
Setelah berbincang-bincang beberapa lama.
"Om kalo gitu saya pamit dulu ya om." Ucap Kevin berdiri sambil mencium tangan Pak Bripto.
"Oh iya." Ucap Pak Bripto.
Sesampainya di teras depan.
"Kevin." Panggil Pak Bripto.
"Iya om." Jawab Kevin berbalik badan.
"Om boleh minta tolong sama kamu?." Tanya Pak Bripto berjalan kearah Kevin.
"Minta tolong apa om?." Tanya Kevin balik.
"Om mau kamu selalu jagain Nia dan temenin dia.Karena om ga mau Nia pergi dari dunia ini.Semenjak mama Nia meninggal Nia sangat sedih dan cuma Nia yang om punya satu-satunya didunia ini.Om ga akan paksa kamu buat tunangan sama Nia karena semua keputusan ada di kamu." Jelas Pak Bripto.
"Hmmm...baik om saya janji akan selalu menjaga Nia." Jawab Kevin.
"Om percaya sama kamu karena kamu itu anak yang baik dan jujur." Ucap Pak Bripto.
"Yaudah om saya pulang dulu ya om." Ucap Kevin berjalan memasuki mobilnya.
"Iya hati-hati di jalan Kevin." Ucap Pak Bripto.
"Pa?siapa yang datang?." Tanya Nia dengan berbohong.
"Hah?itu...it...itu temen papa datang.Dia mau silaturahmi aja." Ucap Pak Bripto dengan berbohong.
"Owh." Ucap Nia pura-pura mempercayai ngomongan papanya.
*Prof Bila.
"Kak." Panggil Bila.
"Hmmm." Ucap Kevin memandang kearah televisi karena sedang menontong televisi di ruangan Bila.
"Aku mau cerita." Ucap Bila dengan cemberut melihat Bayu.
"Cerita?yaudah ceritanya." Jawab Bayu.
"Kak,Kakak kenal gak sama Nia calon tunangannya Kevin tapi mereka batal tunangan kok soalnya Kevin ga suka sama dia." Ucap Bila panjang lebar.
"Hah?tunangan?Kevin mau tunangan?." Tanya Bayu dengan terkejut sambil menatap adiknya.
"Ihh bukan tunangan kak.Calon doang." Ucap Bila semakin cemberut.
"Memangnya ada apa dengan dia?." Tanya Bayu.
"Kasihan dia kak." Jawab Bila.
"Kasihan?." Tanya Bayu.
"Iya kasihan.Dia harus segera mendapat pendonor hati yang sesuai dengan tubuhnya." Jawab Bila dengan jelas.
Tiba-tiba siaran televisi berubah menjadi berita terkini.
"Berita terkini pemirsa.Terjadi kecelakaan pesawat X dari itali menuju Indonesia yang menewaskan 35 korban,15 orang terluka parah,dan 100 orang lagi masih belum ditemukan.Diduga pencarian kalian ini sangat sulit karena puing-puing pesawat hancur dan meledak di lautan.Saat ini tim penyelamat masih berusaha mencari tanda-tanda korban yang masih hidup." Ucap penyiar berita.
"Hah?Itali?." Teriak Bayu dengan terkejut.
"Kenapa kak?." Tanya Bila.
"Hah?enggak cuma kaget karena kasihan aja." Jawab Bayu.
__ADS_1
"Semoga aja itu bukan pesawat yang ditumpangi papa.Positif thinking aja Bayu." Ucap Bayu dalam hati.
"Kak?." Panggil Bila dan Kevin hanya menatap serius kearah televisi.
"Kak?." Panggil Bila sekali lagi.
"Kak!!." Teriak Bila.
"Hah?." Jawab Bayu dengan terkejut.
"Kakak kenapa serius banget dsnger beritanya?." Tanya Bila.
"Hah?engga,mendingan sekarang kamu istirahat katanya kamu pengen cepat sembuh." Ucap Bayu merapikan selimut Bila.
"Oke kak." Jawab Bila dengan semangat.
Keesokan harinya...
"Kita periksa dulu ya mbak kondisinya setelah itu mbak saya lap-lap badannya."Ucap Suster sambil memeriksa infus Bila.
"Iya sus." Ucap Bila dengan tersenyum.
Tring Tring Tring..
Ponsel Bayu berdering.
"Hallo Mas Bayu." Ucap sekretaris Pak Hito.
"Hallo,Iya ada apa Nela?." Tanya Bayu berjalan keluar ruangan Bila.
"Begini pak,pesawat yang ditumpangi oleh Pak Hito mengalami kecelakaan dan Status Pak Hito masih dikatakan menghilang.Tim penyelamat sedang berusaha semaksimal mungkin untuk mencari Pak Hito.Karena dugaan mereka mungkin Pak Hito sudah habis dimakan oleh ikan yang ada di laut." Ucap Nella dan membuat Bayu terkejut dengan perkataannya.
"Apa?ga mungkin,kamu pasti bercandakan Nela?." Ucap Bayu dengan keras.
"Beneran pak,kalo Pak Hito pulang ke Indonesia dengan keadaan cuaca yang sangat buruk." Ucap Nella dengan sedih.
