Cinta Yang Hilang Telah Kembali

Cinta Yang Hilang Telah Kembali
Bab 14


__ADS_3

Wulan dan Joko sedang duduk sambil menikmati hangatnya api unggun.


"Gimana kenyang makannya?"Tanya Joko


"Nggak sich, hhee tapi gpp dech buat ngeganjel aja, yang penting ada kamu disini, itu udah cukup ko," ucap Wulan sambil nyengir kuda


"Udah mulai gombal yah sekarang"sahut Joko sambil membelai kepala Wulan


"Itu bukan gombal joko,"sahut Wulan


"Ko Joko?" Tanya Joko mengernyitkan dahinya


"Iya my beby honey , puas !!" sahut Wulan


"Puas banget,,"tersenyum jail


"Kamu ko bisa tau masalah semua ini? Dan tumbuhan apa aja yang bisa kita makan dihutan ini" Tanya Wulan


"Iya dulu waktu aku SMA aku salah satu anggota pecinta alam dan kegiatan seperti ini sudah biasa


buatku" jelas Joko


"Oh gitu yah,"sahut Wulan sambil ngangguk ngangguk.


"Liat dech bintangnya indah banget yah dan banyak lagi" sahut Wulan


Joko menatap bintang dan matanya berkaca-kaca membuat Wulan heran melihatnya.


"Kamu kenapa honey?" Tanya Wulan

__ADS_1


"Kata ibu kalau orang yang sudah meninggal akan melihat kita disana. disalah satu bintang paling terang, dan setiap kali aku kangen orangtua aku, aku slalu melihat bintang itu." Jelas Joko sambil terus menatap langit dan bintang yang paling terang


"Jadi orang tua kamu sudah," ucapan Wulan terhenti karena tidak mampu meneruskannya


"Iya, orangtua aku sudah lama meninggal, ibu aku meninggal saat aku kelas 5sd, ibu meninggal karena pendarahan saat melahirkan adikku yang ternyata bayi dalam kandungannya tidak bisa diselamatkan dan ayah meninggal saat aku kelas 1 SMA, ayah terkena serangan jantung karena usaha restaurant yang dia pimpin dan dia bangun dari nol bangkrut, dan menyisahkan banyak utang dimana-mana. Tinggal Aku dan kakakku Dika. Saat itu kak dika sedang kuliah tingkat 4, dia behenti kuliah dan mencari kerja siang dan malam untuk biayaku sekola dan membayar hutang ayah. Aku berniat berhenti sekola dan membantu kakak tapi kakak melarangnya dan menyuruhku harus bisa membantu dia dengan predikat yang baik disekolaku,"Jelas Joko dan tanpa disadari air mata joko jatuh membasahi pipi membuat wulan terharu dan simpati.


"Akupun berjuang untuk mendapatkan beasiswa dan masuk ke universitas terbaik dijakarta untuk membanggakan keluargaku terutama kakakku, aku juga ikut bekerja setelah pulang sekola, hingga akhirnya kehidupan kami normal dan aku mendapat beasiswa disebuah universitas dijakarta karena predikatku. Dan kakakku bertemu seseorang yang dia cintai hingga mereka menikah, dan ntah gimana kakak ipar membawa kak dika pergi ke Jepang dan melanjutkan usahanya disana, dia mengajakku untuk ikut pindah kesana tapi aku menolak dan ingin hidup mandiri, hingga akhirnya aku ketemu Roni . Roni begitu baik dan bermurah hati mengajakku untuk tinggal diapartementnya dan aku mendapat pekerjaan dicafenya dan dikantor ayahnya, meskipun gajinya gak seberapa tapi aku bersyukur mendapat pekerjaan dan rezeki ini."tambah Joko


"Roni membantuku kembali untuk mendapat beasiswa diuniversitas terbaik dijakarta untuk melanjutkan semester 3, dia ingin aku sekampus dengannya. Ayahnya menawarkanku untuk membiayai kuliahku tapi aku tak ingin merepotkan siapapun, aku hanya ingin mendapatkan sesuatu dari hasil jerih payah dan usahaku sendiri tanpa campur tangan oranglain, dan alham aku berhasil mendapat beasiswa lagi diuniversitas terbaik dijakarta hingga bisa bertemu denganmu, sekarang kamu sudah tau kan kalau aku ini hanya sebatang kara dan gak jelas asal usulnya, tinggal juga ditambung sama keluarga sahabat aku sendiri, aku gak punya apa-apa dan siapa-siapa"tambah Joko


Wulan menangkup wajah Joko dengan kedua tangannya sambil tersenyum dan menghapus air mata Joko, dengan mata sayu dipenuhi air mata yang hampir tumpah.


