CINTA YANG TAK DIINGINKAN

CINTA YANG TAK DIINGINKAN
BAB 2


__ADS_3

Namun aku membayangkannya. Bahwa, Kevin itu sebenarnya tampan hanya saja sifatnya yang keraslah yang membuat aku sedikit membencinya. Setelah aku bertatapan dengannya aku pun memalingkan wajahku dan mengeluarkan nafas dengan kasar. Lalu, aku pun terasa sangat mengantuk dan aku tertidur di bahunya. Setelah itu akupun terbangun dan terkejut karena tertidur dibahunya Kevin.


"Ehh sorry sorry...," ucapku dengan sedikit malu.


"Hah? ga apa apa kali kalau rasanya nyaman," jawabnya dengan tersenyum kearahku.


"Hah? apaan sih lo," ucapku dengan wajah merah.


"Kok hujannya lama banget ya? mana taxi ga ada yang lewat lagi," ucapku dengan pelan dan ternyata Kevin mendengar ucapanku.


"Paling bentar lagi juga reda," ucapnya.


"Hah?" ucapku dengan terkejut.


Tak beberapa lama hujan pun reda.


"Gue duluan ya oh iya ini jaket lo makasih ya," ucapku tersenyum padanya.


Aku pun langsung bergegas untuk pulang dan aku tidak menyadari bahwa Kevin mengikuti aku dari belakang. Aku pun mulai merasa ketakutan karena hari sudah menunjukkan pukul 8 malam dan jalan ke apartemen kalau malam itu memang sepi. Ya sebenarnya ada jalanan yang ramai cuma karena aku buru buru aku lewat jalan pintas dekat taman. Jalanannya benar benar sepi sekali.


"Kayanya daritadi ada yang ngikutin gue deh?" ucapku dalam hati.


Aku pun segera berjalan dengan cepat dan tidak melihat kalau ada batu didepanku. Aku pun menginjak batu itu dan terjatuh, kakiku terkilir rasanya benar benar sakit. Dan aku berusaha untuk berdiri tetapi aku mulai ketakutan lagi. Tiba tiba Kevin memegang kakiku. Ya otamatis, aku terkejutlah apalagi itu jalanan sepi banget.


"Aaaak...," teriakku.


"Heh, ini gue...," ucapnya memijat kakiku.


"Hah? elu? Elu bener bener ya... gue ketakutan setengah mati dan lo malah ngagetin gue kayak gitu," ucapku dengan kesal.


"Halah gitu aja kaget lebay lu," ucapnya menatap mataku.


"Lo bilang lebay? minggir lo," ucapku menatapnya dengan sinis dan segera aku berdiri.


"Lu mau kemana? kaki lo itu masih sakit," ucapnya padaku.


"Bodo amat!!" jawabku.


"Aduh!!" teriakku saat mulai melangkahkan kaki.


"Kenapa berhenti? katanya mau pergi? kakinya sakit ya?" tanyanya sambil meledekku.


"Ihhh sakit tahu malah nanya lagi!!" bentakku padanya.


"Makannya jadi cewek itu ga usah batu!! kalau dibilangin itu dengerin!!" ucapnya.


"Ihhh... bukannya bantuin malah ngatain gue lagi," ucapku menggerutu.


"Yaudah sini gue pijitin biar kaki lo enakkan," ucapnya memegang kakiku.


"Ihhh jangan pegang pegang gue ga mau dipijit sama lo!!" ucapku.


"Ohh... yaudah kalau ga mau dipijitin, mendingan gue pulang daripada dengerin lo ngoceh," ancamnya dan berjalan meninggalkanku.


"Ehh... tungguin gue, gue takut. Masa lo ga kasihan lihat gue kayak gini,Kevin!!" bujukku.


Kevin pun berjalan kearahku dan dia bilang begini.

__ADS_1


"Kasihan? ya enggaklah," ucapnya.


Kevin pun memijit kakiku dengan pelan pelan.


"Aaaak pelan pelan!!" teriakku.


"Lebay lo!!" jawabnya.


"Aaaak sakit Vin!!" teriakku lagi.


