
Setelah berbicara dengan Dion, semangat Nisya yang hilang 5hari ini sudah kembali. Dia membuka pintu kamarnya. Disana sudah ada Ayah, Bunda, dan Kakaknya Ari.
“Akhirnya kamu keluar kamar juga, Ayah tidak suka ya melihat kamu seperti ini!!! Apa kamu hamil? Bilang sama ayah!!!” Terlihat Ayah Nisya sangat marah karena tidak seperti biasa Nisya seperti itu mengurung diri yang dipikirkan Ayahnya saat itu.”ada apa dengan anak gadisku, dia tidak seperti biasanya, keluar makan hanya sedikit terus masuk lagi berkurung didalam kamar, apa jangan sampai dia hamil” batinnya saat itu ketika melihat Nisya yang suda 3hari tidak semangat dan tidak ada nafsu makan sama sekali.
“Apaan sih Ayah, bicaranya ngawur. Ayah ga percaya gitu sama Nisya? Nisya bisa jaga diri Nisya kok, Nisya ga pernah lakuin hal yang bikin Ayah, Bunda dan Ka Ari Malu, Nisya hanya sedang datang bulan saja Ayah, makanya Mood Nisya berapa hari ini tidak baik” Ucap Nisya sedikit berbohong
__ADS_1
“Okeh, Ayah percaya sama kamu. Kamu jangan buat Ayah khawatir seperti ini lagi. Kamu anak gadis kesayangan Ayah, Ayah tidak mau kamu dirusak sama orang yang tidak bertanggung jawab. Kalau Dion serius sama kamu kasih tau dia ketemu Ayah secara jantan, kalian juga sudah cukup lama berpacaran, tidak baik jika terlalu lama.” Ucap Ayah Nisya yang emosinya tadi sudah mereda. Dia lalu mengelus kepala putri kesayangannya itu. Ayah Nisya memang jarang di rumah karena kesibukannya mengurus bisnis yang kadang mengharuskan keluar kota tapi Dia sosok Ayah yang bertanggung jawab sama keluarga dan sangat menyayangi anak anaknya.
“Iya Ayah Nisya tau kok, Nisya janji akan selalu mengingat pesan dan nasehat Ayah.” Nisya lalu memeluk dan bermanja manja sama Ayahnya.
“Awas ya dek, kalau kaka tau kamu disakitin sama Dion, kaka kuliti dia” Ari sebenarnya terlalu malas mengurusi urusan adiknya apalagi masalah percintaan, dia merasa Nisya sudah dewasa sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Tapi dia baru saja sadar ketika Ayahnya mengatakan hal tadi. Bagaimana jika adiknya dan sahabatnya sudah terlalu jauh sampai lupa batasan diri. Dia tidak akan pernah memaafkan siapapun yang berani menyakiti adiknya sekalipun itu sahabatnya sendiri.
__ADS_1
“Sudah, sudah. Nis, kamu udah telpon teman2 kamu? Mereka sangat khawatir, kamu selalu mengabaikan telpon mereka, mereka datang juga kamu ga mau ketemu. Kalau udah mendingan kamu telpon mereka ya. Tiap hari, jam, menit kalau bisa tiap detik juga mereka hubungi bunda tanyain kabar kamu” Ucap Bunda Nisya, memecah sedikit ketegangaan, sebenarnya Bunda Nisya tau kegelisahan hati putrinya itu. Dia tau Nisya berbohong soal datang bulannya. Hati Ibu selalu tau apa yang terjadi pada anak anaknya. Tapi dia tidak mau mencampuri terlalu dalam, Nisya sudah dewasa tapi dia selalu menjadi putri kecil dimata orang tuanya.
“Iya nih, kakak juga kena imbasnya, tiap hari mereka gantian telponin kakak. Ampun ya tuh anak anak, bukannya tanya kabar kamu malahan tanya kabar kakak, sudah makan apa belum, seandainya mereka bukan sahabat kamu, sudah kaka habisi mereka dalam satu gigitan, hahahaha” ucap Ari nakal, Bunda dan Ayah langsung menatapnya dengan tatapan tajam, Ari langsung berhenti tertawa merasakan seluruh tubuhnya dingin, Nisya hanya bisa tertawa cekikan melihat tingkah kakaknya yang takut sama tatapan Ayah dan Bundanya.
*****
__ADS_1
Terima kasih buat kalian yang sudah mengikuti novelku dari Awal sampai sekarang. Bukan mau jadi pengemis Like dan Komen tapi Like dan Komen kalian itu menjadi semangatku untuk menulis.💞
Terima kasih buat kalian yang sudah like dan komen. Jika suka silahkan Like dan beri Love, jika ada yang salah mohon untuk tidak menyakiti.😊