CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA

CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA
Ibu Ku Jatuh Sakit


__ADS_3

Satu tahun kemudian ,cobaan kembali menimpa keluarga kecil Pak Tejo.Istrinya tiba-tiba mengeluhkan sakit perut bagian bawah Dokter memvonis Bu Parni sakit Ginjal,dan mengharuskan untuk istirahat sementara waktu.


Jeng Ani mau tidak mau harus mengantikan pekerjaan Ibunya yang seperti biasa menjajakan dagangannya keliling kampung ketika sepulang dari sekolahnya demi membantu perekonomian keluarganya.


Sementara itu Pak Tejo selain masih menggeluti perkebunannya dengan terpaksa harus mencari pekerjaan sampingan menjadi kuli bangunan untuk menambah biaya pengobatan istrinya.


Malam itu setelah selesai belajar Jeng Ani harus menyelesaikan pekerjaannya membuat keripik dan membungkus tempenya untuk di jual keesokan harinya,Ayahnya yang selalu membantunya sampai larut malam.


"Nak Bapak sudah ngantuk sekali rasanya mari tidur dulu di lanjutkan besok subuh saja ,kasihan kamu kalau kesiangan bangunnya nanti telat masuk sekolahnya ,ucap Pak Tejo tidak bisa menahan matanya yang sudah mengantuk berat."


"Tidur dulu saja Pak ,Jeng Ani belum ngantuk sebentar lagi saja menyusul tidurnya"balas Jeng Ani masih terus menggoreng keripik singkongnya".


"Ya sudah Bapak tidur dulu ya ,soalnya besok Bapak harus bangun pagi karena mau bantu bekerja di rumahnya Pak RT jangan lupa kunci pintunya nanti ada kucing masuk nak"imbuh Pak Tejo.


"Iya Pak nanti saya kunci,temani Ibu dulu Pak nanti kalau butuh apa-apa bilang sama saya Pak"kata Jeng Ani.


Adzan subuh berkumandang Jeng Ani bergegas bangun dari tidurnya mengambil air wudhu untuk mengerjakan solat subuh di lanjutkan menyelesaikan pekerjaanya sisa tadi malam,dia juga menyediakan sarapan bubur buat Ibunya dan menu lainnya untuk sarapan pagi.


Pagi itu mendung dan kabut menyelimuti Desa Saren sepertinya akan terjadi musim hujan,dedauan terlihat lebih subur ketika musim itu akan datang.


Pak Tejo dan anaknya melanjutkan aktifitasnya masing-masing,istrinya terbaring dikamar sendiri tanpa ada yang menemani jika suami itu sudah berangkat bekerja dan dan anaknya berangkat kesekolah.


Sebenarnya Ayah satu anak tersebut tidak tega jika meninggalkan istrinya terbaring lemah di rumah sendirian namun apa daya dia harus melakukan itu demi menyambung kehidupan keluarganya,dan begitupun Jeng Ani dia terus-menerus gelisah saat di sekolah dia khawatir jika Ibunya memperlukan sesuatu tidak ada yang menolongnya.Sanak dan saudaranya tidak begitu peduli dengan keluarga Pak Tejo yang di kenal dengan kemiskinannya tersebut membuat saudara-saudaranya mengabaikannya.


Sementara itu Ibu Parni tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa di dalam perutnya,dia hanya bisa berteriak di tetangga sebelah meskipun sakit mengharuskan untuk meminta pertolongan.

__ADS_1


"Lek Harni.....Lekk Tolongin saya ...saya tidak kuat Lek...."teriak Ibu Parni teriak begitu keras karena tidak kuat menahan sakitnya.


"Pak...Pak kayak ada yang teriak yo,oh iya kayaknya Bu Parni ya Pak kan suami dan anaknya tidak ada dirumah semua ,tunggu-tunggu saya kesana dulu memastikan ya Pak"ucap Lek Harni penasaran.


"Kayaknya iya Bu coba tilek kerumahnya siapa tahu kambuh lagi sakitnya Bu ,kasihan ya Bu Parni"balas suaminya merasa iba.


Setibanya sampai rumahnya Bu Parni ,dia terkejut melihat tetangganya itu sudah jatuh dari tempat tidurnya.


"Ya Allah Bu...Bu Parni bangun Bu ,ini bagaimana saya panggilkan suami saya dulu Bu biar menjemput Ayahnya Jeng Ani di tempat kerjaannya,dimana Bu tempat kerjannya?"tanya Lek Harni gugup.


