
27 Mei 2021,
("Oh dewa dan Dewi, kami memohon wahyu mu, datangkahlah sang pengelana untuk menyelamatkan dunia kami")
Di suatu tempat, di ruang singga sana seorang raja di dunia ini. Lingkaran sihir terbentuk sesaat setelah sang penyihir itu mengucapkan kalimat mantra.
Dari balik cahaya lingkaran sihir tersebut, sosok manusia terbentuk.
5 orang manusia pengelana dari dunia lain pun di panggil ke dunia untuk menyelamatkan dunia dari bencana.
Kirisu Tokiwaki, laki-laki 18 tahun kelas 3 SMA Swasta di suatu tempat di Tokyo, adalah salah satu dari enam lainnya yang di panggil ke dunia ini.
Mereka berlima adalah penduduk dari dunia lain yang di panggil oleh penyihir untuk berperang melawan kaum iblis
Dia di bantu lainnya mereka adalah teman di sekolahnya.
Sarashiki Riria, gadis 17 tahun kelas 2.
Amakuri Suzu, 17 tahun.
Amane Rin, 17 tahun.
dan terakhir Shizuku Houki.
Dari penampilan mereka berlima tak lebih dari sekedar manusia biasa yang bahkan tak mampu mengeluarkan kemampuan magis apapun.
Tapi itulah kenyataan yang harus mereka lalui selama di dunia dimana hal fantasi dan sihir eksis
-0-
7 Juni, 2022, perairan Pasifik.
U.S Carrier Strike Group 8.
"Admiral di anjungan!"
Anjungan kapal induk dimana pusat kendali landasan pacu pesawat di kapal ini berada, semua personil yang ada di anjungan langsung berdiri sesaat setelah perwira tertinggi masuk ke ruang utama
"Lanjutkan, tuan-tuan"
Ucap Admiral yang kemudian di ikuti para anak buah kapal yang kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
"Admiral, cuaca hari ini sepertinya sangat cerah bukan?"
Perwira kelas satu yang membantu di bagian Navigasi, melapor ke Admiral sesaat setelah ia duduk di kursinya.
"Iya, anda benar"
Tatapan mata Admiral tertuju ke cakrawala dimana di kejauhan kapal Burke Class Destroyer DDG-489 tampak mendekat kearah anomali itu.
'Anomali'
Di tengah tenangnya samudra pasifik, sebuah anomali dimana semacam distorsi cahaya terbentuk. Anomali itu belum di ketahui apa penyebabnya, satu-satunya yang ia tahu, mereka di tugaskan untuk menjaga dan mengawasi zona nol itu.
-0-
Wilayah pesisir barat, Kalifornia. 8 Juni, 2022
(Pensiunan) Sersan Mayor Jonathan Crish
"....."
Terhitung sudah enam bulan aku keluar dari kesatuan Marinir, tapi kebiasaan dari kesatuan masih melekat erat di kehidupanku.
'Sungguh menyebalkan'
__ADS_1
Menghela di pagi hari yang cerah adalah hal yang ku lakukan.
("Kita mulai berita pagi ini, dengan berita kilas pemirsa!")
("Pasukan Rusia berhasil di pukul mundur oleh pasukan Ukraina di kawasan Kharkiv!")
("Kekalahan telak pasukan Rusia ini di konfirmasi dari visual satelit dan drone dimana seperti yang anda lihat saat ini, pasukan Ukraina menaikkan bendera di atas gedung dimana wilayah ini yang sebelumnya di kuasai oleh Rusia")
("Kita sesaat lagi akan terhubung oleh reporter kami di garis depan untuk informasi selengkapnya")
"......"
Berita tentang perang yang terjadi di Ukraina itu, berhasil menghancurkan selera makanku, padahal aku baru saja siap buat sarapan pagi.
"Sudahlah"
Pikirku sambil menikmati kopi dan roti panggang yang baru saja selesai di buat.
("Bzzt")
?
Melihat pesan di ponselku, aku sedikit menaikkan alisku karena apa yang tertulis di situ cukup membuatku sedikit terkesan.
("Sedang apa?")
Dua kata yang terbilang cukup cuek itu membuatku meringis
("Makan")
Aku ikut membalas pesan itu dengan cara yang sama.
("... oh, ya sudah")
Pesan pun berakhir disitu.
Terkadang aku berpikir mengganti nomor teleponku, tapi setelah mempertimbangkan banyak hal, aku mengurungkan niatku.
'Lagian dia pasti nomor baruku kalaupun aku benar-benar ganti nomor'
("Paket!")
Suara dari pintu berhasil mengalihkan pikiranku.
