
Bila melihat Kevin berjalan kearahnya tetapi Bila hanya berpura-pura tidak melihatnya dan menjauh.Namun,Kevin yang melihat sikap Bila yang menjauhinya mulai mengejarnya.
"Bil...Bila...Bila." Panggil Kevin sambil mengejar Bila namun Bila tidak memperdulikan panggilan Kevin.
Tiba-tiba Kevin meraih tangan Bila kemudian mendorongnya kearah dinding dan menatapnya.
"Bil...I Love You." Pengakuan dari Kevin yang membuat Bila terdiam sambil menatapnya.
"Lepasin." Ucap Bila sambil melepaskan genggaman dari Kevin.Namun dikarenakan Kevin lebih kuat darinya dan membuat Bila pasrah akan hal itu.
"Plak...Harusnya loe itu,berdua dengan calon tunangan loe menikmati hari-hari kalian. Bukan nyatain cinta ke gue.Kalau gue jadi Nia gue bakal kecewa dengan perlakuan loe." Ucap Bila sambil menampar Kevin yang membuat Kevin hanya menatapnya.
"Ok..gue salah,harusnya dari awal gue cerita ke loe.Cuman gue nunggu waktu yang tepat aja bil.Please kasih gue kesempatan." Ucap Kevin sambil memohon.
"Cerita ke gue?hahah...Emangnya kita ada hubungan apa sampai loe harus cerita soal hidup loe ke gue.Sekarang lepasin gue atau..." Teriak Bila.
"Atau apa Bil?." Tanya Kevin.
"Atau gue gak mau ketemu lu lagi dan anggap aja kita berdua sama sekali gak pernah kenal. Dari awal gue juga ga pernah suka sama lo karna gue tau kalo loe itu cuma pencitraan!!." Teriak Bila yang membuat Kevin kesal atas ucapannya barusan.
"Pencitraan apa maksud loe Bila?Oke kalo kamu emang mau kita kayak gitu gue bakal biarin loe dimiliki oleh orang walaupun orang itu bukan gue.Gue ikhlas." Jawab Kevin.
Kevin pun melepaskan genggaman tangannya dari Bila.
Dan Bila pun pergi menjauhi Kevin dengan air mata yang sudah membasahi pipinya daritadi.
Bila berlari mencari Ara dan bertemu Ara di taman.Kali ini Gladys ada jam kuliah yang padat dan tidak bisa bertemu dengan kedua sahabatnya.
"Raaa.." Tangis Bila pada Ara.
"Loe kenapa Bil?." Panik Ara.
"Kevin Raa.."Tangis Bila sambil memeluk sahabatnya.
"Kevin kenapa?coba cerita!." Ucap Ara.
"Gue benci sama Kevin Raa,harusnya dia gak nyatain cintanya yang ngebuat gue kecewa banget dengan dia." Tangis Bila dengan kencang.
"Hah?Ini itu sebenernya ada apa sih.Coba jelasin pelan-pelan Bil,gue masih ga ngerti sama sekali." Tanya Ara.
"Jadi Kevin itu nyatain cinta ke gue.Trus gue kaget denger pengakuannya,padahal dia udah punya calon tunangan Raa.Harusnya dia ga ngelakuin itu,kalo gue di posisi Nia gue bakal kecewa banget ngeliat Kevin." Tangis Bila dengan pelan.
"Udah Bil...loe itu harusnya gak usah sedih cuma karna satu laki-laki kayak Kevin.Gimana kalo gue cariin lu cowok.." Belum sempat berbicara dipotong oleh Bila.
"Cowok?enggak ah.." Ucap Bila sontak membuatnya berhenti menangis.
"Tunggu!!denger dulu!!gue nyariin lo cowok supaya Kevin ga deket-deket lagi sama lo.
oke..besok gue kenalin sama temen gue namanya aldo dia itu anaknya pekerja keras. Dia koki di Restaurant Millenial.Gimana sipp kan?." Tanya Ara
__ADS_1
"Hm yaudah deh kalo gitu gue pulang duluan ya.Gue udah pesen taksi online,kayaknya udah sampai tu didepan." Ucap Bila sambil menunjuk kearah depan kampus.
"Owh yaudah..hati-hati ya Bil." Ucap Ara sambil melambaikan tangan kearah Bila dan Bila hanya menganggukkan kepalanya atas ucapan Ara.
Setelah berada di taksi Bila selalu membayangkan perkataan Kevin dan kakaknya.Yang sontak membuatnya menangis pelan.
Sesampainya di apartemen.
Bila pun turun.
"Berapa pak?." Tanya Bila sambil mencari dompetnya didalam tas.
"253 ribu mbak." Jawab supir taksi.
"Owh ini pak." Ucap Bila sambil memberikan uang ke tangan supir taksi.
