Connected World

Connected World
Demon Queen Rosella de Voir Junois & Marines


__ADS_3

'Manusia! Akan ku habisi kalian!'


Amuk Rosella dalam pikirannya saat melayang dengan sangat cepat menuju tempat dimana manusia datang ke wilayah mereka.


'Takkan ku biarkan kalian merenggut nyawa siapapun disini!'


Ia melesat sangat cepat bahkan angin pun berhembus sangat kencang mengikuti di belakangnya, dengan kekuatan sihir yang membludak yang menyelimuti dirinya, Rosella semakin menambah kecepatan hingga ia melihat sasaran yang ia tuju.


"Itu kalian!"


Seakan di jatuhi oleh sebuah bom, tanah pun bergetar diikuti oleh asap yang mengepul dari tempat Rosella berdiri


"Manusia! Beraninya kalian kemari!"


("what!??")


("Don't shoot, ROE! ROE!")


'Ha?'


Bahasa yang tak pernah ia dengar itu mulai terdengar di antara para manusia yang berpakaian aneh itu.


Mereka tampak sangat waspada kearahnya, yah itu sudah sangat wajar, lagian


'Mereka tak tampak seperti pasukan pahlawan seperti yang di ceritakan Sophia'


'Benda aneh itu, terbuat dari besi?'


Ia sedikit penasaran dengan apa yang ia lihat, benda itu tampak seperti kereta biasa namun ia tak melihat kuda atau hewan apapun yang biasa di pakai untuk menggerakkan benda itu.


"Kalian manusia! Apa yang kalian inginkan disini! Kalau kalian ingin berperang, akan ku kabulkan keinginan kalian sekarang juga!"


Bentaknya dengan nada sangat mencekam seakan itu adalah nada malaikat maut yang siap mencabut nyawa mereka, namun sebuah perasaan aneh terlintas di pikirannya, saat ia melihat kearah manusia yang ada di depannya itu.


'Mereka waspada kearahku, tapi kenapa aku tidak melihat ketakutan di mata mereka?' Pikirnya lagi saat mengawasi mereka dengan sangat teliti.


Lalu tak lama, salah satu dari mereka mulai melangkah maju dengan kedua tangan di naikkan keatas seakan memberi sinyal kalau dia tidak berniat buruk.


'Perempuan? Hn.... Cukup aneh mereka ini'


Helm aneh itu di lepaskan menunjukkan bahwa manusia yang maju kearahnya itu adalah perempuan dengan rambut hitam.


"Halo, dan selamat siang"


Sapa wanita itu dengan bahasa yang sangat kaku, di belakang wanita itu, satu orang manusia berpakaian sama anehnya dengan dia, ikut berdiri di belakang wanita itu.


'Mereka tidak bisa menggunakan bahasa manusia? Aneh sekali mereka ini'


Pikir Rosella dengan tatapan tajam masih tidak ia alihkan dari mereka semua.


"Maaf jika kami bertindak lancang dengan datang ke tempat ini tanpa ijin, tapi, kami disini tidak berniat untuk memulai perang dengan anda"


Ucap wanita itu lagi dengan bahasa masih sangat kaku, Rosella dibuat terdiam saat mendengar apa yang di katakan wanita itu.


Dengan tatapan masih tidak percaya dengan apa yang di katakan wanita itu, Rosella mulai menyipitkan matanya.


"Lantas apa tujuan kalian datang kemari, manusia?" Tanyanya dengan intonasi sedikit menekan berusaha membuat mereka, para manusia ini, merasa terancam dan membeberkan rencana busuk mereka sebenarnya.


'Jangan bodohi aku, manusia, kalian sangatlah munafik untuk makhluk di dunia ini'


"uh?"


Ia terbodoh melihat mereka yang tak bergeming sama sekali akan aura mencekam darinya, saat situasi mulai terasa hening, wanita itu kembali tersenyum kearahnya.


"Kami disini ingin menjalin hubungan baik dengan kalian, semoga anda tidak keberatan dengan kehadiran kami"


Ucapnya dengan nada yang sangat sopan, mereka, para manusia ini, mereka tak terlihat berbohong ataupun menyembunyikan niatan buruk apapun padanya, maupun ke penduduk disini.