"Ada apa kak?." Tanya Kevin nyamperin Bayu yang duduk sambil bersedih.
"Hah?Kevin?kamu nyariin Bila,Bila lagi di didalam kok." Ucap Bayu menunjuk kearah ruangan Bila.
"Owh yaudah kak,saya masuk dulu ya." Jawab Kevin berjalan masuk kedalam ruangan Bila.
Bayu pun merahasiakan tentang kecelakaan papanya dari Bila.
Bayu pun masuk kedalam ruangan Bila.
"Kak Bayu?wajahnya kenapa sedih gitu?." Tanya Bila.
"Hah?sedih?enggak kok." Jawab Bayu.
"Kak kita itu adik kakak masa kakak mau rahasian-rahasian gitu sih." Ucap Bila.
"Sebenarnyaaa,,.." Ucap Kevin dipotong oleh sahabat Bila.
"Hi...Bila." Ucap Ara dan Gladys memeluk Bila.
"Hi...kalian kok gak bilang-bilang sih mau kesini?." Tanya Bila dengan tersenyum.
"Biar surprise." Ucap Gladys.
"Nih kita bawain cake kesukaan kamu." Ucap Ara memberikan kue pada Bila.
"Wahh,enak banget nih pagi-pagi makan-makan yang manis begini." Ucap Bila membuka bungkusan kue.
"Owh yaudah kakak keluar dulu ya,ada urusan mendadak nih." Ucap Bayu berjalan keluar dari ruangan Bila.
__ADS_1
"Hmmm." Ucap Bila menganggukkan wajahnya sakbil menimati kue yang diberikan oleh kedua sahabatnya itu.
"Iya kak Bayu." Ucap Ara,Gladys,dan Kevin.
"Yaudah kalau gitu saya permisi dulu ya mbak Bila,mbak,mas." Ucap suster Bila.
"Iya sus." Ucap Ara dan Gladys sedangkan Kevin hanya menganggukkan wajahnya.
"Iya sus,makasih ya." Ucap Bila.
"Sebenarnya gue mau bilang sesuatu tapi gue takut kalo Bila bakal shock,ntaran aja deh tunggu keadaan Bila membaik." Ucap Ara dalam hati.
"Guys,gue bosen nih tiduran disini muluk.Kita jalan-jalan keluar yuk." Ucap Bila.
"Tapi kan keadaan lo belum membaik Bila." Ucap Gladys.
"Iya sayang." Ucap Kevin yang membuat Ara dan Gladys tersenyum mendengarnya.
"Ga papa Kevin,soalnya aku bosen disini terus." Jawab Bila yang membuat Kevin hanya pasrah karena tatapan manis dari Bila.
"Ehem,ehem." Ucap Gladys.
"Ehem...ehem." Ucap Ara.
"Yaelah kita berdua masih jomblo kali,jadi kalo denger yang uwu uwu gitu kayak gimana gitu." Ucap Gladys meledek Bila dan Kevin.
"Makanya kalo ada cowok yang suka sama lo gausah pilih-pilih,kaya gue dong milihnya kaya Ali udah ganteng pinter berbisnis lagi." Ucap Ara membayangkan Ali.
"Yahh lunya yang suka sama Ali,Alinya kagak." Ucap Bila dan Gladys.
"Hahah..." Tawa Kevin.
"Ihhh apaan sih Ali itu kemarin nyatain perasaannya ke gue dan kita sekarang udah pacaran." Ucap Ara.
"Hah?beneran Raa?." Tanya Kevin dengan terkejut.
"Hah?serius Ra." Tanya Bila dan Gladys.
"Yaiyalah." Jawab Ara.
"Owh kalo gitu tinggal satu lagi yang belum dong." Ucap Bila dan Ara meledek Gladys.
"Ngapain kalian semua liatin gue kayak gitu?." Tanya Gladys dengan sedikit cemberut.
"Iya iya.." Ucap Gladys.
Kemudian mereka berempat berjalan kearah taman rumah sakit.
"Wah ternyata nih rumah sakit tamannya bagus banget ya." Ucap Ara.
"Bil." Panggil Kevin.
"Vin." Ucap Bila bersamaan dengan Kevin.
"Kamu duluan deh." Ucap Bila tersenyum.
"Enggak ladies first." Ucap Kevin tersenyum.
"Gimana kalo kita kesitu Ra foto-foto." Ucap Gladys menarik Ara kesana karena mereka berdua tau kalo Bila dan Kevin ingin berduaan.
"Ehh iya juga ya Dys,daripada ntar jadi nyamuk disini ye kan." Jawab Ara berjalan bersama Gladys meninggalkan Bila dan Kevin berduaan.
Dan tinggallah mereka berdua di taman.
"Seandainya aku pergi dari dunia ini,aku nitip seauatu sama kamu." Ucap Bila tersenyum sambil berjalan di depan Kevin.
__ADS_1
"Hey,kamu gak boleh ngomong gitu." Jawab Kevin.
"Vin,aku minta kamu buat menjaga dan mencintai Nia dan melupakan aku." Ucap Bila tersenyum.