CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA

CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA
Kejutan Ponsel Baru


__ADS_3

Sore itu setelah Jeng Ani kembali dari kampus dia masih menyempatkan diri untuk membantu Bibinya mengerjakan pekerjaan rumah meskipun badannya terasa sangat lelah setelah seharian mengikuti kegiatan ospek di kampusnya.


Saat Jeng Ani sibuk membereskan dapur itu tiba-tiba Bibinya datang membawa bingkisan kardus kecil yang berisikan ponsel untuk keponakannya tersebut.


"Mbak kami ada sedikit rezeki dan ini ponsel buat mbak ,semoga mbak suka ya"ucap Bibinya dan menyodorkan ponsel baru itu kepada ponakannya.


"Ya Allah Bi kok repot-repot gitu sama saya,terlalu berlebihan Bi ini kan jadinya saya tidak enak hati Bi"balas Jeng Ani terharu dengan pemberian hadiah Bibinya.


"Tidak apa-apa Mbak terima saja ,pasti Mbak sangat membutuhkan ini untuk komunikasi dengan orang tua dan teman -teman mbak"imbuh Bibinya tersenyum.


"Terima kasih banyak Bi,semoga Allah membalas kebaikan Bibi"ucap Jeng Ani begitu bahagia tangannya begitu gemetar memegang ponsel baru itu.


Menjelang malam tiba Jeng Ani sedang berada di kamar tidurnya dan segera membuka ponsel barunya yang masih terbungkus rapi di dalam kardus tersebut.


Bahagia terlihat dari raut wajahnya,akhirnya barang yang selama itu di inginkan terpenuhi juga meskipun hanya pemberian dari Bibinya.


Awalnya dia masih bingung bagaimana cara menghidupkannya ,namun setelah membaca panduan dari dalam kotak tersebut akhirnya ponsel itu nyala juga.


"Alhamduillah akhirnya nyala juga sudah tidak sabar aku telepon sama Bapak dan Ibu, bagaimana kabar mereka ya sudah beberapa hari tidak dengar suaranya.Terus ini bagaimana cara mengoperasikannya ya masih bingung gini takut salah pencet kan bisa gawat,oya besok deh aku minta tolong ajarin Silvi"lirih Jeng Ani dengan girangnya.


Keesokan harinya Jeng Ani sudah bersiap-siap untuk masuk kekampus kembali,hari itu penampilannya dia sedikit beda karena pertama kalinya mengenakan stelan baju berwarna putih selayaknya sudah seperti Bidan sesungguhnya.


Dia berlengak-lengkok didepan kaca make upnya tersebut dengan begitu bangganya saat mengenakan baju itu,seakan-akan mimpinya telah menghampiri dia di depan matanya.


Penampilannya semakin menawan ketika dia merapikan rambut gelombangnya dengan harnet rambut,dan polesan bedak tabur Viva serta mengoleskan lipstiknya yang begitu tipis namun kecantikannya begitu sangat mempesona .

__ADS_1


Matahari perlahan-lahan terbit dari ufuk timur,dengan semangat paginya Jeng Ani melangkahkan kakinya untuk menjalankan aktifitasnya seperti biasanya berangkat ke Kampus barunya.


Beberapa menit kemudian Jeng Ani telah sampai di Kampus dan langsung menuju ruang kelas barunya,di dalam kelas tersebut masih sedikit mahasiswa yang datang pagi itu.


Dengan raut muka yang masih begitu terlihat malu-malu dengan teman lainnya Jeng Ani bergegas untuk duduk dan memilih tempat duduknya itu di bagian belakang sekali.


Dia menyibukan diri untuk membaca Novel kesukaannya sebelum pelajaran kuliah pertamanya di mulai.


Beberapa menit kemudian Silvi tiba-tiba datang dan menghampiri Jeng Ani yang sedang asyik dengan hobbinya tersebut.


"Wihhhhh keren kayaknya di kelas ini ada yang hobi membaca Novel deh,kutu bukunya super cantik"puji Silvi merangkul sahabatnya itu.


"Eh Silvi bisa aja kamu ini,ngomong-ngomong tumben kamu berangkat agak siang Vi"tanya Jeng Ani .


Jeng Ani pelan-pelan mengambil ponsel di tasnya,dia memberanikan diri untuk bertanya kepada Silvi tentang bagaimana cara menggunakan ponsel barunya tersebut.


