CINTA YANG TAK DIINGINKAN

CINTA YANG TAK DIINGINKAN
Hidup Bila tak lama lagi...


__ADS_3

"Our relationship ended because his parent' didn't like me." Ucap Stella dengan sedih.


"Sorry i'm so sorry Stella i don't know your relationship ended." Jawab Bila dengan merasa bersalah.


"Ohh...No problem.It's jus the past." Ucap Stella dengan tersenyum.


"Hah.." Keluh Bila.


"Why Bila?." Tanya Stella.


"Our relationship is almost similar huh." Jawab Bila.


"Why your relationship?." Tanya Stella.


"My relationship only brief.Because i have brain cancer.But my boyfriend doesn't know my disease." Ucap Bila menahan tangisnya.


"Spirit yes if.I'm sure you can fight your disease." Ucap Stella menyemangati Bila.


Tring Tring Tring...


Telpon Ara.


"Hallo Bil." Ucap Ara.


"Hallo Raa." Jawab Bila.


"Lu kemana aja sih Bil?kita berdua nyariin lo dari tadi di taman tapi,lu nya ga ada." Tanya Ara.


"Gue lagi kasih makan burung merpati di tepi danau deket taman." Jawab Bila.


"Yaudah kalo gitu sekarang kita pulang yuk. Kak Bayu nyuruh kita bertiga pulang udah sore nih." Ucap Ara.


"Yaudah bentar lagi gue balik ke tempat kalian." Ucap Bila.


"Yaudah hati-hati ya Bil." Ucap Ara.


"Okay." Jawab Bila.


"Oh Stella.I hope i can be with you longer time but,i must go back to home." Ucap Bila.


"Oh ya Bila.No problem." Ucap Stella.


"Nice to meet you Stella." Ucap Bila sambil memeluk Stella.


"Nice to meet you too Bila." Ucap Stella membalas pelukan Bila.


"Be carefully Bila.Bye Bye." Ucap Stella melambaikan tangan pada Bila.


Sesampainya di rumah...


""Ehh Dys,Ra ga kerasa ya kalo liburan akhir semester mau selesai,minggu depan kita udah harus balik ke Indonesia." Ucap Bila sambil memakai berbagai skincarenya.


"Oh iya ya." Ucap Gladys menepuk keningnya.


"Iya juga ya Bil,ternyata liburan kita cuma sebentar ya." Ucap Ara.


Keesokan paginya...

__ADS_1


Bila,Ara,dan Gladys bersiap-siap dan turun ke bawah untuk sarapan.


"Oh iya,kalian bertiga besok jadi balik ke Indonesia?." Tanya Bayu sambil sarapan di meja makan.


"Hmmm iya kak,soalnya kan libur akhir semester udah selesai." Jawab Ara.


"Kak Bayu jadi tinggal di Apartemen Bila?." Tanya Bila.


"Hmmm jadi kok,kita udah memutuskan kalau kita berdua akan tinggal di Indonesia buat jagain kamu." Jawab Bayu sambil merangkul Nichole.


"Yes Bila.We won't you to do anything." Ucap Nichole sambil mengambilkan Bila sepotong ayam.


"Makasih ya kak,Ra,Dys kalian selalu ada disamping aku." Ucap Bila memeluk kedua sahabatnya.


"Sama-sama Bila." Ucap Ara dan Gladys serentak membalas pelukan Bila.


"Haduh kayak teletabis kali ah." Ucap Bayu.


"Hahahhah." Tawa Bila,Gladys,dan Ara.


"Teletabis?what is that?." Tanya Nichole.


Semua orang yang tadinya tertawa langsung terdiam mendengar pertanyaan dari Nichole.


"Heheh langsung tanya ke kak Bayu aja kak.Soalnya temennya kak Bayu." Ucap Bila.


"Hahahahah." Tawa Ara dan Gladys.


"Enak aja emang gue anak bayi matahari di langitnya teletabis apa." Ucap Kevin dengan cemburut.


Bila berjalan kearah balkon di rooftop dia memandangi taman yang dibangun disamping rumah Nichole.


Karena Nichole sangat menyukai bunga yang warna-warni.


"Bil lo kenapa?." Tanya Ara.


"Hah?lagi liatin bunga-bunga indah itu." Jawab Bila.


"Bunga itu indah Bil tapi kalau yang diatas sudah berkehendak bunga itu akan layu tak satu pun orang yang akan menatapnya begitu juga dengan hewan.Sama seperti hidup ini udah diatur sama yang diatas jadi kita cuma mengikuti jalannya saja." Ucap Ara.


