Cowok itu bernama Ryan

Cowok itu bernama Ryan
Bab 5


__ADS_3

Hari ini Nisya memakai Kaos polo berwarna pink muda dan Rok selutut, dengan handiplast dilututnya, menguraikan rambutnya yang kecoklatan, memakai lipstik yang senada dengan warna bajunya, tidak ada make up lain di wajahnya hanya lipstik saja tapi sudah membuat Dion terpukau dengan wajah sang pacar.


“Kamu cantik banget sayang, aku ingin sekali menggigitmu” Ucap Dion menggoda pacarnya itu


“Tapi aku ga suka kamu pakai rok pendek begitu, ganti deh pake celana panjang aja” Lanjutnya lagi


“Hmm, baik komandan” Nisya lalu kembali ke kamar mengganti pakaiannya, dia memang begitu mendengarkan kata kata pacarnya, bahkan bergaul sama teman lakipun Nisya dilarang. Sungguh Dion sangat posesif pada Nisya.


Selesai mengganti celana, merekapun bergegas pergi, di Mall mereka membeli tiket dulu dan berjalan jalan karena film masih 1jam lagi baru mulai. Mereka begitu mesra, Nisya seolah tidak ingin melepaskan genggaman tangannya. Dia bergandeng dengan manja dan sesekali mengecup pipi sang pacar.


“Genit ya kamu sayang” Ucap Dion yang membalas mengecup pipi sang pacar


“Biasanya ga mau dicium dibanyak orang begini, sekarang maunya cium terus” lanjut Dion sambil mencubit hidung pacarnya dengan manja

__ADS_1


“Abisnya bakalan rindu pasti sama kamu sayang, makanya aku mau cium sampai besok, hahaha” ucap Nisya disertai tawanya.


“Nakal ya kamu sekarang” Dion mencubit pipi pacarnya itu dengan gemas. Mereka lalu berjalan kembali ke bioskop buat membeli popcorn dan minuman, setelah menunggu mereka pun lalu masuk ke dalam theater buat menonton hari itu cukup ramai karena memang weekend. Didalam bioskop Nisya terus bersandar manja sama pacarnya. Seolah tidak ingin berpisah.


“Aku mau kamu malam ini sayang” Ucap Nisya ditelinga Dion


“Auuuhhhh” teriaknya sambil mengelus jidatnya yang di sentil sama Dion


“Jangan gitu sayang, aku udah janjikan sama kamu, tunggu kamu selesai kuliah baru aku akan melahapmu tiga hari tiga malam” Goda Dion yang membuat pacarnya itu kembali memerah karena malu.


Setelah mengantar Nisya pulang Dion langsung pamit sama Nisya, mengecup kening Nisya. Menarik bibir Nisya yang lagi monyong karena bete secepat ini berpisah dengan Dion ditambah lagi mereka 2minggu akan LDR.


“Jangan manyun manyun dong sayang, aku janji bakalan cepat pulang kok, setelah tranning selesai” Janji Dion pada Nisya, diikuti anggukan Nisya

__ADS_1


“Ya udah aku pamit dulu yaa sayang, baik baik dirumah, jangan nakal, jangan main hp lagi, chatan dengan yang tidak penting, langsung tidur, kunci pintu dan pagarnya” Dion lalu menyuruh Nisya masuk ke dalam rumah, setelah melihat Nisya masuk Dionpun juga segera pulang.


Dion Ardiansyah


Ya Tuhan kamu begitu cantik sekali hari ini sayang, aku ingin sekali merasakan manismu tapi aku sudah berjanji tidak akan menyentuhmu setelah kita menikah terlebih aku takut pada Ari sahabatku jika tau kalau aku sudah merusak adiknya, walau sebenarnya kita sudah pernah melakukannya sekali. Tapi aku benar benar sayang sama kamu, aku benar benar ingin menjagamu.


Nisya kenapa hari ini kamu begitu manja, menciumiku terus terusan, benar benar membuatku bergairah. Ya Tuhan apa yang mesti aku lakuin. Ingin sekali rasanya. Sungguh godaan ini begitu besar.


“Aku mau kamu malam ini sayang” Ucapnya yang membuat jantungku berdetak tak karuan Ya Tuhan anak ini, sejak kapan dia jadi berani begini, aku sudah dari tadi menahan hasrat dia malah menawarkan dirinya padaku.


“Aaauuuuh” teriaknya, aku menyentik dahinya, menandakan penolakanku padanya. Untuk saja dia mengerti dan tidak melanjutkan kegenitannya kalau tidak aku benar benar akan melahapnya malam ini.


Dia sedih ketika aku mengantarnya pulang, aku juga berat meninggalkannya tapi aku mesti melakukan sesuatu, sebentar lagi dia lulus kuliah aku sudah janji padanya begitu dia wisuda aku akan melamarnya, menikahinya dan menjadikan dia milikku seutuhnya.

__ADS_1


Dia pernah protes karena aku melarangnya bergaul, itu aku lakuin karena aku takut dia jadi milik orang lain, cukup waktu lama buat mendapatkan hatinya. Dan ketika dia berubah jadi lebih cantik disitu aku benar benar tidak mau siapapun mendekatinya.


Dion Ardiansyah end.


__ADS_2