CINTA YANG TAK DIINGINKAN

CINTA YANG TAK DIINGINKAN
BAB 5


__ADS_3

Karena baru sampai di Indonesia kak Bayu kelelahan dia pun tidur dikasurnyaku dan membuat kesal akan kelakuannya. Tidak biasanya kak Bayu bertingkah manja seperti ini. Aku penasaran hal apa yang membuat kak Bayu menjadi seperti. Mungkin saja karena sebentar lagi dia akan menikah. Wajar saja sih dia ingin dimanja manja oleh adiknya.


"Kak Bayu mandi dulu kek," ucapku dengan cemburut sambil menepuk nepuk badannya.


"Iya iya... adik kesayanganku," jawabnya dan membuat aku tersenyum dan kak Bayu segera berjalan ke arah kamar mandi.


Aku pun memakai masker wajahku dan tiduran sambil memainkan ponselku. Setelah beberapa menit kemudian kak Bayu keluar dari kamar mandi. Ia duduk di sofa dan menyalakan televisi dengan suara yang begitu keras dan sontak membuat aku menjadi kesal denggan tingkah lakunya ini.


"Iya... ayo... ayo... dikit lagi bolanyaa masuk cepat... ehh opor ke temen lu sana woy..," ucap Kak Bayu dengan sangat semangat sementara aku hanya memerhatikannya dengan wajah masamku.


"dan gool... (suara dari televisi),"


"Yeeeeay..," teriak kak Bayu dan membuatku semakin kesal dengan teriakannya itu karena waktu itu aku juga sedang memakai masker wajah.


"Kak Bayu... suaranya kecilin ini udah malam,nanti tetangga kita terganggu. Dan lagipula ini kamar bukan Stadion..." teriakku dengan sangat kesal.


"Lagian bukannya tidur malah nonton bola, bukannya kakak besok harus ke kantornya papa?" Ucapku.


"Iya iya adekku yang bawel. Udah urus saja sana masker wajah kamu yang tebalnya kayak ngoles selai kacang ke roti anak sd hahahahah...," jawaban kak Bayu yang semakin membuat aku kesal.


"Apa kakak bilang!!" Teriakku sambil menjambak jambak rambutnya. Karena disitulah titik kelemahannya.


"Aww ampun ampun...," ucapnya sambil tertawa.


Aku dan kak Bayu berkelahi, kak Bayu naik keatas kasur dan membuat kasurku menjadi berantakan ditambah lagi kapas dibantalku juga ikutan keluar. Ya, gimana lagi dari dulu kami selalu seperti ini, kak Bayu itu orangnya super duper jail banget. Setelah kami berdua merasa lelah akhirnya kak Bayu pun mengalah dan duduk ditepi kasurku sambil merapikan semuanya. Dan aku pun tertawa terbahak bahak melihat kelucuannya kak Bayu. Sementara kak Bayu hanya pasrah saja.


"Bil...," Panggil kak Bayu.


"Hmmm," jawabku.


"Kalau dipikir pikir kakak setuju kalau kamu sama Kevin pacaran,lagipula kalian itu serasi," ucapnya.


"Hah? iya kali kak... aku ga suka laki laki seperti Kevin. Apalagi aku dan dia dari pertama ospek gak pernah akur selalu buli bulian, palingan dia cuma pencitraan kak. Mana ada cowok kayak Kevin itu suka sama cewek kayak aku. Dia juga ga tau kan kehidupan aku, wajah aku seperti dulu bagaimana?" jawabku sambil memainkan ponsel diatas kasur.


"Pencitraan? ga mungkinlah. Menurut kakak dia itu laki laki yang sopan dan bertanggung jawab kok. Buktinya dia nganterin kamu pulang, ya kan?" tanya kak Bayu.


"Hmm iya juga sih tapi, kakak kan tau tipe lelaki idaman aku seperti apa? Aku itu sukanya," belum sempat aku melanjutkan ucapanku kak Bayu memotongnya...


"Aku itu sukanya sama laki-laki yang sederhana, baik, bertanggung jawab sama istri dan anak anaknya nanti," ucap kak Bayu sambil meledekku.


"Ihhh kakak mah...," ucapku sambil cemberut.


"Tetapi ya kalau kakak jadi kamu, kakak mau tuh sama dia secara dia ganteng banget mirip? Iqbal ramadan hahahah...," ucap kak Bayu sambil menarik selimut untuk tidur dikasur.

__ADS_1


"Mau ngapain?" tanyaku.


"Mau nyanyi!! ya mau tidurlah," jawabannya.


"Ihh... kak Bayu kita ini bukan anak kecil umur 5 tahun lagi yang masih tidur satu kasur," ucapku sambil menarik selimut yang dipakai kak Bayu.


"Hah? oh iya lupa... Bilanya kak Bayu kan udah gede jadi, dia udah ga mau lagi disayang nih," ucap kak Bayu sambil mengelus elus kepalaku dan aku pun tersenyum. Lalu kak Bayu turun dari kasur.


"Terus kak Bayu mau tidur dimana?" tanyaku.


"Di danau," ucap kak Bayu.


"Hahaha... beneran kak?" tanyaku meledeknya.


"Iya kenapa mau ikut?" jawab kak Bayu.