"Kamu sekarang punya aku Joko, ada aku."sahut Wulan menatap mata joko dengan tulus dan dalam hingga air matanya tumpah membasahi pipi karena sudah tidak mampu ditampung lagi.


"Ada aku yang akan slalu disamping kamu, ada aku yang sayang sama kamu, ada aku yang bisa kamu andalkan, ada aku yang bisa jadi sandaran buat kamu, ada aku yang akan buat kamu tersenyum dan ada aku yang akan slalu support dan nyemangatin kamu untuk mencapai cita-cita dan keinginan kamu" tambah Wulan dengan mata yang sayu penuh ketulusan.


"Sejak kapan?" Tanya Joko


"Aku gak tau, yang pasti sudah cukup lama. Awalnya aku gak menyadarinya karena gengsi dan mustahil tapi ternyata perasaan ini memang tumbuh makin cepat"sahut Wulan masih dengan menundukkan kepalanya karena malu, Joko memegang dagu wulan dan mengangkatnya hingga mereka kini bertatapan dengan sangat dekat.


"Terima kasih, terima kasih banyak Wulan "sahut Joko, napasnya begitu terasa hangat sampai kulit wajah


Wulan karena mereka begitu dekat hanya tinggal menghitung beberapa centi lagi.


"Tidak ada kata terima kasih dalam cinta Joko, sebuah ketulusan cinta tidak mengharapkan kata terima kasih"sahut Wulan terus menatap mata joko dengan sendu.


"Aku berterima kasih karena kamu sudah mau menjadi pacarku dan menerimaku apa adanya"sahut Joko tersenyum


"Aku juga berterima kasih karena kamu mau memberi warna dalam hidupku untuk sekarang dan kedepannya, aku berharap selamanya"ucap Wulan

__ADS_1


"Aamin"sahut Joko tersenyum


Untuk beberapa saat mereka saling berpandangan dengan ketulusan satu sama lain tanpa ada suara sedikitpun, hanya suara deburan ombak yang terdengar untuk beberapa saat hingga mereka tersadar dan membenahi duduk mereka masing-masing.


"Aku gak nyangka kamu sehebat ini Joko, aku kira kamu hanya seorang lelaki kaya dan sombong yang hanya bisa tebar pesona sama cwe cwe dan gonta ganti cwe"sahut Wulan


"Apa aku terlihat sebejat itu?" tanya joko menoleh kearah wulan yang kini berada disampingnya dengan mata nanar merah sehabis menangis


"Ya nggak sich, kamu gak seperti itu Cuma itu pemikiran aku aja karna sikap kamu yang begitu dingin"jelas Wulan


"Sebenernya aku ini orangnya gak percaya diri Lan, aku orangnya gampang minder. Aku bersikap dingin karena aku gak mau dihina sama orang-orang karena aku tau pasti dikampus itu semuanya anak orang kaya, dan untuk cwe-cwe sich bukan aku yang ngedeketin mereka apalagi sampai gonta ganti cwe, itu sich mereka aja yang Ngedeketin aku"jawab Joko sambil menaikan bahunya


"Pede banget sich loe,"sahut Wulan terkekeh


"Iya buktinya aja dikampus gak ada cwe yang aku pacarin"sahut Joko lagi


"Iya sich"jawab Wulam


"Sebenarnya aku udah menyukai kamu dari pas kita pertama kali bertemu di pintu kelas dan kita berebut untuk masuk kelas,"ujar Joko sambil terkekeh mengingat kejadian itu.


"Tapi semakin kesini aku melihat kamu begitu manja dan tau kalau ayahmu adalah donatur terbesar kampus ini membuatku benci sendiri dan ingin terus mengganggumu, karena jujur aku gak suka sama gadis ataupun pemuda yang hanya bersembunyi diketek ayahna dan berpoya poya menghabiskan uang dari orangtuanya, aku kira kamu seperti itu tetapi setelah aku mengenalmu ternyata kamu berbeda, kamu begitu istimewa dan berbeda dari yang lain dan aku sangat menyukaimu'"sahut joko tersenyum sambil mengusap rambut wulan


"Aku juga sangat menyukaimu playboy kampungku'"Wulan tersenyum.


Wulan menyandarkan kepalanya kebahu Joko sambil menatap langit hingga tertidur, Joko menidurkan wulan disana dengan batang pohon sebagai bantalan tidurnya lalu joko mengambil jasnya yang sudah mengering yang digantung diatas pohon dan menyelimuti Wulan dengan jasnya.


"have a nice dream mulut merconku"sahut Joko tersenyum dan mencium kening Wulan, lalu Joko mengambil posisi tidur disamping Wulan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2