
Pagi itu matahari terbit di ufuk timur.Ayam jago berkokok -kokok begitu nyaring suaranya.Jeng Ani bergegas menarik selimut dan beranjak pergi meninggalkan tempat tidurnya.
Sedangkan Pak Tejo seperti biasa dengan kebiasaan lamanya minum segelas kopi hitam dan gula jawa kesukaaannya.
"Nduk..nduk...wayahe sekolah lho nduk(nak...nak waktunya sekolah lho nak)"teriak pak tejo dari depan tungku.
"Iya pak,ni sudah bangun kok"balas Jeng Ani.
"Nak bapak nanti mau pergi ke rumah tetangga kampung sebelah ya ,ada gotong royong bongkar rumah kata pak Rt Joko "imbuh Pak Tejo.
"Oh ya sudah tidak apa-apa pak ,Ani nanti ada ujian kelulusan sekolah lo pak doakan Ani ya"balas Jeng Ani buru -buru menyiapkan perlengkapan untuk sekolahnya .
"Ia ...pasti nak bapak doakan ,jangan lupa sebelum mengerjakan ujian berdoa dulu lo ya"ucap Pak Tejo mengurai rambut Jeng Ani.
"Hemmmm pak," balas Ani menganggukan kepalanya.
Pagi itu rumah sepi ,Jeng Ani dan Pak tejo sudah pergi ketempat tujuannya masing-masing.
Sementara itu Ibu Parni sudah dalam perjalanan menuju kampungnya .Dia masih kebingungan mau singgah dimana dan mau pulang kerumah siapa.
"Duh Gusti,nasib-nasib kok begini ya jadinya hidupku kenapa dulu aku tergoda oleh godaan setan to Gusti"batin Bu Parni.
Beberapa jam kemudian bus itu berhenti di terminal Ponorogo dan dia langsung meneruskan perjalanan menuju kampungnya dengan menaiki angkutan umum .
Perasaannya semakin tidak karuhan begitu mobil angkutan itu berhenti dia masih seperti orang kebingungan.
"Mbak silahkan turun sudah sampai lo ,rumah mbak sekitar sini kan??ucap sopir angkot mempersilahkan turun.
"Oh iya...ya Mas maaf ya aku kok melamun sih ,ini ya ongkosnya"ucap bu parni dengan gugupnya.
Ibu parni melangkahkan kaki dengan begitu berat .Dia berkali-kali menahan sesak di dada dan berdebar-debar begitu kencang detak jantung yang di rasakannya.
"Aku pulang kemana ini Ya Allah,tidak mungkin kalau aku pulang kerumah orang tua ku ,mungkin nanti mereka akan mengusirku"batin bu Parni.
Di sepanjang perjalanan bu Parni selalu menundukkan kepala dan tidak berani untuk menatap orang-orang yang bertemu dengannya.
"Oh yaa aku pulang kerumah saja dari pada aku bingung begini mungkin anakku sudah di rumah kalau jam begini"fikir Bu Parni.
Tidak disangka-sangka di perjalanan pulang kerumahnya,Bu Parni bertemu dengan segrombolan ibu-ibu yang sedang makan rujak dirumah Lek Harni.
"Suutttttttttt....suuutttttt...mbak lihat siapa itu yang pulang bawa tas itu yo, kayak nya tidak asing dengan muka orang itu deh mbak"ucap Lek Harni penasaran.
__ADS_1
"Oh itu kan Ibunya Ani lo mbak Iaaaaa betulkan tidak salah lagi coba panggil"balas teman Lek Harni meyakinkan.
"Bu ....Bu Parni singgah dirumah mari gabung rujakan dulu bu"ajak Lek Harni.
#Ibu Parni menoleh mereka.
"Terima kasih bu mau lanjut pulang saja ini"balas Bu Parni lanjut berjalan dan menundukkan kepalanya.
#Pergosipan itu di mulai.
"Walah betul tooo ibu...ibu.. tidak akan lama lho kabur dari rumahnya ,hemmm uangnya pasti sudah habis di kasih sama selingkuhannya itu lho"ucap Lek Harni mencibirkan bibirnya.
"Lhaaa betul banget ya bu ,kayaknya mukanya kok sedih banget gitu ya ,gak ada auranya sama sekali lho,,tidak kayak dulu pas lagi jatuh cinta sama Lek Heri"balas temannya tertawa terbahak-bahak.
