CINTA YANG TAK DIINGINKAN

CINTA YANG TAK DIINGINKAN
Rumus ilmiah cinta Kevin...


__ADS_3

"Ya udah gue duluan ya..gue mau bilang makasih karna lo udah nyelamatin gue dari preman tadi, gue ga tau sih apa yang terjadi kalo lo ga ada mungkin,gue udah dibawa ama dua preman tadi." Ucap Bila sambil berjalan.


"Iya sama-sama.Lo harus ingat perkataan gue!! gue ga bakal biarin orang yang gua sayang kenapa-kenapa." Jawab Kevin sambil memegang tangan Bila.


"Hah?ehh satu lagi gue minta maaf ya karna tadi siang sempet ngomong kasar ke lo." Ucap Bila sambil tersipu malu.


"Owh iya ga papa.Gue juga mau minta maaf kok karna ga cerita soal Nia.Sebenernya kita berdua itu sama-sama ga cinta,kita cuma dijodohin sama papa.Lagian ga usah cemburu kali,cemburu tandanya cinta." Jelas Kevin.


"Hah?cemburu?cinta?ya engga kali gue kan anggap lu cuma temen." Ucap Bila sambil salah tingkah dan membuat Kevin tersenyum.


"Hmmm...ga naik lagi gitu tingkatannya jadi ttm." Ucap Kevin sambil tertawa.


"Hahahhah." Tawa Bila.


Kevin bukannya pulang mengantar Bila malah menarik tangan Bila dan membawa Bila pergi makan bakso di pinggir jalan yang dari kecil sudah menjadi langganannya


"Loh?kita kok kesini katanya mau nganterin aku pulang." Tanya Bila dengan heran.


"Udah pulangnya nanti aja.Mending kita makan dulu soalnya gue udah laper nih." Ucap Kevin sambil duduk dikursi dan memesan makanan.


"Mang Udin baso kayak biasa dua ya." Teriak Kevin.


"oke-oke sipp laksanakan mas Kevin. Ngomong-ngomong ini teh pacarnya?aii gelis pisan atuh mas kevin,kalo yang ini mah saya restuin langsung nikah aja biar saya yang jadi penghulunya." Tanya Mang Udin sambil menggoda mereka berdua.


"Enggak mang cuma temen ga lebih kok." Jelas Bila sedikit salah tingkah.


"Hah?amiin atuh mang." Ucap Kevin sambil menengadahkan tangannya dan membuat Bila tersenyum.


"Oh iya ini teh basonya udah jadi sok atuh dicobain.Gini mbak..mas Kevin ini dari kecil mainnya ke warung saya muluk.Kadang saya teh heran,mas Kevin itu teh kaya tapi,mainnya di warung pinggir jalan." Tanya mang Udin.


"eleeh...eleh mamang kan udah pernah Kevin bilang kalo orang kaya itu ga selalu main dan makan di restaurant elit." Jelas Kevin dan membuat Bila sedikit kagum dengan sifat yang dimiliki Kevin.


"Ya udah atuh ini sok dimakan ya." Ucap mang Udin sambil menggalkan mereka berdua.


Saat mang Udin sedang membuat minuman ternyata batu es dan gulanya pas untuk satu gelas saja.


"Ehhh mas tehnya cuma ada satu gelas,saya teh lupa beli gula sama es batu soalnya tadi sore banyak pembeli." Jelas mang Udin.


"Ya udah ga papa mang satu aja." Ucap Kevin.


"Bener ga papa,gimana kalo saya beli dulu diwarung deket sini?." Tanya mang Udin sambil meletakkan teh diatas meja.


"Yaudah mang beli aja dulu." Ucap Bila dan mang Udin pun berjalan untuk membeli es batu dan gula.


Saat Bila merasa haus ia pun minum secara bersamaan Kevin juga minum (ingat lhoh penonton minumnya pake pipet yah!!).


Dengan kagetnya Bila menatap dan menahan nafasnya. Kemudian setelah mereka selesai minum Bila pun menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil memalingkan mukanya.

__ADS_1


Dan Kevin hanya tersenyum melihat tingkah laku Bila.


Selesai makan bakso.Kevin pun mengantar Bila pulang ke apart.Dan Kevin pun pulang begitu juga dengan Bila yang masuk kedalam apartemen.


Bila sambil berjalan memasuki kamar ia hanya melamun mengingat kejadian tadi.


Tiba-tiba


Brug....Bila pun terjatuh karna terpeleset dilantai yang masih basah.Karyawan serta dua orang yang melihatnya menahan tawa.


"Maaf mbak Bila,saya udah bilang dari tadi kalo lantainya masih basah,tapi mbak Bila cuma melamun." Jelas karyawannya sambil membantu Bila berdiri.


"Hah?emangnya saya dari tadi melamun ya? yaudah lanjutin lagi ngepelnya." Ucap Bila sambil tersenyum dan berdiri sambil mengelus-elus bokongnya yang kesakitan.


Bila pun masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya.Kemudian dia mengoleskan skincare ke wajahnya.Bila pun berjalan menuju kasur dan...


