
"Ada apa dengan Bila?kalau ngomong itu yang jelas Bayu!!." Tanya Pak Hito dengan cemas.
"Jadi begini pa,maaf kalau aku ga pernah cerita soal penyakit Bila.Bila ga mau kalo papa malah kepikiran sama dia terus." Jawab Bayu.
*Prof papa Bila...
"Yaudah papa pulang ke Indonesia sekarang juga." Ucap Pak Hito sambil mengemasi barang-barangnya.
"Hallo Nela.Kamu segera pesan tiket penerbangan ke Indonesia sekarang juga dan kamu handle semua urusan meeting saya disini." Ucap Pak Hito memasuki lift.
"Hallo pak.Baik pak tapi mohon maaf sebelumnya pak,kondisi disini masih belum memungkinkan melakukan penerbangan karena disini musim penghujan pak." Jawab Nela sekretaris Pak Hito.
"Pokoknya saya ga mau tau.Gimana pun caranya kamu harus bisa cariin saya tiket pesawat sekarang juga karena saya dalam perjalanan menuju bandara.Kalo kamu ga bisa dapetin tiket pesawat untuk saya kamu saya pecat sekarang juga!!" Ucap Pak Hito memasuki mobil taksi.
"Ba..ba..baik pak." Jawab Nela dengan ketakutan.Nela pun memesan tiket melalui aplikasi online.
*Prof Bila.
Setelah beberapa jam tertidur karena diberi obat penenang Bila pun bangun.Kali ini Bila bangun tanpa ada satu orang pun yang melihatnya bangun.Karena Bila ingin bertemu dengan Nia untuk menyampaikan sesuatu.
Bila pun melepas semua alat-alat yang ada dibadannya kemudian ia berjalan perlahan-lahan untuk keluar dari rumah sakit.
Sesaat ia melewati ruangan dokter dengan pintu yang terbuka ia melihat Nia yang sedang terbaring disana.Bila mendengar semua apa yang dibicarakan oleh Dokter pada Nia.
**Prof Kevin.
Saat Kevin memasuki ruangan Bila.Ia melihat alat-alat yang dipasang pada Bila tergeletak di atas kasur.
"Bila...Bila...kamu dimana Bila?." Ucap.Kevin dengan panik.
"Suster....suster....." Teriak Kevin memanggil suster.
"Ada apa ya mas?." Ucap suster berlari memasuki ruangan Bila.
"Bila mana?Bila mana sus?." Teriak Kevin pada suster.
"Saya juga tidak tau mas,tadi masih tidur disini kok mas." Jawab Suster.
"Mungkin saja mbak Bila belum jauh dari sini mas.Karena rumah sakit ini bener-bener besar banget." Ucap Suster.
"Yaudah kalo gitu sus,saya mau keluar cari Bila dulu." Ucap Kevin berlari keluar ruangan dan meninggalkan suster.
*Prof Bila
Bila yang mendengar hal itu seketika terkejut dan menangis.Bila pun berjalan perlahan-lahan kearah taman dan Kevin melihat Bila berjalan sambil termenung kearah Taman.
Kevin pun memanggil Bila.
"Bila...Bila." Panggil Kevin namun Bila hanya berjalan tanpa menghiraukan satu pun orang yang memanggilnya.
Bila pun sampai di taman dan duduk disebuah bangku taman.Kevin pun menyusul ketempat Bila duduk.
Bila hanya termenung membayangkan Nia terbaring di ruangan terapi tadi bersamaan dengan apa yang dikatakan dokter Dion pada kakaknya.
Sebenarnya Bila sempat mendengar ucapan Nichole tentang hidup Bila yang tak lama lagi.
__ADS_1
Bila hanya menangis membayangkan itu semua.
"Bila kamu kenapa keluar dari ruangan kamu dan duduk disini?." Tanya Kevin.
Bila hanya memeluk Kevin dengan sangat erat.
"Hey,kamu kenapa kok nangis?." Tanya Kevin memeluk dan membelai rambut Bila.
"Kamu pasti udah tau kan?." Tanya Bila.
"Tau apa?." Ucap Kevin melepaskan pelukan Bila.
"Soal Nia." Jawab Bila.
"Nia?emang ada apa dengan perempuan itu?." Tanya Kevin.
"Jadi kamu sama sekali ga tau penyakit Nia." Tanya Bila balik.
"Penyakit?maksud kamu apa sih Bil?aku bener-bener ga ngerti?." Tanya Kevin semakin biung.
"Nia mengalami kerusakan pada hatinya jadi Nia harus segera mendapat pendonor hati segera." Ucap Bila sambil menangis menatap Kevin.
"Hah?kerusakan hati?Nia ga pernah cerita sama aku soal penyakitnya itu." Ucap Kevin.
