
Setelah beberapa hari kemudian Jeng Ani sudah menyelesaikan segala macam urusan administrasi dan berbagai macam test,dan akhirnya yang menegangkan buat dia adalah Ospek.
Ya Ospek merupakan kegiatan awal peserta yang menempuh jenjang perguruan tinggi,Ospek dan seluruh rangkaian acaranya merupakan pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru.Jeng Ani telah menyiapkan perlengkapan tugas ospek di bantu dengan Bibinya ,dia harus membuat pom-pom dari tali rafia ,papan nama di dada dari kardus dan topi ulang tahun dari kertas warna-warni,bahkan baju dari plastik bekas.
Bibinya salut dengan semangatnya Jeng Ani,dengan setulus hati dia terus membantu dan mencarikan perlengkapan keponakannya itu sampai menemukan barang-barang yang akan diperlukan .Bibinya menganggap Jeng Ani sebagai saudara kandungnya apalagi keponakannya itu sangat ramah kepada siapapun membuat dia semakin sayang kepadanya.
Sampai larut malam pun Jeng Ani masih sibuk dengan persiapan tugas untuk keesokan harinya,dia harus menyiapkan mental ,dresscode atau seragam Ospek ,alat-alat tulis dan memperhatikan jadwal Ospek untuk keesokan harinya.
Malam itu mengharuskan Jeng Ani untuk tidur agak tempo dari biasanya karena besok pagi-pagi sekali harus menyiapkan bekal untuk dirinya ke kampus.
Di ruang tengah saat mereka sedang santai di depan Televisi terjadi percakapan antara Paman dan Bibinya itu.
"Bun Ani sudah istirahat apa kok tumben dia tidak makan malam dulu"tanya Pamannya kepada istrinya sambil menyeruput teh dan kue donat hangat kesukaan anak-anaknya.
"Kayaknya sudah lho Papi lampu dikamar sudah mati gitu kok mau bangunkan tidak enak lah Bunda,kasihan sekali anak itu Papi besok mari belikan handphone buat dia biar bisa komunikasi dengan teman-temannya dan juga orang tuanya ,kayaknya mau pinjam ponsel aku dia itu malu lho Paps"lirih Istrinya merasa iba dengan ponakannya itu.
"Ya sudah Bun besok belikan aja yang agak bagus ya ,Papi kan besok kerja keluar kota ada proyek yang harus diselesaikan jadi tidak bisa temani Bunda"imbuh suaminya sambil merangkul pundak istri yang dicintainya.
__ADS_1
Sepertinya Paman dan Bibinya sangat simpati sekali dengan sikap Jeng Ani yang begitu lugu dan rajin melakukan pekerjaan apapun dirumah itu membuat mereka berniat ingin membelikan barang yang sudah lama diinginannya dan belum juga terpenuhi sampai saat itu.
Keesokan harinya seperti biasa Jeng Ani harus bangun pagi-pagi sekali untuk melakukan solat subuh dan mengerjakan pekerjaan lainnya,tidak lupa dia harus memasak sarapan pagi untuk keluarga Pamannya tersebut.
Beberapa jam kemudian pekerjaan rumah dia sudah selesaikan dengan tepat waktu,dia harus pergi agak pagi agar tidak telat sampai kampus .Tidak lupa dia membawa bekal sarapan pagi dan botol minum yang sudah disiapkan sejak pagi saat itu.
Sesampainya di kampus belum ada satu orangpun yang datang ke kampus itu,pintu gerbangnya pun masih terkunci rapat.
"Yah aku ini terlalu rajin apa ya pagi ini ,tiba di kampus belum ada orang satu pun ini bagaimanakah An...Ani ,kebiasaan banget dari dulu begini deh"Lirih Jeng Ani merasa kikuk karena di lihat oleh orang-orang yang telah lewat di depannya karena mungkin merasa lucu melihat rambutnya di kepang begitu banyak dan tambahan aksesoris lain yang membuat mereka menertawakan dirinya.
