
"Joko,," sahut Roni duduk disebelah joko, membuat joko menghentikan aktivitasnya. Menatap lurus kedepan.
"Loe gpp kan?" Tanya Roni memegang bahu joko
"Gw gpp ko ron, oiya gimana dikampus?"Tanya Joko
"Loe nanya kampus atau nanya wulan?" Tanya Roni dan berhasil membuat joko tersenyum tipis.
"Loe ternyata udah bisa menebak, iya gimana keadaan dia?"sahut Joko
"Dia terlihat kacau, setiap hari nanyain loe go. Sampai sampai dia ngotot mau ikut gw kerumah buat ketemu loe, gw kasih alesan kalau loe lagi keluar kota karena masalah kerjaan dan ntahlah dia percaya atau enggak,"sahut Roni sambil mengangkat bahunya.
"Sampai kapan loe mau bersembunyi gini joko, sampai kapan loe akan lari dari masalah? Loe udah 4hari gak masuk Jok, kasian Wulan terus merasa bersalah dan terluka apalagi no loe gak aktif aktif" Jelas Roni
"Gw tau Ron, tapi semakin gw deket sama dia, semakin membuat dia terluka. Gw gak mau dia sampai harus melawan orangtua nya, gw gak mau kalau sampai dia harus dibentak bentak dan dimarahi sama orangtuanya karena gw, jadi lebih baik gw ngejauhin dia. Semakin gw deket sama dia, semakin gw menyayangi dia, dan gw semakin harus meninggalkan dia. Gw memang pecundang tapi yang dikatakan bokapnya itu bener gw gak sebanding dengan dia Ron, gw gak pantes sama dia, yang ada nantinya wulan akan hidup susah sama gw" Jelas Joko mengusap wajahnya kasar
"Iya tapi gak harus dengan kayak gini juga, loe harus ketemu sama Wulan , loe harus menjelaskan semuanya sama Wulan, loe harus ngomong sama dia, lagian gw yakin dia akan menerima loe apa adanya Jok " sahut Roni
Joko nampak berpikir dan menyandarkan kepalanya ke kursi sambil memijit pangkal hidungnya
"Ya udah besok gw masuk" sahut Joko dengan mata yang tertutup
"Istirahatlah jok, gw tw loe pasti sangat lelah" ujar Roni sekali lagi sambil menepuk pelan bahu joko dan beranjak pergi meninggalkan joko.
*****
__ADS_1
Joko memakirkan motornya, dengan menghela nafas berat dia berjalan menuju kelasnya.
"Gw harus ngambil keputusan ini, dan berbicara sama Wulan, mungkin cinta kita tidak harus saling memliki. Dan semoga wulan menerima keputusan gw dan gw harus sanggup tanpa dia." Batin Joko, hingga tanpa terasa sudah sampai didepan pintu kelasnya menandakan sudah ada dosen. Dengan ragu Joko mengetuk dan membuka pintu kelasnya.
"Maaf bu saya terlambat,"sahut Joko seraya masuk, dan semua mata tertuju kepadanya termasuk wulan, Joko hendak beranjak tetapi matanya bertemu dengan mata wulan yang terlihat sendu dan bengkak sehabis menangis, terlihat tatapan lega dimata Wulan .
"Astaga wulan sayang, kamu begitu merasa bersalahkah hingga kamu terus menangis buat aku? Aku gak pantes buat kamu tangisi Lan"Batin Joko tanpa melepaskan tatapannya ke wulan .
"Silahkan duduk Joko"sahut dosen mampu membuyarkan lamunan joko dan berpaling menatap dosen dan tersenyum kecil dan beranjak duduk dibangkunya.
"Syukurlah akhirnya Joko masuk juga, aku kangen banget sama kamu honey. Kamu terlihat kurang fress dan murung pasti kamu bener-bener tersinggung sama omongan papa" Batin Wulan menengok kebelakang tepat ke meja Joko dan mata mereka kembali bertemu, keduanya saling bertatapan dengan cukup lama memperlihatkan bahwa mereka saling merindukan dan sama-sama terluka.
*****
Selesai memberi materi, dosenpun keluar diikuti para mahasiswa dan mahasiswi lainnya kini tersisa hanya ada Joko, Wulan, Roni, Santi, Ria dan Rassya semuanya terdiam hening. joko beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kelas hingga suara roni menghentikannya.
"Gw mau ke club musik, ada yang harus gw ambil" sahut Joko sambil melanjutkan jalannya saat sampai dipintu Joko terhenti dan menoleh kearah wulan.
"Kamu mau temenin aku kesana, Lan?" tambah Joko ragu-ragu.
Wulan pun tanpa banyak berpikir langsung mengangguk dan beranjak mengikuti Joko, dan keduanya berlalu.
"Gw jadi ikut merasa canggung kayak mereka"keluh Ria
"Kasian banget sich mereka, baru aja mereka mendapatkan kebahagiaan sekarang langsung diuji seperti ini."sahut Santi simpati
__ADS_1
"Iya kamu bener sayang, kasian mereka berdua" sahut Roni yang sekarang sudah berdiri disamping Santi
"Iya kita juga gak bisa bantu apa-apa kan selain member support dan berdoa semoga papanya wulan tersentuh hatinya dan menerima Joko" sahut Rassya
"Iya loe bener, mudah-mudahan dech. Gw berharap banget mereka bisa kembali nyatu dan bahagia" jelas Ria
"Kita ke kantin aja yuk, gw laper"sahut Rassya dan dijawab dengan anggukan oleh teman-temannya.
*****
Joko memperlambat langkah panjangnya supaya bisa mensejajarkan dengan langkah wulan.
"Kamu makan dan tidur gak teratur yah akhir-akhir ini?" Tanya Joko dan membuat wulan mendongakkan kepalanya yang daritadi tertunduk dan mengangguk
"Kamu juga terlihat kurang teratur makannya" sahut Wulan
"Jangan siksa diri kamu sendiri, abis ini kita makan yah"sahut Joko mengusap rambut wulan dan memegang jemari wulan dengan sangat erat membuat Wulan tersenyum seakan lukanya berkurang karena pegangan Joko yang menguatkan kembali hatinya
Bersambung....
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
__ADS_1
...****************...