Connected World

Connected World
Devil Dogs


__ADS_3

Jika ada motto di kesatuan Marinir yang paling melegenda, maka aku berani bilang


"Retreat? Hell no"


("Hammer 67, to Hammer 66, approaching target area")


'.....'


Mataku masih tertuju ke senjataku yang siap aku tembakkan kapanpun itu, saat ini hampir semua unit siap tempur Marinir dari pangkalan Delta telah di kirimkan ke area FOB yang di kepung habis oleh musuh.


Gabungan dari angkatan laut dan Marinir ini akan menjadi sebuah catatan baru untuk dunia ini.


Di angkasa beberapa pesawat dapat ku lihat mulai mendekati perbatasan dimana lokasi pertempuran tengah berlangsung.


"Operation Phantom Force"


Jonathan Crish, namaku sekilas terdengar seperti salah di eja, namun itulah namaku.


Setelah menjalani 6 tahun kontrak di kesatuan Marinir dengan jabatan terakhirku sebagai Sersan Mayor di kesatuan Batalion Kedua, Divisi Marinir Kedua, 32nd Mechanized Infantry Regiment, dengan posisi sebelumnya sebagai JTAC.


JTAC adalah Infanteri dimana di latih secara khusus dengan tujuan utama yaitu memandu dukungan udara maupun artileri darat.


Entah bagaimana aku malah di panggil lagi ke kesatuan yang artinya aku harus mengulang lagi pangkatku dari nol.


'Seriusan, kalau kontrak ku selesai nanti, aku tak mau lagi berurusan dengan kesatuan'


Mataku seperti ikan yang mati selama seminggu karena semua hal gila yang aku alami disini.


["Mendekati target area, Estimasi ketibaan, 25 menit"]


Kami yang berada di dalam helikopter UH-1 Venom bersiap untuk pendaratan di lokasi tempur, atau haruskah ku katakan


Lokasi pembantaian.


Lagian kenapa mereka pikir manusia dengan pedang dan panah bisa memberikan dampak apapun ke senjata berkaliber?


'Yang terpenting sekarang, aku harus mencari cara bagaimana agar Rosella tak membunuhku nanti'


Kegelapan malam masih menyelimuti dunia ini, kami yang diberi NVG's yang murahan sedikit membuatku meringis tentang soal anggaran Marinir yang dari dulu tak pernah ada peningkatan.


Jika tahun kemarin kami dapat anggaran sekitar $89 Miliyar, tahun ini kami dapat $80 miliyar.


Seriusan, kenapa Kongress sangat membenci Marinir? Apa sebegitu tak pentingnya kami sebagai organisasi militer?


("Hei Kopral")


Di sebrang tempat aku duduk di helikopter, tampak seorang Lance Corporal menatapku dengan tatapan sedikit aneh


"Ada apa?"


("Channel 3")


Saat aku merubah saluran radio ke Chanel 3, Lance Corporal itu kemudian mulai mengatakan sesuatu yang menarik.


("Apa kau pikir si Rosella itu akan membunuhmu, Kopral?")


("Heh.... Kenapa kau malah tanya aku?")


("Yah, bukan artinya aku tak sopan padamu, Kopral, tapi ada rumor yang bilang kalau Rosella itu semacam malaikat di kalangan kami para Lcpl")


("Ha!?")


Lance Corporal itu tertawa kecil sebelum melanjutkan apa yang ia katakan. ("Rumor juga beredar katanya kalau kau membuatnya jatuh hati, cewe itu akan memanjakan mu bro")


"Dan sekarang aku jadi tertarik darimana rumor itu beredar"


Aku yang mendengar kata-kata itu mulai menebak siapa yang menyebarkan rumor aneh itu.


("Heh.... Jujur Kopral, aku saat melihat Rosella yang mengancam mu begitu, ku pikir kau akan mati disitu")


Aku hanya mengangkat bahuku mendengarnya berbicara seperti itu, yah dia tak bohong soal itu.


"Apa kau tertarik dengan Rosella?"


("hmmmm.....") Lcpl itu berpikir sebentar sebelum tersenyum seakan sangat menantikan sesuatu


("Jujur ketika melihat langsung sosok sepertinya yang sangat cantik dengan fitur yang hanya ada di anime, aku sangat bersemangat melihat ras lain yang ada disana. Katanya kau pernah kesana ya, Kopral? Bisa beritahu aku bagaimana penampilan mereka?")


