pengendara motor terhempas jauh dengan darah keluar dari kepala dan bagian lain.
"JOKOOOOOOOO" teriak Wulam histeris dan berlari menghampiri digo, mengangkat kepala digo kepangkuannya.
"Joko bangun Joko, pliss aku mohon jangan tinggalin aku, tolongggg tolonggg bantu Joko" teriak Wulan sambil menangis.
Beberapa mahasiswa yang keluar dari gerbang segera membantu mengangkat joko dan segera membawa joko kerumah sakit.
*****
Ria, Santi, Roni dan Rassya berlari mengintari lorong rumah sakit hingga terhenti diruang ICU melihat Wulan sedang terduduk terisak pelan dengan tangan dan tubuh penuh darah joko, wulan menunduk. Santi dan Ria berjalan mendekati wulan dan duduk disamping wulan.
"Gimana keadaan joko lan ?" Tanya Santi sambil merangkul wulan dan wulan hanya menggelengkan kepalanya
"Wulan , sambil nunggu dokter gimana kalau kita ketoilet buat bersihin badan loe yang penuh darah ini" sahut Ria
"Gw mau nunggu dokter keluar" sahut Wulan dalam isakannya
Dokter keluar, wulan segera peranjak dari duduknya dan menghampiri dokter.
"Gimana joko dokter? Gimana tunangan saya dokter" Ceroscos Wulan dengan terisak
"Lan, loe tenang dulu yah" sahut Roni
"Gimana saudara saya dok?"
"Apa anda keluarga pasien?" sahut dokter
"Iya saya kakak pasien" sahut Roni
"Keadaan pasien masih kritis, terjadi penggumpalan darah diotak pasien. Benturan pada kepalanya sangat keras dan mengakibatkan penggupalan darah pada otak" Jelas dokter
"Tapi joko bisa disembuhkan?" Tanya Wulan
"Saya belum bisa memprediksi itu, saya harus melihat dulu perkembangan pasien. Pasien sedang beristirahat. Saya permisi dulu" ujar Dokter dan berlalu meninggalkan Wulan, Ria, Santi, Ronu dan Rassya
"Ini semua gara-gara gw, gw yang mengakibatkan joko kecelakaan. Gw yang udah nyelakain joko" teriak Wulan menangis dan terduduk sambil menutup wajah dengan kedua tangannya
"Ini bukan salah loe lan, ini takdir tuhan" sahut Santi memeluk Wulan
"Loe gak perlu menyalahkan diri loe, kita berdoa saja semoga joko baik-baik saja dan segera melewati masa kritisnya" sahut Roni menenangkan
__ADS_1
*****
Wulan telah selesai membersihkan diri dan masuk keruangan Joko, terlihat Joko terbaring lemah dengan beberapa perban dikepala, dan ditangan kiri. Dan beberapa luka kecil diwajah, dikaki dan siku tangan kanan. Wulan berjalan mendekati joko dengan sendu dan duduk dikursi yang ada disamping ranjang joko, wulan memegang tangan kanan joko dan menciumnya, lalu menyimpannya kepipi wulan.
"Honey, bangunlah aku kangen sama kamu. Aku kangen sama perhatian dan keisengan kamu honey, katanya kamu gak mau buat aku tersiksa karena nahan kangen sama kamu" sahut Wulan kembali terisak Sedikit demi sedikit terasa tangan joko bergerak dan matanya terbuka perlahan. Saat terlihat wajah Wulan terukir senyuman indah dibibir joko.
"Hei sayang, jangan menangis" ujar Joko membelai pipi wulan, wulan tersenyum melihat joko.
"Kamu udah sadar honey, aku kangen banget sama kamu" sahut Wulan segera memeluk Joko dalam
"Aku hanya butuh kamu, aku gak butuh dokter."sahut Joko tersenyum
"Ikhh honey, lagi sakit aja masih sempet-sempetnya gombal" sahut Wulan tersenyum dan menghapus airmatanya.
"Honey maafin aku, gara-gara aku kamu jadi celaka" sahut Wulan merasa bersalah dan menundukkan kepalanya.
Joko mengangkat dagu Wulan. "Tidak apa-apa sayang, ini bukan salah kamu. Aku yang teledor kurang hati-hati. Jangan pernah kamu salahin diri kamu sendiri seperti ini yah sayang" sahut Joko menghapus airmata Wulan yang kembali terurai.
Ria, Santi, Roni dan Rassya masuk keruang perawatan joko.
