
"Kamu kok ngomongnya gitu sih Bila,aku ga bisa ngelakuin permintaan kamu karena itu adalah hal yang sangat sulit buat aku." Jawab Kevin.
"Vin...kita semua tau kalo kanker otak aku ini lanjutan dan ga akan bisa sembuh,aku cuma bisa bertahan sesuai keajaiban yang diberikan Tuhan." Ucap Bila tersenyum menahan tangis yang ada dimatanya.
"Bila...jangan ngomong kayak gitu lagi,aku gak mau kalau kamu harus pergi meninggal aku dan dunia ini.Aku ga mau kalau kamu pergi." Ucap Kevin memeluk Bila.
"Vin dengerin aku,Nia itu butuh kamu.Kamu harus janji sama aku untuk mulai mencintai Nia." Ucapan Bila yang membuat Kevin semakin sedih.
"Aku akan ngelakuin apa yang kamu minta Bila,tapi untuk melupakan kamu aku ga akan bisa ngelakuin hal itu." Ucap Kevin.
Dan mereka berdua pun berpelukan.
"Ahk...Ahk." Teriak Bila kesakitan memegang kepalanya dan kemudian ia pingsan dipelukan Kevin.
"Bila...Bila." Panggil Kevin membangunkan Bila.
"Ada apa Vin?hah Bila?." Ucap Ara menangis.
"Bilaa?." Ucap Gladys dengan terkejut.
Kevin pun membawa Bila kedalam ruangannya Bila.
Dokter memeriksa keadaan Bila dan membawa Bila ke ruangan ICU untuk dipasangakan alat-alat yang serius.
Bila pun dipindahkan ruangannya ke ruangan ICU untuk sementara.Setelah memeriksa dokter Dion pun keluar dari ruangan ICU.
"Dokter gimana keadaan Bila?." Tanya Kevin.
"Kak Dion,Bila baik-baik sajakan dok?." Tanya Ara dan Gladys yang menangis.
"Hmmm saya harus bicara langsung dengan Pak Bayu mengenai keadaan Bila sekarang ini." Ucap Dokter Dion.
"Kenapa ga langsung bicarain ke kita aja kak?." Tanya Ara dan Gladys.
Sebenarnya Dion itu belum menikah dan memang Dokter favorit orang tua mereka sejak dulu waktu Dion praktek ke desa mereka.Dan sekarang Dion sudah sukses menjadi Dokter di rumah sakit X.
"Ga bisa Ara,Gladys ini itu privasi seorang pasien dan yang berhak tau hanyalah keluarga pasien saja." Jawab Dokter Dion.
Ara pun menelpon Bayu.
"Kak,Bila masuk ruang ICU." Ucap Ara dengan panik.
"Hah?ICU?yaudah kakak kesana sekarang." Ucap Bayu.
"Gimana Ra,ka Bayu mau kesini?." Tanya Gladys.
"Iya ka Bayu dalam perjalanan kesini kok bentar lagi sampai." Jawab Ara.
Sementara Kevin hanya bisa melihat Bila dari jendela ruang ICU yang kedap akan suara dari dalam.
Setelah beberapa menit Bayu pun sampai di ruangan ICU.
"Gimana dok?." Tanya Bayu dengan panik.
__ADS_1
"Mari kita bicarakan ini di ruangan Bila." Ucap Dokter Dion.
"Ya mari-mari." Jawab Bayu membuka pintu ruangan ICU dan Kevin pun ingin masuk juga.
"Maaf mas,hanya dua orang yang diizinkan masuk kedalam." Ucap suster Bila.
"Sebaiknya kamu tunggu diluar saja Kevin." Ucap Bayu.
"Tapi kak,aku mau lihat keadaan Bila." Jawab Kevin.
"Kevin,kamu tunggu diluar saja nanti kakak yang akan beritahu kamu soal kabar Bila." Ucap Bayu.
Dalam ruangan ICU...
"Kak Bayu?ahk..ahk..." Tanya Bila sambil memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.
"Bilaa." Ucap Bayu dengan panik.
"Jadi begini saya juga kaget awalnya melihat hasil pemeriksaan dari Bila,kanker yang diderita Bila sekarang menjadi kanker otak stadium 3.Saya juga tidak mengerti kenapa bisa secepat itu kankernya membesar." Ucap Dokter Dion sambil menunjukkan hasil pemeriksan Bila.
"Hah?stadium 3 Dok?." Ucap Kevin terkejut melihat hasil pemetiksaan Bila.
"Kak...please jangan kasih tau ini ke Kevin." Ucap Bila memegang tangan kakaknya.
"Bila?kamu udah tau ini?." Tanya Bayu menatap adiknya.
