Cowok itu bernama Ryan

Cowok itu bernama Ryan
Bab 16


__ADS_3

“Makasih ya Ryan udah anterin aku” Nisya mengucapkan terima kasih pada Ryan sebelum turun dari mobil


“Telpon Aku kalau urusan kamu udah selesai nanti aku jemput” Kata Ryan lembut sambil menatap wajah Nisya yang tertunduk malu karena terus ditatap


“Baik, kamu buruan pergi deh. Sebelum teman2ku salah paham” Nisya tersenyum sambil turun dari mobil Ryan


“Salah paham juga ga papa kok” Ryan membalas senyuman Nisya. Nisya lalu menutup pintu Ryan dan langsung berlari masuk ke dalam kampus tanpa menoleh sedikitpun


“Manis sekali” Gumam Ryan sambil menyetir mobilnya keluar dari kampus Nisya menuju Perusahaan tempatnya bekerja.


Nisya terus berlari sampai dia merasa sudah menjauh dari parkiran mobil,dia lalu kembali berjalan dengan santai. Betapa kikuknya dia jika terus terusan mendapat senyuman dan gombalan kata2 dari Ryan. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagaimana bisa dia secepat itu punya rasa sama Ryan yang baru dikenalnya sebentar. Secepat inikah jatuh cinta? Bagaimana dengan Dion? Ah batin Nisya sungguh bingung dengan debaran yang ada didadanya saat ini.


“Dorrrr” Lauren mengagetkan Nisya yang sedang berjalan sambil mengkhayal tanpa menyadari sudah melewati sahabatnya itu


“Bengong neng” Kata Lauren lagi.


“Eh lu yang lain mana?” Tanya Nisya


“Dari tadi kali dibelakang lu, khayalin apa sih? Serius banget” Kata Tian sambil merangkul lengan sahabatnya dengan manja


“Hehehe, ada deh.” Nisya belum mau menceritakan apa yang terjadi tentang dia dan Dion. Dia tahu sifat sahabat2nya itu.


“Sok rahasiaan, kemarin kemana aja sama Dion seharian? HP dimatiin, group tak direspon. Takut banget sih yang diganggu kemesraannya melepas rindu” Kata Lauren yang membuat Nisya hanya tersenyum.


Nisya lalu mengganti topik karena dia malas mendengar nama Dion disebut2, walau sahabatnya juga jarang menyeput nama Dion. Apalagi Tian. Selesai mendaftar untuk Yudisium. Nisya mengajak sahabat2nya untuk ke Mall. Yang diikuti anggukan secepat kilat sama sahabatnya itu. Kejadian langkah, batin mereka.


Hari itu Lauren tidak membawa mobil ke kampus, dia diantar sama sopir jadi mereka naik taksi online ke Mall. Di Mall Nisya bermain, tertawa tanpa beban bersama sahabat2nya. Tak ada rasa sedih sedikitpun. Ternyata dia selama ini terlalu mengikuti Dion tanpa menyadari bahwa tersenyum dan bahagia itu tak meluluh soal pacar.

__ADS_1


“Nis, lu lagi ga ada masalahkan?” Tanya Tian heran dengan sikap Nisya yang tidak seperti biasanya


“Emang kenapa?” Tanya Nisya heran


“Ya ga apa2 sih, hanya saja jarang bangetkan lu ajakin kita jalan ke Mall apalagi ga pake izin dulu ke pacar lu itu, biasanya kalau kita ajakin susah banget, harus izinlah inilah itulah yang ujung2nya ga dibolehin juga” Tian memang curiga dengan sikap Nisya yang memang tidak seperti biasanya. Lauren dan Lani menatap Nisya intes, seolah sedang menatap seorang penjahat yang tertangkap basah.


“Kenapa sih kalian tatap gue seperti itu, seperti penjahat saja, hahahaha” Nisya lalu tertawa melihat tingkah sahabat2nya.


“Pertama gue ga kenapa-napa, kedua gue baik2 saja, ketiga ya gue ga kenapa-napa dan gue baik2 saja” Lanjutnya lagi


“Yakin?” Lauren semakin curiga dengan jawab Nisya


“Sumpah Lauren sayang, gimana Lan gue bohong apa engga?” Nisya menatap Lani meminta pertolongan, memang diantara mereka berempat Lani termasuk sahabatnya yang paling polos. Lani lalu mengangguk setuju dengan Nisya.


Kriiinngg...Krrringgg... HP Nisya berbunyi.


