CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA

CINTAKU JATUH DIPELUKAN PAK TENTARA
Pertengkaran


__ADS_3

Rumah tangga Pak Tejo berantakan ,harta yang di carinya dengan susah payah habis terkuras oleh pengkhianatan istrinya ,uang, tanah dan hewan piaraan pun ludes terkuras habis.Bahkan rumah yang sudah tidak layak pakai pun tidak di renovasi seperti yang dulu di harapkan oleh pak Tejo. Impiannya membangun rumah tangga bahagia bersama anak istrinya hampir kandas di tengah jalan ,kini pak Tejo hanya bisa meratapi nasib yang malang itu.


Di belakang dapur terjadilah pertengkaran hebat antara pasangan suami istri tersebut.


"Pergiiii buuu .....pergi!!!!!!bawa semua baju-bajumu,"ucap Pak tejo sambil melempar semua baju-baju bu Parni ke depan pintu .


"Pak....maafkan ibu pak, ibu khilaf pak",ucap Ibu Parni berusaha meyakinkan pak Tejo sambil menangis .


"Bapak tidak sudi melihat ibu lagi,hati bapak sakit balas pak Tejo memegang dadanya menahan amarah yang sudah lama di pendam itu.


"Pakkkkkkkkk.......aku tidak mau berpisah dengan bapak dan Ani ,Ibu masih sayang kalian "ucap Bu parni memohon belas kasihan Pak tejo.


"Pergilah dengan selingkuhan mu Heri sana pergiiiiiiii,imbuh Pak Tejo membentak Istrinya.


Ibu Parni pun bergegas pergi meninggalkan rumahnya walau hatinya berat meninggalkan suami dan anak yang pernah di kecewakannya.


Setibanya pulang dari sekolah Jeng Ani membuka kerudung saji makanan yang ada di meja makan dapur miliknya.Tidak ada satupun makanan yang di sajikan oleh ibunya seperti hari-hari kemarin ,kayu bakar yang biasanya sudah tersedia di pinggir tungku tua tersebut namun tidak ada satu batang pun tersedia.


"Lho kok kosong ,tidak ada makanan sama sekali ibu kemana pak ??" tanya Ani kepada pak Tejo.


"Minggat(pergi dari rumah)Ibumu bapak usir ,bapak tidak sanggup lihat muka ibumu dirumah ini nak"balas pak tejo .


"Ya Allah pakkkkkkkk, Ya Allah tega sekali usir ibu,jadi ibu pergi dari rumah dari tadi Pak"tanya Jeng Ani sambil menangis sesenggukan.

__ADS_1


"Nak ,tidak usah sedih nak ada bapak yang mengurusmu nanti lepaskan ibumu yang sudah gila dengan pria lain itu "ucap pak tejo dengan mengusap kepala Jeng Ani.


"Tapiii....tapiiiiiiii .....bukan begitu pak caranya pak ,kan bisa di bicarakan dengan baik-baik bisa dengan kepala dingin pak ,aku tidak mau sampai warga tahu kalau bapak mengusir ibu dari rumah apa kata warga nanti pak??"ucap Jeng Ani .


"Biar ...biar ....sudah terlanjur nak ,kamu dan ibumu sama-sama tidak punya hati selalu memojokan bapak ,apa kamu tidak kasihan sama bapak haaaaaaaaahhhhh ???jawab aniiiii?????hati bapak sakit ani ..balas pak tejo sambil memukul meja makan.


Ani bergegas lari kekamar tidur


meninggalkan bapaknya yang tidak bisa menahan emosinya tersebut.


Di dalam ruang kamar tidur Ani membuka album foto kenangan bersama ayah dan ibunya ,di bukalah satu persatu foto pernikahan kedua orang tuanya yang sudah lusut itu.Meneteslah air mata Jeng Ani membasahi album foto ayah ibu yang di cintai nya.


"Pak-bu aku tidak menyangka mengapa kalian harus berpisah seperti ini ,aku masih butuh kalian aku sayang kalian mengapa kalian mementingkan ego sendiri-sendiri tanpa memikirkan aku",ucap Jeng Ani sambil meraba foto album kenangan itu.


