
3 hari sudah berlalu, joko begitu khawatir karena wulan tidak masuk kuliah. Santi sudah datang kerumah wulan tetapi dilarang ketemu sama wulan oleh papanya. Dan menurut mama wulan, wulan baik-baik saja tetapi pagi ini wulan akan berangkat kesingapura dan meneruskan pendidikannya disana. Informasi yang didapat santi itu membuat joko kelabakan dan pagi sekali joko beranjak menggunakan motornya menuju bandara soekarno-hatta. Saat berhenti disebuah lampu merah. Tiba-tiba ada yang memanggilnya cukup pelan tapi terdengar oleh joko dan betapa terkejutnya saat menengok kearah jendela mobil yang terbuka.
"Wulan" sahut Joko pelan dan melihat disamping wulan, ada papa wulan melihat sinis ke joko.
"Lihatlah lan, c anak tengil ini menggunakan motor bututnya sedangkan kita duduk dimobil yang mewah."sahut Papa Wulan sombong dan angkuh.
"Kalian itu sangat berbeda lan ."saat Papa menengok kesampingnya tempat wulan duduk ternyata kosong membuat papa kaget.
"Tapi sekarang kita sama papa, gak ada perbedaan diantara kita" sahut Wulan dan berhasil membuat papa wulan menengok kearah wulan yang sudah naik motor joko. Papa hendak turun dari mobil tetapi lampu merah sudah berubah warna hijau menandakan jalan. dengan segera motor joko melaju meninggalkan papa wulan yang sudah emosi.
*******
Joko menghentikan motornya di ancol dan mengajak wulan ke tepi pantai.
"Sejuk banget udara pantai dipagi hari," sahut Wulan menghirup udara dengan tersenyum manis. joko terus menatap wulan , membuat wulan tersadar kalau sedang diperhatikan.
"Kenapa honey?"
"Aku kangen banget sama kamu" sahut Joko tersenyum
"Aku juga kangen banget sama kamu my beby honey" Sahut Wulan langsung memeluk joko dengan erat. Joko menenggelamkan wajahnya ke leher wulan menghirup aroma tubuh wulan.
"Bawa aku pergi dari sini honey, biarkan aku hidup sama kamu berdua. Apa kita balik lagi ke pantai pink itu dan buat kehidupan baru kita, gimana honey?" sahut Wulan tetapi tidak ada jawaban dari joko.
"Honeyyyy..."
"Hmmppp" sahuut Joko tanpa melepaskan pelukannya dan malah memeluk wulan semakin erat. setelah lama dalam posisi itu joko meniupi leher wulan yang ditutupi oleh rambutnya.
"Ikhh honey geli,, diem aghh" sahut Wulan melepaskan pelukan joko dan memegang lehernya membuat joko terkekeh
"Kamu lucu banget sich sayang" sahut Joko mengusap rambut wulan
"Iya aku kan emang slalu lucu dan cantik,," sahut Wulan membanggakan diri
"Oya?" sahut Joko menyilangkan tangannya didepan dada
"Iya makanya banyak yang ngantri buat jadi pacar aku"
"Trus? Kenapa gak diterima jadi pacar aja?"
"Ya nggak lah kan aku udah punya my beby honey yang paling ganteng ngalahin semuanya, apalagi dikampus lewat dech semua"
__ADS_1
"Cuma lewat aja yah,, lewat mana tuch?"
"Lewat mana yah?" Wulan berpikir.
"Lewat mana aja boleh koo asal jangan lewat hati aku. Kan hati aku udah ada penghuninya" tambah Wulan terkekeh dan joko juga ikut ketawa, dan gemas melihat tingkah wulan . tanpa banyak bicara joko menggendong wulan dan secara langsung tangan wulan mengalungkannya ke leher joko. joko memutarkan tubuhnya dan membuat keduanya tertawa lepas. Hingga akhirnya joko menurunkan wulan karena wulan mengeluh pusing.
"Ayo kita pergi dari sini honey, kita mulai kehidupan baru kita" sahut Wulan
"Ayo" Joko menarik wulan ke motornya dan segera melajukan motor maticnya. Diperjalanan keduanya terus bercanda ria, wulan memeluk joko erat. Tiba-tiba senyum wulan pudar saat melihat jalanan
"Honey ko kita masuk ke komplek rumah aku?" Tanya Wulan kaget
"Kita ketemu sama papa kamu"
"Aku gak mau honey, mending kita pergi jauh dari sini honey, ayo pergi" ujar Wulan mulai merengek
"Kita minta restu orangtua kamu dulu sayang"
"Kamu udah gak sayang lagi sama aku yah? joko papa mau ngirim aku ke singapura jauh dari kamu, papa mau misahin kita joko. Kalau kita pulang pasti papa akan pisahin kita lagi honey."
"Sekali lagi lan , aku akan coba bicara lagi sama papa kamu. Aku gak lari anak gadis, apalagi papa kamu terkenal pasti kita kabur juga akan terus dicari seperti buronan, hidup kita gak akan tenang. Aku harus meminta restu orangtua kamu dulu sayang."
"Percayalah, semuanya akan baik-baik saja" sahut Joko memegang tangan wulan yang berada di perutnya dengan sebelah tangan membuat wulan terdiam.
Sesampainya dihalaman rumah wulan, terlihat mobil yang digunakan papa wulan sudah terparkir rapih disana. wulan begitu takut, joko memegang erat tangan wulan sambil tersenyum.
"Joko sepertinya optimis banget mau minta restu sama papa, ya allah bukakanlah hati papa, jangan biarkan hati joko tersakiti lagi oleh kata-kata papa, amin" Batin Wulan dan tersadar dari lamunannya saat digo menarik tangan wulan
Diruang tamu papa mondar mandir menelpon seseorang, sedangkan mama terus menenangkan papa.
