CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA

CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA
Tilik Bapak dan Ibu


__ADS_3

Sudah beberapa bulan belakangan ini Jeng Ani belum pernah sama sekali pulang ke kampung halamannya ,setelah dia mulai sibuk dengan aktifitas kuliahnya itu.


Dia sudah mulai merasakan rindu yang luar biasa dengan kedua orang tuanya,dan memutuskan untuk pulang ke kampung halaman disaat hari libur kuliahnya dalam beberapa hari itu.


Pagi itu ,Jeng Ani dengan begitu rapinya sudah bersiap -siap untuk berangkat dan akan di antar oleh Pamannya ke Terminal Bus saat itu.


Terlihat dari raut wajah Bibi dan Anak-anaknya yang begitu sedih saat di tinggal pulang kampung oleh keponakannya itu,meskipun kepergiannya hanya beberapa hari namun akan terasa begitu sunyi tanpa ada Jeng Ani yang sudah dikenal begitu ramahnya di rumah tersebut.


Bibinya memeluk Jeng Ani dengan erat matanya yang berkaca-kaca,Anak-anaknya pun menangis dengan begitu keras seakan-akan tidak mau ditinggal oleh Jeng Ani.


"Hati-hati dijalan ya Mbak nanti kalau ada apa-apa telepon saya,rumah jadinya sepi deh"ucap Bibinya sambil mengusap air matanya .


"Astaga Bibi ini ,saya kan pulang cuma beberapa hari Bi ,mungkin cuma 3 hari kok tenang saja nanti saya bawakan oleh-oleh tahu tuna ya kalau balik lagi ke Semarang,cup....cup...cup tidak boleh nangis ah"balas Jeng Ani tersenyum.


"Mbakkkkkkkkkkkkkkk....aku ikut pokoknya,aku tidak mau di tinggal Mbak"imbuh Anak Bibinya menangis dengan histeris.


"Nanti kalau sudah besar baru maen kerumah Mbak nak,ayo cepatan berangkat Mbak nanti keburu ketinggalan Bus lho"pinta Bibinya dan berusaha menenangkan anaknya yang terus menangis histeris.


"Oh ya Bi ,saya berangkat dulu ya"pamit Jeng Ani dan mencium tangan Bibinya itu.


Perjalanan dari rumah Pamannya ke Terminal kurang lebih di tempuh dalam waktu 1 jam ,setelah sampai terminal Jeng Ani dan Pamannya langsung membeli tiket dan bergegas masuk ke dalam Bus jurusan Semarang-Purwantoro karena saat itu hampir ketinggalan Bus .


"Hati -hati di jalan ya Mbak salam sama Pak Dhe dan Budhe"ucap Pamannya sambil melambaikan tangannya.


"Siap Paman nanti saya sampaikan"balas Jeng Ani tersenyum.


Beberapa menit kemudian Bus itu keluar dari terminal dan melaju dengan kencangnya,Jeng Ani sampai tertidur pulas hingga tidak terasa beberapa jam kemudian Bus itu berhenti dan telah sampai di Terminal tujuannya itu.


Jeng Ani bergegas turun dari Bus dan langsung mencari tukang ojek yang biasa mangkal di pangkalannya tersebut.


"Pak ojek,boleh antar ke Desa Saren Pak"tanya Jeng Ani kepada tukang Ojek itu.

__ADS_1


"Boleh Mbak ,tapi agak mahal Mbak kesana apalagi cuaca sudah mulai mendung begini,200 ribu boleh Mbak?"balas Tukang Ojek itu menawar harga.


"Wah mahal banget Pak kan cuma kesitu aja kok , tidak sampai 1 jam saja lho Pak, oya 100 ribu ya"tawar Jeng Ani.


Di dalam dompet Jeng Ani hanya tersisa uang 170 ribu saja maka dari itu dia berusaha mencari ojek lain yang bisa ditawar harganya sedikit lebih murah.


"Tidak berani mbak saya, coba tanya Mas-mas yang duduk di bawah pohon itu siapa tahu dia mau,biasanya dia sering ke daerah Mbak lho"balas Tukang Ojek tersebut.


"Kacungggg.....cungg ....hoe ..Yuhu... ada Mbak cantik yang mau pulang kampung ini ,kamu berani antar tidak"teriak Tukang Ojek itu menawarkan penumpang ke temannya yang bernama Kacung tersebut.


