Cowok itu bernama Ryan

Cowok itu bernama Ryan
Pertemuan yang tidak disangka2


__ADS_3

Di parkiran Dion terus mengejar Nisya.


“Okeh aku minta maaf, tolong kamu jangan seperti ini Nis. Aku mohon” Teriak Dion yang menghentikan langkah kaki Nisya. Masa Bodoh dengan orang2 yang melihat mereka


“Seperti sekarang udah jelas Dion, aku butuh waktu buat nerima kamu kembali. Aku sayang sama kami, aku cinta banget tapi aku masih sakit. Rasa sakit itu tidak semudah itu untuk hilang apalagi membayangkan kamu melakukan itu dengan perempuan lain. Perempuan mana yang hatinya tak hancur Dion.” Nisya menangis, dia lemah dia tak sekuat itu. Dion lalu menarik tangan Nisya masuk ke dalam mobil. Dia tidak mau jadi bahan perhatian orang2 yang lewat.


“Okeh aku salah sayang, aku minta maaf. Kamu jangan nangis lagi seperti ini. Aku mohon. Aku sakit melihat kamu nangis.” Dion memeluk Nisya, mendekapnya dalam pelukannya. Nisya kali jni tidak menolak yang ada tangisnya makin keras, tangis yang sudah lama dia tahan akhirnya keluar. Setelah puas menangis. Nisya mendorong Dion, menjauhkan dirinya dari Dion. Berusaha menjaga jarak memperbaiki kembali posisi duduknya.


“Beri aku waktu Dion, aku mohon. Aku ingin kerja. Jika dalam waktu berapa bulan ini kamu dan aku masih memiliki rasa yang sama, berarti kita memang berjodoh tapi jika ditengah jalan kamu menemukan seseorang yang lebih baik dari aku, aku mohon kamu jaga dia dengan baik jangan menyakiti hatinya dengan penghianatan.” Nisya sudah tampak tenang kembali


“Kalau itu mau kamu, ya udah aku terima. Tapi mungkin aku ga bisa janji aku bakal bisa menjadi teman kamu.” Dion menatap kosong kedepan


“Makasih, kalau gitu aku pamit dulu ya.makasih untuk 3tahun ini” Nisya tersenyum kecut.


Dion hanya diam melihat Nisya turun dari mobilnya tanpa menunggu waktu lama Dion segera melajukan mobilnya. Menelpon teman2nya termasuk Ari kaka Nisya.


Di sebuah Club


“Wah ada angin apa nih lu ajakin kita kesini” Tanya Eggy salah seorang sahabat Dion


“Bete gue, suntuk, pengen minum sampai mabok” Dion lalu meminum segelar beer yang sudah ada di depannya


“Ga takut lu adek gue marah tau lu ada disini” Ari bertanya melihat Dion yang mulai lagi mabuk2an


“Itulah alasan gue disini, adik lu campakin gue” Dion mengacak2 rambutnya frustasi membayangkan hubungannya dengan Nisya berakhir begitu saja.


“What?” Sontak mereka kaget


“Gue pusing ga mau bahas itu dulu.”


Ari, Eggy, Joe dan Rama hanya bisa geleng kepala melihat sang arjuna lagi patah hati.


***


3 bulan kemudian, hubungan Ryan dan Nisya semakin intes tapi belum ada tanda2 kalau Ryan mau menyatakan cintanya pada Nisya. Ryan masih belum tau kalu Nisya sudah putus dengan pacarnya. Nisya sekarang sudah mulai memperbaiki sholatnya, dia tidak lagi sholat bolong2, sekarang dia juga sudah mengenakan hijab walau belum syar’i tapi membuat wajah Nisya jadi semakin manis.

__ADS_1


Disisi lain, sejak putus dari Nisya bukannya menjadi lebih baik memperbaiki kesalahan Dion malah menjadi seorang playboy, tiap malam kerjanya masuk keluar club, hampir semua anak baru yang masih tranning dia dekatin hanya untuk senang2 dan tidur bareng tak ada kejelasan dari status mereka dan tak jarang 1 kantor 3 sampai 5orang yang dia kencani tapi tak ada satupun dari mereka yang tau karena Dion bermain gerakan dibawah tanah.


Nisya sudah bekerja di salah satu perusahaan besar di kotanya tanpa dia ketahui bahwa yang menjadi pemegam saham tersebar yang merupkan CEOnya adalah Ryan. Ryan anak satu2 dari salah satu pengusaha terkaya di kotanya tapi orang tuanya meninggal ketika Ryan berumur 16tahun karena kecelakaan sehingga Ryan yang melanjukan.


Ryan : Assalamualaikum, jam brpa pulang biar aku jemput


Nisya : Waalaikumsalam, ga perlu Yan, hari ini aku ada janjian sama sahabat2ku. Qt mau karokean udah lama ga jalan bareng. Sekalian mau traktirin mereka gaji pertamaku 😂


Ryan : Kalau gitu sekalian aja, aku juga diajakin karokean sama teman2ku waktu sekolah dulu.


Nisya : ya udah, ntar aku kabarin kalau mereka mau nanti kita nyusul kesitu.