Malahan, 'Mereka tak terlihat takut sama kami?'


Ini kali pertamanya dalam sejarah, ia, secara langsung melihat manusia yang tidak takut dengan ras demi-human dan ras iblis seperti mereka.


Sedikit curiga, Rosella mulai menurunkan sedikit kewaspadaannya kearah manusia aneh itu.


"Baik, aku percaya dengan kalian. Jika kalian berani mengkhianati ku....."


Rosella mulai melotot tajam dengan aura membunuh sangat kental ia arahkan ke manusia itu membuat semua penduduk takut kearahnya, namun para manusia itu masih tidak bergeming sama sekali.


Wanita itu masih dengan raut wajah tersenyum tanpa takut kearahnya, menjawab dengan sangat sopan.


"Kami sangat mengerti dengan ucapan anda nona"


"Hmp, baik, kalau begitu ikut denganku, ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian"


"Terimakasih atas pengertian anda"


Tepat saat Rosella berharap kalau mereka akan mengkhianatinya saat ia berbalik badan, justru serangan yang ia harapkan tak kunjung datang, namun apa yang ia dengar dari wanita itu dengan bahasa yang asing membuatnya sedikit bertanya-tanya siapa dan darimana mereka ini.


("Sergeant and Corporal, come with me, the rest of you, stay and don't do anything that provoke them!")


'Bahasa apa yang mereka pakai itu?'


Pikirnya sambil berjalan menuju kastil, ia sesekali memikirkan ulang tentang pilihannya yang membiarkan manusia masuk ke wilayah Iblis, namun setelah melihat sendiri bagaimana manusia aneh ini tak bereaksi apapun terhadapnya, Rosella hanya bisa berasumsi kalau mereka benar-benar tidak memiliki niatan apapun ke ras demi-human ataupun ras iblis yang ada disini.


Saat mereka berjalan melewati jalanan pemukiman, ratusan pasang mata menatap kearah Rosella atau lebih tepatnya kearah manusia yang ada di belakangnya, cukup masuk akal kenapa mereka sangat khawatir dengan keberadaan manusia di tempat ini, setelah semua yang mereka lakukan kepada ras iblis di perang sebelumnya.


'Manusia adalah ras yang bengis, mereka akan selalu haus kekuasaan dan ingin menguasai'


Itu kalimat dari ayahnya yang juga merupakan penguasa iblis sebelum Rosella, perang dengan ras manusia yang di akibatkan karena perselisihan tentang wilayah menyebabkan ras iblis nyaris musnah.


'Aku takkan membiarkan manusia melakukan hal yang sama pada kami'


Di tengah perjalanan, kesatria iblis yang mengawal Rosella tiba-tiba berhenti membuat Rosella langsung tersadar dari lamunannya.


"Ada apa?"


"Nona, itu..."


Kesatria itu menunjuk kearah seorang anak dengan sepasang telinga hewan yang tampak berlari kearah mereka.


"N..Nona Rosella!"


"Whoa, tunggu dulu nak, mau apa kau"


Cegat kesatria yang berusaha menghampiri Rosella, wajah anak itu yang panik tampak seakan ingin sesuatu darinya.


Rosella mulai berjalan kearah anak yang tengah di tahan oleh pengawalnya.


"Apa yang kau inginkan, anak muda?"


"N..Nona Rosella, tolong ibu saya!"


"Ada apa dengan ibu mu?"


"Dia sakit merah!"


Mendengar nama penyakit itu, Rosella tersentak, penyakit di kalangan iblis dan demi-human sangatlah jarang, namun sekali terjangkit maka hampir mustahil untuk di obati, bahkan untuk orang sepertinya yang memiliki kemampuan sihir penyembuhan segala luka, ia dibuat tak berdaya dengan penyakit misterius itu.

__ADS_1


"Tsk! Cepat bawa aku ke tempatmu! Penjaga, kalian kawal mereka ke kastil!"


"Eh... Nona?"


"Sudah cepatlah, ikuti perintahku!"


"..... Dengan senang hati"


Kesatria itu menoleh kearah manusia yang berdiri di belakang mereka seakan tak ingin berkomentar apapun, hingga salah satu dari mereka mulai berjalan kearah Rosella yang spontan di cegat oleh pengawalnya.