"Ada di rumah Pak RT bu, tolong ya bantu jemput suami saya,saya tidak kuat Bu sakit sekali bu rasanya"balas Ibu Parni merintih kesakitan.


"Oh ya tunggu-tunggu saya panggilkan dulu suami saya"imbuh Lek Harni bergegas pergi keluar rumah dan teriak-teriak minta tolong suaminya.


"Ia bu saya segera kesana,tunggu Bapak ganti sarung dulu"balas suaminya dan dengan cepat dia lari memanggil Pak Tejo.


Sesampainya di tempat kerjanya Pak Tejo, suaminya Lek Harni memberitahukan jika istrinya sakitnya kambuh .


"Pak Tejo pulang dulu Pak ,Istri kamu sakitnya kambuh tadi minta tolong ke istri saya"ucap Suaminya Lek Harni dengan nafas yang tersengal-sengal.


Ya Allah Pak ,Ia Pak saya segera pulang ,Pak RT saya pulang dulu istri saya katanya sakitnya kambuh "ujar Pak Tejo bergegas pulang kerumhnya.


Sesampainya dirumah wajah istrinya sudah pucat dan harus di larikan ke puskesmas terdekat untuk memperoleh perawatan dengan menaiki mobil pick up tetangganya di dampingi oleh Lek Harni dan suaminya


Sementara itu sepulang dari sekolah Jeng Ani biasanya langsung menuju kekamar Ibunya namun Ibunya tidak terlihat di kamar tersebut,di atas meja kamar tidur ada selebar kertas yang berisi coretan Ayahnya jika Ibunya dibawa ke Puskesmas terdekat.Dia tanpa harus makan siang terlebih dahulu langsung pergi menyusul Ibunya dengan menaiki ojek tetangganya.

__ADS_1


Sesampainya di Puskesmas Jeng Ani syok melihat Ibunya sudah terbaring lemah tak berdaya dengan wajah nya yang pucat langsung merangkul tubuh Ibu kesayangannya tersebut.


"Ibu kok bisa begini bu,kasihan Jeng Ani tinggal sendiri dirumah tadi pagi"tangis Jeng Ani pecah.


"Tidak apa-apa nak Ibu pasti cepat pulih nak"ucap Ibunya sambil menghapus air mata anaknya.


"Maafkan Jeng Ani ya Lek Harni dan Paklek (Paman suaminya Lek Harni),sudah merepotkan kalian besok saya ijin dulu sekolahnya biar bisa jaga Ibu"imbuh Jeng Ani merasa bersalah telah meninggalkan Ibunya sendiri dirumah.


"Yo tidak apa-apa lain kali kalau Ibunya sakit lebih baik dijagain dulu,ujung-ujungnya kan tetangga yang repot"balas Lek Harni dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos.


"Ustsssss...Bu di kontrol itu bicaranya jangan bikin Bapak malu terus"imbuh suaminya malu dengan perkataan istrinya.


"Besok saya dan Anak saya yang jagain Lek Harni dan Paklek pulang istirahat dulu saja sekarang"imbuh Pak Tejo tidak enak hati dengan perkataan yang baru di katakan oleh tetangganya tersebut.


"Oh ya sudah Pak Tejo kalau begitu saya dan istri saya pulang dulu yaa"kalau butuh apa-apa nanti Bapak kabari saja"balas suaminya Lek Harni terlihat kikuk atas perkataan istrinya itu.


Sambil menarik tangan istrinya emosi Suaminya Lek Harni tidak bisa dikendalikan ,dia ngomel-ngomel di sepanjang perjalanan menuju kerumahnya.Dia sangat malu atas perbuatan istrinya yang sering bicara tidak sopan dengan orang lain.


Sesampainya dirumah pertengkaran itu masih berlajut .


"Gara-gara celotehanmu itu Bu ,Bapak benar-benar malu di depan Keluarga Pak Tejo keluarga mereka sangat baik Bu sama kita ,tolong ya besok-besok perkataannya itu di jaga faham kamu Bu"ucap Suaminya dengan geram membantingkan tubuh istrinya ke lantai.


"Pak tega sekali gara-gara Ibu bicara begitu saja Bapak marah kan kamu tahu saya tidak bisa kalau bicara itu tidak ceplas-ceplos saya ya begini adanya,sebel aku tu Pak sama kamu"Balas Lek Harni kesal dengan suaminya.


Rumah tangga mereka sering terjadi pertengkaran karena istrinya sulit di nasehati oleh suaminya,atas perbuatan istrinya tersebut suami Lek Harni sering menanggung malu.

__ADS_1


__ADS_2