"Syukurlah loe udah sadar jok" sahut Roni yang kini ada dibelakang wulan dan joko hanya tersenyum
"Kamu pasti belum makan yah sayang?" sahut Joko dan wulan hanya menggelengkan kepalanya.
"Tapi honey aku mau disini temenin kamu" sahut Joko
"Iya nanti abis itu kamu kesini lagi sayang, kamu harus makan lagian disini ada Roni dan Rassya. Aku juga udah gpp, kamu lihatkan" sahut Joko tersenyum
"Ya udah dech, nanti aku kesini lagi yah honey" sahut Wulan dan Joko hanya mengangguk
"Ron, aku temenin wulan dulu yah" sahut Santi dan mendapat anggukan dari Roni.
Wulan, Ria dan Santi pun berlalu meninggalkan ruang rawat joko. Dan kini tinggal Roni dan Rassya.
"Jok, nyokap sama bokap lagi dalam perjalanan pulang kesini" sahut Roni duduk dikursi bekas Wulan
"Loe kasih tau om Arya sama tante shanum?" Tanya Joko dan mendapat anggukan dari Roni.
"Padahal loe gak perlu kasih tau mereka, kan kasian mereka harus datang kesini secara mendadak apalagi pekerjaan mereka sangat banyak." Sahut Joko
"Gpp, mereka wajib tau. Loe juga kan salah satu anak mereka" sahut Roni
"Ron gw bersyukur banget bisa ketemu sama loe dan keluarga loe. Gw berhutang budi sama keluarga loe Ron, thanks banget yah buat semuanya dan gw minta maaf kalau gw udah ngerepotin dan punya salah sama loe dan keluarga loe" sahut Joko
"Apaan sich loe, dalam keluarga itu gak perlu ada kata terima kasih dan kata maaf"sahut Roni
__ADS_1
"Thanks, dan thanks juga kalian semua mau bantu gw disaat gw kesusahan" sahut Joko.
" Gw seneng punya sahabat sebaik kalian" Joko tersenyum
"Kita ini sahabat dan udah seharusnya kita saling bantu" sahut Rassya
"Ron gw boleh minta tolong gak?" sahut Joko
"Apa?" sahut Roni
"Tolong tulisin sebuah surat,"sahut Joko dan membuat kedua sahabatnya menatap heran
"Untuk siapa?" Tanya Roni
"Untuk Wulan" jawab Joko
"Iho ko pake surat suratan segala kayak jaman nenek moyang gak pake baju aja" sahut Rassya
"Nenek moyang loe kali yang gak pake baju, kalau nenek moyang gw sich slalu pake baju" sahut Roni dan membuat Joko terkekeh
"Kenapa pake surat sich go? Loe bilang langsung aja ke Wulan " sahut Roni
"Gw gak sanggup Ron, mending pake surat" sahut Joko
"Loe kan bisa bicarainnya pas loe udah sembuh"sahut Rassya
"waktu gw udah gak lama lagi," sahut Joko dengan sedikit melamun dan membuat kedua sahabatnya syok
"Loe ngomong apaan sich jok? Iya waktu loe gak akan lama lagi buat sembuhkan" sahut Roni tersenyum miris
"Tolong tulisin surat buat Wulan Ron" sahut Joko dengan tatapan sendu dan Roni pun mengangguk dan mengeluarkan kertas dan pulpen dari tasnya. Joko mulai berbicara dan Roni menulis, sesekali Roni terhenti saat mendengar kata-kata Joko. Membuat Roni dan Rassya terharu dan sedih, hingga akhirnya selesai
"Loe simpen surat itu, nanti kalau gw udah gak ada loe kasih surat itu ke wulan" sahut Joko
"Loe gak akan kemana-kemana Joko, gw yakin loe akan sembuh" sahut Rassya
"Gw nitip wulan yah sama kalian berdua, dan tolong hibur dia saat dia merasa sepi dan sedih. Tolong kalian marahin dia kalau dia gak mau makan dan terus menangis." Sahut Joko mulai berkaca-kaca
"Dan loe Sya, cepetan loe tembak Ria, sebelum ada cwok lain yang ngeduluin loe" sahut Joko terkekeh pahit
Roni memeluk Joko dengan berkaca-kaca dan bergantian dengan Rassya memeluk Joko. Terukir senyuman manis dibibir Joko
"Thanks guys, kalian udah buat hidup gw berwarna, dan titip kata terima kasih dan maaf gw buat Ria dan Santi. Dan ucapan terima kasih dan maaf gw buat om Arya dan tante Shanum” sahut Joko
Bersambung....
__ADS_1