
Ditempat Dion, Dion gelisah melihat jam serasa hari ini waktu begitu lama berputar. Dia sudah tidak sabar buat bertemu dengan Nisya. Rasa rindu dan sesalnya beradu menjadi satu. Dion sungguh merasa bersalah sama Nisya. Dia tak menyangka akan secepat itu Nisya mengetahui perbuatannya. Dia bodoh karena tidak berhati2. Dion selalu mencoba menelpon Nisya tapi selalu tak bisa tembus. Nomor Dion masih diblokir sama Nisya. Dion lalu mengsms Nisya.
Aku pulang jam 5sore, aku jemput kamu ya sayang? Kamu lagi apa? Aku rindu...
1 Jam Nisya belum membalas sms dari Dion, Dion semakin gelisah. Dion jadi tidak kosentrasi dengan kerjaannya. Pekerjaannya jadi tertunda. Baru kali ini Dion merasakan rasa seperti ini. Dia tak menyangka Nisya bakalan mendiamkannya berhari2 seperti ini. Itu tandanya Nisya benar2 marah.
Pukul 16.00 ada sms masuk dari Nisya.
Deg
Hati Dion berdetak tak karuan, Dia senang akhirnya Nisya membalas pesannya. Dion seperti anak ABG yang baru merasakan kasmaran ketika pedekatenya membalas pesannya. Begitulah yang Dion rasakan. Dion lalu segera membuka pesannya.
“Aku di Kos Tian, ga perlu jemput. Aku bawa mobil sendiri. Kita ketemu di cafe biasa aja. Jam 5 aku kesana.”
“Kamu udah ambil mobil di rumah? Kenapa ga kabarin dulu? Kalau tau kan aku bisa pulang ketemu kamu.”
“Gue bisa sendiri kok, ntar jatuhnya malah ngeropint. Lagipula nanti ceweku jga marah”
“Ngomong apasih itu? Cewekku itu ya kamu...”
Nisya tak membalas lagi pesan dari Dion.
***
__ADS_1
Di Cafe Basecamp tempat mereka biasa nongkrong, Nisya sudah menunggu disana memesan Lemon Tea selang berapa menit akhirnya Dion datang. Mata mereka saling bertemu.
Deg
Deg
Deg
Hati mereka berdetak begitu kencang, baik Dion maupun Nisya. Tak bisa dipungkiri rasa Rindu didada mereka sudah begitu tak tertahankan. Walau Nisya begitu marah dan kecewa dia tidak bisa berbohong kalau dihatinya masih penuh dengan sosok Dion.
“Maaf sayang aku telat ya?” Dion lalu mencoba mencium kepala Nisya tapi Nisya menghindar
“Malu diliatin orang, kamu mau duduk dimana?” Tanya Nisya tanpa mau memandang wajah Dion
“Masih marah ya sayang?” Dion lalu duduk di depan Nisya. Memandang wajah sang kekasih yang sudah begitu dia rindukan
“Bukan kaya gitu, aku hanya ga mau merusak kamu sayang. Aku takut aku ga bisa kontrol. Aku takut aku akan menginginkannya terus2an waktu tau kamu masih aku merasa berdosa sekali” Dion mencoba menjelaskan tampak diwajahnya begitu sedih
“Itu ga bisa dijadikan alasan Dion, sudahlah toh semau sudah terjadi.”
“Aku minta maaf sayang. Maafin aku please” Dion mencoba meninta maaf ke Nisya
“Aku udah maafin kamu Dion tapi maaf untuk melupain semuanya ga semudah itu. Aku masih perlu waktu” Nisya membuang nafas berat
__ADS_1
“Makasih sayang kamu udah mau maafin aku, aku janji ga bakal seperti itu lagi. Jadi sekarang kita sudah baikan” Tanya Dion penuh harap
“Kita baikan tapi bukan balikan. Maaf Dion aku benar2 belum bisa lupain itu semua” Kini air mata Nisya mulai menetes membasahi pipinya tapi dia segera menyekamya. Dia tidak ingin terlihat begitu menyedihkan dimata Dion
“Jadi maksud kamu apa? Kita putus?” Dion mempertegas maksdu dari Nisya. Nisya hanya mengangguk.
“Tapi kenapa? Aku ga mau putus sama kamu sayang. Tolong maafin aku. Aku mohon. Aku yang salah.” Dion mencoba meraih tangan Nisya tapi Nisya segera menghindar
“Kamu Liat? Aku belum bisa disentuh sama kamu Dion, aku masih terbayangbayang bagaimana tangan kamu, bibir kamu menyetuh perempuan itu” Dan sekarang Nisya tak kuat lagi dia menangis
“Kamu tenang dulu, kita ngomong di rumah aku aja, disini terlalu ramai, engga enak dliatin orang2” Dion menenangkan Nisya
“Aku ga mau!!!”
“Ya udah, terus sekarang mau kamu gimana? Aku ga mau kita putus” suara Dion mulai meninggi
“Maaf Dion. Sepertinya kita benar2 harus berpisah. Tapi kita masih bisa berteman kok.”
“Kamu gila ya Nis? emang kamu bisa gitu berteman dengan mantan kamu apalgi kamu masih sayang sama dia. Emang kamh bisa? Ngomong kok gampang banget” Dion marah mendengar perkataan Nisya
“Kok kamu jadi marah, tau ah aku malas bicara sama kamu” Nisya lalu beranjak dari tempat duduknya dan berlari ke parkiran.
——————————-
__ADS_1
Hallo pembaca setiaku, terima kasih ada love dan supportnya. Maafin ya kalau ceritaku tak sebagus novel2 lainnya. Semoga kalian suka ya, jangan ada dusta diantara kita.
Jangan lupa pencet tombol like dan livenya, dukungan kalian sangat berarti bagi kemajuanku