"Terimakasih ya mbak." Ucap supir taksi sambil mengambil uang dari tangan Bila.
Bila pun masuk ke dalam apartemen.
Sesampainya didalam kamarnya Bila membersihkan dirinya dan mengoleskan berbagai skincare kecantikan ke wajahnya.
Bila hanya memandangi cermin dan mengingat perkataan Kevin bersamaan dengan nasehat kakaknya.
"Ahk..kenapa aku harus memikirkan ucapannya Kevin.Harusnya aku itu fokus dengan nasehat yang dikatakan ka Bayu. Mendingan aku tidur." Ucap Bila sambil menepuk-nepuk keningnya.
"Hallo Bill..kakak udah sampai nih." Ucap Bayu.
"Owh iya kak.Kakak disana baik-baik...jangan buat kak nichole nangis hahahh." Jawab Bila agak sedikit meledek kakaknya itu.
"Hahah iya iya.Udah dulu ya bill bye.." Ucap Bayu.
"Bye..kakak." Ucap Bila.
Bila pun melihat kalender diponselnya dan kaget kalau acaranya tinggal 2 minggu lagi sementara itu dia masih kekurangan anggota untuk organisasi itu.
Dan sekejap terlintas dipikirannya bahwa menyebarkan brosur-brosur tentang organisasinya ke orang lain.
Keesokan paginya waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi.Bila bangun dari tempat tidur dan melihat kearah jendela kamarnya.
Itulah kebiasaan Bila setelah bangun tidur.Karna pemandangan Jakarta itu indah apabila dilihat dari jendela kamarnya di lantai 9.
Bila pun bersiap-siap untuk menyebarkan beberapa brosur eventnya.
Setelah Bila mandi ia pun langsung pergi naik lift ke lantai 1 untuk sarapan,disana pelayan Bila sudah menyiapkan makanan kesukaan Bila.
Selesai makan Bila pun menyuruh pegawainya untuk mengambilkan mobilnya yang terparkir di basment apartement
Setelah beberapa menit mobil Bila pun sampai dan Bila langsung menuju taman yang banyak dikunjungi oleh orang lain untuk membagikan brosur-brosurnya.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Dan Bila pun pergi ke parkiran taman untuk pulang.Tetapi saat Bila melajukan mobilnya Bila merasa mobilnya aneh.Dan Bila pun berhenti untuk melihat keadaan mobilnya.
Ternyata ban mobil bila bocor terkena paku.
"Ya..bocor lagi...mana jalan sepi kayak gini." Ucap Bila sambil melirik-lirik ke jalan.
Tiba-tiba ada dua orang preman yang lewat didekat Bila dan mulai menggoda Bila.
"Ehh neng sendirian aja malam-malam gini." Ucap preman.
"Iya neng daripada sendirian mending temenin kita untuk malam ini.Kita seneng-seneng bersama.Betul gak?." Ucap preman itu sambil mencolek dagu Bila.
Preman pun memaksa Bila untuk ikut dengannya.
"Lepasin...lepasin gue bilang." Ucap Bila dengan ketakutan.
"Ayok lah neng ikut kita." Ucap preman sambil menarik-narik Bila untuk ikut dengannya.
Kevin yang sedang berjalan melihat Bila yang sedang ditarik-tarik oleh preman pun terkejut. Kevin lun langsung menghajar dua preman itu sampai babak belur.
"jangan macam-macam ya sama pacar gue?". Ucap Kevin sambil memukul dua prema itu.
Dan Bila hanya ketakutan memandangi perkelahian itu.Dan akhirnya preman itu pun terjatuh dan memilih untuk melarikan dirinya.
Bila hanya menangis menatapi Kevin.Tiba-tiba Bila memeluk Kevin dan menangis di dadanya Kevin.
"Tenang Bil...kamu ga papa kan.Preman itu gak berbuat aneh-aneh kan sama kamu?." Tanya Kevin dan Bila hanya menggelengkan kepalanya.
Bila cuma menangis kuat dipelukan Kevin dan Kevin pun memeluk Bila dengan erat.
Setelah Bila sudah lumayan tenang Kevin pun menatap Bila dan mencium kening Bila dan Bila hanya terdiam dan pasrah akan hal itu.
"Aku antar kamu pulang ya bil?." Tanya Kevin dan Bila hanya menganggukan kepalanya saja.
"Mobil kamu gimana?." Tanya Kevin lagi.
"Udah biarin aja ntar aku suruh sopir aku yang jemput." Jawab Bila.
Sambil berjalan mereka berdua hanya tersipu malu satu sama lain.
"Guee.." Serentak ucap mereka berdua.
"Kalo gitu lo duluan aja." Ucap Bila.
"Enggak,ga papa lu duluan ladies first." Jawab Kevin dan membuat Bila tertawa.
"Hahahah." Tawa Bila.
__ADS_1