
Di kala itu sunyi sepi terasa mencekap di rumah Pak Tejo .Jeng Ani dan Bu Parni hanya bisa duduk terdiam tanpa ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka berdua.Bu Parni yang belum bisa merelakan kepergian suaminya yang ke negeri seberang tersebut tingkah lakunya seperti orang yang kebinggungan tidak ada nafsu makan dan tidak ada gairah untuk bekerja seperti biasanya ,bahkan Ibu Parni kembali seperti anak kecil dengan memainkan dan menarik -narik karet gelang sambil melamun.Begitupun Ani,Ani sangat terpukul sekali sejak kepergian bapaknya,Ani masih butuh sandaran sesosok bapak dimasa kecilnya .
Hari demi haripun berjalan suasana rumah masih terasa sepi tanpa Pak Tejo yang biasanya berkumpul di depan tungku kuno di dapur mereka,biasanya keluarga kecil ini saling bercerita dan dan Pak Tejo sering menasehati anak dan istrinya itu dengan candaan yang penuh cinta.
Beberapa bulan kemudian Pak Tejo telpon ke ponsel Lek Harni tetangga sebelah rumah .
"Yuuuuuuu.....yuuu...yuuuuuu"bojomu telpon nyang hp ku "(mbak ...mbak...mbak suamimu telpon ke ponselku)ucap lek Harni sambil mengulurkan ponselnya ke Bu Parni."Alhamdulillah ",perbincangan pasangan suami istri itu berlanjut lewat ponsel dan pada akhirnya ponsel nya terputus -putus karena jaringan yang ada di desa Saren waktu itu harus naik ke dataran agak tinggi agar mendapatkan sinyal sedangkan di tempat kerja pak Tejo juga begitu harus naik bukit dulu untuk mendapatkan sinyal.
"ono opo to yu kok sajak e penting Lek Tejo telpon e"?(ada apa to mbak kok kayaknya penting banget Lek Tejo telponnya?"ini lo har, bapaknya ani mau kirim uang sedikit untuk orang rumah."Oh ,jadi begitu ceritane"ucap Lek harni sambil mengerutkan keningnya.
Lek harni si tukang nyinyir dan tukang gosip kepada keluarganya Pak Tejo atas kemiskinannya itu selepas pulang dari rumah Bu Parni bertemu dengan Ibu -ibu arisan Di rumah Bu Markonah.
"Yuuuu...yuuu..yuu podo reneo tak omongi"(mbak...mbak....mari semua kesini ngumpul tak kasih tahu)"itu lo Mbak Parni dapat kiriman dari suaminya ,baru beberapa kok yo sudah kirim uang banyak yo yu ,apa masuk akal itu coba fikirkan uang dari mana Pak tejo itu"ucap Lek harni kepada Ibu -Ibu yang ada diarisan tersebut.
Mbak yuuuuu....mbak yuuu kamu itu kok ngomongin urusan orang terus to nanti malah jadi gosip yang tidak betul ,kasihan Lo Bu parni sudah hidup susah di tambah kamu gosipin terus itu gimana mbak yu"imbuh Bu Markonah.
"Heeeeeee yuuuuu jadi orang tu mbok yo yang solutip(mencari sumber diberbagai media, begitu kenapa ya"ucap Lek harni sambil sinis melihat Bu markonah.
Sudah....sudah bubar lah gak usah ribut nanti Bu Parni dengar kita semua yang malu hati,imbuh Bu Markonah .
__ADS_1
""""Bubarrrrrrrrrrrrrr"ayoo" ibu2 serentak kembali kerumahnya masing2.
2 tahun kemudian kehidupan keluarga Pak Tejo sedikit berkecukupan sawah ,tanah pekarangan ,hewan piaraan di belinya atas hasil kerja keras pak Tejo menjadi TKI.Ani yang sudah tumbuh menjadi gadis semakin remaja itu telah lulus pendidikannya di bangku SD dengan Prestasi yang membanggakan .Ani melanjutkan pendidikan di SMP Pakis Baru dan seperti biasanya masih jalan kaki untuk menempuh perjalanannya menuju sekolah tersebut dengan jalan kaki yang harus ditempuh selama kurang lebih dua jam lamanya. Perjalanan panjang bukit terjal bahkan ketika hujan, baju dan Rok nya basah oleh air dan lumpur di karenakan hanya berbekal mantel plastik untuk pergi ke ladang.Meskipun begitu Ani telah lalui agar tergapai cita-citanya kelak.