"Aduuh...kok bisa sih loe diletakan disitu." Teriak Bila sambil menunjuk ke karpet yang tergulung.


"Ehh kenapa gue harus marah-marah ama lu ya. Ahkk ini semua gara-gara Kevin.Kalo gue mikirin dia terus gue bisa gilaaa." Teriak Bila.


Triing Triing Triiing


Bunyi ponsel Bila dan membuatnya kaget bahwa yang menelpon itu adalah Kevin.


"Hallo." Sapa Kevin.


"Lagi ngapain?mikirin gue kan?." Tawa Kevin sambil menggoda Bila.


"Hah?enggak ini nih lagi kesel amaa karpet di bawah kasur." Ucap Bila yang keceplosan.


"Hah?." Tanya Kevin.


"Iya...tadi itu gue lagi jalan mau tidur ehh tiba-tiba kesandung karpet gara mikirin lo.Eeehh... sorry keceplosan." Ucap Bila sambil menepuk keningnya.


"Bodo banget sih lu Bil pake acara bilang jujur lagi ke Kevin." Ucap Bila dalam hati.


"Hah ketauankan loe lagi mikirin gue,ya udah lanjutin lagi ya marah-marah ama karpetnya trus sambil mikirin gue." Ucap Kevin sambil menggoda Bila dan tertawa.


"Hah?apaan sih lo." Ucap Bila dengan salah tingkah.


"Ehh apa kak?iya bentar-bentar...aku kesana." Teriak Bila sambil berbohong.


"Ehh kak Bayu manggil gue,gue matiin dulu ya telponnya.Bye good night." Ucap Bila.


"Ehh Biil...Bila.Bye Good night." Panggil Kevin.


"Untung aja gue pinter ngeles,coba kalo kagak bisa ga idup gue besok gara-gara nahan malu." Ucap Bila sambil meletakkan ponselnya di meja dan menarik selimut untuk tidur.

__ADS_1


#Prof Kevin.


"Loh kok Bilaa bilang dipanggil kakaknya?kan kak Bayu udah pulang ke Australia kata Bila." Ucap Kevin dalam hati.


Kevin pun memikirkan Bila semalaman dengan perasaan bahagia.Karna Kevin itu orang yang cuek akan cewek.


"Kayaknya gue harus punya konsep ilmiah nih buat dapetin Bila?tapi gimana caranya ya.?" Ucapnya dalam hati kemudian terlintas di kepala Kevin ide yang cemerlang.


"Kevin...Keviin." Panggil papa Kevin sambil membuka pintu dan membuat kevin terkejut dengan segera Kevin menarik selimutnya dan berpura tidur.


"Ehh kamu udah tidur?tapi kok lampunya belum mati ya?." Tanya Papa Kevin.


Keesokan paginya...


Kevin bersiap-siap dan mamakai parfum yang paling wangi yang baru ia pesan kemarin ia tau kalau Bila menyukai pria yang wangi.


Kevin pun turun ke bawah untuk makan di meja makan bersama papanya.


"Heh?harum apa ini?." Tanya papanya Kevin.


"Hah?gimana pa wangikan?." Tanya Kevin.


"Kamu mandi parfum berapa botol?sangking wanginya lebah sampe bingung badain mana bunga mana kevin anak papa." Ucap papa Kevin sambil menggodanya.


"Papa." Ucap Kevin sambil tertawa.


"Mau kemana kamu?mau ketemu Nia?tumben wangi banget." Tanya papanya Kevin.


"Bukan pa aku itu mau deketin cewek cantik dikampus." Jawab Kevin.


"Cewek?siapa?ingat ya Kevin papa cuma mau merestui kamu dengan Nia.Karna papa mau balas kebaikan papanya Nia,kalo bukan karna dia mungkin bisnis papa hampir bangkrut dan kamu juga ga bisa hidup enak.Kamu harus berterimakasih dengan pak Bripto." Ucap papa Kevin dengan kesalnya dan Kevin kehilangan selera makannya.


"Ehh Kevin mau kemana kamu?habisin dulu sarapan kamu." Panggil papa Kevin.


"udah ga nafsu..." Balas Kevin.


"Keviin..keviin kalo papa panggil itu dijawab." Teriak papa Kevin.


"Dah papa bawel bangeet." Ucap Kevin.


"Anak jaman sekarang makin ga sopan aja kalo ngomong sama orang tua sendiri." Ucap papa Kevin dengan kesal.


**Buat kalian yang selalu nungguin cerita dari aku.Please🙏🙏🙏 buat Vote aku jadi penulis karya novel terbaik.Karna Vote kalian nentuin cerita aku bakal lanjut atau gak.Kalau kalian Vote mungkin aku semakin semangat nulis novelnya.Jangan lupa share ke temen".


Oh iya maaf upload ceritanya kadang jamnya beda-beda soalnya aku lagi sakit guys.


Selamat membaca cerita selanjutnya🤗🤗🤗**.

__ADS_1


__ADS_2