"Pa tenang, mama yakin joko gak akan bawa kabur wulan "
"Tidak, aku tidak percaya. Anak tengil itu pasti memanfaatkan situasi ini untuk menculik wulan, aku harus segera melaporkannya ke kantor polisi." Sahut Papa geram
"Tidak perlu menelpon polisi om," sahut Joko di depan pintu membuat papa dan mama menengok kearah joko dengan tatapan kaget.
" Saya tidak akan menculik atau membawa kabur wulan , saya gak mau jadi seorang pengecut dan mengotori cinta saya ke wulan . saya akan membawa pergi wulan atas ijin kalian sebagai orangtua wulan." sahut Joko dan wulan memegang erat tangan joko dan bersembunyi dibelakang joko.
"Saya akan terus meminta restu anda, sampai kapanpun juga saya akan melakukan itu untuk memperjuangkan cinta kita berdua" Tambah Joko sambil menatap wulan yang menunduk.
"Sekali lagi saya meminta restu sama om, tolong jangan pisahkan lagi kami. Saya benar-benar mencintai wulan, memang benar saya terlalu lancang mencintai putri dari seorang konglomerat. Tetapi saya juga tidak mampu membohongi hati saya, dan meninggalkan wulan benar-benar hal paling sulit buat saya. Saya memang seorang anak yatim piatu yang diangkat anak oleh keluarga Nahendra , tetapi saya tidak pernah memanfaatkan apapun dari mereka, saya tetap bekerja diperusahaan om Arya Nahendra dan sekarang saya sedang merintis usaha cafe sama Roni mungkin masih dalam tahap awal, tetapi saya janji akan terus berusaha untuk bisa membahagiakan wulan dan tidak membuat malu keluarga om dan tante, saya janji om. Saya mohon restui hubungi kami" sahut Joko
__ADS_1
"Joko.." bisik Wulan menganga karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan joko benar-benar membuat hatinya berbunga bunga dan makin cinta hingga membuat airmatanya menetes karena terharu
"Saya akan lakukan apapun asal om bisa merestui hubungan kami" tambah Joko lagi
"Cukup," sahut Papa tegas, wulan langsung melihat papanya dengan sendu terpotong oleh papa
"Cukup wulan , aku baru lihat anak muda selancang dan seberani kamu." Sahut Papa berjalan mendekati joko, joko terus menatap papa tanpa ada rasa takut dan semakin erat memegang tangan wulan, sebaliknya juga wulan semakin bersembunyi dibelakang tubuh joko takut papanya menarik lengannya kembali. Saat berhadapan dengan joko senyum papa mengembang dan menepuk pundak joko.
"Aku merestui kalian berdua," Sahut Papa mampu membuat mama, wulan dan tentunya joko menganga kaget mendengar ucapan papa.
"Aku salah paham mengenai kamu, dan sekarang kau membuka mataku kalau kamu bener-bener laki-laki yang bertanggung jawab. Aku salut padamu joko, kau memperlihatkan ketulusanmu." Sahut papa tersenyum
"Pa, bukannya papa bilang..." omongan Wulan tertahan
"Gak Wulan , papa gak sekejam itu. Papa Cuma takut joko mendekati kamu karena harta papa dan papa takut dia akan kecewai kamu nanti, tapi saat ini papa liat ketulusan dimatanya, papa yakin dia mampu buat kamu bahagia sayang" sahut papa tersenyum kearah wulan
"Papa" Wulan langsung memeluk papanya dengan tangisan terharu dan papanya terkekeh
"Kau masih cengeng dan manja, apa tidak malu sama joko?" sahut papa tersenyum jahil dan wulan melepas pelukannya
"Makasih yah pa,, wulan sayang sama papa" sahut wulan tersenyum
"Sudah jangan nangis lagi," papa menghapus airmata wulan.
"Maafkan papa sayang, papa hanya ingin yang terbaik buat kamu. Dan papa harap ini adalah tangisan terakhir kamu, gapailah kebahagiaan kamu. Karena kebahagiaan mama dan papa adalah kebahagiaanmu sayang" sahut papa mencium kening wulan dan membuat mama dan joko tersenyum
"Joko maafin om karna om udah ngehina kamu waktu itu, dan udah sangat merendahkanmu" tambah papa
"Iya om gpp, saya mengerti ko om. Semua orangtua pasti ingin yang terbaik buat anaknya, saya sudah maafin om ko jauh jauh hari." sahut Joko tersenyum
"Sudah sudah nangis nangisnya sekarang kita makan siang bersama, bibi sudah masak didapur" akhirnya mama membuka suara sambil menghapus air matanya.
" Ayo nak joko kita makan bersama" sahut Mama Wulan
"Ayo Joko, gak usah canggung kita makan bersama" ajak papa wulan
".. Iya om." Joko mengikuti tuan rumah menuju meja makan
Kini semuanya tengah menikmati makan siang, terlihat senyuman dibibir manis wulan tidak pernah hilang dan joko juga sama sebaliknya tersenyum menatap wulan yang terlihat bahagia. Selesai makan siang semuanya tengah mengobrol diruang keluarga, joko bercerita banyak tentang keluarganya, tentang usaha ayahnya dan tentang kakaknya. Papa terlihat antusias mendengar pembicaraan joko dan menawarkan digo untuk membantu bekerja diperusahaan papa. Dengan sangat sopan joko menolaknya tanpa menyinggung hati papa wulan dan malah memahami alasan joko.
Bersambung.....
__ADS_1