Beberapa marinir yang tampaknya sedikit mendengar pembicaraan kami di tengah bisingnya suara rotor helikopter, mulai mengalihkan saluran radio mereka ke Chanel 3.


"Hm... Ada Ras Elf, ras manusia setengah binatang, dan beberapa ras lainnya. Kalau kau bilang mereka cantik-cantik, jujur harus ku bilang... Bruh, mereka kelewat cantik untuk standar dunia kita"


("Hoooo!")


Marinir langsung kegirangan ketika mendengar ucapan Jonathan, pilot Helikopter bersama Gunner yang mengoperasikan minigun di pintu keluar helikopter UH-1 Venom, saat mendengar celotehan aneh dari Marinir hanya bisa mengumpat dalam pikiran mereka


'Weebs'


...****************...


Di tengah kekacauan yang terjadi di kerajaan, Marinir bersama ksatria kerajaan masih terus bertarung di jarak yang sangat dekat


"Peluruku habis!"


Teriaknya saat pelurunya menipis, ia terus menembaki musuh yang memaksa mendekat kearahnya.


Alfred yang tak punya pilihan lain selain menggunakan pistolnya, terpaksa harus bertarung di jarak sangat dekat dimana bahaya dari pedang dapat mengancam nyawanya.


"Bajingan kau!"


Ia mengelak dari tebasan pedang itu lalu menendang ksatria itu membuatnya terhempas cukup jauh.


"Fuahahahaha! Kalian semua sangat menyedihkan!"


Tiara yang tadi bertarung dengan ksatria kerajaan Rosella, mulai tertawa lebar ketika beberapa lawannya tampak tumbang tak berdaya.


"Tcih... Kenapa lawanku harus kau, ladies"


Mendengar Alfred berbicara dengan bahasa yang tak Tiara tahu, Tiara menatapnya dengan mata gelap.


"Kalian manusia, sungguh menyedihkan kalian mengkhianati kemanusiaan dan memilih beraliansi dengan iblis"


'Apa yang ia katakan!'


Dengan M911 ia bidik ke Tiara, Tiara yang melihat senjata aneh itu mulai berjalan dengan anggun seakan tak gentar dengan senjata itu.


"Jangan berani bergerak kau bajingan!"


Bentak Alfred, namun Tiara terus mendekat. Satu peluru ia lepaskan dari pistol namun ia tak menduga kalau Tiara mampu menangkis peluru yang sangat cepat itu.


"Naif sekali kau, Manusia"


'The fck!?'


'oh ****!'


Tiara yang melesat kearahnya dengan pedang siap menebas, Alfred dengan sigap mengelak sambil menembak di saat yang sama


Namun karena pergerakan Tiara yang sangat cepat itu membuat semua peluru yang ada di magasin pistolnya habis seketika.


Alfred mengumpat di kepalanya saat ia terpaksa mengambil pisau secepat mungkin ketika pedang yang Tiara pegang di arahkan tepat ke tubuhnya.


Alfred yang bertindak cepat berhasil menangkis pedang itu dengan pisau di saku celananya.


"Kau lumayan, manusia"


"Kau juga manusia, dasar keparat!"


Alfred menendangnya tanpa ampun membuat Tiara sedikit terkejut, tendangan itu berhasil membuat Tiara bergeser ke belakangan, untuk Alfred sendiri, ia menahan rasa sakit di lututnya karena kakinya menghantam baju zirah Tiara yang bukan main kerasnya.


"Hahaha! Apa kau sudah kelelahan?"


'****'


Sophia yang melihat dari kejauhan dimana Alfred mampu bertarung satu lawan satu dengan Tiara tak bisa berhenti terkesan, ia sendiri saja sudah kewalahan menghadapi ksatria dari kerajaan manusia ini, belum lagi harus berhadapan dengan orang seperti Tiara.


'Nona Rosella.... Tolong kami!'


Alfred mati-matian mengelak dan berusaha mencari celah untuk mengisi ulang peluru pistolnya, namun Tiara tampaknya sadar apa yang akan ia lakukan sehingga momentum untuknya nyaris nihil.


Seisi kota terbakar oleh api yang menyambar ke beberapa perumahan, beruntung semua warga berhasil dievakuasi.


"Fuuck!!!"