"Ihhh bawel banget sih lo!! mana ada dipijit rasanya kaya di surga lagian gue bukan tukang pijit jadi maklum aja kalau kaki lo yang terkilir dikit bisa jadi patah," ucapnya dan semakin membuatku kesal.


"Lo jahat banget sih!! dari awal ospek sampai sekarang lo selalu aja nge-bully gue, dari sekian juta cewek apa cuma gue yang harus lo bully di kampus?" ucapku.


"Sebenarnya sih gue gak mau kayak gini ya tapi, gimana lagi? kalau ceweknya kayak lo siapa yang gak kesel cobak," jawabnya.


"Huft... kalau gitu gimana kalau kita berdua damai aja, gue udah capek tau harus berantem tiap hari sama lo," ucapku.


"Ok... gue terima saran lo," ucapnya.


"Gimana? udah enakkan kakinya?" tanyanya.


"Lumayan mendingan sih tapi apartemen gue masih jauh didepan sana," jawabku.


"Ohh... didepan sana. Kalau gitu naik ke punggung gue biar gue anterin lo pulang," ucapnya sambil jongkok.


"Hah?" ucapku dengan terkejut.


"Udah cepetan udah malam loh, lu mau sampai pagi disini?" tanyanya padaku.


"Ya enggaklah," jawabku.


"Iya iya, awas kalau lo macam macam ama gue!! ancamku.


"Idih...," jawabnya.


Disepanjang perjalanan aku merasa kalau Kevin keberatan menggendongku jadi aku minta dipapah saja sampai ke apartemen. Kami mengobrol disepanjang jalan.


"Rencananya liburan akhir semester lo mau ngapain?" tanyanya padaku.


"Gue mau ke taman ngajarin anak-anak belajar," jawabku.


"Lo emangnya guru? bukannya lo anak kedokteran ya?" tanyanya balik padaku.


"Iya, tetapi aku itu suka kasihan ngelihat mereka. Malahan aku seneng ngebantu mereka yang kesusahan. Misalnya bantu pendidikan mereka dan ngehibur mereka supaya ga sedih dengan kondisi yang mereka alami saat ini," jawabku.


"Aku boleh gabung ga? ya setidaknya buat bantu bantu juga gak masalah deh. Soalnya bentar lagikan libur akhir semester," tanya Kevin.


"Hah? lo mau ikutan? beneran? sejak kapan seorang Kevin mau ikutan kayak beginian," jawabku.


"Ya iyalah, gue itu sebenarnya baik cuma lo nya aja yang ga pernah buka mata ngeliat gue," jawabannya.


"Ihhh... hmmm... gimana ya? boleh deh soalnya anak-anak seneng banget kalau punya kakak tutor kayak lo.Tapi...." Ucapku sambil berjalan dan aku pun merasa kesakitan di kakiku karena perjalanan yang panjang juga.


Tapi untungnya Kevin dengan sigap memegangku.


Deg deg Deg....

__ADS_1


Rasanya jantungku mau terbang karena Kevin seorang lelaki tampan yang terkenal di kampusku yang digila gilakan semua cewek sekarang dia menatap aku dengan tatapannya yang berbeda, memang sih dikampus banyak lelaki yang menyukai aku tetapi ini kedua kalinya aku menyukai orang lain selain cinta pertamaku di SMP. Dan rasa itu muncul lagi hari ini tetapi dengan lelaki yang berbeda. Setelah beberapa lama kami bertatapan aku pun memegang kakiku yang terasa sakit.


"Ehh... sorry sorry gue gak sengaja," ucapku sambil melepaskan pelukan darinya. Kevin pun kali ini menggendongku dan menatapku. Aku pun juga menatapnya dengan senyuman. Setelah beberapa lama berjalan.Kami pun akhirnya mereka sampai juga di apartemenku yang diberikan oleh papa waktu aku berulang tahun yang ke-17.


"Owh jadi ini apartemen lo? okelah kalau begitu. Gue pamit ya, bye." ucapnya dan berjalan meninggalkanku.


"Etts Kevin tunggu," panggilku.


