CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA

CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA
Begini Ya Rasanya Jauh Dengan Mereka????


__ADS_3

Setelah sekian lama waktu dan tenaga Jeng Ani untuk keluarganya,telah tiba saatnya 1 minggu kedepan dia sudah mulai aktif untuk mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus barunya.


Pagi itu Ayah dan Ibunya Jeng Ani sedang sibuk menyiapkan segala perlengkapan untuk Putri kesayangannya saat menempati tempat tinggal barunya nanti ,untuk sementara waktu dia menetap di rumah saudara adik ipar Pak Tejo yang rumahnya tidak begitu jauh dengan kampus baru Jeng Ani.


Jeng Ani begitu terharu dengan kedua orang tuanya yang sudah terlalu menyayangi dia setulus hati mereka.


"Aku yakin Pak ,Bu suatu saat Jeng Ani akan membahagiakan kalian itu janjiku ,Ya Allah Lindungi mereka berdua berilah umur panjang agar mereka merasakan dan melihat aku sukses nantinya mereka pasti akan bangga sekali Ya Allah"batin Jeng Ani begitu terharu melihat Bapak dan Ibunya sedang sibuk menyiapkan perlengkapannya.


Satu minggu kemudian hari yang di tunggu-tunggu Jeng Ani telah tiba ,dia sangat senang sekali ketika besok akan bertemu dengan teman-teman barunya.Pak Tejo dan Ibu Parni hanya bisa menemani Putrinya sampai di terminal bus Purwantoro saja hari itu.Dengan perasaan yang sangat berat untuk melepaskan Putri kesayangannya tersebut Pak Tejo dan Istrinya memeluk Jeng Ani dengan eratnya,nampak kedua mata mereka berkaca-kaca seakan tidak mau jauh darinya namun apalah daya demi cita-citanya dia harus rela untuk sementara waktu berpisah dengan kedua orang tuanya.


"Nak kamu harus ingat pesan Bapak sama Ibu ya ,selalu rendah hati ,tidak boleh sombong dan jaga diri baik-baik ingat solatnya tidak boleh ketinggalan ,Doakan Bapak dan Ibu lancar mencari rezeki untuk biaya kuliah nanti"pesan Pak tejo menasehati Putrinya itu.


"Ibu juga pesan sama kamu nak ,jaga pola makannya tidak boleh telat kamu kan punya sakit maag ,nanti kalau kambuh kasihan tidak ada yang jagain kamu" imbuh Ibu Parni masih terus menangisi kepergian Putrinya, air matanya selalu jatuh berderai membasahi pipinya saat menatap Putri kesayangannya itu.


Jeng Ani hanya bisa menganggukan kepalanya saja dia tidak sanggup membalas nasehat mereka saat itu ,dia berusaha menahan sesak di dadanya dan terus merangkul pundak kedua orang tuanya.


Beberapa menit kemudian Bus itu akan mulai berjalan,dengan begitu tulus dia mencium tangan kedua orang tuanya dan bergegas pergi meninggalkan mereka naik kedalam bus tersebut.Lambaian tangan mereka berdua begitu membuat Jeng Ani semakin sedih dan tidak sanggup melihatnya.


Bus yang dinaiki Jeng Ani pelan-pelan terus berjalan meninggalkan Terminal itu,sepanjang perjalanan dia masih terbayang-bayang dengan wajah kedua orang tua yang begitu tulus menyayanginya.

__ADS_1


Delapan jam kemudian Bus itu telah sampai di Terminal Semarang,saat itu Adik Ipar Pak Tejo sudah siap menunggunya di Terminal tersebut untuk menjemput kedatangan Jeng Ani.Dia bergegas menurunkan barang-barang yang telah dibawanya turun dari bagasi bus.


Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki separuh baya menghampiri Jeng Ani sambil menepuk pundaknya.


"Heyyyy Mbak An, masih ingat saya tidak ???"sapa Adik Ipar Bapaknya.


"Hadududuuduh Paman kaget saya ,kirain siapa tadi masih ingat to Paman dulu waktu saya masih kecil Paman sering mengajak Jeng Ani maen kelereng itu to he...he..he "balas Jeng Ani.