“Kalian ga lapar?” Tanya Nisya setelah selesai menjawab telponnya


“Laparlah, mau makan dimana?” Tanya Lani. Mereka sudah cukup lama berkeliling Mall yang hanya sedekar mencoba-coba dan selalu berakhir dengan Lauren yang selalu membeli barang2 tidak penting. Yang membuat sahabat2nya geleng2 kepala saja.


“Kita makan di luar aja ya, bosan makanan yang ada di Mall” kata Nisya dan mengajak sahabatnya keluar dari Mall dan ternyata disana sudah ada mobil Ryan menunggu mereka


“Yuk naik” Kata Nisya yang melihat sahabat2nya terbengong didepan mobil ketika melihat Nisya naik mobil tapi bukan Mobil Dion dan benar saja ketika mereka masuk cowok yang dimobil bukan Dion.


“Nisya seling...” Ucap Lani ketika memasuki mobil dan melihat bukan Dion tapi katanya menggantung karena belum selesai dia bicara mulutnya sudah duluan ditutup sama tangan oleh Tian.


“Hahahaha” Ryan tertawa mendengar perkataan Lani

__ADS_1


“Wah jadi aku ini bisa jadi cowo perebut cewe orang dong, termasuk pelakor ga?” Kata Ryan dengan nada bercanda.


Lani, Lauren, Tian dan Nisya hanya tertawa mendengar kata2 Ryan.


Nisya lalu mengenalkan Ryan pada ketiga sahabatnya. Mereka langsung akrab seperti sudah lama bertemu. Beda ketika bersama dengan Dion yang ada hanya ketegangan dan kekakuan untuk melakukan sesuatu karena Dion selalu memasang muka tegang dan tak santai ketika bertemu dengan sahabat2 Nisya.


Ryan lalu membawa mereka makan di sebuah Restoran Seafood. Selesai makan mereka terus berbincang2 dan tertawa karena Ryan orangnya terkadang suka melucu.


“Ah andai Ryan yang jadi cowoknya Nisya, sungguh bahagianya kami ini” Kata Tian yang membuat semuanya terdiam.


“Apaan sih Tian, ga lucu tau” Kata Lauren yang merasa tidak enak ke Ryan.


“Hahaha, santai santai, aku orangnya santai kok” Kata Ryan mencoba memecahkan suasana yang hening.


“Jadi yang kedua juga boleh kalau Nisya nya bersedia” Ryan lalu menatap Nisya sambil tersenyum yang membuat Nisya kembali merona malu.


“Nisya Malu tuh, hihihi” Lani menggoda Nisya yang membuat Nisya semakin kikuk.


Lama bercanda tak terasa waktu sudah sore hari, Ryan lalu mengantar mereka satu persatu. Tinggallah Nisya dan Ryan berdua.


“Maafin aku ya Nis kalau tadi bercandaku keterlaluan, aku hanya ingin mencoba lebih akrab sama kamu dan teman2 kamu. Agar suasana lebih mencair” Ryan membuka suara karena sejak diperjalanan tadi Nisya hanya diam.


“Kenapa minta maaf? Aku ga marah kok, kamu nih aneh banget” Kata Nisya sambil terus menatap kedepan


“Oh kirain, abisnya kamu diam aja sih daritadi. Oh iya besok ada acara ga? Mau ke kampus lagi? Aku jemput ya?” Ryan mengubah topik pembicaraan


“Ehhmmm, sorry Ry besok aku ga bisa, aku mau ambil mobil dulu kemarin aku tinggal di rumah cowokku, besok juga aku mau ketemu dia.” Kata Nisya datar dengan suara agak berat. Ryan hanya terdiam ada rasa cemburu. Padahal dia baru saja kembali dekat dengan Nisya. Ryan sampai lupa kalau Nisya sekarang ini sudah punya pacar.

__ADS_1


Mereka lalu terdiam sampai di rumah Nisya tak ada sepatah katapun. Nisya juga turun dari mobil hanya bilang makasih dan berlalu pergi, seakan ada rasa sesal didadanya ketika mengatakan itu. Tapi memang itu kenyataannya. Hubungannya dengan Dion belum selesai belum ada kata putus. Nisya hanya menghindar karena terlalu kecewa telah dikhianati tapi sejujurnya dia terlalu menyayangi Dion. Ryan melajukan mobilnya dengan perasaan hampa dan kosong baru saja sebentar dia merasakan bahagia bisa dekat dengan wanita yang paling dia cintai tapi seketika rasa itu berubah menjadi cemburu dan marah yang tertahan.


__ADS_2