Tiara yang melepaskan energi yang spontan membuatnya terhempas bagaikan terkena dampak dari ledakan IED/Improvise Explosive Device


["Reaper 0-1, to any friendly in the area, requesting target coordinate for Close Air Support"]


Gema radio yang bercampur aduk dengan api yang membara di sekitar Alfred, matanya terasa memburam ketika melihat sosok yang mengenakan zirah besi yang berjalan kearahnya.


"Kau akan mati, apa punya permintaan terakhir?"


Ketika melihat wajah Tiara yang tanpa emosi menghunuskan pedangnya ke kepala Alfred, Alfred melihat Tiara seperti itu, ia menggertakkan giginya sambil menunjukkan ekspresi kemarahan sambil mengarahkan jari tengahnya ke Tiara.


"Go Fu*k Yourself, b*tch!"


Melihat Alfred yang masih menghinanya, kedutan dapat terlihat di wajah Tiara ketika Alfred mengutuknya dengan bahasa yang tak ia kenali.


"Beraninya kau"

__ADS_1


Alfred tak memejamkan mata saat pedang itu melayang ke kepalanya, ia justru semakin menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.


Serangan langsung di arahkan ke kepalanya, Alfred tak membutuhkan waktu untuk tahu apa yang akan terjadi padanya, Sophia yang tengah bertarung melihat sekilas ke Alfred yang terpojok dan akan di bunuh di depan matanya.


"Tunggu!!"


Jeritnya namun itu terlambat, Alfred terbunuh seketika oleh Tiara, pedang yang berlumuran darah dimana di depan Tiara tubuh yang barusan ia ambil nyawa tergelatak kaku.


"Grr... Beraninya kau!!"


Teriak Sophia dengan energi meluap-luap darinya, ia langsung melesat ke Sophia mengabaikan musuh yang tadi mengepungnya.


"Hehe.... Kemarilah kau"


Tawa Tiara ketika melihat Sophia yang tenggelam dalam kemarahan, Pertarungan keduanya pun berujung pedang yang bertemu menimbulkan suara dentingan yang menggema.


"Akan ku balas kau!!"


"Heh.... Aku suka ekspresimu itu, Iblis"


"Kau yang iblis!"


Sophia mengutuknya sambil menyerang Tiara dengan tanpa henti, pertarungan keduanya menimbulkan gema dentingan yang terus menggema.


"Matilah kau, bajingan!!"


Kutuk Sophia ke Tiara dengan kekuatan yang meledak-ledak dari dirinya, Tiara yang juga mengeluarkan kekuatan penuh dimana tubuhnya di selimuti energi perak menyebabkan kedua energi yang saling berlawanan pun bertemu.


Alfred yang terbunuh membuat banyak Marinir yang melihat itu tenggelam dalam kemarahan.


"CO down! Aku ulangi! CO down!"


JTAC melihat kondisi Alfred yang terbunuh dengan kondisi mengenaskan langsung menghubungi markas yang dimana seluruh marinir dapat mendengarkan perkataannya.


["Bagaimana status dia, over?"]


"Dia tewas! Aku ulangi, DIA TEWAS!"


["........ Affirm..."]


"****!!"


Serangan lain datang kearahnya, JTAC dengan cepat mengelak dari serangan energi itu, ia kemudian menembak balik ke musuh yang tadi menyerangnya.


"Disini Juliet 5-6, meminta dukungan udara sekarang juga!!"


Teriaknya melalui radio, di angkasa empat pesawat A-10A yang mendengarkan radio putus-putus itu mulai mengkonfirmasi dukungan udara


["Disini ...... Juliet....5-6....memin.....dukungan......tenggara"]


Suara putus-putus itu membuatnya sedikit kesulitan menentukan posisi kawan dan lawan, ditambah lagi kegelapan malam yang di mana di darat pencahayaan yang ada hanya dari rumah-rumah yang terbakar.


("Affirm, Pasukan kawan, di dalam area pemukiman, musuh tenggara, konfirmasi")


Empat A-10 mulai mempersiapkan serangan darat dengan 30mm sebagai serangan pertama.


["Dimengerti...... Multi....target berada......tenggara dan sel.....tan. . . meminta serangan sekarang juga!!"]


("Copy, engaging")


("Target di selatan dan tenggara, pasukan kawan ada di barat, menyerang dari barat daya, 30mm, datang")


["COPY! CLEAR HOT! GO HOT!"]


Di area pertarungan dimana JTAC mati-matian berusaha mempertahankan posisinya, musuh terus menyerangnya dengan beragam serangan sihir yang berusaha ia hindari.