"Untuk Jonathan"
Ucap kurir itu sesaat setelah menyerahkan paket, atau haruskah ku katakan, surat?
"Terimakasih"
Saat aku masuk kedalam, amplop itu berisikan sesuatu yang sangat tidak ingin aku baca.
'Yang benar saja bro!?'
('Pemanggilan tugas kepada, Ret. Sgt Maj Jonathan Crish......')
Hari berlalu, aku yang tak bisa mengelak dari panggilan tugas itu, kembali ke tempat yang paling ku benci di dunia.
Parris Island, tempat pelatihan para Marinir dimana mereka akan menjalani 12 Minggu pelatihan terburuk untuk para kadet.
'Ini akan sangat menyebalkan.
Pikirku sambil masuk kedalam kamp.
....
22 Desember 2022
__ADS_1
"Kopral Jonathan Crish, 27 tahun. Anda akan di tempatkan di bawah kesatuan batalion kedua, tampaknya anda sangat tidak menyukai panggilan anda kali ini, ya?"
"Jangan menggodaku, Nona Letnan Satu Fujiwara"
"fufufu..... matamu menghitam, apa kau kurang tidur?"
"Sudah jelas, latihan marinir masih sama seperti yang ku tahu"
"Fufufu ... kamu sangat lucu, oh"
Wanita berusia 26 tahun itu, mulai mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya.
"Tebak, saya akan menjadi kepala pleton mu kali ini, sebaiknya kau bekerja dengan baik, Kopral Jonathan Crish"
"ugh ....."
Dan begitulah jadinya, aku di tempatkan di bawah kepemimpinan Letnan Satu Fujiwara Sayaka.
Penugasan selama 3 tahun yang ku terima itu sangat mencurigakan untukku, karena ini kali pertamanya aku baru mendengar tentang penempatan jangka panjang untuk marinir.
Lagian, kenapa harus aku yang di panggil ulang?
7 Januari 2023
Pertanyaan ku pun terjawab tentang kenapa aku di panggil ulang, kenapa kontrak penempatan area pun berjangka 3 tahun, dan kenapa lokasi penempatan tidak di sebutkan di dalam kontrak maupun di publikasikan.
Di samudra Pasifik, dua grup kapal induk yang terdiri dan Carrier Strike Group 8 dan Carrier Strike Group 9 tampak mulai bergerak kearah anomali itu.
Di Hovercraft dimana aku berada di dalam LAV-25 bersama dengan skuad yang di pimpin oleh letnan satu Fujiwara Sayaka, berada di garis terdepan bergerak kearah anomali tersebut
Tak perlu di katakan lagi kemana dan apa yang akan di lakukan pasukan siap tempur Marinir, yang ku tahu apapun itu, itu bukanlah hal yang baik untuknya
Di lautan dimana 14 Hovercraft yang membawa Tank Abrams dan IFV tampak bergerak bersamaan menuju ke tempat yang tak mereka tahu.
-0-
Benua Iblis.
Di sebuah kastil yang berdiri gagah di dataran wilayah dimana para kaum demi-human serta para iblis hidup, penguasa di antara para kaum itu tampak duduk dengan anggun di ruang singgasana.
Ratu Iblis Rosella.
Dia tampak masih muda berbeda dari penguasa iblis yang sebelum-sebelumnya.
"Nona"
"Apa ada yang kau inginkan, Sophia?"
Wanita dengan pakaian seperti seorang penyihir itu masuk ke singgasana dimana sang ratu tengah menikmati teh hangat yang baru saja di tuangkan oleh pembantu di sebelahnya
"Nona, apa anda yakin tidak menyerang si pahlawan itu?"
"...... hm.... Sophia, apa yang membuatmu berpikir kalau menyerang manusia adalah pilihan terbaik?"
"lalu apa anda akan membiarkan manusia akan menyerbu tempat anda!?"
"....."
Rosella tetap diam sambil meminum tehnya, ia seakan tak bergeming akan posibilitas dimana manusia akan datang ke kastilnya dan memotong kepalanya seperti penguasa iblis yang sebelumnya.
Hanya saja, kali ini, ia sebagai penguasa iblis, ia tidak menyerang manusia bahkan ia tidak melakukan apapun. Seharusnya manusia tidak menggangu mereka, atau itulah yang ia pikirkan.
'Apa begini jadinya?'
Ia menatap ke jendela dimana ia memandang langit cerah, ras iblis yang selalu menjadi musuh manusia akan tetap menjadi sasaran kebencian dan demi status fana, mereka dengan bangganya memerangi ras iblis.
'sungguh menyedihkan'
__ADS_1