
Terlalu pahit cobaan yang menghantap keluarga Pak Tejo.
Putri semata wayangnya itu yang sudah beranjak remaja.Malam itu, pak Tejo memandangi putri kesayangan yang terlelap tidur dengan pulasnya, di elus -elus lah rambut Jeng Ani oleh bapaknya itu.
"Mesakne banget to nduk uripmu",(kasihan sekali hidup kamu nak)bapak janji ,bapak akan menjagamu ,mencari uang yang banyak untuk sekolahmu nanti "lirih Pak tejo.
Sementara itu ,Bu Parni dan Lek Heri yang kabur dari desa ternyata memang sudah di rencanakan dari awal ,mereka berencana untuk kawin sirih .
Kabar demi kabar yang berhembus di semua warga desa tersebut sampai ke telinga istri sahnya Lek Heri.
Istri Lek Heri marah besar dan memaki-maki Pak Tejo dan anaknya.
Grubyakkkkkkkkkk..........
"Pak Tejooooooo....Ani.....",keluar kalian"ucap Istri Lek Heri emosi.
Di bukalah pintu rumahnya oleh Pak Tejo dan anaknya itu
"Ada apa bu....ada apa bu .....kok teriak-teriak ??bisa pelan-pelan tidak bicara nya malu bu, malu di dengar tetangga nanti"balas pak Tejo mencoba menenangkan emosi istri Lek Heri.
"Ada apa ...ada apa ,istrimu itu penggoda suami saya dia kasih guna-guna apa sampai suami saya lupa anak dan istri dirumah???"tanya istri Lek Heri semakin Emosi.
"Heeeeeee ......bu ,dengar ya bu bapak tidak tahu apa-apa tentang masalah itu bapak belum lama pulang dari merantau jangan salahkan bapak ya bu ",bentak Jeng Ani membela bapaknya.
Pertengkaran adu mulut 3 orang tersebut berlangsung sangat menegangkan,sampai terdengar di telinga tetangganya pak Tejo.
__ADS_1
"Lah sek..sek ...sek(Lah...tunggu...tunggu),kayak ada yang bertengkar ya pak,oh iaaaa... kayaknya itu suara istrinya Lek heri ya pak tanya Lek harni kepada suaminya.
"Mana too tidak dengar aku ,biar sudah bu itu urusan mereka kok kamu yang repot mbok ya tidak usah ikut campur urusan tetangga "balas suaminya Lek harni pura-pura tidak dengar.
"Hebohhh gaesssss heboh... tunggu dulu Pak..tunggu saya mau mendengarkan orang adu mulut dulu yo pak"ucap Lek Harni bergegas lari diam-diam mendengarkan pertengkaran mereka.
"Sampai ada apa-apa dengan suamiku ,kalian tanggung akibatnya ya,camkan itu "ucap istri Lek Heri pergi meninggalkan mereka berdua.
"Loooooooo seruu ini gaess seru banget(pooollll)bisa tranding topik ini ,informasi yang akurat,ucap Lek harni girang sambil bicara sendiri.
Ternyata pertengkaran itu diam-diam di rekam lewat ponsel oleh Lek harni .
Sifatnya yang suka mencampuri urusan orang lain tidak pernah hilang pada dirinya.Hingga suatu hari Lek harni menyebar luaskan pertengkaran mereka bertiga lewat chat whatspp miliknya.Di dalam chat itu ada groub yang bernama "(EMAK-EMAK REMPONG)",grub ibu-ibu yang biasa ikut bergabung arisan seperti biasanya.beruntunglah Jeng Ani yang belum mempunyai ponsel,jadi tidak tahu jika dirinya terdapat dalam video tersebut dan selalu jadi bahan omongan nomor satu di grub whatspp tersebut.
#Perbincangan di grub whatspp dimulai .
"Hey ibu...ibu cantik .....aku dapat berita hot lho ..ter hot di hari ini"tulis Lek harni di grub itu.
"Penasaran aku tuh,ayo to bu cepat lah apa ,kan Lek Harni cepat banget kalau masalah gosip terhangat"balas salah satu teman grubnya.