Ryan : okeh, kamu hati2 ya pulangnya❤️


Nisya : assiaapppp🤪


Sementara itu...


“Apasih maksud Ryan selalu kasih kode love2 tapi tak pernah ada kemajuan” Send. Nisya mengirim screenshoot percakapannya dengan Ryan ke groupnya


Lauren : asooyyy


Lani : Ryan kan belum tau kalau lu udah putus


Nisya : haha iya, gue jomblo yaa🤭🤣


Tian : senang bener bu, udah beneran move on kan?


Nisya : asal jangan ketemu orangnya aja, wkwk


Lani : hu dasar bucin


Lauren : sadeeessss🤣🤣🤣🤣, eh gimana lu pulang jambrpa? Jadi ga kita karokean?


Nisya : jadilah, gue sholat magrib dulu di kantor trus gue jemput Tian sama Lani, lu bawa mobil sendirikan Ren?

__ADS_1


Lauren : malas banget, gue tunggu di kostan Tian aja deh biar bareng.


Nisya : eh tadi Ryan ajakin bareng gitu sm teman2 sekolahnya, mau ga?


Tian, Lauren dan Lani kompak : MAUUUUUUUU


Nisya : haha, dasar genit. Ok tunggu aku ya. Bye


Nisya mengakhiri percakapan Chatnya dengan sahabat2nya. Dia lalu mengabari Ryan kalau dia jadi mau ikut. Ryan mengatakan akan menjemput Nisya jadi mereka janjian ketemu di tempat Tian sekalian parkir mobil disana yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari kantornya.


Pukul 19.00 adzan sudah berkumandang jadi Ryan dan Nisya singgah sholat di masjid terdekat sebelum mereka ke tempat yang sudah di janjikan.


Nisya tidak tau kalau disana dia akan bertemu seseorang, seseorang yang dihati Nisya masih tersimpan ruang untuknya. Tanpa mengetahuinya Nisya dan Ryan masuk duluan ke dalam Room VVIP teman2 Ryan sudah menunggu.


Ketika membuka Pintu semua mata tertuju pada sosok yang baru datang karena Ryan dan Nisya yang didepan jadi mereka yang jadi pusat perhatian karena suasana remang2 Nisya tidak terlalu jelas melihat siapa yang ada didalam sana tapi berbeda dengan seseorang, jantungnya seperti mau copot rasanya. 3 bulan lamanya dia merindukan sosok yang ada didepannya yang menjadikan dirinya seorang playboy, yang sudah tidak percaya akan cinta. Yaa dia Dion, Dion. selalu menanyakan kabar Nisya ke sahabatnya Ari. Tapi Ari tidak terlalu tau siapa yang saat ini dekat dengan adiknya.


“Eh Ry, terlambat lu” Sapa Joe melambai kearah Ryan, Ryan lalu duduk disamping Joe diikuti Nisya, Tian, Lauren dan Lani.


“Cewekmu?” Tanyanya lagi. Ryan hanya tersenyum dan mengangguk.


“Eh eh whatsup bro, udah lama banget ga ketemu, dari mana sih lu, sejak itu lu menghilang” Ari memeluk temannya itu yang sudah lama tidak bertemu, mereka terakhir bertemu ketika org tua Ryan meninggal sejak dari itu Ryan menghilang dan lostcontact sama sekali.


Ya Ari, Dion, Ryan, Joe, Rama dan Eggy adalah sahabat sejak masih dibangku SMP dan pertemanan itu masih berlangsung sampai sekarang tapi karena sejak kuliah mereka berpisah kecuali Dion yang selalu bersama Ari dan sejak kerja mereka sibuk masing2 alhasil mereka jarang banget berketemu apalgi dengan Ryan yang baru 2bulan ini masuk kegroup chat mereka diawali pertemuannya tidak sengaja dengan Rama. Ini juga sekaligus acara reuni untuk mereka tanpa mereka sadar Nisya dan sahabat2 ada daritadi.


“Kak Ari ngapain disini?” Tanya Nisya kaget melihat kakanya dan Ryan ternyata saling mengenal


“Kamu yang ngapain kesini, terus gimana ceritanya kamu bisa kenal Ryan,” Ari lalu duduk disamping adiknya dan diseblah Lani. Lani jadi sedikit grogi ketika Ari menyapa mereka.


Deg


Deg


Deg


Suasana yang ramai itu seketika menjadi sunyi, Rama yang sedang menyanyikan lagu dari Fiersa Basari-Celengan Rindu seolah merasakan dua hati yang susah terpisah 3bulan dan akhirnya bertemu tanpa disangka2. Dion dengan seorang cewek dan Nisya dengan Ryan yang tak lain adalah sahabat Dion.

__ADS_1


Mereka hanya diam tak ada satu katapun yang terucap, Ari dan Joe yang tau juga mengerti atmosfir yang ada diruangan itu. Begitu pula dengan Tian, Lani dan Lauren. Ryan masih sibuk bercerita dengan sahabat2 yang sudah sangat lama tidak bertemu. Lalu Ryan berjalan kearah Dion...


__ADS_2