"Ah bisa aja kamu Mbak,syukurkah masih ingat Paman ayo segera naik mobil keburu malam nanti lho "ajak Adik Ipar Bapaknya.


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan dari Terminal Semarang menuju tempat tinggalnya Pamannya tersebut,akhirnya telah sampai dirumahnya saat habis solat magrib.


Jeng Ani masih terlihat malu-malu dan merasa tidak enak hati ketika hari pertama tinggal dirumah Pamannya tersebut.


"Mbak kalau tinggal disini tidak usah malu-malu ya ,anggap saja rumah sendiri"ucap Istri Pamannya sambil mempersilahkan Jeng Ani masuk ke kamar ruang tamu.


"He...he ..tidak kok Bi ,maaf ya sudah merepotkan Paman dan Bibi"balas Jeng Ani masih terlihat tidak enak hati.


"Ah tidaklah saya sangat senang ada teman sekarang dirumah soalnya Pamanmu kan sibuk kerja keluar kota terus,ayo cepat mandi ,solat terus lanjut makan deh,saya tadi masak soto lho mbak pasti kamu suka "imbuh Istri Pamannya begitu ramahnya.

__ADS_1


Setelah Bibinya meninggalkan Jeng Ani sendirian di kamar itu dia menutup pintu kamar tidurnya dan merebahkan tubuhnya di kasur sejenak,dia tidak menyangka akan tinggal di rumah yang cukup mewah saat itu.


"Uwenak banget rasanya,Itu kan AC pantes sueger kamar ini , Walah dasar orang ndeso(desa)ya begini masuk kamar orang kaya kaget deh upsss...tapi betul lho enak sekali kamar ini kasurnya saja sudah empuk banget begini pasti aku betah deh nanti,kapan ya aku punya rumah kayak begini"lirih Jeng Ani begitu kagum .


Beberapa menit kemudian Jeng Ani telah selesai mandi dan solat dia lanjut untuk bergabung makan malam bersama keluarga kecil Pamannya tersebut.


Meskipun masih terlihat malu-malu Jeng Ani berusaha untuk akrab dengan mereka di meja makan tersebut,jamuan makan malam itu buat dia sangatlah istimewa maklum di rumahnya sudah terbiasa makan dengan hidangan seadanya saja.


"Mbak makannya kok cuma sedikit sekali sih ,ayo dong makan yang banyak "ucap Istri Pamannya sambil menaruh nasi secentong lagi di piring Jeng Ani.


Ya Allah Bi ,aku sudah biasa makan begini nanti kalau lapar pasti makan lagi kok he....he..he.."imbuh Jeng Ani merasa tidak enak hati.


Setelah selesai makan malam bersama ,Jeng Ani di suruh untuk istirahat ke kamarnya sama mereka,mereka faham perjalanan dari rumahnya ke Semarang sangatlah melelahkan.


Dia bergegas pergi meninggalkan mereka dan meminta ijin untuk istirahat karena badannya terasa sangat lelah sekali setelah hampir satu hari perjalanan yang telah ditempuhnya saat itu,apalagi besok sudah mulai masuk kampus barunya untuk mengikuti test psikologi dan lain sebagainya.


Suasana kamar tidur itu terasa begitu nyaman buat Jeng Ani,dia menarik selimutnya super halus yang sudah di sediakan Bibinya itu sambil meraba perlahan -lahan."Aku sebenarnya tidak menyesali hidupku ,namun hari ini aku merasakan kenyamanan yang luar biasa,semoga kelak aku bisa membeli barang yang mahal-mahal seperti ini"batin Jeng Ani masih terus mengagumi seluruh kamar tidur milik mereka itu.


Dia berusaha memejamkan mata namun fikirannya masih teringat kedua orang tuanya,mulai malam itu dia baru merasakan jauh dari mereka begitu berat sungguh sangat tersiksa batinnya.Dipandangilah foto Bapak dan Ibunya yang telah di simpan di dompetnya itu,tidak terasa air matanya terus memasahi pipinya"begini ya jauh dari Bapak dan Ibu ,baru satu hari saja sudah merasa sangat kangen sekali sehat-sehat selalu kalian"lirih Jeng Ani sambil mencium foto mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2