
Kenyataan hidup tidak sesuai dengan keinginan Jeng Ani yang mengharapkan kebahagiaan dalam hidupnya.Setelah terbebani oleh gosip yang semakin menjadi-jadi akhirnya Jeng Ani memberanikan diri untuk bertanya kepada ibunya untuk memastikan kabar tersebut.
"Mak....Mak..aku arep takok oleh ora?"(Bu ...bu saya mau tanya boleh tidak ?),ucap Jeng Ani sambil menahan air mata agar tidak terjatuh .
"Opo to Niii"??(apa sih ani?balas Ibu parni sambil terus menyisir rambutnya di depan kacanya.
"Ada hubungan apa dengan Lek Heri Bu?,Ani dapat kabar dari tetangga katanya ibu kemarin bergadengan tangan di pasar apa betul???"
"Ah gosipp..... apa itu An,jangan berani sama ibu ya An ,kamu kualat(dosa) lo an",balas ibu Parni sambil banting sisirnya ke lantai dan Ibu parni bergegas pergi meninggalkan Ani.
Derai air mata jatuh membasahi pipi Jeng Ani ,sesak di dada rasanya ketika dibentak oleh ibunya yang dulu sangat menyayangi setulus hati namun sudah tidak ingat dengan anaknya lagi karena di butakan oleh cinta terlarang tersebut.
Di sepertiga malam Jeng Ani solat tahajud memohon kepada Allah agar di beri ketabahan dan ibunya segera bertobat atas perbuatan yang di lakukan selama ini.
"Ya Allah ,hamba mohon kepadamu berilah aku kekuatan menghadapi cobaan-cobaanmu ",ucap Jeng Ani sambil menangis sesenggukan.
Keesokan harinya ,Bu Parni sudah begitu rapi dan hendak bergegas pergi buru-buru meninggalkan rumah tanpa membuat sarapan ani untuk sekolah hari itu.
"An....Aniiii,Ibu mau pergi dlu, jangan lupa kunci pintu dapur an"ucap bu Parni sambil lari menghampiri ojek yang sudah dipesan sebelumnya.
"Ya bu",Sambil menggelengkan kepalanya Ani bergegas mengunci pintu dan lanjut berangkat sekolah.
Waktu menunjukan pukul 8 malam, suasana rumah yang sunyi senyap Jeng Ani cemas karena Ibunya belum juga pulang kerumah.
__ADS_1
Sampai keesokan haripun Ibu parni tidak terlihat pulang kerumahya. Demi menunggu ibunya pulang,Jeng Ani sampai tidak masuk sekolah hari itu.
Siang hari waktu menunjukan pukul 12 ."Kreeeeeeekkkkkkkk.....dibukalah pintu masuk kerumah dengan pelan-pelan oleh Bu parni ,Ani sengaja sembunyi di balik pintu agar tidak ketahuan ibunya bila Ani tidak sekolah dan menunggu ibunya.
Ternyata Ibu parni pulang dengan Lek heri, di buatkanlah kopi manis untuk kekasih gelapnya itu .
Ani di balik pintu masih menahan emosinya sambil menghela nafas panjang.
Di ruang tengah terjadi perbincangan antara Lek heri dan bu Parni .Ani memasang telinga dengan sangat serius.
"Yang...sayang ,suami mu sudah kirim uang belum yang?"ucap Lek heri bertanya kepada Bu parni.
Ya sudah to yang ,Bapaknya genduk (putri perempuan),kemarin kirim uang katanya mau buat membenahi rumah ini ,balas Ibu Parni.
"Ya sayang to ambil dah ambil saja apa sih yang tidak buatmu yang"balas Ibu Parni mencubit pipi Lek Heri.
Serasa dunia milik berdua ,kemesraan itu di lihat langsung oleh Jeng Ani yang masih bertahan di balik pintu tersebut.Jeng Ani tidak mau berburu-buru untuk mempergoki Ibunya berjalan pelan-pelan pergi lewat pintu belakang rumah .
