
Matahari telah naik seperempatnya dan membuat Wulan terbangun karena silau akan sinar matahari. Wulan terbangun dan melihat Joko masih tertidur lelap disampingnya, Wulan menyelimuti Joko dengan jas yang telah digunakan sebagai selimut. wulan bangkit dan merentangkan kedua tangannya menghirup udara dalam-dalam dan mengeluarkannya, setelah merasakan releks di badannya Wulan merapihkan ikatan rambutnya dan menatap Joko yang masih tertidur.
"Dalam keadaan sekarang, kita sama-sama gak mandi dan ganti baju, tetapi dia masih terlihat begitu tampan dengan halis tebalnya, bulu mata yang sangat lentik bahkan mungkin lebih lentik dariku, hidungnya yang mancung, dan bibirnya yang tipis, dengan garis wajah khas keturunan spanyol-arab. Sempurna !! satu kata yang kini ada untuknya, omg hello sekarang aku mengagumi musuh bubuyutan gw sendiri yang kini sudah berubah status dari musuh menjadi pacar, beruntung sekali, andai aja gw nyadar dari dulu kalau dia sangat istimewa, gak bakal dech gw ogah ogahan buat suka sama dia"batin Wulan sambil tersenyum menatap Joko yang terlelap, tetapi seketika senyum wulan pudar dan mengernyitkan dahinya heran melihat joko yang tidurnya tidak tenang.
Wulan menengok ke atas dan melihat sorot matahari yang mulai panas menyorot ke Joko, lalu wulan menutupi sorotan itu dengan kepalanya membuat joko teduh dan mulai nyaman dalam tidurnya, dengan senyum jail wulan menggeserkan kembali kepalanya agar sorot mataharinya kembali menyoroti joko membuat Joko tidak nyaman tidur, kemudian menutupi sorotan itu dengan kepalanya membuat joko teduh dan mulai nyaman kembali. Prilly tersenyum jail dan mendekati joko, berjongkok didekat telinga joko.
"|... Love...."bisik Wulan ditelinga Joko
"Youuu..."teriak Wulan membuat joko terbangun kaget sambil memegang telinganya membuat wulan tertawa terbahak-bahak.
"Dasar jail, awas yah nanti aku balas"sahut Joko sambil tersenyum
Wulan berhenti tersenyum dan berlari kesuatu arah menjauhi Joko membuat Joko menatapnya heran, Dari kejauhan terlihat wulan mengambil bendera yang dibuat dari cardigannya dan menancapkannya kedalam pasir hingga berdiri, Joko berlari menghampiri Wulan.
"Ko pasang?" Tanya joko
"Aku ingin pulang dan mengumumkan ke temen-temen kampus kalo kita ini udah gak musuhan lagi dan aku cinta sama kamu"sahut Wulan antusias dan tersenyum, tetapi tidak dengan joko.
Dia seperti memikirkan sesuatu
"Kenapa?"Tanya Wulan heran
"Aku takut disana kita tidak bisa bersama"sahut Joko
"Ko gitu?"Tanya Wulan heran
"Banyak perbedaan diantara kita pril, akan banyak penghalang bagi hubungan kita"sahut Joko
"Tidak ada penghalang apa-apa diantara kita joko, aku sayang kamu dan kamu sayang aku, itu udah cukup dan tidak aka nada penghalang apapun untuk hubungan kita"jelas Wulan meyakinkan
"Tapi..."suara Joko terhenti karena mendengar suara kapal boats.
Seketika Joko dan Wulan menengok kearah suara tersebut dan benar saja ada bkapal boats yang mendekati pantai, saat sudah ditepi pantai terlihat orang-orang dikapal itu turun.
"Wulan..."teriak Santi sambil berlari menghampiri wulan dan Joko yang masih mematung, diikuti Rassya, Roni dan Ria
Santi langsung memeluk Wulan diikuti Ria dan Roni memeluk Joko.
"Loe gpp kan lan, Jok?"Tanya Santi melepas pelukannya
Wulan menggelengkan kepalanya dan seketika melihat kearah seseorang yang sedang berjalan dibelakang teman-temannya.
"Papa"teriak Wulan dan berlari memeluk papanya. Joko menatapnya dengan tatapan misterius.