"Kenapa? kangen? baru juga balik badan," ucapnya yang membuatku tersipu malu.


"Hah? bukan, gue mau bilang makasih karena udah nganterin gue pulang," ucapku dengan tersenyum.


"Owh... kirain," ucapnya dan kami pun tertawa bersama.


"Makasih ya sekali lagi," ucapku sambil tersenyum.


"Iya sama sama," jawabnya.


"Yaudah gue pulang dulu ya." ucapnya dengan membalas senyumanku.


Aku pun masuk ke dalam apartemen dibantu oleh karyawanku dan untungnya karyawanku ada yang bisa memijit kaki terkilir dan kakiku sudah mulai membaik. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam, aku pun segera bersih-bersih dan memakai skincare kecantikanku. Sambil memasangkan skincare satu per satu aku menatap wajahku di cermin dan melamun kejadian kejadian dengan kevin tadi. Tiba-tiba Ara datang dan melihatku yang daritadi senyum-senyum sendiri melihat cermin dia pun mengagetkanku.


"Awaas ntar kesambet loh," ucap Ara berbisik di telingaku dan membuatku terkejut.


"Ahh lo buat gue kaget aja," ucapku dengan kesal sambil mencubit pinggang Ara.


"Aww, abisnya senyum-senyum sendiri ada apa non Nabila Sukma Anjani?" tanya Ara.


"Hmmm cerita ga yaa?" ucapku dan membuat Ara semakin penasaran.


"Cerita please," Ucap Ara sambil memohon dan membuatku tertawa melihatnya.


"Enggak ah," jawabku.


"Pasti lo ketemu seseorang?" tanyanya.


"Iya," jawabku.


"Siapa?" tanyanya balik.


"Ihhh... kepo deh gue mau tidur ahh capek tau," ucapku sambil menarik selimut.


"Idih...tapi, kitakan mau foto shoot. Lo kan udah janji tadi dikampus," ucapnya sambil memohon padaku dan aku pun tidak bisa menolak ajakan darinya.


Setelah kami mempersiapkan semuanya, kami pun foto-foto dan mengirimkan hasilnya di grup kami "JombloHargaMati:V" itulah nama grup kami. Alay ya? heheh... Gladys yang melihat hal itu langsung memanas.


"Ihh kok gak ajak-ajak sih," ketiknya di whatsapp.


"Hahahh... kesini dong biar supir gue yang jemput," ucapku yang membuat Gladys senang dan bersiap-siap ke apartemen Bila


Setelah beberapa menit Gladys pun sampai di apartemenku. Kami pun bersenang senang menonton film horor, foto bersama sama sampai jam 3 pagi dan kami bertiga merasa lelah lalu ketiduran di kasur. Kami bertiga sangat menikmati malam itu. Dan keesokan harinya kami pun bangun jam 9 pagi bersiap siap untuk mandi dan sarapan.Tetapi, ada saja yang selalu membuatku heran sekaligus tertawa dengan tingkah laku dua sahabatku itu, kalau mau mandi selalu rebutan handuklah, sabunlah, bajulah, dan kamar mandi. Padahal di apartemenku kamar mandi bukan cuma satu tapi, ada banyak. Lagi lagi mereka berantem.


"Cop, itu handuk gue yang sentuh bisulan... hahahah," ucap Gladys sambil tertawa.


"Enak aja gue udah boking ini handuk dari tahun lalu... hahahah," ucap ara sambil tertawa.


"Itu kamar mandi punya nenek moyang gue awas aja ada masuk duluan," ucap Gladys dan membuat aku dan Ara tertawa.

__ADS_1


"Gila kali ya lo berdua berantem muluk apartemen gue itu besar, kamar mandi satu aja pakek ribut. Dibawahkan masih ada kamar mandi lagi," ucapku dengan tertawa.


Dan akhirnya Ara pun mengalah untuk Gladys sambil tertawa lepas. Itulah kebiasaan mereka berdua yang tidak pernah berubah. Setelah beberapa lama kami bersiap siap. Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 siang dimana kami harus kuliah.


__ADS_2