
Pukul 02.45 Dion terbangun kedinginan, Dion membuka matanya tak menemukan sosok Nisya, Dion lalu bangkit memakai pakaiannya, mencari sosok Nisya tapi tak ada.
“Ah Sial, kalau tau dia bakalan kabur aku tadi ga pakek pengaman sekalian” gumam Dion kesal karena Nisya pergi dari dekapannya.
Paginya Nisya izin tidak masuk kerja dulu hari ini, badannya begitu sakit. Dia susah untuk berjalan. Mungkin efek dari kemarin baru dia rasakan.
Kriingg... kringgg...
Ryan menelpon Nisya dari semalam tapi Nisya enggan untuk menjawabnya. Melihat Ryan masih menelponnya Nisya hanya bisa menangis. Bagaimana caranya aku bisa hadapi kamu Yan, kalau kondisiku sekarang seperti ini batin Nisya sambil terus menangis.
Tok..tok...
Suara ketukan pintu mengagetkan Nisya. Secepatnya Nisya melap air matanya dan mencuci mukanya. Setelah itu dia segera membuka pintu.
“Kamu kenapa sayang? Matamu bengkak begitu abis nangis?” Tanya Bunda, kemudian Ari yang kebetulan lewat langsung segera menghampiri Nisya
“Kamu kenapa? Siapa yang buat kamu nangis ha?” Ari tampak emosi
“Ih apaan sih kalian, Kaka ga perlu lebay gitu kali ih, Nisya cuma kesakitan aja mungkin mau dapat, terus dari semalam kepala Nisya sakit banget” Ucap Nisya sambil memegang perutnya.
“Oh kiran si Dion atau si Ryan ada gangguin kamu, biar kaka tonjok mereka berdua, aaauuu” Belum selesai Ari bicara kepalanya sudah dijitak duluan oleh Bunda. Ari lalu mengelus kepalanya yang sakit dan segera berlari melihat Bunda sudah mulai ancang2 mau memberikan tinjunya
“Ampun Bunda, Ampun” Teriak Ari, Nisya tertawa melihat kekonyolan Bunda dan Kakaknya. Benar untuk apa meratapi sesuatu yang sudah terjadi yang merupakan kesalahannya juga karena tergoda oleh hawa nafsu, yang penting sekarang adalah memperbaiki diri dan memulai lagi semuanya. Allah sudah menjajikan yang terbaik buat hamba2nya yang mau memperbaiki diri dengan terus istiqomah dijalanNya.
“Bunda masak apa? Nisya lapar” Ucap Nisya sambil mengeluselus perutnya yang lapar karena memang sejak kemarin dia belum makan, dirumah Dion dia baru makan 2 sendok saja.
“Ada Roti bakar sama nasi goreng” Jawab Bunda sambil mengatur piring makan buat mereka bertiga
“Ayah kapan pulang Bun?” Tanya Nisya karena sudah seminggu Ayahnya belum pulang dari Dinas Luar
__ADS_1
“Sebentar sore, kamu bisa jemput Ayah?” Tanya Bunda pada Ari yang sudah sibuk mengunyah Nasi Goreng buatan Bundanya, Ari hanya mengangguk.
Selesai makan Nisya membantu Bundanya untuk menyuci piring, Ari pamit untuk berangkat kerja. Tinggalah Bunda dan Nisya berdua dirumah. Selesai pekerjaan rumah Bunda dan Nisya duduk di ruang keluarga sambil menonton, Nisya berbaring dipangkuan Bunda sambil Bunda mengeluselus kepala Putrinya yang sudah dewasa itu. Rasanya baru kemarin melahirkannya, sekarang dia sudah bisa cari uang sendiri, ucap Bunda dalam hatinya. Lagi asik menonton tiba2 suara bel berbunyi. Dengan rasa malas Nisya segera mengambil hijabnya dan mengenakannya kemudian berjalan membuka pintu ternyata yang datang Ryan.
“Ngapain kesini?” Tanya Nisya kaget
“Emang ga boleh?” Tanya Ryan lagi
Nisya/ “bukannya ga boleh tapi ini masih jam kantor, kamu bolos yaa?
Ryan tertawa mendengar ucapan Nisya
Ryan/ “Kamu pikir masih sekolah pakai acara bolos segala
Nisya/ “Ya terus?”