Di hari minggu tidak ada jam sekolah Ani memantu ibunya berjualan tempe keliling dan membantu cari rumput untuk pakan ternaknya yang masih baru dibelinya dengan membawa keranjang rumput,Digendongnya keranjang tersebut menuju ladang milik pemerintah kab Pacitan itu Ani sehari-hari mencari rumput disana.Di tengah -tengah perjalanan bertemu lah dengan lek harni si tukang gosip .
Nii...Aniiiiiii cantik-cantik kok cari rumput ,bukan nya hidupmu sudah berkecukupan ya ??Bapakmu kan kirim uang terus tiap bulan ,ucap Lek Harni.
"Anuuuu....Lek ,Ibu bapak ku memang mendidik ku dari kecil bengini biar aku mandiri nantinya "imbuh ,Jeng Ani sambil terus mengendong keranjang rumputnya tanpa menghiraukan cemoohan Lek Harni.
"Halaaaaahhhhhh dasar wong "melarat" (miskin)punya sedikit aja sok bijak sok blagu,kata Lek harni sambil pergi membalikkaan badannya.
Di sore kala itu di desa Saren ada acara tahlilan 40 hari selepas meninggalnya suami dari bu Markonah .Tahlilan itu digelar di kediaman beliau ,Ibu markonah sesosok Panutan Ibu- ibu di desa itu karena beliau adalah pensiunan kepala sekolah SD yang dulu Ani pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.Sore itu,suasana dirumah Ibu Markonah yang sangat ramai ,ada bapak -bapak yang baca yasinan dan Ibu sebagian menyediakan berkat untuk hidangan para tamu.Ani dan Ibu nya membantu menyiapkan makanan didapur kebetulan ada Lek Harni yang ikut membantu juga.
"Cieeeee yuuu bojomu wes kirim duwit meneh"(Cieee ,mbak suamimu sudah kirim uang lagi ",ucap lek harni bertanya ke Bu parni dengan ucapan yang sinis.
"Sudah har ...sudah sedikit saja ."kata bu parni .
Halahhhh ,aku tu dengar lo Yuu klo Pak Tejo itu kirim uang banyak ngaku aja,Ia to Ani"Lek harni sambil mencolek baju Bu Parni dan bertanya pada Ani.
__ADS_1
Bu parni hanya tersenyum sedikit begitupun Ani tidak menggubris pertanyaan dari Lek harni.
Acara tahlilan telah usai waktunya kembali kerumah masing- masing,malam semakin larut Bu parni dan Ani bergegas pulang dengan membawa berkat yang telah di berikan oleh Bu Markonah.
Lek Harni tidak berhenti di situ saja diperjalananya pulang kerumah Lek harni bertemu dengan Bapak-bapak yang jaga ronda di pos kampling di persimpangan jalan.
"Kang .....Kang....Kang"(mas...mas,,,mas) aku mau tanya ,dengar kabar nya pak Tejo tidak kalau pak tejo sering kirim uang ke anak istrinya dengan nominal yang lumayan banyak""?Lek harni tanya ke bapak2-di pos roda tersebut.Dengan cetusnya bapak2 di ronda itu tidak menghiraukan pertanyaan ny Lek Harni ,malah main kartu dengan asyiknya.
"Ohhh ngono,"(oh begitu bapak-bapak ini kalau di ajak gosip memang paling tidak solutip deh"lek harni sambil tersipu malu dan berjalan bergegas pulang.
"Huuuuuuu Gosip terus gosip" terus kata bapak2 dironda malam itu.
sekian dulu yaa episode kedua nantikan episode2 selanjutnya yang akan semakin memanas😆.
peran tokoh pada episode 2 ini yang menonjol adalah
Lek harni \=tetangga sebelah rumah yang tukang gosip
Bu Markonah\= bijaksana
__ADS_1