
Wulan berjalan menyusuri lorong kampus, dan melamun selama berjalan saat persimpangan wulan berpapasan dengan seseorang yang sedang dia pikirkan.
"Joko" bisik Wulan pelan dan kini keduanya saling menatap penuh arti. Hingga akhirnya joko tersadar dan tanpa berbicara apapun langsung beranjak meninggalkan wulan.
"Joko, aku kangen sama kamu" bisik wulan pelan tetapi bisa terdengar oleh joko.
"Aku juga kangen banget sama kamu Lan " Batin Joko dan terus berjalan
*****
Dikantin Ria, Rassya, Roni, dan Santi sedang menikmati makanannya tetapi tidak dengan wulan yang hanya mengaduk ngaduk makanannya.
"Loe makan dong lan, ntar sakit Iho" sahut santi yang dari tadi memperhatikan wulan
"Aw lagi gak mood San," sahut Wulan dan tiba-tiba terdengar suara handphone roni berbunyi
"hallo, kenapa Jok?"
"........."
"Gw lagi dikantin, loe kesini aja"
".........."
"Iho kenapa? Ya udah loe dimana sekarang?"
"........."
"Loe tunggu disana, sekarang gw kesana"
Roni memutuskan sambungan telponnya.
"Kenapa Ron? Joko gak mau kesini yah karna disini ada gw?"
"Nggak ko lan gak gitu, motor Joko pecah bannya. Dia minta gw kesana buat nebeng soalnya dia mau ke cafe udah telat" Jelas Roni
"Mau ngapain dia ke cafe?" Tanya Santi
"Dia suka bernyanyi di cafe tiap hari rabu dan sabtu, itu cafe milik gw sama Joko, Joko yang membangun dan mengurusnya gw sich ikut aja" sahut Roni
__ADS_1
"Gw duluan yah, kasian Joko nunggu, sayang kamu pulang bareng wulan dulu ntar aku kerumah kamu yah" tambah Roni mencium puncak kepala santi dan beranjak pergi
"Keren juga c joko, diumur yang masih muda udah bisa membangun usaha." Ujar Rassya antusias
"Iya bener , salut gw sama Joko" tambah ria
Wulan tersenyum miris , "Itulah istimewa nya joko, tapi sayangnya bokap gw gak bisa ngeliat itu semua" sahut Wulan mengeluarkan nafas kasar
"Loe sabar yah, gw yakin banget kalian akan bersatu lagi. Cuma butuh waktu aja, cinta sejati itu penuh ujian lan "sahut Santi tersenyum
"Iya san, mudah-mudahan gw sama joko mampu melewatinya" sahut Wulan tersenyum tipis.
******
Hari berganti hari hingga tidak terasa sudah satu minggu berlalu, membuat joko dan wulan semakin merindukan satu sama lain.
Selama seminggu ini dilalui dengan sangat sulit karena keduanya harus bertemu tetapi tidak mampu berbicara dan meluapkan rasa rindu masing-masing hanya ada tatapan penuh arti dari keduanya. Hingga suatu hari wulan berjalan melewati lorong kampus dengan dengan membaca buku tanpa melihat kalau didepannya sedang ada mahasiswa 5 orang sedang berlari saling mengejar dan menabrak wulan hingga wulan kehilangan keseimbangannya, sebelum tubuhnya mengenai lantai sebuah tangan kekar menarik wulan kepelukannya hingga keduanya bertatapan dengan tubuh wulan sedikit melengkung kebelakang. Keduanya bertatapan dengan sangat lama hingga sang penolong melepaskan pelukannya.
"Lain kali jangan membaca sambil berjalan" sahut seseorang yang tak lain adalah Joko
"Kenapa kamu nolongin aku?" Tanya Wulan mencoba memasang ekspresi sedatar mungkin
"Aku gak mau kamu kenapa-kenapa, selama aku masih bisa menjagamu akan slalu aku lakukan meskipun harus menjagamu dari kejauhan" sahut Joko tanpa melihat ke wulan
"Kamu bilang kamu sayang sama aku, kamu cinta banget sama aku" sahut Wulan dan membuat joko menghentikan langkahnya.
"Ternyata secepat ini kamu melupakan semuanya, kamu mampu bersikap tanpa melihat aku, kamu anggap aku seakan-akan gak ada. Aku lebih memilih kita kayak dulu berantem setiap ketemu tapi seenggaknya kamu menganggap aku ada, gak kayak sekarang ini. Kamu anggap aku gak ada" teriak Wulan yang mulai emosi dan air matanya tak mampu dibendung lagi tumpah membasahi pipi.
Joko terdiam tanpa berkutik, Wulan menghapus air matanya dan berjalan melewati joko yang terpaku tanpa menengok lagi kearah joko. Joko tersadar saat menatap punggung wulan manjauh dan segera melangkahkan kaki panjangnya menyusul wulan, setelah dekat dengan wulan, joko menarik tangan wulan hingga wulan tertarik kedalam pelukan joko.