Kevin pun menghapus air mata Bila sambil menatapnya.Bila pun menangis semakin deras dan memeluk Kevin dengan erat.
*Prof Nia.
Nia berjalan keluar rumah sakit dan melihat Bila dan Kevin berpelukan.Hal itu semakin membuat Nia semakin hancur dan kecewa.
Malam harinya...
"Sekarang kamu istirahat ya." Ucap Kevin sambil merapikan selimut Bila.
"Hmmm." Ucap Bila menganggukkan kepalanya.
"Kevin sebaiknya kamu pulang." Ucap Bayu memegang pundak Kevin.
"Tapi kak." Ucap Kevin.
"Hmmm iya apa yang dibilang sama kak Bayu bener loh Vin.Sebaiknya kamu pulang kamu kan udah jagain aku seharian ini." Ucap Bila menatap Kevin.Dan membuat Kevin luluh dengan tatapan manis Bila.
"Yaudah aku pulang dulu ya Bil,kak oh iya kak titip salam buat kak Nichole ya." Ucap Kevin dan berjalan meninggalkan ruang Bila.
*Prof Kevin.
Didalam mobil...
"Apa bener yang diucapin Bila tadi soal Nia?." Ucap Kevin dalam hati.
"Tapi kenapa selama ini Nia ga pernah cerita sama gue kan gue udah pernah bilang sama dia buat cerita masalahnya ke gue." Ucap Kevin dalam hati.
"Mendingan gue ke rumah Nia." Ucap Kevin mampir ke pedagang martabak pinggir jalan.
Sesampainya dirumah Nia...
__ADS_1
Tok Tok Tok Tok...
"Assalamualaikum." Ucap Kevin.
Tok Tok Tok Tok...
"Assalamualaikum." Ucap Kevin.
"Walaikumsalam.Ehh mas Kevin ada perlu apa ya mas malam-malam begini?." Tanya pembantu Nia sambil membukakan pintu.
"Nia nya ada bik?." Tanya Kevin.
"Ada mas,di dalam kalo gitu silahkan masuk dulu mas,biar saya buatkan minuman." Ucap pembantu Nia berjalan kearah dapur.
"Oh iya bik.Terimakasih." Jawab Kevin sambil menduduki sofa.
Tiba-tiba pak Bripto dari atas melihat ada tamu dirumahnya ia menuruni satu demi satu anak tangga.
"Ehh Kevin." Ucap Pak Bripto.
"Om...Ini saya bawain martabak kesukaannya om." Jawab Kevin mencium tangan Pak Bripto.
"Waah kebetulan nih,pasti mantap ini.Ada apa Kevin malam-malam kerumah?." Tanya Pak Bripto sambil mencicipi martabak yang dibawa oleh Kevin.
"Gini om saya mau minta maaf soal pertunangan saya dengan Nia." Ucap Kevin.
"Ohh kalo itu om gak masalah Nia udah cerita semuanya ke om kok." Ucap Pak Bripto.
"Sekali lagi saya minta maaf ya om." Ucap Kevin.
"Engga Kevin.Harusnya om yang minta maaf karena maksain kalian berdua untuk tunangan." Ucap Pak Bripto.
"Maaf ni om sebenarnya kedatangan saya kesini mau bertanya mengenai Nia." Ucap Kevin.
"Nia?ada apa dengan Nia?." Tanya Pak Bripto.
"Begini om,apa betul Nia mengalami kerusakan hati om?." Tanya Kevin balik.
"Hah?kamu tau darimana?." Tanya Pak Bripto.
"Tadi saya lihat Nia di rumah sakit om." Jawab Kevin.
"Sebenarnya Nia itu dari kecil sudah sering sakit-sakitan.Om sendiri sudah membawa Nia berobat sampai keluar negeri namun tidak ada pendonor hati yang sesuai dengan tubuh Nia. Om sendiri juga ga ngerti kenapa bisa begitu.Dokter yang merawat Nia juga mengatakan bahwa organ hati yang dimiliki oleh Nia berbeda dari organ hati yang dimiliki orang lain atau bisa bilang langka." Jawab Pak Bripto.
"Tapi kenapa om ga pernah kasih tau saya mengenai penyakit yang diderita oleh Nia?." Tanya Kevin.
"Nia itu sama sekali tidak pernah mau bercerita sama orang lain soal kehidupannya." Jawab Pak Bripto.
"Ini Pak,mas teh nya.Kalo gitu saya permisi dulu." Ucap pembantu Nia meletakkan teh kemudian berjalan kearah dapur.
"Ya makasih ya bik." Ucap Kevin
"Monggo silahkan diminum tehnya." Ucap Pak Bripto meminum tehnya.
"Oh iya om." Jawab Kevin mengambil teh dan meminumnya.
__ADS_1
Dari lantai atas Nia hanya bisa memandangi Kevin dengan air mata yang membasahi pipinya.