CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA

CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA
Pasti Bisa


__ADS_3

Dua tahun kemudian Jeng Ani telah duduk di bangku SMA kelas 3 ,dia sudah mulai merencanakan untuk melanjutkan kuliah nantinya di Akademi kebidanan.Jeng Ani berusaha mencari informasi kampus yang cocok untuk pendidikan selanjutnya.


Selang beberapa bulan kemudian Jeng Ani telah melewati ujian nasional dengan nilai yang memuaskan,dia sangat bahagia sekali ketika saat di adakan wisuda di sekolahnya nama Jeng Ani masuk 3 besar nilai terbaik seangkatannya.


Dia terharu sekali ternyata atas kerja keras dan dukungan kedua orang tuanya Jeng Ani telah melewati pendidikannya SMA setelah sekian lama jatuh bangun walaupun saat itu dia sering membagi waktunya untuk belajar dan bekerja.


Kedua orang tuanya sangat bangga sekali dengan putri semata wayangnya itu yang telah dibesarkan dan sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang mandiri dan mempunyai cita-cita yang mulia.


Beberapa minggu kemudian Jeng Ani mendapatkan kabar dari mantan Guru BKnya jika dirinya telah lulus seleksi Bidik Misi di Poltekes Kemenkes Semarang,hatinya sangat bahagia sekali setelah sekian minggu dia menanti dan kadang hatinya was-was jika nantinya tidak lulus seleksi ternyata Allah mempunyai rencana indah untuk dirinya.


Cita-citanya untuk meringankan beban kedua orang tuanya dalam hal keuangan di masa pendidikan kuliah nanti akhirnya terlaksanakan dengan baik,dia akan berusaha lebih giat lagi untuk belajar dan terus membantu orang tuanya mencari kerja sampingan untuk dirinya nanti jika sudah aktif masuk kampus apapun akan di lakukan asalkan yang di kerjakan halal dan berguna untuknya.


Kabar Jeng Ani yang telah lulus dan mendapat nilai terbaik bahkan telah lulus Bidik Misi telah menyebar luas di seluruh masyarakat Desa Saren ,bahkan mereka ada yang terharu dan datang kerumahnya untuk memberikan ucapaan selamat namun ada juga yang menggunjing di belakangnya tanpa alasan yang tidak pasti.


Pak Tejo dan istrinya berencana membagikan sedikit rezeki berupa nasi kotak untuk di bagikan keseluruh tetangganya atas rasa syukur Putrinya telah lulus dengan nilai terbaik.


Di ruang tamu terjadilah perbincangan antara Pak Tejo dan Istrinya.

__ADS_1


"Bu Bapak ada rezeki sedikit besok Ibu sama Putrimu masak nasi dan lauk untuk di bagikan ke tetangga-tetangga kita ya Bu"pinta Pak Tejo.


"Ya sudah Pak besok Ibu sama putrimu nanti yang belanja bahan yang akan di masak to"balas Bu Parni.


Tiba-tiba Jeng Ani datang dan menghampiri kedua orang tuanya dan bergabung untuk duduk bersama menikmati singkong rebus hasil kebunnya dan juga kopi hitam dan tidak lupa gula jawa jadi pemanisnya.


"Sedang membicarakan apa to Pak ...Bu ..kok kedengarannya serius banget"tanya Jeng Ani penasaran.


"Itu lo Bapakmu mau bagi-bagi rezeki ke tetangga kita besok,kamu besok temani Ibu kepasar ya Nak buat belanja bahan yang akan dimasak nantinya"balas Jeng Ani.


"Oh bagus itu Bu ,mantap itu Jeng Ani pasti bantu mumpung anakmu in belum mulai masuk kuliah itung-itung beramal sama Ibuku yang paling cantik sendiri sebelum saya tinggalkan jauh"goda Jeng Ani kepada Ibunya.


Keesokan harinya Ibu Parni dan Putrinya bergegas untuk pergi kepasar seperti biasa mereka menaiki mobil tetangganya yang biasa setiap hari menghantarkan pedagang kepasar bahkan anak sekolahpun sering ikut dengan mobil tersebut.