"Eh Vi boleh minta tolong tidak ajarin aku dong cara menggunakan ponsel ini"pinta Jeng Ani mengulurkan ponselnya.


"Cie ponsel baru ya,ye akhirnya nanti kita bisa saling chat say apalagi kalau nanti ada tugas pasti kamu kerepotan kalau tidak ada ini"imbuh Silvi mengotak-atik semua aplikasi yang ada di ponsel itu.


Dengan sabarnya Silvi mengajari Jeng Ani bagaimana cara menggunakan ponselnya itu,dia telah memasukkan nomor telepon yang dikira begitu penting untuknya.


Dari mulai whatsapp,facebook ,twitter bahkan Instagram telah di unduh oleh Silvi diponsel itu.


"Nah say sudah tau kan sekarang caranya giliran kamu coba telpon orang tuamu deh katanya kamu kemarin kangen berat sama mereka ,cepat An sebelum pelajaran di mulai hayo coba pencet nomornya "pinta Silvi .

__ADS_1


"Tapi Vi ini kan bukan nomor ponsel Ibuku sendiri,eh tapi aku coba telpon kali ya siapa tahu tetanggaku itu mau mengangkat telepon dari aku"imbuh Jeng Ani mencoba menelepon ponsel Lek Harni.


Jeng Ani berusaha memanggil nomor telepon Lek Harni kurang lebih 10 kali namun tidak di angkat olehnya.


Beberapa menit kemudian Ponsel Jeng Ani berdering ternyata Lek Harni yang menghubunginya.


"Hallo siapa ini,tidak ada kerjaan apa nomor tidak dikenal telepon terus lama-lama hapeku ini lobet lur(ponsel saya mati saudara)ganggu saja tidak ada kerjaan apa woyyy...halloo..."ketus Lek Harni ngomel-ngomel.


"Hallo Lek ini saya Ani... Eh Jeng Ani maksudnya Lek ,maaf boleh ganggu waktunya Lek Harni sebentar saja apa boleh minta tolong Lek kerumahku sebentar saja aku mau bicara sama Bapak dan Ibu Lek"pinta Jeng Ani dengan cemasnya .


"Oh jadi Kamu to Jeng Ani calon Bidan Desa Saren ini tapi cita-citanya ketinggian ,saya kira siapa tadi yang telepon biasakan banyak itu penipuan online yang numpang axsis di handpone ku.Ya sudah saya kerumahmu dulu tapi jangan lama-lama bicaranya bisa-bisa nanti bayar pajak ke kita kamunya"ketus Lek Harni bergegas pergi kerumahnya Jeng Ani.


Setelah beberapa menit kemudian Lek Harni tiba di depan rumahnya Jeng Ani dan berteriak-teriak dengan keras memanggil kedua orang tuanya.


"Pak Tejooooooo,Bu Parni ini anak kesayanganmu mau telepon tapi jangan lama-lama ya bikin lobet ponselku saja anakmu itu"teriak Lek Harni dengan kekesalannya.


Jeng Ani saat itu sedang mendengarkan kekesalan Lek Harni dengan perkataan yang begitu lantangnya,tidak disadari hatinya begitu sakit dan tidak terasa air matanya menetes jatuh ke pipinya.Sebenarnya Jeng Ani terpaksa meminta pertolongan kepada tetangganya itu karena keadaan itulah di harus menanggung malu setiap saat mau menelpon orang tuanya.


"Iya...iya Lek mana Putriku"girang Ibu Parni telah berlari dengan kencang keluar dari dalam rumahnya.


Perbincangan antara Ibu dan Anak itu begitu saat mengarukan mereka melepaskan rindu meskipun hanya lewat suara saja saat itu,Jeng Ani hatinya sangat terpukul ketika mendapat kabar dari Ibunya jika Bapaknya belum bisa bekerja seperti sedia kala beberapa hari ini


Dia menghwatirkan biaya kuliahnya nanti , dia langsung terlihat sedih dan tidak begitu semangat.Jeng Ani terus -menerus memikirkan siapa nanti yang akan membantu mencarikan biaya kuliahnya itu jika Bapaknya tersebut belum bisa berkebun kembali .


Hari itu fikiran Jeng Ani kalang kabut ,dia sulit menangkap pelajaran pertamanya karena dia tidak begitu fokus dengan apa yang di bicarakan oleh Dosennya.

__ADS_1


__ADS_2