
Fikiran Jeng Ani kalang kabut tidak ada tujuan yang pasti.Keluarga kecil itu kembali utuh, namun tidak ada suasana kehangatan seperti dulu lagi.Sampai beberapa minggu pun masih sering terjadi pertengkaran adu mulut antara pasangan suami istri tersebut.Kian hari membuat Jeng Ani semakin tidak fokus dengan pelajaran sekolahnya.Hingga suatu hari pengumuman ujian nasional telah dimulai.
Jeng Ani sangat cemas jika nanti nilainya yang di dapat mengecewakan orang tuannya.
Waktu menunjukkan Pukul 10.00,pengumuman pun di bagikan oleh wali kelasnya masing-masing.
#Dag..ding..dung...
Jantung Jeng Ani bergetar dengan kencangnya.Tangan yang di gengamnya begitu dingin dan kaku atas detik-detik pengumuman kelulusan di bagikan oleh wali kelas nya itu.
"Ani......majuu...."ucap Wali kelasnya.
"Siap Pak"balas Jeng Ani.
Dibukalah pelan-pelan amplop yang dipegangnya itu.
"Ya Allah aku tidak lulus ,nilaiku di bawah standar semua ini"tangis Jeng Ani pecah.
Suasana di dalam ruang kelas tersebut berlangsung begitu menegangkan dan mengharukan ada yang gembira dan ada juga yang kecewa dengan hasil nilai ujian akhirnya.
Sementara itu Jeng Ani masih meratapi nasibnya,bertubi-tubi cobaan itu datang kepadanya. Dia masih syok atas nilai ujian yang masih di bawah standar itu .
"Ya Allah bagimana kalau bapak dan Ibu tahu pasti mereka akan kecewa padaku "batin Jeng Ani.
#Tenang-tenang, anak...anak!!!!
"Anak-anak mohon perhatiannya sebentar saja ,ujian nasional pada tahun ini memang memprihatinkan Bapak mengumpulkan datanya ternyata dari jumplah murid 140 siswa yang lulus hanya 50 siswa saja sisanya tidak lulus.Maka dari itu ,dari pusat akan di adakan ujian ulang.Anak-anak tidak usah khwatir jika nilai ujian kalian belum mencapai nilai yang standar nanti bisa di perbaiki pada ujian nasional berikutnya "ucap Pak Guru Wali Kelas tersebut berusaha menenangkan suasana kelasnya.
Beberapa jam kemudiaan Ani bergegas untuk pulang kembali kerumahnya.Dengan hati yang penuh kecewa Jeng Ani harus memberitahukan hasil ujian itu kepada orang tuanya.
Jeng Ani yang dulu tergolong siswa yang berprestasi setelah banyak masalah demi masalah yang menimpanya membuat dia tidak lagi fokus dengan belajarnya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Jeng Ani masih ragu-ragu untuk menghampiri bapaknya yang duduk diteras rumah tersebut.
Maju dan mundur langkah kakinya berjalan pelan-pelan dan menunjukan hasil ujiannya.
"Bagaimana ???mau bicara apa sama bapak nak kok kelihatan cemas gitu"tanya Pak Tejo heran.
"Anuu.....pak....aku tidak lulus ujian,tapi ada ujian ulang kok pak janji pasti tidak akan mengecewakan bapak lagi"balas Jeng Ani meyakinkan Pak Tejo.
"Ya Allah kamu tidak lulus nak,bagaimana belajarmu kok bisa nilaimu turun drastis begini"ucap Pak Tejo menggelengkan kepalannya
Tiba-tiba bu Parni menghampiri pembicaraan suami dan anaknya tersebut.
"Apa Pak, itu ???coba Ibu lihat ,kamu sudah pengumuman to hari ini??tanya Ibu Parni penasaran.
"Ya Gusti Allah kamu tidak lulus nduk(nak)"ucap Bu Parni heran.
"Jangan di salahkan saya saja bu,Ibu yang membuat aku jadi begini membuat aku malu dari dulu dari kecil aku sudah mendapat cacian dari semua orang aku diam bu setelah itu ibu membuat aku malu begitu aku tidak fokus belajar selama ini"tegas Jeng Ani.