"Aku kan isolutip (mencari informasi di berbagai media)yo to bu ,kasih tahu gak ya "goda Lek harni yang membuat penasaran teman grubnya.
"Cepetttttttttttt......GPL(tidak pakai lama)imbuh teman grubnya.
"Ini lo hot kannnnn???(sambil mengupload video yang di rekamnya tadi),ternyata oh ternyata istri lek Heri itu sudah tahu lo ibu...ibu ,uhhhhhh memang lo bu menegangkan bu tadi itu"balas lek harni .
__ADS_1
"Yah betul inii betull sekali video nya akurat,kasihan ya istrinya sudah hamil di tinggal kabur pula"balas teman grubnya merasa iba.
Chat grub berlangsung dengan sangat rame sekali.Sangat di sayangkan groub itu selalu di buat heboh sedemikian rupa oleh berita-berita yang tidak bermanfaat yang seperti biasa biang kerok pertamanya Lek Harni.
Satu bulan lamanya Bu Parni tidak kunjung pulng kerumah.Hati sedih dan was-was yang di rasakan Jeng Ani selama di tinggal ibunya itu.Hari-hari meratapi nasib dan menangisi kepergian ibunya yang mungkin sudah melupakaannya.
Sementara itu Ibunya dan selingkuhannya ternyata di timpa masalah yang serius dan mengakibatkan batalnya pasangan terlarang itu menikah sirih.
Lek Heri yang sifat suka mengoda perempuan diam-diam punya perempuan idaman lain.Dan yang tidak bisa di sangka lagi ternyata perempuan simpanannya itu sudah hamil 1 bulan.
Selama di Jakarta Bu Parni hanya di simpan dikontrakannya tanpa di ajak keluar kencan ataupun jalan-jalan.Uang yang di berikan kepada Lek Heri malah di buat foya-foya dengan wanita lain.Hukum karma yang di terima Bu Parni sebanding dengan penderitaan yang di alami oleh suami dan anaknya.
Kenangan bersama kekasihnya itu tinggal kenangan pahit dan penyesalan .Bu Parni di usir dari kontrakan Lek Heri karena alasan sudah bosan dengan bu Parni.
#"Doorrrrrrr...grubyak..."terjadi pertengkaran mereka berdua.
"Yang kenapa kamu tega menduakan aku yang,aku sudah banyak berkorban demi kamu yang"ucap Bu Parni menampar pipi Lek Heri.
"Aku bosan denganmu kamu,kamu sudah tua ,sudah tidak cantik lagi seperti dulu ,aku memang mengagumimu tapi itu dulu,aku cuma mau harta suamimu saja sebenarnya "balas Lek Heri dengan bangga membusungkan dadanya.
"Kejam kamu ..kejam yang ,aku tidak punya siapa-siapa disini mau pulangpun aku tidak punya uang,kan aku sudah berikan ke kamu semua yang,kembalikan uang ku mana ???aku akan pulang kekampungku hari ini juga "ucap bu parni emosi namun mengharap belas kasihan Lek Heri.
"Niii 300....sudah..sudah pergi sekarang juga bawa semua baju ..bajumu itu"balas lek Heri dengan kejamnya mengobrak- abrik pakaian selingkuhannya tanpa rasa kasihan.
Malam harinya Bu Parni bergegas pergi meninggalkan kekasih gelapnya dengan menaiki Bus Malam jurusan Jakarta-Ponorogo.Perasaan gelisah bercampur cemas pun telah di rasakan oleh wanita malang itu.Keinginannya menikah dengan pujaan hatinya kandas begitu saja ,dan mau tidak mau harus kembali ke kampung halamannya .Bu Parni harus menyiapkan mental untuk bertemu keluarganya dan hinaaan oleh warga sekitar.Perjalanan bus dari Jakarta -Ponorogo di tempuh kurang lebih dalam satu malam.Hati Bu Parni semakin berdebar-debar tidak sanggup jika nantinya keluarganya mengusirnya lagi atas kepulangannya.
__ADS_1