"Ihhh mbak cantik-cantik kok jadi culun gitu ya rambutnya itu lho kayak burung merak,lipstiknya menor banget neng apalagi kaos kakinya itu apa memang ketukar ya kok warna-warni"ketus mereka tertawa terbahak-bahak lewat di sampingnya.
Sambil menunggu teman-temannya yang lain datang, dia duduk didepan kampus tersebut tidak lupa untuk memanfaatkan waktunya untuk membaca novel kesukaanya yang berjudul "Laskar Pelangi"karya Andrea Hirata.
Setelah beberapa menit dia meneruskan untuk membaca novelnya ,tiba-tiba temannya lain telah berdatangan.
Dan Silvi menghampiri Jeng Ani yang telah fokus membaca novelnya tersebut tiba-tiba terkejut dengan tangan yang telah merangkulnya.
__ADS_1
"Hai say serius sekali kayaknya,lagi membaca novel ya????rajin banget kamu berangkat lebih awal pagi ini"tanya Silvi merangkul teman barunya.
"Ya Allah Vi jantungku mau copot ini,saya kira siapa tadi yang merangkul pundakku,Ia Vi aku suka membaca novel kalau ada waktu luang ,oya tadi tu aku berangkatnya kepagian tahu Vi diketawain sama orang-orang yang lewat di depan aku lho hmmmmm"balas Jeng Ani .
"Ha..ha ..ha kamu sih An berangkat pagi-pagi sekali, oya kemarin itu sampai kita tidak bertukar nomor ponsel ya berapa nomor ponsel kamu tulis dong di sini nanti kan kita bisa saling chat ia kan??imbuh Silvi menyodorkan ponselnya meminta nomor handphonenya Jeng Ani.
"Emmmmmm maaf Vi aku belum punya Ponsel soalnya"lirih Jeng Ani sambil menyodorkan kembali Ponsel temannya itu.
"Oh ia maaf...maaf banget ya aku tidak tau An,terus kalau mau komunikasi dengan keluarga gimana An"tanya Silvi merasa Iba.
"Ya pinjam dulu Bibiku Vi,kemarin itu telpon Ibuku aja sampai belum habis yang di bicarakan sudah mati ponselnya yah terpaksa nunggu beberapa hari lagi baru aku berani pinjam kan aku orangnya malu hati Vi"balas Jeng Ani sambil mengusap air matanya yang hampir jatuh.
"Ehhhhh kok malah nangis maafin aku ya telah membuat kamu sedih ,tapi nanti kalau mau telpon orang tuamu boleh kok pinjam ponselku dulu suwerrr gratis say jangan malu-malu ya,hayoooo senyum dulu dong"keep smile"imbuh Silvi berusaha menggoda Jeng Ani meregangkan bibir dengan tangannya.
"Tapi Vi,aku sedih banget Bapakku sedang sakit aku khawatir dengan keadaan Beliau lho Vi"imbuh Jeng Ani terus mengusap air matanya.
"Ia aku sudah mengerti keadaan kamu saat ini Say, yang sabar ya nanti kalau sudah beres semua Ospeknya boleh dong aku maen kerumah Bibimu nanti kita saling curhat ya,eh ngomong-ngomong kakak senior kita sudah pada ngumpul didepan tuh ayo An segera merapat"lirih Silvi menarik tangan Jeng Ani.
__ADS_1
Mereka merapat mendekati kakak-kakak senior yang akan mengarahkan acara Ospek tersebut,kebetulan Jeng Ani dan Silvi satu regu jadi bisa bertukar fikiran dan tidak malu lagi bertanya tentang materi Ospek yang belum terlalu faham.
Hari yang sangat menegangkan itu telah tiba karena ternyata ketemu kakak senior yang yang galaknya melebihi Voldemort,jalan saja harus dengan jongkok,bawa parsel teka teki sulitnya minta ampun apalagi di suruh untuk menyanyikan lagu yang begitu norak dan minta tanda tangan senior dan juga di kerjain habis-habisan ya begitulah resiko mau menjadi mahasiswa baru harus strong menghadapinya .