Sophia yang merasa energi sihirnya semakin menipis mulai sedikit menjauh dari Tiara yang masih berdiri tegak menatapnya dengan pedang yang masih di lapisi energi berwarna perak yang lumayan menyilaukan mata.


"Mati kau!!!"


Tiara melesat kearahnya dengan pedang itu, saat Sophia berpikir kalau ia akan mati, justru penyelamatnya datang tanpa ia sadari


"Fufufu..... Beraninya kalian"


Rosella tampak mencegat pedang itu dengan satu tangan, saat itu juga ledakan energi yang meluap-luap dari Rosella membuat Tiara terhempas menghantam rumah-rumah yang tengah terbakar


Rosella ketika melihat kerajaannya yang di serang, meledak dalam kemarahan yang tak bisa ia bendung lagi.


Namun tatapan kemarahannya itu berubah ketika ia melihat sesuatu yang terbaring di tanah.


Rosella berjalan mendekat ke tiga tubuh yang tergeletak tak bernyawa itu.


Tiga marinir yang terbunuh di kerajaannya membuktikan kalau mereka benar-benar murni berniat melindungi kotanya.


"Kalian sangat berani, aku menghargai usaha kalian, terima kasih untuk pengorbanan kalian"


Ucapnya dengan nada lembut, ia kemudian menjulurkan lengannya dan mulai memulihkan luka yang ada di tubuh Marinir itu. Luka di tubuh yang kaku itu perlahan hilang seakan tak pernah ada, namun ia tak bisa mengembalikan nyawa yang telah hilang


Sophia yang terkejut melihat penampilan Rosella yang meluap-luap dalam energi merah kehitaman yang membentuk zirah tempur, membuat Sophia tak bisa berkata-kata selain diam.


"Sophia, aku berterimakasih untuk usahamu, biarkan dia ini ...."


Ia menatap tajam ke Tiara yang tertawa saat bangkit setelah terhempas dari serangan Rosella.


"...... aku yang mengurusnya"


Tajam Rosella ke Tiara yang masih kelihatan ingin bertarung melawannya, namun tak butuh lama keheningan keduanya langsung di interupsi oleh sesuatu yang datang dari angkasa.


Sebuah gema yang di ikuti ledakan menggema di langit yang membuat seluruh perhatian kota tertuju ke langit dimana empat benda besi terbang dengan suara gemuruh sangat keras.


"Apa itu?"


Tiara ikut menatap ke langit dimana empat benda besi terbang melewati mereka dengan bekas ledakan kecil tercipta di tanah tempat pasukannya tadi sedang bertempur.


"Jangan alihkan pandangan mu, rendahan"


Rosella langsung menyela lamunannya dengan serangan frontal.


JTAC ketika melihat ini, ia langsung berdiri dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.


"Kerja bagus! Kerja bagus! Reaper 0-1, Pasukan sekutu ada di area barat di bangunan, jangan tembak! Tembak bebas ke area selatan dan barat daya!!"


Empat A-10 mulai berpencar membentuk dua grup individual dimana satunya menyerang dari arah Selatan dan satunya menyerang dari Barat daya.


("Clear hot, engaging, 0-1. Firing")


("Clear hot, 0-4, firing")


Empat pesawat yang menembak 30 milimeter dari dua arah berbeda langsung meratakan tempat itu membuat banyak musuh jadi daging hewan cincang.


Dengan tubuh gontai, JTAC berusaha untuk tetap menyaksikan pesawat itu memandu mereka ke arah serangan.


"Aaaah!!!!!"


Salah satu musuh tampak melesat kearahnya dengan pedang, JTAC berusaha menembak namun karena pelurunya yang habis dimana ia lupa mengisi ulang chamber peluru, ia tak menembakkan apapun selain suara klik kosong


'Sialan!'


Pedang itu berhasil menembus tubuhnya, JTAC yang melihat sosok musuh itu dengan kesadaran yang masih tersisa di otaknya, ia mengambil pistol di sakunya.


"MATI KAU!!!!"


Peluru 9mm langsung menembus helm ksatria itu, tak butuh di jelaskan bagaimana nasib musuh itu yang terkena tembakan langsung di jarak sangat dekat.


Namun untuk JTAC yang semakin kehilangan kesadaran, dengan kekuatan yang tersisa, ia menatap ke langit.