"Yuhuuuuuu....boleh Bos ,kemana Mbak?"tanya Kacung Tukang Ojek satunya.


"Ke Desa Saren Mas,berapa kira-kira kesana ya"tanya Jeng Ani.


"Ah Mbak ini, dengan saya gampang deh berapa saja saya mau kok,ayo silahkan naik Mbak"ajak Kacung Tukang Ojek itu.


"Oh ya sudah Mas terima kasih banyak ya"ucap Jeng Ani dengan girangnya .


Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan menuju kerumahnya,akhirnya Ojek yang di naikinya itu telah memasuki daerah perkampungannya meskipun di perjalanan mereka berdua akhirnya kehujanan juga namun Tukang Ojek itu masih bersikap baik dan ramah.


"Mbak rumahnya di sebelah mana ya"Tanya Tukang Ojek tersebut.


"Agak keatas lagi Mas,rumah saya yang paling atas sendiri"balas Jeng Ani dan terus memberikan petunjuk jalan kerumahnya.


Saat Jeng Ani melewati rumah tetangganya ada seseorang yang berteriak begitu kencangnya.


"Bu Bidan pulang kampung....suuitttt....suittttt"teriak salah satu tetangganya.


Jeng Ani Tidak tahu persis siapa yang berteriak kepadanya tadi karena hujan semakin deras dan tidak sempat menoleh ke kanan dan ke kiri pada saat itu.


Beberapa menit kemudian Jeng Ani telah sampai di depan rumahnya dengan selamat.

__ADS_1


"Terima kasih Mas sudah antarkan saya sampai tujuan ,ini upahnya "ucap Jeng Ani sambil mengulurkan uang kepada Tukang Ojek itu.


Wah terima kasih banyak lho Mbak ,nanti kalau pulang lagi cari saya aja ,saya biasa mangkal disitu terus kok"balas Tukang Ojek tersebut.


Jeng Ani tersenyum dan hanya menganggukan kepalanya karena seluruh tubuhnya terasa begitu dingin setelah 1 jam perjalanannya saat itu di guyur hujan lebat.


Dia mengetuk pintu rumahnya ,sambil menggigil kedinginan.


Tok....tok..tok..Assalamualaikum,Pak ....Bu..!!!


"Waalaikumsalam"jawab Ibu Parni membuka Pintunya itu.


Jeng Ani langsung mencium tangan Ibunya itu ,air matanya berjatuhan karena rindunya yang telah lama di tahan akhirnya terobati juga.


"Ya Allah anakku ,kok pulang tidak bilang-bilang dulu sama Bapak dan Ibu nak,Pakkkkkkk anakmu pulang ini lho"teriak Ibu Parni dengan Girangnya.


Dengan terkejut ,Pak Tejo bergegas menghampiri Putrinya itu dengan berjalan tertatih-tatih dibantu dengan sebatang kayu ditangannya.


"Syukur anak Bapak pulang,ayo nak cepat mandi sana terus ganti baju biar Ibumu nyalakan tungkunya buat hangatin badanmu "pinta Pak tejo.


Jeng Ani menganggukan kepalanya dan sambil mencium tangan Bapaknya yang sudah semakin keriput itu ,dia tidak sanggup melihat ayahnya berjalan dengan di bantu sebantang kayu ,air matanya semakin deras ketika melihat Bapaknya sangat semangat sekali menyambutnya di depan pintu itu meskipun berjalannya tertatih-tatih.


Sesudah selesai mandi dan berganti baju Jeng Ani langsung menghangatkan tubuhnya di depan tungku tua di dapurnya tersebut,dari raut wajah kedua orang tuanya terlihat begitu terharu saat Putri kesayangannya itu pulang kerumah secara tiba-tiba.


Ibunya telah menyiapkan minuman jahe hangat untuk membantu menghangatkan tubuhnya.


Canda dan tawa kembali terasa begitu hangat di keluarga kecil Pak Tejo itu atas kepulangan Putri kesayangannya tersebut.


Rasa kangen mereka langsung terobati seketika melihat senyuman manis Putrinya itu.


Ibu Parni sibuk menyiapkan cemilan kesukaan Jeng Ani sejak kecil yaitu tempe goreng yang di balur dengan parutan singkong itu membuat Jeng Ani tidak sabar mencicipinya karena sudah lama cemilan itu tidak pernah lagi di makannya sejak dia tinggal di Semarang.

__ADS_1


__ADS_2