****
Cahaya matahari masuk ke celah jendela, membuat gadis yang sedang tertidur ditempat tidur mengerjapkan matanya dan terbangun.
"Sudah pagi ternyata, rasanya senang sekali bisa kembali tidur dikamarku"sahut Wulan dan beranjak memasuki kamar mandi.
Wulan menuruni anak tangga dan menuju ke dapur yang sudah terlihat sang mama sedang menyiapkan sarapan.
"Pagi ma,"sahut Wulan seraya memeluk dan mencium mamanya
__ADS_1
"Pagi sayang, akhirnya kamu kembali dengan selamat, mamah senang sekali, kekhawatiran mamah sudah berakhir"sahut mama sambil membelai pipi Wulan
"Aku gak apa-apa ko mah, aku kangen sama mama"sahut Wulan memeluk mamahnya
"Apalagi mamah benar-benar kangen banget sama princes mama ini" membalas pelukan dan tersenyum lembut
"Papa mana mah?"sahut Wulan seraya melepaskan pelukan mamah
"Papa ada kerjaan yang harus segera diselesaikan ke Malaysia" sahut Mamah seraya mengambil roti dan mengoleskan selai strawberry kesukaan wulan .
"Sampai kapan mah?"sahut Wulan seraya duduk
"Sampai 2 minggu kedepan"sahut mamah seraya memberikan roti ke arah Wulan dan duduk dikursi ikut menikmati sarapannya. Hingga wulan selesai menghabiskan rotinya. Dan mengambil Kembali roti mengolesnya dengan selai.
"Apa gak salah? Kamu nambah lagi?"Tanya mamah heran
"Bukan buat aku mah, tapi buat seseorang" sambil tersenyum dan beranjak kedapur, tak lama kembali lagi sambil membawa nampan Taperware dan memasukan roti yang sudah disiapkan tadi.
"Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta nich" goda mama dan berhasil membuat wulan merona.
"Siapa sich seseorang yang sudah berhasil meluluhkan hati anak mamah ini yang kayaknya gak pernah menyukai seseorang" sahut mama tersenyum jahil
"Ikh mama apaan sich, nanti dech aku kenalin ke mamah,"jawab Wulan tersenyum dan mencium tangan dan pipi mama dan bergegas pergi keluar. Saat sampai teras terlihat seseorang duduk diatas motor maticnya sambil tersenyum kearah wulan.
"Pagi,"sahut Joko dengan senyum manisnya
"Pagi honey, ayo kita berangkat"sahut Wulan
"Gpp kan kita ke kampus pake motor aku? Mungkin tidak senyaman seperti dimobil"sahut Joko seakan merasa bersalah
"Aku bersyukur bisa mendapatkanmu, yang mau menerimaku apa adanya"sahut Joko seraya mengusap kepalaku lembut
"Aku juga bersyukur bisa jadi pacar orang yang begitu tampan dan hebat seperti kamu honey," batin Wulan sambil terus menatap joko sambil tersenyum.
"Kamu lagi ngelamunin apaan sich sayang?"sahut Joko seraya membelai pipi wulan .
"Hayo Iho pasti mikirin yang nggak nggak dech" tambah Joko tersenyum jahil.
"Apaan sich kamu, so tau dechh,"sahut Wulan terkekeh. Saat wulan hendak mengambil helm dari tangan joko, Joko langsung memakaikannya helm itu ke kepala Wulan .
"Naiklah"sahut Joko saat dia sudah siap untuk melajukan motornya dan wulan pun menuruti.
Diperjalanan keduanya terdiam hening hanya suara kendaraan yang berlalu lalang dikota Jakarta yang slalu ramai dan macet.
"Apa gw harus meluk joko yah, tapi kan gengsi. Tapi kalau gak meluk juga gw harus megang kemana nich aduhh" batin Wulan
Seakan mengerti apa yang dipikirkan oleh wulan, tangan joko menarik tangan kiri wulan dengan tangan kirinya untuk memeluknya dan dengan spontan tangan kanan wulan pun mengikutinya dan segera memeluk Joko sambil tersenyum dan menyandarkan dagunya ke bahu Joko.