"Tunggu, mau kemana kau, manusia"


"ehm, maaf jika lancang, tapi bolehkah saya ikut ke tempat anak ini, saya mungkin bisa membantu"


"Ha!? Ini bukan urusanmu, ini permasalahan kami!"


Bantah dengan nada keras pengawal kerajaan, kearah manusia yang seakan ingin ikut campur dengan urusan ras mereka, namun untuk Rosella sendiri, ia melihat manusia yang aneh itu dengan tatapan sedikit terkejut.


'Mereka'


Ia tak merasakan adanya niatan tersembunyi maupun intonasi bohong dari wanita itu, bahkan sejak ia menemui manusia aneh ini, mereka sama sekali tidak memiliki aliran sihir di dalam diri mereka, seakan mereka benar-benar manusia biasa.


"Biarkan saja"


"Eh!? Nona Rosella"


Terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Rosella, para penjaga itu mulai menatapnya dengan tatapan tidak yakin, namun ekspresi datar dari Rosella berhasil membuat mereka tak bisa membantah perintah Rosella.


"Nak, bawa aku ke tempat ibumu"


Ucap Rosella dengan tenang, Rosella dan tiga manusia itu kemudian berjalan kearah lain dimana mereka sampai di sebuah rumah kumuh yang nampaknya sudah sangat tua untuk layak huni.


("Letnan, ku rasa penduduk disini hidup dibawah garis kemiskinan") Ucap Joseph saat melihat kondisi rumah ini tak jauh berbeda dengan rumah-rumah di kerajaan ini


("Kau benar Sersan")


Mereka berbicara dengan bahasa yang sama sekali ia tidak mengerti, tapi dari apa yang Rosella bisa tangkap, mereka tidak terdengar seperti sedang membicarakan sesuatu yang mencurigakan.


"Mama!"


Anak itu berlari kedalam rumah dengan Rosella mengikuti di belakangnya, di dalam rumah itu, seorang wanita terbaring di kasur tua dengan wajah memerah.


'Ini gawat' Pikir Rosella saat melihat keadaannya.


Di tengah kepanikan setelah melihat betapa parahnya kondisi wanita itu, tiba-tiba manusia asing itu bergerak kearahnya.


"Tunggu, apa yang kau lakukan!"


Cegat Rosella dengan nada sedikit membentak, ekspresi manusia itu tidak berubah, wanita itu justru tampak sangat serius.


"Saya tahu ini sedikit lancang, tapi ijinkan saya membantu anda, saya juga seorang dokter di tempat kami"


Tak menunggu respon dari Rosella, wanita itu melepaskan helmnya lalu mengambil sesuatu dari dalam saku baju anehnya.


"Saya akan memeriksa anda, tolong jangan terlalu takut" Ucap wanita itu kepada wanita ras iblis yang tengah terbaring tak bisa bergerak.


'Apa yang dia.....'


Rosella yang hendak ingin menginterupsi apa yang di lakukan wanita itu, ia dengan cepat menghentikan niatnya setelah melihat bagaimana manusia ini memeriksa dan melakukan hal yang sangat teliti seakan dia benar-benar seorang dokter.


"Anda terjangkit demam biasa, bisa saya meminta ijin untuk mengobati anda?"


Tanya wanita itu dengan nada sopan, wanita yang terbaring itu hanya mengangguk lemas sebagai jawaban.


Tepat setelahnya, ia mengeluarkan sesuatu seperti benda yang terbuat dari pisau yang sangat tipis berisikan cairan di dalam tabung.


"...."


Rosella berbalik ketika sebuah tangan menepuk pundaknya. Manusia itu tersenyum menggelengkan kepalanya sebelum mengatakan apa niat mereka.


"Itu prosedur pengobatan, jangan khawatir, kami bisa menjamin itu"


Tepat setelah ia mengatakan itu, tiba-tiba sesuatu yang sangat mengejutkan untuknya pun terjadi, seakan sihir yang tak kasat mata, wanita itu yang tadi terbaring di kasur dengan wajah memerah, tak lama wajahnya perlahan kembali ke semula.


