Cowok itu bernama Ryan

Cowok itu bernama Ryan
Ryan POV


__ADS_3

Ryan POV


Maafkan aku Nis, aku harus pergi dengan cara seperti ini lagi. Aku takut aku tidak bisa kemana-mana kalau aku terus berada didekatmu. Aku sebenarnya tidak peduli dengan harta warisan Umi dan Abi tapi aku tidak bisa menyerahkan pada orang tamak seperti Om Adi. Aku tidak mempercayainya walau dia saudara satu2nya dari Umiku.


Kali ini aku pergi bukan dengan tanpa kata, kali ini juga aku pergi akan selalu sebisa mungkin mengubungi kamu disela2 kesibukanku. Ryan terus berbicara didalam hatinya. Menatap awan dan langit diatas pesawat. Cuacanya begitu cerah tapi hatiku terasa sakit Nis. Samakah kamu dengan apa yang kurasakan. Apakah kamu akan menungguku?


Aku tertidur dalam kegalauan. Kuterbangun ketika pramugari membangunkanku. Kulihat sekelilingku sudah sepi.


"Thanks" Ucapku pada Pramugari itu. Dia tersenyum dan berkata "U're Welcome"


Aku kemudian turun dari pesawat membawa bagasiku yang tak banyak itu. Ku langkahkan kakiku menuju rumahku.

__ADS_1


Kunyalakan HPku. Ku ganti kartuku. Kemudian aku mengirimi Nisya pesan bahwa aku sudah tiba dengan selamat.


Kriingg...kriingg...kringg


Nada telponku berbunyi. Ku angkat dengan cepat


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, kamu jahat...huhuhu" tak ada suara lagi hanya suara isakan tangisan yang kudengar. Ya Allah sungguh aku tak tega mendengar wanita yang aku sayangi menangis seperti itu dan itu karenaku.


****

__ADS_1


Ditempat lain Nisya sudah berada dirumah ya, setelah berbicara cukup lama dengan Ryan, Nisya sudah mulai semangat kembali. Setelah kepergian Ryan mereka hanya bisa komunikasi lewat email sesekali karena Ryan cukup sibuk disana. Sesekali Ryan menelpon Nisya ditengah kesibukannya.


Sejak hari itu Dion masih susah menghubungi Nisya. Ari juga tak mau memberitaukan nomor Nisya. Dion semakin menjadijadi. Setiap hari dia selalu berganti pasangan. Dia marah pada dirinya. Dia marah pada hidupnya. Dia ingin merusak semua perempuan tak terkecuali. Dia sekarang lebih memilih memakai nafsu daripada perasaannya. Pekerjaannya pun selalu terlalaikan. Dia selalu mendapat teguran dari atasan karena tidak bekerja secara profesional.


Nisya berubah menjadi yang lebih baik dan selalu mengingat Allah sedangkan Dion malah berubah menjadi lebih buruk. Dipikirannya Dion hanya Nisya satu2 wanita yang dia cinta dengan tulus. Dia tak mau yang lain. Wanita2 ini hanya sebagai pelarian. Setelah dipakai lalu di buang. Dan anehnya wanita2 itu tak pernah menolak ketika Dion mengajak mereka hanya berhubungan cinta satu malam saja.


---------- bersambung -----------


Segitu aja dulu updatekanku. Mohon maaf ya buat pembaca setiaku. Moodku lagi buruk dari kemarin. Aku ga punya ide buat menulis. Ditambah lagi like bab kemarin hanya 1, hiks lebih parah dari bab2 yang lain, hahahhaa. Kalau aku up lgi dan likenya masih 1, mungkin aku akan berhenti menulis. Maafkan. Karena aku merasa percuma menulis kalau ga ada yang suka sama ceritaku. Seperti semuanya hanya sia2 saja.


Sekali lagi aku bukan mau jadi pengemis ata apapun itu. Tapi ketika karya Lo dihargai orang lain sekecil apapun itu akan memberikan arti yang luar biasa🙃

__ADS_1


So terima kasih yang msih setia menunggu dan membaca novelku. Aku berterima kasih banyak. Semoga besok likenya bertambah. Minimal 10lah😂 yang lain minta 1000 gue minta 10 aja kok, tapi susah amat bertambah,, wkwkwkwk


Doakan mudah2an masalahku cepat selesai. Biar Moodku kembali lagi, hihihi🙄🤧


__ADS_2