
Di bandara Nisya terus mencari sosok Ryan tapi hasilnya nihil HP Ryan juga tak aktif. Dengan rasa berat dan sedih Nisya duduk sebentar di bandara sambil kembali membuka emailnya. Dibacanya dengan perlahan untuk memastikan apa yang dibacanya itu tidak salah. Airmatanya kemudian menetes.
“What? Kamu Ryan?” Ucap Nisya kaget dengan pengakuan Ryan diemail,
Ya Allah sudah berapa lama, kenapa kamu baru kembali sekarang ketika hatiku sudah sepenuhnya bukan jadi milikmu, ketika sudah 5tahun lamanya kamu menghilang, bahkan keperawanankupun sudah hilang setahun yang lalu dan baru saja kemarin aku melakukannya lagi dan kamu baru muncul sekarang, kenapa bukan sebulan yang lalu sebelum semuanya benar2 hancur. Ucap nisya dalam hatinya sambil meneteskan air matanya "dan sekarang kamu pergi lagi dengan cara seperti ini. Apa yang harus aku lakuin"
#Flasback On#
Siang itu di bulan Juli merupakan hari kelulusan Nisya. Dia dan Lauren menuju ke garasi mobil untuk bersama2 pulang dan merayakan kelulusan mereka. Nisya dan Lauren sudah bersahabat sejak SMP. Lauren yang merupakan anak orang kaya sejak masuk SMP dia sudah membawa mobil sendiri ke sekolah. Lauren juga yang mengajarkan Nisya membawa mobil. Di jalanan Lauren mengrem mendadak. Mereka lalu turun dari mobil. Ada seorang anak laki2 yang tiba2 menabrakan mobilnya ke mobil Lauren untung saja dia dengan cepat banting stir dan mengrem dengan cepat.
"Sepertinya dia pingsan" Ucap Lauren melihat sosok anak laki2 yang ada didepan mereka
"Lalu bagaimana ini?" Tanya Nisya panik
"Ya udah kita minta tolong dulu buat angkat dan masukin ke dalam mobil terus kit bawa ke rumah sakit." Ucap Lauren lagi lalu meminta tolong sama orang sekitar. Setelah berhasil memasukan anak laki2 itu ke dalam mobil. Lauren lalu melajukan mobilnya ke RS terdekat. Tiba di rumah sakit anak itu lalu dibawah segera ke IGD untuk mendapatkan perawatan. Kata perawat anak laki2 itu kelelahan dan depresi. Selang setengah Jam anak laki2 itu belum sadar dia tampak masih terlelap dalam mimpinya.
Lauren lalu pamit pada Nisya karena dia sudah ditunggu orang tuanya buat ke bandara ternyata orang tua Lauren sudah menyiapkan hadiah kelulusannya yaitu berlibur di Negri Kincir Angin.
Lauren/ " Lu ga mau ikut gue Nis? Biar gue antarin lu pulang dulu.
Nisya/ "ga perlu Ren, gue pulang sendiri aja ntar naik angkot. Lagian gue masih nungguin ni anak bangun dulu"
__ADS_1
Lauren/ "Ya ga perlu kali Nis, kita juga ga kenal dia. Biar kita serahkan sama perawat aja."
Tapi Nisya tetap menolak. Nisya memang tidak tega melihat orang lain terluka apalagi tau anak itu hampir bunuh diri karena depresi. Lauren lalu pamit sebelumnya dia mengurus adimistrasi dan membayar biaya perawata anak laki2 itu.
Nisya/ "Makasih ya Ren. Lu baik banget sih"
Lauren/ "Ya udah gue duluan ya Nis. Lu hati2
kalau ni ana sudah bangun lu langsung cabut aja" Lauren dan Nisya lalu berpelukan karena mereka juga akan berpisah 2minggu lamanya.
Nisya lalu mengabarkan orang rumahnya kalau dia terlambat pulang karena masih merayakan kelulusannya dengan teman2 sekolahnya, bohongnya. Ini kali pertamanya Nisya berbohong pada orang tuanya karena dia tidak mau membuat orang tuanya khawatir.
2jam menunggu akhirnya anak laki2 itu bangun, Nisya sudah tertidur dipinggir tempat tidur. Anak laki2 itu bergerak perlahan mencoba untuk turun dari tempat tidur tapi ternyata membangunkan Nisya.