"Ibumu akan sehat segera, ini ambil obat-obatan untuk mempercepat penyembuhannya" Ucap manusia itu kepada anak itu dengan nada yang sangat sopan.


"Hick....hick.... te..terima kasih!"


'Mereka..... mereka mengobati ras iblis!?'


Rosella dan pengawal pribadinya yang melihat itu hanya bisa terdiam melongo tak percaya dengan apa yang mereka lihat ini.


Dengan begitu, hubungan antar ras iblis dengan ras manusia asing itu pun terjalin, tapi setitik rasa waspada masih tersisa di dalam pikiran Rosella, ia masih tidak bisa menerima ras manusia sebagai ras yang bisa di percaya, namun dengan apa yang ia saksikan hari ini, ia setidaknya bisa sedikit yakin jika ada sebagian dari manusia yang benar-benar tidak bersikap seperti yang ia bayangkan.


...----------------...


"Selamat datang, Nona Rosella"


Saat tim sampai di pintu masuk kastil, mereka di sambut oleh para pelayan dan kesatria ras setengah manusia yang berdiri membuka jalan untuk mereka.


"Whoa, jadi ini kehidupan bangsawan"


Jonathan yang tak siap akan sambutan seperti itu hanya bisa terkejut dalam kagum melihat bagaimana sambutan ini


"Apa kalian, manusia, tidak seperti ini?"


Rosella yang melihat bagaimana reaksi Jonathan yang seakan baru pertama kalinya melihat sambutan ini, hanya bisa bertanya penasaran bagaimana manusia seperti mereka yang biasanya sangat menjunjung tinggi nilai kebangsaan justru terlihat agak berbeda.


"Uhm..... maafkan kelancangan salah satu anggota saya, Nona, tapi apa yang anda katakan itu benar. Kami tidak berasal dari kaum bangsawan"


"heeeh"


Rosella dan tiga Marinir mulai berjalan melewati para pelayan, mereka mulai masuk ke dalam kastil dimana interior di dalam kastil terasa sangat antik untuk manusia modern seperti mereka.


"Ikut aku, kita akan berdiskusi di ruang utama"


Perintah Rosella, Fujiwara hanya mengangguk dalam senyum sebagai jawaban.


Ketika mereka berjalan melewati beberapa penjaga serta kesatria demi-human, mereka (manusia) tak hentinya di hujani tatapan dingin, serta tatapan curiga yang datang dari kaum ras iblis.


"Nona Rosella!"


Tak lama seseorang datang dengan terburu-buru. Rosella yang melihat siapa yang mendatangi mereka hanya bisa menjawab dengan wajah datar.


"Sophia, simpan pertanyaan mu untuk nanti, untuk sekarang perintahkan divisi maid untuk menyiapkan jamuan untuk tamu ku"


"Eh!? N..Nona?"


"Sudah nanti aku jelaskan"


".....rrr..... Baiklah, saya laksanakan"


Sophia langsung berbalik arah, bergerak menuju tempat lain, dari ekspresi wajahnya, Rosella sangat tahu kalau ia akan di hujani ribuan pertanyaan dan protes dari kalangan iblis di kerajaan, tapi untuk sekarang, ia masih ingin memuaskan rasa keingintahuannya mengenai siapa mereka ini.


Saat mereka tiba di sebuah ruangan yang tampak sangat besar dimana tempat ini biasa digunakan untuk meyambut tamu dari bangsawan negara lain, Rosella mulai duduk dengan anggun berhadapan dengan para marinir.


"Untuk sekarang, silahkan duduk, saya dan kalian manusia, pasti memiliki beberapa hal yang ingin dibicarakan, bukan begitu?"

__ADS_1


Walau nadanya terdengar sangat anggun, namun Fujiwara sangat tahu jika itu mengandung niatan tersembunyi di dalamnya.


"Terima kasih atas sambutannya, Nona"


Fujiwara mulai duduk, Jonathan dan Joseph langsung berdiri di belakang Fujiwara dengan pose tegak khas militer.


Tak lama para pelayan pun datang membawakan teh hangat ke Rosella dan Fujiwara seakan menjadi sebuah sambutan pertama di kebangsawanan.