"Bil... gimana hubungan kamu sama Aldo?" tanya kak Bayu.


"Hah? ga tau kak, Aldo kayaknya udah ga di Indonesia lagi deh. Wajarlah kak Aldo kan ikut papa mamanya," jawabku.


Mendengar pertanyaan kak Bayu tadi, aku merasa sangat kecewa dengan Aldo. Tetapi aku masih sangat mencintainya. Percuma saja mencari informasi tentangnya, alhasil? informasinya tetap sama bahwasannya Aldo tinggal di London. London kan besar ya gak akan mungkin bisa nemuin dia. Aku berharap kalau Aldo ada disini mungkin semua rasa kesedihan dan kekecewaanku bisa hilang. Semalaman aku memikirkan ini, aku hampir menyerah untuk mencari kamu Aldo. Aku cuma bisa memandangi foto foto SMP kita dulu. Waktu itu kamu menghibur aku, karena aku sedih banget bacain puisi tentang mama. Kamu duduk disebelah aku dan kamu memberikan aku es krim kesukaan aku. Dan kamu bilang "jangan sedih Bila, kamu gak sendirian kok. Aku disini selalu ada buat kamu ketika kamu sedih, atau kamu merasa sendiri" aku masih sangat ingat dengan ucapannya itu.


Keesokan harinya...


"Bil... kamu janjian ya sama Kevin?" ucap kak Bayu yang membuatku terbangun.


"Hah?" jawabku dan turun dari kasur.


plak plak plak...


Kakiku saat itu sangat bau amis karena memijak telur yang ada dilantai dan aku sangat marah akan hal itu. Karena aku tidak suka dengan bau telur ayam yang amis, dari kecil aku memang tidak mau menyentuh segala jenis telur. Karena menurutku telur itu sangat amis.


"Kak Bayu!!!" Teriakku sambil berjalan kearah kamar mandi dan sambil memikirkan bagaimana caranya untuk bisa membalas perbuatan kak Bayu. Sementara kak Bayu hanya tertawa lepas melihatku.


.Akhirnya terlintas juga dipikiran Bila.Setelah selesai mandi Bila melihat Bayu masih menyisir rambutnya didepan cermin.


Bila langsung kedapur dan membuat teh dan bubur instant kesukaan Bayu.Bila langsung memasukkan garam 3 sendok kedalam bubur instant tersebut tanpa sepengetahuan Bayu.


"Kak Bayu nii teh sama bubur kesukaan kakak." Panggil Bila dari dapur sambil duduk dimeja makan.


"Iya tunggu sebentar bil."Jawab Bayu sambil meletakkan sisirnya..


Saat Bayu mulai memakan buburnya ia langsung memuntahkan kembali bubur itu.Dan menatap adiknya dengan kesal.

__ADS_1


"Uwoek...apa nih ini bubur atau asinan. Rasanya asiin banget." Ucap Bayu sambil melihat adiknya yang tertawa terbahak-bahak.


"hahahahah...." Tawa Bila yang begitu keras


"Makanya ga usah jail".


Sambil menikmati sarapan Bila meminta Bayu mengantar kuliah ke kampus.Bila sangat manja terhadap kakaknya itu apalagi ia tau Bayu itu pulang ke Indonesia 4 kali setahun.


Sesampainya di kampus.


Bila turun dari mobil dan berjalan menuju sahabatnya sambil melambaikan tangan.Tapi dua sahabatnya itu hanya menatap kakaknya Bila.


Karena dua sahabatnya itu juga rindu dengan kelucuan Bayu.Bila hanya memandang kearah apa yang dilihat sahabatnya.


"Hi...Kak Bayu." Serentak mereka berdua panggil Bayu sambil melambaikan tangannya


"Hi girls....How are you?."Balas Bayu sambil berjalan kearah Ara dan Gladys.


"Kapan sampainya kak Bay?." Tanya Ara dan Gladys.


"Owhh tadi malam,oh yaa kakak mau tanya." Ucap Bayu.


"Tanya apa kak?."Tanya Ara.


"Kalian kenal ga laki-laki yang namanya Kevin?." Tanya Bayu ke sahabat Bila.


"Owh Kevin calon pacar Bila,kenal lah dia a anak fakultas ekonomi kalo ga salah." Jawab Ara sambil sedikit menggoda Bila.


"Idiih pacar gilak kalii lu yaa." Ucap Bila sedikit kesal dengan Ara.


"Lah prasaan Ara ga bilang pacar Ara cuma bilang calon pacar deh Bila." Jawab Gladys sambil merangkul Bila.


"Iya...kapan jadiannya?." Ucap Ara sambil menggoda Bila.


"Ehhh kayaknya kakak ga bisa lama-lama deh.. kakak duluan ya mau ke kantor papa soalnya. Titip salam ya buat papi dan mom's kamu." Ucap Bayu sambil meninggalkan mereka.


"Oh iya kak...hati-hati ya." Ucap Gladys dan Ara.


"Gue duluan ya buru-buuru nih ada materi dengan pak Witno soalnya ada yang belum gue catet." Ucap Bila sambil meninggalkan Ara dan Gladys yang hanya mengangguk ucapan Bila.


Saat Bila berjalan tiba-tiba


dubrak ....

__ADS_1


__ADS_2