
Tiba tiba ada mobil yang berhenti dibelakangku ya itu adalah Kevin. Aku lun segera berjalan dengan tegesa gesa untuk menjauh darinya. Dia turun dari mobil dan mengejarku. Dia memegang tanganku dan meminta maaf atas apa yang dikatakan tadi siang di kampus. Aku sama sekali tidak memperdulikan ucapannya. Aku berjalan dengan cepat meninggalkannya, tiba tiba dia memelukku dari arah belakang dan membuat ku terkejut. Malam itu dia benar benar sangat menyesali perbuatannya. Mau tidak mau aku harus memaafkannya dan terpancar senyuman dari wajahnya, dia pun melepaskan pelukannya dariku.
Dia mengantarku pulang ke apartemen. Didalam mobil dia banyak sekali mengajukan pertanyaan kepadaku seolah olah aku ini tersangka. Aku hanya menundukkan wajah saat dia bertanya padaku.
"Mata lo kenapa bengkak? habis nangis ya?" tanyanya.
"Hah? engga kok, cuma kemasukan debu aja," alasanku.
"Gimana kalau gitu kita makan dulu?" tanyanya.
"Hah? gausah deh, gue capek hari ini pengen istirahat," ucapku.
"Tenang aja kok gue traktir," ucapnya.
"Engga bukan soal lu traktir gue tapi gue capek pengen pulang, please ga usah maksa gue. Lo itu bukan siapa siapa gue. Jadi gausah baik hati sama gue, gue takut ga bisa balas," jawabku.
"Bil, gue emang bukan siapa siapanya elo tapi gue peduli sama lo. Oke gue ngaku kalau sikap gue dikampus tadi bener bener keterlaluan tapi please kali ini biarin gue nebus kesalahan yang tadi," ucapnya yang membuatku luluh.
"Yaudah cuma kali ini aja Vin," ucapku.
Setelah beberapa menit perjalanan menuju restaurant. Kami pun sampai di restoran, kami berdua langsung didatangi oleh pelayan yang menyuruh kami untuk duduk di meja dekat jendela karena restoran itu selalu ramai. Aku sangat menyukai tempat posisi dudukku karena bisa melihat pemandangan Jakarta dari atas. Kevin yang melihat tingkahku justru tersenyum. Dan pelayan pun menghampiri kami untuk menanyakan pesanan kami.
"Hallo, Good evening. Mau pesan apa ya mbak yang cantik dan mas yang tampan?" tanya pelayan sambil menyodorkan buku menu pada kami dan sontak membuat kami tersenyum. Aku masih mencari cari makanan favoritku dan akhirnya ketemu juga.
"Saya pesan spageti dengan campuran keju mozarella dan minumannya jus buah naga deh mas. Kalau lo Vin?" tanyaku.
"Sama ajah deh mas," jawab Kevin.
"Kalian ini memang serasi ya kapan kalian pacaran?" tanya pelayan dan sontak membuat kami terkejut.
"Engga kok mas, kita cuma temen kok ga lebih. Ga mungkin mas kita pacaran orang saya udah punya pacar," ucapku berbohong kepada pelayan dan Kevin. Sementara Kevin hanya terkejut mendengar ucapanku tadi.
"Ya sayang banget kalau gitu ya mbak, Mas ganteng ini disia siain. Kalau mas sendiri udah punya pacar?" Ucap pelayan dan membuat mereka heran dan menahan tawa.
"Belum mas, masih menunggu sampai dia sadar kalau ada orang yang akan menunggunya. Ga tau sampai kapan," ucap Kevin dan membuatku menatapnya. Aku merasa ada kekecewaan yang muncul di wajah Kevin.
"Ehh... gue ke toilet bentar ya kebelet nih," ucapku berjalan meninggalkan meja makan dan Kevin hanya menganggukkan ucapanku.
__ADS_1
Aku yakin dengan cara ini aku bisa menghindari Kevin, karena aku ga mau jatuh cinta terlalu dalam dengan dia apalagi aku tahu kalau papanya yang membuat mama meninggal dan papa juga sempat bangkrut karena papanya. Pokoknya Kevin harus merasakan apa yang pernah aku rasakan selama 14 tahun. Siapapun ga boleh tahu rencana ini termasuk sahabatku. Aku pun keluar dari toilet dan berjalan ke mejaku. Aku melihat bahwa pelayan sedang meletakkan pesanan kami atas dimeja.
"Silahkan mbak, mas makanannya. Selamat menikmati," ucap pelayan sambil meletakkan makanan dimeja makan.
Aku pun duduk dan menatapnya. Dia hanya terdiam daritadi. Dan kami berdua memulai untuk makan. Saat aku makan aku melihat ditepi bibir Kevin ada saus spageti.
"Ihh itu dibibir loe ada...," ucapku sambil mengambil tisu.
"Dimana?" jawab Kevin sambil memegang bibirnya.