"Terimakasih atas sambutan baik anda nona, kalau begitu, Izinkan saya memperkenalkan diri" Fujiwara mulai membuka topik pembicaraan. "Saya, Letnan Satu Fujiwara Sayaka, di kanan saya Kopral Jonathan Crish dan di kiri saya Sersan Joseph. Seperti yang mungkin anda sudah tahu, kami manusia"


"Hm... Fujiwara Sayaka, apa saya benar menyebutkan namamu?"


"Anda bisa panggil saya, Fujiwara, Nona"


"Humu, baiklah, kalau begitu aku akan memperkenalkan diriku, Saya Rosella de Voir Junois, penguasa di ras Iblis dan Demi-human. Nah sekarang, bisa kita hentikan basa-basi dan langsung saja ke topik pembicaraan?"


Tiba-tiba aura Rosella terasa sangat mencekam, Fujiwara yang tak tergoyahkan sedikitpun masih mempertahankan ekspresi senyum di wajahnya.


"Dengan senang hati"


"Humu, kalau begitu, katakan siapa dan apa yang sebenarnya kalian inginkan"


Pertanyaan yang langsung ke intinya, Rosella sangat yakin jika mereka pasti akan berbohong dan dengan kebohongan itu, ia bisa membongkar apa niatan mereka sebenarnya, namun apa yang Fujiwara jelaskan tentang siapa dan apa mereka justru membuatnya kehabisan kata-kata, ia hanya bisa berkata dalam pikirannya


'Mustahil' dan sejenisnya, karena apa yang mereka, para manusia ini katakan sangatlah tidak masuk akal.


"Jadi kau bilang. Kalian, manusia, datang dari dunia lain dan kalian adalah peradaban yang sama sekali tidak mengenal adanya eksistensi ras selain manusia!?"


"Benar, tujuan kami disini, kami di perintahkan untuk membangun hubungan dengan kalian dengan harapan bisa saling kerjasama yang bisa menguntungkan untuk kedua belah pihak"


'Ugh...... mereka ini.....'


Namun jika ia pikir lagi, mulai dari cara mereka berbicara kepada ras iblis maupun demi-human yang normalnya sangat di takuti oleh ras manusia, mereka justru tidak menunjukkan tanda-tanda itu, mereka malah terlihat sangat tertarik dengan ras selain manusia.


"Saya tahu ini sangat tidak masuk akal untuk anda bisa terima, tapi setidaknya, bisakah anda memberikan respon baik kepada pimpinan kami agar kita bisa saling menghormati dan saling mengerti satu sama lain"


"Dan jika aku menolak, apa yang akan kalian lakukan?"


Tatapan tajam kembali di arahkan ke Fujiwara.


Fujiwara kembali tersenyum kearah Rosella tanpa niatan menyembunyikan apapun padanya.


"Kami akan tetap menghormati keputusan anda, dan kami tidak akan melakukan apapun yang dapat membuat anda berbalik melawan kami"


'Ho? Begitu jadinya. Mereka bermaksud, kalau aku tidak menyetujui permintaan mereka, mereka tidak akan melakukan apapun dan tetap memilih berhubungan dengan kami, sangat menarik'


Melihat tidak adanya kebohongan maupun niatan jahat dari manusia ini, Rosella tersenyum tulus kearah Fujiwara untuk kali pertamanya.


"Kalau begitu, saya sangat terhormat dengan sanjungan anda"


"Hooo .... Sudah kuduga anda sangat cantik kalau tersenyum"



"Argh!"


"Eh!?"


"Errgh!!! Jaga bicaramu, Kopral!"


Rosella yang tak menduga akan di puji secara gamblang membuatnya tersentak kaget, wajahnya pun memerah karena pujian dari manusia itu sangat terdengar polos dan murni dari pikirannya.


Kopral Jonathan sendiri, ia nyaris di hajar oleh Sersan Joseph karena ketidaksopanan itu.


"Ma...maafkan kelancangan kami, Yang mulia Rosella!" Fujiwara mulai panik akibat perbuatan Jonathan yang terlalu kelewatan itu.