Sejak di tinggalkan oleh Ibu yang di cintainya, Jeng Ani begitu terpukul.Jeng Ani berusaha mencari ibunya kerumah saudara-saudara dekatnya namun nihil tidak ada orang yang mengetahui keberadaan ibunya itu.


Hingga suatu hari Jeng Ani dapat kabar dari tetangga kampung sebelah jika Ibunya melarikan diri bersama Lek Heri ke kota Jakarta.


Kabar yang sangat memalukan itu sudah menyebar luas di desa Saren bahkan sudah sampai ke kampung sebelah .Hubungan terlarang yang di lakukan oleh ibu Jeng Ani ternyata membuat tekanan bantin bagi putri semata wayangnya tersebut.


Di rumah Ibu Markonah seperti biasanya di adakan arisan 1 bulan sekali oleh ibu-ibu desa saren .Perkumpulan emak-emak arisan dimulai dengan penggocokan undian oleh ibu Markonah ,ternyata nama yang jatuh di dalam arisan tersebut namanya ibu Parni.


"Siapa itu ...siapa ituuu siapa yang dapat arisannya" bu tanya Lek Harni penasaran.

__ADS_1


"Bu parni ya ibu-ibu ",balas bu Markonah.


"Huuuuuuuuuuuuuuuu.....wanita penggoda laki-laki orang itu to bu ,kasih masukkkkkkkk!!!..kasih masuk lagi bu,bu parni kan sudah bawa uang banyak dari suaminya saya dengar"ia to Jeng ??ucap Lek harni menggejek dan menoleh Jeng Ani yang terus menundukkan kepalanya.


"Heee Harni ,jaga perasaan orang tooooo kasihan itu lo Ani pasti terpukul sekali atas musibah yang menimpanya ,malah kamu kasih panas-panas terus to har"imbuh salah satu ibu-ibu membela Jeng Ani.


"An ini di ambil tidak uang ibumu apa di masukkan lagi An???"tanya Ibu markonah.


"Di ambil saja bu soalnya beras dan kebutuhan rumah lainnya juga sudah habis bu",ucap Jeng Ani memelas.


"Heeee An ,kamu tu bodoh kok jadi anak ,kenapa dulu-dulu tu cuma berdiaaaaaaaaaamm aja kalau sudah tahu ibumu itu melakukan hal yang tidak betul mbok ya di nasehati, kalau begini kamu to yang malu sendiri dan warga juga malu to atas ulah ibumu ??tercemar banget lo kampung ini ya gak?"tanya Lek harni kepada Ibu-ibu yang ada di perkumpulan arisan tersebut.


"Lek Harniiiiiiii yang cantik sendiri di kampung ini ,mulutmu bisa dijaga tidak lek, kamu ngurus keluargamu sendiri aja tidak bisa kenapa kamu terus mengoreksi keluarga orang lek heeee saya tanya kepadamu,punya otak itu buat mikir lo lek bukan buat mikirin orang terus saya tarik rambutmu nanti ".balas ibu Markonah dengan geramnya.


"Oh begitu ya bu jadi sampean ini lebih membela Ani ya,dari kemarin-kemarin saya perhatikan bu Konah itu lebih berpihak pada dia itu,apa karena masih ada hubungan keluarga, jadi bu Konah terus menutup -nutupi aib ibunya itu ,faham aku bu "ucap Lek harni marah -marah sambil berdiri menghampiri bu Markonah.


"Kamu mau ajak bertengkar disini Har ayoo....ayoo..Haaaaar kamu belum pernah to mulutmu itu tampari orang???jadi aku aja yang pertama tampar mulutmu sekarang,balas Bu markonah emosi dan menampar mulut Lek harni.


"Buuuu...........sakit bu ,teriak Lek Har kesakitan .


"Makanya kalau bicara di fikir-fikir dulu bu,kamu itu sudah terbiasa lho tukang gosip tau tidak???yang tidak benarpun kamu sebarkan ke orang-orang, kamu selalu meracuni warga disini betulkan????imbuh bu Markonah semakin kesal .


"Sudah..sudah ,ibu...ibu... mari di lanjutkan lagi arisan nya urusan keluarga jangan di bawa di sini ya ibu-ibu, ucap salah satu ibu-ibu yang berusaha meleraikan pertengkaran tersebut.

__ADS_1


__ADS_2