Akhirnya aku pun membersihkan bibirnya dari saus spageti. Kevin pun menatapku dengan senyuman nya yang manis. Tetapi ini baru pemulaan dan masih banyak lagi kejutan yang akan dia alami. Beberapa menit kemudian kami melanjutkan untuk makan. Setelah selesai makan kami pun pergi ke parkiran. Disana aku tersandung dan Kevin langsung menangkapku. Dia bertanya keadaanku namun aku menjawab bahwa aku baik baik saja. Kami pun masuk kedalam mobil dan pulang ke apartemenku.
Sesampainya di apartemen.
"Mau mampir dulu gak?" tanyaku.
"Emangnya boleh?" tanya Kevin.
"Ya enggaklah kan udah malam. Gak baik ada cewek dan cowok berduan di dalam kamar" jawabku sambil tertawa manis ke Kevin.
"Ohh.. iya makasih ya untuk hari ini," ucapku dengan tersenyum.
"Kenapa belum pulang?" tanyaku dengan heran.
"Nungguin kamu masuk duluan," jawabnya.
"Engga kamu aja yang duluan pulang," ucapku.
"Enggak kamu aja," jawabku.
"Vinnn...," ucapku sambil tersenyum.
"Bill...," Ucapnya menjawab balik ucapanku.
Ternyata daritadi kak Bayu melihatku berduaan dengan Kevin dari jauh. Kak Bayu baru pulang dari Australia. Kak Bayu sangat menyayangiku. Karna itulah dia tidak pernah mau kalau adiknya ini disakiti hanya karena laki laki. Kakakku juga sudah punya tunangan orang Australia dan sebentar lagi mereka akan menikah di Australia.
"Yaudah, kalau gitu kakak aja yang masuk," Ucap Kak Bayu.
__ADS_1
Aku terkejut melihat kak Bayu dan refleks langsung memeluknya. Karena aku sangat rindu dengan dia apalagi dia kalau pulang ke Indonesia bisa 3 kali setahun. Kami dari dulu itu selalu bersama hanya saja semenjak Kak Bayu mendapat beasiswa di Australia kami sudah sangat jarang berkomunikasi paling komunikasi itu hanya untuk curhat curhatan.
"Ehhh kak Bayu, kok pulang ga bilang bilang sih? kan aku bisa jemput kak Bayu di bandara," tanyaku sambil memeluk kak Bayu.
"Emang kalo kakak bilang kamu mau gitu jemput kakak? paling ujung-ujungnya, kakak pulang jalan kaki aja ya biar kurus kan Bandara deket ama apart aku," jawab kak Bayu yang membuatku tertawa lepas dan melepaskan pelukannya.
"Oh iya kak kenalin ini Kevin temen aku," Ucapku.
"Hi.. kak kenalin aku Kevin, teman sekampusnya Bila. Kakak ini siapanya Bila ya?," tanya Kevin sambil memberikan tangannya untuk bersalaman dengan kak Bayu.
"Oh iya... saya Bayu, kakaknya Bila. Cuma teman ga lebih nih," Jawab kak Bayu.
"Hah? beneran kok kak cuma teman sekampus ga lebih kok kak. Jadi kakak ini, kakaknya Bila kirain pacarnya Bila," Jawab Kevin dan membuat aku beserta kak Bayu tertawa mendengar ucapannya.
"Ya enggak lah masak tua tua gini pacar aku hahaha...," Jawabku sambil tertawa.
"Sembarangan aja gue dikatain tua... tua tua gini juga punya pacar yang lebih cantik ya... hello," Jawab Bayu sambil menggoda Bila dan membuat Kevin tertawa melihat kelucuan kami berdua.
"Lagian Bila juga udah punya pacar kok kak," ucapnya yang membuatku terkejut.
"Hah? punya pacar? sejak kapan?" tanya kak Bayu padaku yang membuatku langsung terdiam.
"Hah? ada kok...," alasanku.
"Kok kakak gak pernah tahu ya?" tanyanya balik.
"Hah? en... en... entar.. deh aku kenalin ke kakak tapi jangan bahas sekarang ya gimana kalau kakak masuk duluan aja kedalam lagiankan kakak baru sampai juga nih di Indonesia," alasanku yang kedua.
"Bener ya ntar kamu cerita?" tanyanya lagi.
"Yes of course kak Bayu," jawabku.
Aku sekarang diposisi yang sangat bingung untuk menceritakan ini semua. Intinya kak Bayu tidak boleh tahu soal rencanaku ini, tapi bagaimana caranya aku menjelaskan semuanya kepada kak Bayu. Dan aku juga melihat kecurigaan di wajah Kevin. Aku bisa melihat hal itu dari wajahnya. Disaat itu aku benar benar sangat bingung. Tetapi untungnya Kevin segera berpamitan untuk pulang.
"Kalau begitu saya pulang duluan ya kak, udah malam," ucap Kevin yang membuatku lega.
"Yaudah hati-hati ya," Balas Bayu kepada Kevin sementara Kevin hanya menganggukkan wajahnya dan berjalan keluar dari apartemen.
__ADS_1
"Hati hati ya Kev...," Ucapku.
Aku dan kak Bayu pun masuk kedalam apartemen.