"Sayang, mungkin nanti pulangnya aku gak bisa bareng sama kamu. Aku harus kerja kebetulan minggu minggu ini dikantor sibuk banget, banyak yang harus diselesaikan, tapi aku akan slalu nyempetin buat jemput kamu meskipun pulangnya gak bisa nganter"sahut Joko
"Iya honey gpp ko, aku ngerti. Lagian aku bisa nebeng sama rassya atau minta jemput sama sopir dirumah, kamu yang semangat aja yah kerjanya"sahut Wulan mengeratkan pelukannya
"Makasih sayang,"sahut Joko tersenyum sambil fokus pada jalanan
__ADS_1
" Kamu udah sarapan belum?" Tanya Wulan
"Belum, tadi gak sempet soalnya takut kamu nunggu aku jemput"sahut Joko
"So sweetz banget sich pacarku ini"sahut Wulan manja.
"Aku bawa roti buat kamu sarapan, dimakan yah nanti dikampus" tambah Wulan
"Iya, makasih yah sayang"sahut Joko
Tanpa terasa kini motor Joko memasuki parkiran kampus dan memarkirkan motor maticnya, wulan segera turun dan digo membantu wulan membukakan helmnya. Mereka kini berjalan melewati lorong-lorong kampus untuk memasuki kelasnya dan selama perjalanan semua mata menatap kearah Wulan dan Joko, saling mencibir satu sama lain karena dari parkiran tangan joko tak lepas menggenggam tangan wulan. tatapan mereka membuat wulan ingin segera bersembunyi karena tatapan aneh dengan berbagai ekspresi.wulan terus menunduk tak mampu lagi melihat kesekelilingnya hingga sampai didepan kelas dan saat masuk kekelas semuanya heboh sekali bukan main.
"WOWWW,,, dunia mau kiamat nichh"sahut Rassya saat melihat joko dan wulan masuk
"Sepertinya ada yang habis dirukiyah nich,"sahut roni
Joko melepaskan genggamannya dan aku segera duduk dibangku ku dan joko duduk dibangkunya.
"Sepertinya dipantai pink kemari terjadi sesuatu sama kalian berdua, apa kepala loe terbentur go?"sahut Roni seraya mengecek jidat dan kepala joko
"Apaan sich loe, gw gak kenapa-kenapa ko"sahut Joko datar
Rassya kini sudah berdiri didepan bangku wukan dan menempelkan punggung tangannya kedahi wulan .
"Apaan sich loe?"Tanya Wulan memundurkan kepalanya
"Suhu tubuh loe normal, terus ada apa dengan loe?"Tanya Rassya menatap intens ke wulan
"Gw gpp ko Rassya "sahut wulan
"Terus apa yang buat loe bisa gandengan sama c playboy kampung cap buaya busuk musuh loe itu?" Tanya rassya heran
"gww... gww"jawab Wulan gelagapan
"Kita berdamai, apa ada yang salah sya ?"sahut joko menyelamatkan Wulan dengan tatapan datarnya
"Damai???" sahut Rassya tertawa terbahak-bahak dan kini semua murid dikelas mentertawakan wulan
dan joko,
"OMG HELOOO....."teriak Wulan berdiri dan semuanya berhenti tertawa dan menutup telinga mereka
"Apa ada yang salah? Peperangan antara inggris dan Indonesia aja bisa berdamai, apalagi gw"jawab Wulan enteng
"Sepertinya mereka berdua terhipnotis dech waktu dipantai kemarin"sahut Ria tersenyum jahil
"Sepertinya virus cinta sudah menjalar kehati mereka berdua"sahut Santi tersenyum dan berhasil membuat wulan merona dan kembali duduk
"Ekh jok, sejak kapan loe bawa bekal?"Tanya Roni heran saat melihat joko membuka taperwarenya
"Gw tadi gak sempat sarapan jadi wajarkan kalau gw bekel makanan"sahut Joko datar sambil memakan roti yang ada didalam taperware
"gw kayaknya tau dech itu taperware punya siapa"sahut Santi tersenyum jail ke Wulan .
__ADS_1
"Akhirnya dosen datang juga, gw udah hampir pingsan disini gara-gara dijailin sama temen-temen sekelas"Batin Wulan
Bersambung.......