"Ghuk......0-1....0-1... area terpecah, terus serang target....multi pasukan rekan di dalam..... danger zone ... out"


Di dalam kokpit, A-10 yang mendengar transmisi terakhir dari JTAC mulai menyerang lagi dari sudut berbeda dengan muatan JDAM mereka lepaskan ke rumah paling luar dari kerajaan dimana di yakini musuh berada disana semua.


4 munisi bom JDAM pun di lepaskan dari empat A-10, ledakan besar sontak tercipta.


("Disini 0-1, kepada 0-4, JTAC telah KIA(Killed in Action) mulai serangan agresif, berhati-hati mengenai pasukan teman yang ada di dalam, out")


["Disini 04, affirm, 0-3 bersama denganku akan menyerang dari area timur, kami akan menyapu bersih mereka. Out"]


Sementara itu, Rosella yang masih bertarung dengan Tiara, keduanya saling tatap dengan mata penuh kebencian di arahkan ke Tiara.


"Aku akan menghabisimu untuk apa yang kau lakukan pada tempatku!"


Rosella menyerangnya lagi dengan pedang api, namun pedang itu berhasil di tangkis oleh Tiara.


Saat kedua pedang bertemu, Tiara dan Rosella saling tukar tatapan.


"Heh.... Aku tak pernah menduga kalau Ratu iblis sepertimu punya rasa simpati pada rakyatmu, sungguh ironis"


"DIAM!"


Rosella menambah kekuatannya sambil memukul Tiara yang sempat lengah akibat lonjakan energi dari Rosella. Tiara yang terhempas cukup jauh, mulai menatap ke Rosella sambil berusaha berdiri.


"Menarik, aku sangat tertarik dengan caramu bagaimana bisa beraliansi dengan manusia yang harusnya menjadi musuhmu. Apa kau menggoda mereka ke dalam ilusi?"


"Jangan berani bicara kau! Dasar iblis!"


Bentak Rosella sambil melesat dengan pedang ia berusaha tebaskan ke Tiara yang masih belum bangkit, namun perisai tak kasat mata berhasil melindungi Tiara dari tebasan pedangnya.


"Heh ..hehehe.....ahahaha!!! Itu benar, tunjukkan padaku kemampuanmu, Rosella Junois!"


Tiara sekali lagi melesat ke Rosella dengan kekuatan yang berbeda, sinar energinya berubah menjadi warga keunguan.

__ADS_1


Aura membunuh sangat kental dari keduanya, namun tak butuh lama untuk keheningan keduanya berubah dengan suara pedang yang berlaga satu sama lain


Di kejauhan, Sophia melihat sesuatu yang berbeda namun bergerak sangat cepat menuju kerajaan.


'Manusia asing!?'


Jumlah benda terbang berkecepatan tinggi datang dari selatan dimana saat mereka melewati kota, kebisingan yang memekakkan telinga datang.


Bagaikan suara teror, puluhan benda besi itu menjatuhkan benda yang datang dengan ledakan besar.


["X-ray 4-7, engaged"]


Dua skuadron pertama yang berjumlah 24 pesawat F/A-18C datang dengan serangan JDAM yang di lepaskan di wilayah tenggara dimana sekitar area di telan ledakan besar.


Di susul satu skuadron F/A-18C dari arah Selatan yang menyerang dengan masing-masing dua rudal AGM yang tak di kunci ke target sehingga roket itu terbang bebas tanpa panduan dari kunci target SOFLAM.


Ledakan besar menelan area selatan dan barat daya setelah 3 skuadron udara F-18 dari angkatan laut tiba, A-10A yang telah menghabiskan seluruh munisi 30 milimeter mulai membentuk formasi di atas angkasa kerajaan di ketinggian 21 ribu kaki dimana mereka bertindak sebagai pengawas panduan udara cadangan menunggu instruksi dari E-2C Hawkeye.


Dengan cepat langit di atas kerajaan Rosella langsung di penuhi benda terbang besi dimana dari arah tenggara.


5 Blackhawk, 4 CH-53E Super Stallion dan 6 UH-1 Venom tampak mulai memasuki wilayah di lindungi oleh 5 AH-64D bersama dengan 7 AH-1Z Viper.


["Missile Away"]


secara bersamaan 12 helikopter tempur melepaskan rudal kendali wayar yang melesat dengan cepat menuju target.


Ledakan sekali lagi tampak di kerajaan yang masih di selimuti api yang membara.