Sementara itu atas kabar ketidaklulusannya anak semata wayang dari Pak Tejo sudah tersebar luas di kalangan warga sekitar.
Ya seperti biasa Lek Harni sang biang kerok terus mengikuti urusan orang yang ada di sekitarnya.
Siang itu di depan rumah Lek Harni ada segrombolan Ibu-ibu seperti biasanya menikmati canda dan tawa di temani dengan makanan ringan yang membuat suasana ngrumpi semakin di minati oleh ibu-ibu sekitarnya.
"Eh ibu-ibu aku dengar kalau si Jeng Ani itu anaknya Pak Tejo tidak lulus sekolah lo katanya"ucap Lek Harni membuka pembicaraan.
"Lah masak bu ,kan Ani itu anak yang pintar ,cerdas dari SD saja dia kan berprestasi"balas temannya.
"Yo kan tau sendiri too ibu-ibu Jeng Ani tu pasti beban fikirannya itu lho begitu berat, sudah orang miskin kaya aja sebentar terus Ibunya selingkuh lagi ,kan kasihan "nyinyir Lek Harni.
"Betul bu,aku ya berfikir begitu bu kalau dia jadi anak saya tidak akan aku sia-siakan pokoknya"balas temannya.
__ADS_1
Perkumpulan Ibu-ibu tukang gosip tersebut membuat resah warga sekitar.Sangat di sayangkan waktu mereka dibuang sia-sia demi mencampuri urusan orang lain.
Bukan cuma keluarga Pak Tejo yang selalu di bicarakan dan di sebar luaskan oleh perkumpulan mereka namun sudah banyak semua pihak yang dirugikan oleh nyinyiran mereka .
Beberapa minggu kemudian ujian ulang itu telah selesai di adakan dan hasilnya pun memuaskan Jeng Ani.
Perasaannya sangat bahagia sekali ketika melihat hasil nilai ujiannya tersebut.
Ani membawa kabar bahagia itu spesial buat kedua orang tua nya .
"Pak....Bu...akhirnya Ani lulus juga yesss terima masih doanya"teriak Ani bahagia.
"Apa to Nak... teriak-teriak... kayaknya gembira banget anak bapak ini"balas Pak Tejo penasaran.
"Ia nak kamu lulus ujiannya"tanya Ibu Parni.
"Iya bu lulussssss....senang banget aku Pak -Bu,"Girang Ani memeluk kedua orang tuannya.
"Alhamdulillah"Bapak senang banget dengar nya nak akhirnya anak bapak lulus juga ,terus rencana kamu mau melanjutkan sekolah kemana nak ,SMK,SMA??tanya Pak Tejo.
Di SMA aja Pak aku nanti mau mengambil jurusan IPA , aku mempunyai impian suatu saat nanti aku menjadi Bidan dan aku bercita-cita mendirikan rumah bersalin di Desa ini Pak"Balas Jeng Ani tersenyum.
"Wahhhhh cita-cita anak bapak ini luar luar biasa "Ck...Ck..."kagum Pak Tejo terhadap anak semata wayangnya itu.
"Kan Bidan tugas yang mulia Pak"nah di Desa ini kan belum ada yang mendirikan rumah klinik bersalin Pak, siapa tahu rezeki kita disini nanti" balas Jeng Ani meyakinkan.
"Tapi biayanya gimana nduk(nak)Bapak kan sudah tidak cari uang lagi"imbuh bu Parni masih malu menatap muka suaminya itu.
"Nanti bapak berusaha bekerja keras untuk pendidikanmu ya nak ,Bapak mau mengelola tanah yang masih ada untuk menjadi kebun sayuran dan nanti bapak jual keliling di warga dan juga di pasar, semangat ya belajarnya nanti"ucap Pak Tejo memberi semangat Putri kesayanganya itu.
Beberapa tahun kemudian Kedua orang tua Jeng Ani mulai berangsung -angsung akur kembali.Kehidupan keluarga ini kembali dengan penuh kehangatan.
__ADS_1