"Siapa lo? Ngapain lo nolongin gue, dasar bocah burik" Kata anak laki2 itu dengan nada tinggi
"Ngapain marah2, maksud gue baik kali. Kalau lu mau bunuh diri, bunuh diri aja di laut atau loncat digedung jangan libatkan orang lain yang tidak bersalah." Nisya merasa sebal bukannya terima kasih malahan anak laki2 itu marah2 tak jelas padanya mengatakan dirinya burik segala.
Nisy lalu berjalan keluar dari ruang UGD, anak laki2 itu kemudian mengejar Nisya.
"Eh eh kok lu pergi sih?" Kata anak itu sambil menarik tangan Nisya
__ADS_1
"Apaan sih" Nisya mencoba melepaskan tangannya, air matanya keluar dia menangis. Nisya memang cukup sensitif sedikit gertakan saja akan membuat dia menangis karena orang tuanya tidak pernah memarahinya
"Eh eh maap, kok lu nangis sih" anak itu merasa bersalah setelah melihat Nisya menangis karena ucapannya. Nisya tak mempedulikan dia lalu berlari dan segera naik angkot.
Esoknya anak laki2 itu menunggu di depan gerbang sekolah Nisya, dia tau sekolah Nisya dari lambang sekolah yang dipakai diseragamnya kemarin. Berhari-hari dia menunggu pagi2 sekali tapi sosok Nisya tak liatnya. Hari ke 5 dia menunggu akhirya dia melihat dari kejauhan sosok yang dia cari seorang anak perempuan gendut, hitam tapi mempunyai mata yang indah.
Hari itu Nisya mau mengurus Surat Keterangan Lulusnya karena pendaftaran masuk SMA sudah mulai dibuka
"Hallo" sapanya
"Eh ngapain lu kesini" Tanya Nisya dengan nada tidak suka
"Gue mau minta maaf, gue ga nyangka lu bakalan nangis seperti itu."
Mereka lalu berbaikan dan berkenalan anak laki2 itu Ryan...
Setelah berlibur cukup lama Nisya akhirnya resmi menjadi murid SMA. Dia dan Ryan semakin akrab. Untuk pertama kalinya Nisya dekat dengan anak laki2 selain kakaknya tapi dia tidak pernah mengajak Ryan ke rumahnya karena Nisya saat itu masih takut membawa anak laki2 di rumah. Hari2 mereka terus bersama kesedihan anak laki2 itu tidak nampakn lagi di wajahnya. Dia juga sudah mulai tidak mabuk2an lagi karena Nisya mengamcam tidak mau lagi mengenalnya kalau dia masih mabuk2an. Akhirnya Nisya tau kalau Ryan sebatangkan kara sejak kepergian orang tuanya. Hidupnya jadi hancur berantakan karena dia masih belum bisa menerima diumurnya yang masih muda harus kehilang 2 sekaligus orang yang paling dia sayangi dihidupnya. Nisya mulai merasakan rasa yang berbeda didirinya. Dia mulai menyadari kalau dia sudah jatuh hati pada sosok Ryan yang selalu menemani hari2nya dan memberikan canda dan tawa setiap harinya. Bukan hanya Nisya ternyata Ryan juga merasakan hal yang sama tapi mereka masih enggan untuk menyatakan perasaan masing2.
Sampai suatu hari Ryan pergi meninggalkan Nisya tanpa pamit. Meninggalkan luka dihati Nisya. Nisya terus mencari sosok Ryan tapi tak pernah didapatinya. Nomor Ryan tidak aktiv. Nisya jadi malas keluar kamar. Untuk pertama kalinya juga Ryan memberika rasa sakit dihatinya.
Tanpa sepengetahuan Nisya ternyata Ryan pergi melanjutkan sekolahnya. Dia abis bertemu dengan Pengacara orang tuanya dan mengatakan Ryan bisa mewarasi seluruh harta orang tuanya sampai Ryan lulus Kuliah S1 dan untun sementara akan dikelola oleh Om Ryan. Dan Ryan tau kalau omnya itu orang yang licik makanya Ryan dengan segera ingin melanjutkan sekolahnya disamping Nisya pernah bertanya kapan Ryan akan kembali bersekolah. Saat itu dia berjanji akan membuat Nisya bangga dengannya.
__ADS_1
Tahun-tahun telah berlalu, Nisya bukan lagi cewek gendut, hitam yang tidak pandai mengurus dirinya. Dia lalu jatuh cinta pada sahabat kakaknya yaitu Dion. Dan saat itu dia benar2 melupakan sosok Ryan yang pernah hadir didalam hidupnya.
#Flashback end#