Ryan/ “Aku khawatir bodoh, dijengukin malah ketus. Tadi aku tanyain ke Ari kabar soalnya dari semalam aku telponin kamu ga jawab2, kata Ari kamu sakit ya udah aku segera kesini”
Ryan/ “Kenapa? Ga suka aku datang? Kamu berharap kalau yang datang harusnya Dion?” Suara Ryan mulai terdengar kecewa
Nisya/ “apaan sih kamu, bikin orang tambah bete aja” Nisya lalu berdiri mau masuk ke dalam rumah
Ryan/ “Ya udah aku pamit” Ryan lalu pergi meninggalkan Nisya tanpa menoleh sedikitpun.
Nisya masuk kedalam rumah dalam keadaan bete, ga tau aja dia saat ini paling malas mendengar nama Dion. Kemudian Nisya masuk ke dalam kamar membaringkan dirinya diatas tempat tidur, tidak lama dia pun tertidur.
Pukul 12.45 Nisya terbangun karena HPnya berbunyi rupanya itu pesan dari Ryan.
“Aku pamit Nis, jaga diri baik2 selagi aku tak ada. Maaf kalau kedatanganku buat kamu ga suka. Aku hanya ingin liat wajah kamu sebelum aku pergi tapi ternyata harapan aku berbeda”
__ADS_1
Nisya segera menelpon Ryan setelah membaca pesan Ryan.
Nisya : “Kamu mau kemana?”
Ryan : “Assalamualaikum, kamu kebiasaan lupa lagilan ucap salam”
Nisya : “Waalaikumsalam, hehe iya lupa, abis kamu buat panik orang aja. Mau kemana? Kenapa mendadak?”
Ryan : “Dosen aku udah telpon, aku masih harus melanjutkan studiku. Tunggu aku ya”
Nisya : “ngapain tunggu kamu? Sebel aku” Nisya manyun2 sendiri karena Ryan tiba2 saja akan meninggalkannya
Ryan : “hahaha, jangan manyun2 gitu nanti manisnya hilang” Ryan seolah tau kalau saat ini Nisya sedang memanyunkan bibirnya karena kesel
Nisya : “Sok tau ih, kamu mau kemana emang?”
Ryan : “Ausi, dekat kok kapan2 main kesini bareng Tian, Lani dan Lauren”
Setelah hampir setengah jam mereka berbincang, Ryanpun pamit pada Nisya karena dia harus mengurus bagasi dan boardingpasnya. Ada rasa sedih dihati Nisya.
Nisya : “Kamu cepat pulang ya, kalau aku butuh kamu gimana?”
Ryan : “Yang kamu butuh itu ALLAH bukan aku, aku hanya perantara mysweet heart. Ya udah jangan sedih2, kalau ada waktu aku pasti akan selalu kabarin kamu. Assalamualaikum”
Nisya : “Waalaikumsalam”
15 menit kemudian #titttt# tanda notifikasi di HP Nisya. Ada email masuk dari Ryan.
Ryan : Maaf kalau kepergianku ini mendadak, aku pikir pas ketemu denganku kamu akan ingat semuanya, 4 bulan ini aku menuggu kamu ingat ternyata nihil, kamu sudah benar2 melupakanku. Mungkin juga disini aku yang salah, pergi dan tak pernah ada kabar bertahun2. Itu semua aku lakuin karena kamu Nisya. Si Undutku. Hihi :) Maaf ya Undutku aku ga bisa lama2 disamping kamu, kali ini tunggu aku, aku akan secepatnya menyelesaikan S3ku, Kalau rindu kamu bisa datang kesini. Kalau belum ingat siapa aku. Nih aku kirimin kamu poto jadulmu :p yang masih hitam dan undut :p. I love you Undutku. Tunggu aku. Ryan💞
__ADS_1
Seketika Nisya menangis sejadi-jadinya ketika dia membaca email dari Ryan dan membuka attch yang dikirimkan Ryan disitu ada Fotonya bersama dengan Ryan waktu dia masih SMA kelas 1. Ryan pergi terlalu mendadak dihidup Nisya ketika Nisya mulai jatuh hati untuk pertama kalinya dan secepat itu juga Nisya merasakan sakit hati karena Ryan pergi tanpa pamit dan tanpa kabar. Ketika dia mulai melupakan Ryan, sosok Dion hadir dihidupnya memberi terang kembali dan Nisya benar2 melupakan sosok Ryan. Ketika semuanya sudah terjadi Ryan muncul dengan cara yang tidak disangka2. Nisya lalu segera ke bandara, perjalan dari rumah Nisya ke bandara membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam kalau tidak macet. Dilihatnya jam, masih keburu. Dengan cepat dia melajukan motor matik milik Bundanya yang biasa digunakan kalau pergi ke pasar.
Setibanya di bandara....