"Hmmm." Ucap Bila tersenyum dan hatinya tersentuh atas ucapan yang dikatakan Ara.


"Yaudah gue masuk dulu ya mau mandi soalnya." Ucap Ara dengan tertawa.


"Hmm pantesan aja dari tadi gue cium bau ga enak.Ternyata lo belum mandi." Ucap Bila dengan tertawa.


"Yah lebay lu Bil." Ucap Ara.


"Hahah." Tawa manis Bila.


"Tapi gue seneng liat lu tertawa tersenyum kaya gini.Seperti Bila yang gue kenal dulu anaknya riang dan baik hati plus cantik." Ucap Ara.


"Hahah emang cantik dari sononya kali." Tawa Bila.


"Tapi Kevin beruntung bisa dapetin lu Bil." Ucap Ara.


"Hah?Kevin sama sekali ga beruntung dapet gue.Harusnya dia beruntung dapetin Nia." Ucap Bila tersenyum menahan tangis.

__ADS_1


"Hah?Nia?terserah lo deh Bil." Ucap Ara meninggalkan Bila sendirian.


Keesokan harinya...


Bila,Ara,dan Gladys tiba di Indonesia begitu juga dengan Bayu dan Nichole.


Sesampainya di depan apartemen...


"Kak Bayu kak Nichole kita pulang duluan ya kasian mami sama papi udah nungguin dirumah." Ucap Ara.


"Iya kak sama nih mama papa udah nungguin oleh-oleh dirumah heheh." Ucap Gladys dengan tawa manisnya.


"Hmmm yaudah." Jawab Bayu.


"Kalo gitu kita pulang ya kak Bayu,kak Nichole,Bila." Ucap Ara dan Gladys serentak.


"Becareful Ara and Gladys." Ucap Nichole.


"Bye." Ucap Bila melambaikan tangannya pada kedua sahabatnya itu.


"Iya kak Nichole." Teriak Ara dan Gladys dari jauh sambil berjalan memasuki taksi.


Sesampainya didalam kamar.


Bila menyusun semua barang-barangnya di lemari pakaian.Bila pun berjalan kearah jendela dan memandang kearah luar kamarnya.


Bila memikirkan Kevin dan juga hubungannya, karena Bila tau hidupnya itu sudah tidak lama lagi.Tanpa Bila sadari darah mengalir dari hidung Bila.


Bila pun syok melihat darah dari hidungnya. Tiba-tiba kepala Bila terasa sakit dan pandangannya pun kabur.Bila pun pingsan.


Nichole pun memasuki kamar Bila.Nichole terkejut melihat Bila pingsan diatas lantai.


"Bila...Bila...Bila wake up Bila wake up,Bayuu Bayu." Teriak Nichole sambil menangis.


"Ada apa sayang?Bila...Bila." Ucap Kevin berjalan ke kamar Bila dan terkejut melihat adiknya itu pingsan di atas lantai.


Bila pun dibawa ke ruang UGD dirumah sakit dimana keluarganya sering berobat.


Setelah beberapa menit Bila diperiksa.Dokter Dion pun keluar dari ruangUGD.


"Dok gimana keadaan Bila?." Tanya Bayu dengan panik.


"Sabar pak Bayu,sebaiknya kita bicarakan ini diruangan saya saja." Ucap dokter Dion berjalan kearah ruangannya dan disusul oleh Bayu.


"Jadi begini pak dari hasil rontgen kepala Bila sepertinya kanker itu dengan cepat menyerang keseluruh otak Bila dan memungkinkan Bila untuk mengalami kesakitan yang luar biasa dari sebelumnya." Ucap dokter Dion.


"Jadi bagaimana dok?." Tanya Bayu.


"Kemungkinan hidup Bila tidak akan bertahan lama.Hanya mujizat Tuhanlah yang dapat menolong Bila untuk bertahan hidup lebih lama." Ucap dokter Dion dengan jelas.


"Jadi?maksud dokter?adik saya hidupnya ga lama lagi?." Tanya Bayu.


"Iya pak.Sebaiknya bapak berdoa agar Bila bisa bertahan dari penyakitnya." Jawab dokter Dion.


Bayu pun keluar dari ruangan dokter Dion dan berjalan kearah ruang UGD.Bayu mencerita kan semua yang dikatakan oleh dokter Dion pada Nichole.


"Hah?apa?." Ucap Nichole dan menangis dipelukan Bayu.

__ADS_1


__ADS_2