"Mau kepasar Bu kok tumben ditemani Anaknya"tanya sopir tetangganya yang telah menunggu penumpang mobil itu terisi penuh.


"Ia ini ada keperluan sedikit jadi tidak bisa pergi sendirian harus ditemani Jeng Ani"jawab Ibu Parni yang sudah duduk di pojokan mobil itu.

__ADS_1


"Mau acara apa to bu kok kayak e bawa keranjang banyak sekali,jangan-jangan mau menikahkan putrinya kan sudah lulus sekolahnya"ledek Lek Harni kebetulan dia juga akan pergi kepasar.


"Sembarangan saja Lek Harni ini kalau bicara ,calonnya saja belum ada kok sudah mau menikah aja ,tidak dengar kalau Jeng Ani mau Kuliah nantinya,ia kan An" imbuh tetangganya yang duduk di sebelahnya membela Jeng Ani.


Jeng Ani hanya menganggukkan kepalanya tanpa keluar sepatah katapun dari mulutnya.Dia menganggap omongan tetangganya sebagai angin lewat walaupun kadang menyakitkan hati.


"Ya belum to bu Putriku masih mau kuliah biar menuntut ilmu dulu menikah nanti kalau sudah ada jodohnya suatu saat nanti "ucap Ibu Parni berusaha tidak menggubris pembicaraan Lek Harni.


"Heleh kuliah...kuliah... nanti ujung-ujungnya hamil duluan pulang dari tempat kuliahnya ,sudah banyak lho yang kejadian begitu, itu anaknya Pak Warsito katanya mau kuliah eh kok ternyata pulang-pulang bunting sudah ada contohnya kok apalagi keturunan dari Ibunya saya tidak yakin deh kayaknya kalau ini mah apalagi kuliah kan biayanya tidak sedikit mana mungkin bisa berlanjut sampai lulus kalau tidak kerja sampingan yah apa gitu deh kan dia cantik pasti banyak yang naksir"ketus Lek Harni sambil mencibirkan bibirnya.


"Ya Allah Bu tobat sana lho Bu tidak punya perasaan sama sekali Bu kamu itu julid sekali sama orang kok kebangeten sih hmm Lek Harni...Lek Harni"imbuh sopir itu menggelengkan kepalanya.


Bu Parni dan Putrinya hanya duduk terdiam karena jika pembicaraan Lek Harni di sambung terus menerus akan berujung pertengkaran nantinya.


Kurang lebih 1 jam perjalanan mobil itu telah sampai di tempat tujuannya ,Jeng Ani dan Ibunya turun dari mobil dan bergegas berbelanja untuk kebutuhkan memasaknya setelah pulang dari pasar nantinya.


Beberapa jam kemudian Ibu Parni dan Putrinya telah kembali pulang dari pasar dan melanjutkan untuk memasak berbagai macam lauk pauk dan sayuran yang nantinya akan di antarkan oleh Pak Tejo ke tetangganya.

__ADS_1


Akhirnya setelah 4 jam Ibu Parni dan Jeng Ani menyiapkan makanan tersebut telah selesai dengan tepat waktu dan tinggal giliran Pak Tejo untuk membagikan kepada tetangganya.


Rasa syukur yang telah di dapatkan keluarga Pak Tejo begitu sangat luar biasa,meskipun dari keluarga yang sederhana namun kebaikan Pak Tejo sangat di kenal luas oleh kalangan warga Saren .Cibiran ,hinaan dan bahkan banyak juga yang menertawakan cita-citanya untuk menyekolahkan Putri semata wayangnya itu sampai ke jenjang yang lebih tinggi namun Pak Tejo hanya membalasnya dengan senyuman ,dia yakin Putrinya tersebut akan mengangkat derajatnya ketika sudah berhasil menjadi orang sukses kelak ,dan pada saat itu do'a dan usaha kerja kerasnya perlahan-lahan telah membuahkan hasil.


__ADS_2