Berkali -kali air mata jatuh membasahi pipinya ,Jeng Ani sekarang sudah tahu alasan mengapa ibunya berubah tidak lagi seperti dulu.
"Plakkkkkkkkkk,suara benturan kepala Jeng Ani itu terdengar di telinga bu harni.
"Aniiiiii....Lho kamu tidak sekolah ternyata ?" kenapa kamu menangis ,Ibu belikan Apel merah kesukaanmu ,ayo dimakan An ...ayoo..."ajak ibu parni sambil menarik tangan Jeng Ani.
__ADS_1
"Tidak usah bu ...tidak usah...aku pengen rasanya mati saja ,cukup bu... cukup ...sandiwara apa yang ibu akan tutup-tutupi,aku sudah mendengar semuanya"balas Jeng Ani dengan menahan dadanya yang sesak karena tidak bisa membendung air matanya.
"An,dengar ibu dulu ,Ibu tidak ada apa-apa dengan Lek heri ,Lek heri hanya meminjam uang untuk modal usahanya an "ucap bu parni meyakinkan Jeng Ani.
"Sudah bu cukuppppppp!!!!!!aku tidak mau mendengarkan apa-apa lagi dari ibu,aku sudah lelah bu ,dari kecil aku sudah berusaha untuk sabar apakah ibu tidak ingat pesan Bapak ??"Apakah ibu tidak kasihan bapak bu,jauh-jauh merantau di negeri orang demi kita berdua mencukupi kebutuhan rumah bu?????akan aku beri tahu bapak bu atas ulah ibu,ucap Jeng Ani bergegas pergi meninggalkan ibu nya yang masih terdiam tanpa mengeluarkan kata -kata satu pun yang keluar dari mulutnya.
Uang yang dikirim Pak tejo tiap bulannya habis tidak tersisa sepeserpun,pesan yang diberikan oleh pak tejo uang yang dikirimkannya tiap bulan untuk memenuhi kebutuhan dirumah justru di buat foya-foya bersama Lek Heri.
Karena beban fikiran yang begitu berat nilai pelajaran Jeng Ani mulai menurun drastis ,padahal dulu Jeng ani termasuk anak yang berprestasi .
Kabar buruk itu telah sampai di telinga Pak tejo,Pak Tejo begitu terpukul mendengar kabar jika istri yang dicintainya tega mengkhianati .
Tepatnya 2 bulan kemudian ,kontrak kerja Pak tejo sudah habis dan berencana untuk pulang ke kampung halamannya.Di sepanjang perjalanan Pak tejo tidak tahan dengan perasaan yang sangat menyakitkan hatinya itu ,dia sangat tidak sabar sampai di rumah nantinya.
Perjalanan di tempuh selama 8 jam dari Bandara sampai di rumahnya.Sampai dirumah suasana itu begitu tegang,Pak tejo sesampainya di depan pintu yang tidak bisa menahan amarahnya itu , koper miliknya sampai melayang dan jauh tergelincir ,semua baju-bajunya berhamburan di tanah.
"Pak apa- apaan ini ,sabar pak sampai rumah kok marah-marah tidak jelas,bukannya mengucapkan salam.,,,ucap Bu parni terlihat wajahnya pucat.
Jeng Ani yang hanya bisa duduk terdiam,tidak bisa berkata apa-apa lagi. Pak tejo memeluk Jeng Ani dengan eratnya sambil mengecup kening putri semata wayangnya ",nak..sabar ya nak masih ada bapak disini di sampingmu"ucap Pak tejo sambil menangis memeluk putri kesayangannya.
"Pak .Pak.."..,maafkan ibu pak Ibu khilaf pak....ucap bu parni sujud dikaki pak tejo.
"Sudah...sudah bu kita cerai saja ,bapak tidak tahan dengan semua ini ,,jadi pesan bapak kemarin sia-sia ya bu ,Bapak sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan ibu ,bapak tidak menyangka ibu tega seperti itu ke bapak,"balas pak Tejo sambil mengelus dadanya .
__ADS_1