"I miss You, I miss so much" sahut Joko mempererat pelukannya dan kesekian kalinya air mata wulan tumpah didada joko dan membalas pelukan joko
"I miss u too my beby honey, aku bener-bener kangen sama kamu"ujar Wulan
Joko merenggangkan pelukannya tanpa melepaskan tangan wulan dari pinggangnya, joko menangkup wajah wulan dengan kedua tangannya.
"Aku akan coba sekali lagi bicara sama papa kamu, aku akan perjuangkan cinta kita. Jujur aku gak sanggup jauh dari kamu, aku gak sanggup hanya menatapmu dari jauh, menjaga, melindungi dan memperhatikanmu dari jauh, aku gak sanggup lagi. Aku sayang banget sama kamu" sahut Joko mencium kedua mata wulan yang sembab, lalu mencium hidung dan kening wulan. langsung memeluk wulan kembali dengan erat.
"Aku bener-bener sayang sama kamu, aku gak bisa hidup sama kamu wulan sangat sangat sayang kamu"Sahut Joko mencium puncak kepala wulan. keduanya berpelukan sangat lama dan erat seakan melepaskan kangen keduanya hingga
__ADS_1
"WULANNN..." Suara berat itu terdengar menggema di taman kampus dan mampu membuat wulan melepaskan pelukan Joko. Terlihat tatapannya yang tajam dan merah menandakan orang tersebut sedang marah.
"Pa.. pa.."sahut Wulan ketakutan
"Sedang apa kalian disini, kamu telah membantah papa wulan " sahut Papa Wulan sambil menarik lengan wulan
"Papa sudah bilang jauhin anak tengil ini,"sahut papa keras
"Maaf om, saya yang mendekati wulan. saya sangat mencintai wulan om tolong kasih saya kesempatan. Saya akan lakuin apapun yang om minta yang penting saya bisa bersama wulan, tolong om saya tidak bsa jauh dari wulan ." ujar Joko memelas
"Tidak akan pernah, kamu ngaca dulu siapa kamu itu. Aku hanya ingin kamu jauhin putriku" bentak papa
"Pa,, qulan mohon jangan pisahin kami. Aku mencintai joko pa" sahut qulan
"Kamu mulai berani membangkang, kamu akan papa kirim ketante mu dan pindah kuliah kesana. Ayo pulang" sahut papa menarik lengan wulan
"Jokoo..." sahut qulan menatap Joko nanar
"Om tunggu om, saya mohon beri saya waktu dan kesempatan untuk membuktikan ketulusan saya sama wulan om." Ujar Joko mengejar papa wulan hingga parkiran joko terus memohon. Sebelum papa masuk kedalam mobil, dia mengeluarkan sebuah cek dari tasnya dan menyodorkannya ke joko membuat joko mengernyitkan dahinya.
"Kau tulis berapa uang yang kau butuhkan untuk bisa menjauhi wulan,"sahut papa
"Maaf om, saya tidak butuh uang om. Cinta saya sama wulan tulus om tidak bisa dibayar oleh uang. Saya memang orang sederhana tapi saya punya harga diri, saya tulus menyayangi putri anda" sahut Joko menahan amarah dan malunya karena banyak mahasiswa dan mahasiswi yang melihat kejadian ini.
"Munafik sekali, kamu bener-bener punya acting bagus. Saya akan membawa wulan pergi jauh darimu. ayo masuk wulan " sahut papa dan memaksa wulan masuk kedalam mobil dan menutup pintu sekerasnya dan melajukan mobilnya meninggalkan joko yang masih terpaku.
"Ya tuhan apa harus seperih ini rasanya? Tapi aku gak boleh menyerah untuk memperjuangkan cintaku, aku akan terus mempejuangkannya" batin Joko dan beranjak
*****
Setibanya dirumah papa membawa wulan masuk dengan paksa, mama mendengar keributan langsung menghampiri.
"Ada apa ini pa? Kenapa papa tarik tarik wulan dengan paksa?" sahut mama
"Dia sudah membangkang. Bawa dia ke kamarnya, aku akan mengurus perpindahan kuliahnya ke singapure" sahut papa
"Tapi kenapa pa? Jangan mengatur kehidupan putriku. Dia punya hak mengatur dan memilih hidupnya sendiri" sahut mama mulai kesal
"Tidak akan pernah, dia masih belum dewasa untuk menentukan mana yang terbaik buat dia. Aku tau mana yang terbaik buat putriku" sahut papa dan beranjak pergi
__ADS_1
Wulan memeluk mama sambil menangis terisak. Mama mengelus punggung dan rambut anak kesayangannya untuk menguatkan anaknya.
Bersambung....