["1-6 to attack controller, confirmed hit. Begin to attack"]


Helikopter penyerang yang telah di area mulai menghujani setiap musuh yang di tandai serta di identifikasi sebagai pasukan kerajaan musuh dengan zirah besi.


Tanpa jeda mereka menyerang dan menghabisi mereka dengan peluru 30 milimeter senjata otomatis Apache dan 20 milimeter dari Gatling Viper.


Hujan peluru dan roket terus menghantam tempat mereka.


"Apa yang terjadi? Tsk.... Rosella, tak ku sangka kau menggunakan kekuatan suci untuk memanggil pasukan surgawi"


Di tengah pertarungan dimana keduanya saling berlaga pedang, Tiara tampak sangat terkejut dengan ratusan benda besi terbang yang mengisi langit diikuti ledakan setiap kali benda besi itu melewati mereka.


Dentingan kembali terdengar, Rosella yang mengambil jarak mulai tersenyum dengan penuh kebanggaan terlihat jelas di wajahnya.


"Ahahaha! Apa yang kau bilang? Mereka itu manusia, lihatlah mereka dasar bodoh"


Rosella melesat ke Tiara sekali lagi dengan tebasan namun serangan itu sekali lagi di tahan oleh Tiara yang di telan rasa kaget


"Jangan bercanda! Mana mungkin itu manusia!"


Bentak Tiara namun sebelum Rosella menjawab pertanyaan Tiara, benda besi itu tampak terbang kearah mereka, benda besi yang membawa manusia aneh itu terbang melewati mereka dengan beragam suara guntur diikuti kilatan yang menuju ke Tiara yang tak siap akan serangan itu.


"Apa!? Bagaimana bisa!"


Tiara dengan cepat menggunakan perisai sihir saat peluru dari senjata M134 Minigun di tembakkan kearahnya


["Keep shooting her! Don't let her live"]


Perintah operator pintu yang mengoperasikan Minigun kepada Marinir yang berada di helikopter UH-1 Venom, melihat Rosella yang seakan tak terkejut melihat mereka, Jonathan mulai menembakkan senjatanya ke Putri yang mengenakan zirah putih itu


'Ah, seperti Vietnam ya?'


Pikir Jonathan ketika mereka semua mengarahkan tembakan ke Tiara yang berusaha menangkis tembakan beragam kaliber kearahnya.


Pilot yang melihat ini, langsung menghubungi E-2C.


["Disini Venom 1-6, target tingkat tinggi berada di area alpha, ia memiliki semacam perisai mutlak. Meminta konfirmasi"]


Pesawat E-2C yang mengawasi area ketika mendapat panggilan itu mulai menandai target di radar sebagai "High Value Target" yang akan di serang oleh unit Viper dan Apache.


"Dasar pengganggu!"


Bentak Tiara ketika ia dengan kesal mengeluarkan kekuatannya lalu melepaskan bola api ke helikopter yang terbang di atasnya


"Mati kalian!"


Pilot yang melihat serangan itu langsung mengambil tindakan manuver.


["Incoming! Evade!"]


Mereka berhasil menghindari serangan, Rosella melihat Tiara yang kewalahan dengan serangan dari tentara dunia asing ini mulai tersenyum.


'Heh..... Kali ini akan ku maafkan kalian'


"Hyaaah!!"


Rosella dengan sangat cepat melesat ke Tiara yang lengah, Tiara yang tak menduga serangan dari Rosella terkena serangan tepat di punggungnya, sontak zirah besi yang ia kenakan langsung pecah akibat terkena tebasan dari pedang Rosella


"Grrr.... Beraninya kau"


Dengan tatapan penuh kebencian, Tiara berusaha bangkit namun sekali lagi serangan dari helikopter Apache dan Viper dengan peluru 20 dan 30 milimeter membuatnya harus menggunakan perisai sihir.


"Apa tak kau sadari, Tiara Vunois Claudisse"


Rosella yang berdiri dengan anggun dimana manusia-manusia itu tampak turun dari benda besi dengan tali.


Mereka berkumpul di belakang Rosella dengan senjata aneh tertuju kearahnya.


Rosella yang melihat ke Tiara yang kehabisan mana akibat menangkis seluruh peluru dari helikopter, mulai berjalan kearahnya.


Helikopter langsung menghentikan tembakan saat Rosella terlalu dekat dengan jarak bahaya.


Dengan pedang terhunus ke leher Tiara, Rosella menatapnya langsung ke kedua mata Tiara.