"Haaa....haaaa...haaa,ada-ada saja bu kamu itu,wah nanti pasti endul banget ini ceritanya ya bu ,apalagi Pak Tejo sudah pulang pasti kedengaran dari sini mereka kalau bertengkar,Yessssss"girang Lek Harni.
"Lek Harni..Lek harni,tobat lek zaman sudah tua lo ini"ejek temannya.
Di siang bolong bu Parni pelan-pelan melangkahkan kaki ke dalam pintu rumahnya,di ketuk lah pintu dapur itu.
"Tokkk...tokk..tok"
"An....ani..Jengg..Jeng....,bapaknya Aniiiiiii"panggil bu Parni memanggil suami dan anaknya.
Di bukalah pintu itu ,kebetulan Jeng Ani lupa mengunci pintu dapur rumahnya.
"Krekkkk...dibukalah pintu dapur tersebut".
"Ya Allah rumah kok berantakan begini ya ",orang-orang rumah ini kerjaannya ngapain aja ya"batin Bu Parni membereskan piring yang berceceran dimeja.
Beberapa jam kemudian ,Jeng Ani kembali pulang dari sekolahnya.
"Assalamualaikum pak"ucap Jeng Ani mengetuk pintu dapurnya.
"Wallaikumsalam "balas Ibunya.
"Ani anakku"tangis Ibu Parni sesenggukan.
Dirangkullah putri kesayangannya itu dengan erat.
"Ibu ..kapan ibu pulang,bapak mana bu??"tanya Jeng Ani terheran -heran.
__ADS_1
"Bapak kamu Ibu tidak tahu,Ibu sampai dirumah bapak kamu sudah tidak ada dirumah nak"balas Bu Parni.
Jeng Ani masih tidak yakin atas kembalinya Ibu kandung yang di carinya selama berbulan-bulan yang lalu.
Pertemuan kembali antara Ibu dan anak itu berlangsung begitu mengharukan.
Beberapa jam kemudian Pak Tejo kembali pulang kerumahnya.Pak Tejo terkejut atas kembalinya istri yang pernah di usirnya.
"Kamu pulang???kenapa kamu pulang sudah habis uangmu"tanya Pak Tejo geram.
"Pak maafkan ibu pak,ijinkan ibu untuk memperbaiki kesalahan ibu pak ,Ibu khilaf pak "balas Bu parni sambil bersujud di kaki Pak Tejo.
"Tobat...tobat,kamu memang sudah watak bu bagaimana kamu mau bertobat????"imbuh Pak Tejo semakin emosi.
"Sudah-sudah bu-pak ....jangan berkelahi lagi pelan-pelan saja nanti tetangga dengar kalian malu sendiri"ucap Jeng Ani berusaha melerai pertengkaran kedua orang tuanya.
"Ya sudah Ibu boleh tinggal lagi dirumah ini tapi Ibu janji sama Bapak sama Ani ,Ibu tidak akan mengulangi kesalahan yang buat malu keluarga seperti ini faham"bentak Pak Tejo.
"Iya Pak ,Ibu janji"balas Bu parni memeluk suaminya.
Sementara pertengkaran yang terjadi pada waktu itu telah di dengarkan langsung oleh tetangganya.
"Tu kan gaess endul banget lo Pak,dengar tidak Pak???mereka bertengkar lagi lo pak."ucap lek Harni heboh kepada suaminya.
"Buuu ...sudah to bu tobat kenapa to?"balas suami Lek Harni kesal.
"Halah fakta kok pak rill ini solutip banget pokoknya"imbuh Lek Harni .
Lek Harni bergegas pergi meninggalkan suaminya itu dengan cepatnya menginformasikan pertengkaran itu kepada teman-teman arisannya lewat grub emak-emak rempong miliknya.
"Hai gaess info terhangat ini terupdate deh"tulis lek Harni di percakapan whatspp tersebut.
"Kok sepi ya group ini,pada tidur apa ya"batin Lek Harni.
#Tunngggling.....
"Nah itu kan betul nonggol juga Ibu-Ibu cantik ini"ucap Lek Harni Girang.
"Penasaran banget kiyuttttt"balas teman whatsppnya.
"Io deh,eh Bu Parni Pulang kerumahnya Lo gaesss,dan mereka tadi ada sementara berantem hebat di rumahnya "balas Lek Harni.
__ADS_1
Percakapan itu berlanjut semakin memanas dan membuat penasaran grub whatsppnya.