Namun Rosella sendiri yang selama ini selalu di kenal sebagai putri penguasa iblis yang sangat di takuti, serta di kenal sebagai si merah scarlet neraka, mendapat pujian yang sangat tulus itu nyaris tidak pernah ia dengar dalam hidupnya.


"Argh..... fufufu... hahaha.... kalian.... kalian sangat menarik"


Rosella tertawa lepas akan tingkah tak terduga dari manusia aneh ini, mereka benar-benar aneh di matanya sampai-sampai ia tertawa.


"Ha...ha..... hah..... Baru kali ini aku dibuat tertawa dengan manusia"


".... K..Kami ikut senang dengan sanjungan anda"


Balas Fujiwara dengan sedikit kaku, ia tidak tahu lagi apa hukuman yang harus ia berikan ke Jonathan jika mereka mengacaukan pertemuan ini.


"Untuk penawaran mu, biarkan aku pertimbangkan lagi, karena kalian sangat unik, aku sebagai penguasa disini, kalian ku terima sebagai tamu"


"Kami sangat menghargai pengertian anda, Nona Rosella"


"Humu"


Dengan begitu, pertemuan antar dua ras pun berhasil terjalin, untuk para Marinir sendiri mereka tampaknya harus beradaptasi dengan tatapan dingin, takut serta waspada dari sekeliling mereka.


Untuk Rosella sendiri, ia sangat tertarik dengan dunia yang di ceritakan oleh perempuan bernama Fujiwara itu.


...****************...


Markas Delta, Februari 2023, 0900 Waktu setempat.


Terhitung sudah beberapa hari sejak marinir pertama menginjakkan kaki di tempat asing ini.


Situasi pangkalan masih terlihat sangat sibuk dimana regu konstruksi masih aktif mengerjakan beragam tugas.


Satu persatu gedung untuk para perwira dan komando telah masuk tahap penyelesaian, dan beberapa lainnya masih dalam proses pengerjaan.


Di lepas pantai, satu persatu kapal Arleigh Burke Class Destroyer mulai mendekati garis pantai sebagai bentuk pertahanan udara tambahan.


Sekitar 3 kilometer dari garis pantai, dua kapal induk pun dapat terlihat dimana mereka masih sibuk dengan aktivitas masing-masing.


"Kolonel, laporan dari tim alpha telah tiba"


"Bagus"


Di dalam transkrip dokumen berisikan tentang kemajuan progres negoisasi dengan penguasa lokal, dari keterangan tim alpha mereka berhasil membentuk hubungan baik dengan penguasa kaum iblis sekaligus kaum setengah manusia, Rosella de Voir Junois, Tim Alpha meyakinkan bahwa Rosella bersedia untuk membuka diskusi dengan pihak marinir.


'Mereka ini.... kerja yang bagus' Ia tak tahu apakah harus memuji atau salut dengan keberanian mereka.


Laporan lainnya menunjukkan tentang perkembangan ekonomi kerajaan itu, menurut keterangan Fujiwara dan Joseph, garis kemiskinan masih sangat besar di kerajaan, hampir semua penduduk di kerajaan semuanya rakyat miskin, itu disebabkan karena perang yang terjadi pada era penguasa sebelumnya, ekonomi yang di paksa ke sektor militer membuat krisis pun tak terhindarkan.


"Hoo"


Lalu laporan menunjukkan tentang perilaku Rosella terhadap rakyat miskin yang sangat di terima baik oleh penduduk di kerajaan tersebut.


"Sangat menarik, ini bisa menjadi pertanda baik"


"Apa menurut anda begitu, Kolonel?"


"Tentu saja, Jika kita bisa membuat mereka terbuka dengan dukungan finansial, mungkin kedepannya kita bisa membuat status Quo yang sepadan untuk kedua belah pihak. Bukan begitu?"


"Cukup masuk akal, kalau begitu, haruskah saya beritahukan Admiral Switzer tentang perkembangan ini?"


"Silahkan"


Seperginya Perwira Satu itu dari kamp komando, ia mulai bergerak ke arah helipad dimana ia akan menuju USS Gerald R Ford.tempat Admiral Switzer mengkomandoi seluruh aset laut di dunia ini.

__ADS_1


__ADS_2