"Kau kalah, aku ampuni nyawamu jika kau mau mundur bersama sisa pasukanmu"


Ancam Rosella dengan pedang siap memotong kepalanya, melihat Rosella yang di bantu manusia aneh, Tiara tak bisa berkata selain mengutuk Rosella dengan beragam cercaan.


"Dasar Iblis rendahan, jangan kau pikir kau bisa mengalahkan ku disini, kau beruntung! Iblis sepertimu seharusnya mati dan membusuk di dasar neraka terdalam! Kau harusnya....."


Kalimatnya terhenti ketika sesuatu menghantam kepalanya, Rosella dan Marinir tampak terkejut dengan seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakang Tiara.


"Dasar berisik"


Sophia mengumpat saat ia menghantam kepala Tiara dengan sangat keras membuatnya pingsan seketika.


Rosella cukup terkejut dengan aksi Sophia yang tiba-tiba itu, Marinir mulai berlari ke Tiara yang pingsan, lalu melakukan pemeriksaan kepadanya sebelum mereka mulai mengikat kedua tangan dan menutup kepalanya dengan sebuah karung.


"Semua sudah berakhir ya"


Ucap Rosella ketika melihat langit yang masih di isi oleh beragam benda besi yang terbang mengitari kerajaan.


"Nona Rosella! Syukurlah anda baik-baik saja!"


Sophia langsung mendekap Rosella erat lalu menangis seakan tak pernah melihatnya selama ratusan tahun.


"Hush.... Sophia, kau seperti anak bayi"


Rosella sedikit malu ketika di lihati oleh manusia dunia asing akan aksi Sophia yang tiba-tiba itu


["Hawkeye kepada unit, area telah aman, tak ada musuh yang terdeteksi lagi di radar"]


["Disini 0-1, Copy, Return to base"]


Empat A-10 mulai kembali ke markas setelah munisi mereka semuanya habis, tiga skuadron F-18 masih tampak mengitari angkasa mencari tanda-tanda musuh yang tersisa.


Apache juga tampak berputar di sekitar area menjaga perimiter kerajaan.


Para Marinir yang telah turun dari helikopter juga mulai melakukan operasi pembersihan dan penangkapan kepada ksatria kerajaan musuh yang tampak membeku di tanah seakan tak berani melawan lagi.


"Hm.... kerja bagus"


Ucap Kolonel Sanders di helikopter Blackhawk yang terbang di atas kerajaan mengawasi sekitar, Riria dan Suzu yang ikut dalam operasi ini, terdiam dalam keterkejutan saat melihat operasi ini berakhir sekejap mata.


'Semua usaha kami untuk jadi regu pahlawan'


Riria tak bisa berkomentar selain diam ketika melihat bagaimana semua ksatria dari kerajaan Vunois, hancur tak mampu melawan kemampuan dari senjata api dan teknologi.


'Putri Tiara yang kami kenal sebagai Putri perang, di kalahkan oleh mereka.....'


'..... Semua usaha kami, percuma semuanya'


Riria sekarang mengerti kenapa perusahaan ayahnya sangatlah berpengaruh besar di Jepang, perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang militer, adalah sumber dari kekuatan tentara, yang membuat semua hal ini semua.


Di darat, para Marinir yang tengah membawa Tiara ke helikopter CH-53E yang mendarat mulai bersiap untuk kembali ke markas dimana mereka tampaknya akan melakukan sesuatu kepadanya.


'Berakhir juga'


Pikir Jonathan ketika melihat semuanya telah selesai, para ksatria dari kerajaan itu semuanya terbantai habis, dari lima puluh ribu lima ratus ksatria, hanya 78 orang yang masih hidup.


'Sungguh ironis'


Namun Jonathan justru melupakan sesuatu yang jauh lebih berbahaya untuk hidupnya.


"Nah.... Sekarang, tepati janjimu"


Jonathan berkeringat dingin ketika sebuah suara yang sangat mengerikan datang dari belakangnya.


Tak butuh waktu lama untuk dia berakhir di seret paksa oleh Rosella menuju kastil, walau Marinir melihat ekspresi ketakutan dari Jonathan, tak ada satupun yang peduli dengannya, alasannya bukan karena mereka takut pada Rosella.


Namun setelah melihat ekspresi wajah penuh senyuman itu yang membuat mereka semua berpikir hal yang sama, yaitu

__ADS_1


"Palingan dia mau main-main dengan Kopral"


__ADS_2