"Udah kak,aku mohon sama kakak untuk tidak memberitahukan penyakit aku ke Kevin." Ucap Bila sambil menangis.
Kevin yang melihat Bila menangis diluar semakin sedih dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya yang dibicarakan oleh mereka.
"Kalau begitu saya permisi sebentar ya Pak Bayu." Ucap Dokter Dion.
"Ya baik dokter." Ucap Bayu.
Melihat Dokter Dion yang berjalan keluar ruangan ICU Kevin segera masuk kedalam ruangan Bila.
"Bil...Bila." Panggil Kevin dengan menangis.
"Kevin?." Ucap Bila dengan menahan tangisnya.
"Kamu kenapa?kenapa kamu pucat gini?." Tanya Kevin.
"Enggak kok aku baik-baik aja.Aku cuma butuh istirahat aja kok kata Dokter Dion dan seminggu lagi sudah boleh pulang." Ucap Bila dengan tersenyum dan berbohong.
"Enggak kamu pasti kenapa-kenapa kan?, wajah kamu pucat banget.
"Kevin sebaiknya kamu pulang,karena Bila harus istirahat sekarang juga." Ucap Bayu membantu adiknya yang mulai ditanya-tanya oleh Kevin.
"Yaudah aku keluar dulu ya.Kamu istirahat yang banyak ya." Ucap kevin mencium kening Bila sementara Bila hanya tersenyum.
Kevin pun keluar dan langsung ditanya-tanya oleh Ara dan Gladys.
"Vin,Bila keadaannya gimana?." Tanya Ara.
__ADS_1
"Bila ga papa kok,dia butuh istirahat yang cukup." Jawab Kevin.
"Owh gitu.Syukurlah Bila ga kenapa-kenapa." Ucap Ara sedikit lega.
"Ra sebaiknya kita pulang deh,supaya Bila keadaannya semakin baik." Ucap Gladys pada Ara.
"Yaudah kita pamit dulu ya ke kak Bayu dan Bila." Ucap Ara.
"Yaudah." Ucap Gladys.
"Yaudah kalo gitu gue pulang dulu ya." Ucap Kevin berjalan keluar rumah sakit.
*Prof Kevin.
Teing Ring Tring...
Dering ponsel Kevin.
"Hallo om." Ucap Kevin sambil.mengendarai mobilnya.
"Hallo Kevin om minta tolong sama kamu sekarang kamu kerumah sakit X karena penakit Nia kambuh lagi dan dari tadi dia manggilin nama kamu terus." Ucap Pak Bripto.
"Oh baik om,saya segera kesana." Jawab Kevin melajukan mobilnya kerumah sakit X.
Sesampainya di rumah sakit Kevin segera keruangan tempat Nia dirawat.
"Kevin." Ucap Nia berusaha untuk duduk dari tempat tidurnya dan segera Kevin membantunya.
"Kalau gitu om keluar dulu ya." Ucap Pak Bripto.
"Kevin,aku cinta sama kamu.Harusnya dari awal aku gak cinta sama kamu,tapi aku terlanjur suka sama kamu dan cemburu melihat kamu dan Bila berduaan." Ucap Nia memeluk erat Kevin sambil menangis.
"Hey,Nia...dengerin aku.Aku minta maaf kalau aku ga bisa nerima cinta kamu.Karena aku jatuh cinta sama Bila.Aku minta maaf." Ucap Kevin.
"Aku ngerti kok Vin...qkamu sayang dan cinta sama Bila." Ucap Nia melepaskan pelukannya dari Kevin.
"Kamu harus kuat lawan penyakit ini,aku tau kamu itu wanita kuat Nia." Ucap Kevin tersenyum menatap Nia.
"Iya Vin..." Jawab Nia sambil menganggukkan wajahya dan menghapus air matanya.
*Prof Bila.
Malam harinya...
"Kak Bayu.Aku bosen disini terus,aku pengen pulang kerumah mama dan papa.Aku rindu sama mereka.Oh iya ngomong-ngomong soal papa,Papa ga tau kalo aku sakit kak?." Tanya Bila menatap kakaknya.
"Hah?tau kok,mungkin papa lagi cari waktu untuk pulang ke Indonesia." Jawab Bayu sambil berbohong.
"Kak aku pengen pulang." Ucap Bila.
"Kata Dokter Dion kamu boleh pulang kalo keadaan kamu sudah mulai membaik sekurang-kurangnya kamu harus dirawat seminggu disini." Jawab Bayu.
"Ini udah malam mending kamu istirahat dan besok kamu harus berobat sama Dokter Dion." Ucap Bayu dan Bila hanya mengangguk kan wajahnya sambil menatap kakaknya
__ADS_1
Seminggu kemudian...