Cowok itu bernama Ryan

Cowok itu bernama Ryan
Bab 14


__ADS_3

Nisya berjalan ke arah minimarket didepan, dibersembunyi disana, Nisya tak sanggup untuk membawa mobilnya sendiri, dia benar2 kacau, hatinya tak karuan, banyak tanya yang ingin dia tanyakan kepada Dion. Tapi dia lebih memilih pergi menyendiri, hatinya belum bisa menerima Dion, walaupun dia ingin sekali mendengar penjelasan dari Dion. Apakurangnya sampai Dion sejahat itu. Nisya lalu menyalakan Handphonenya. Nisya melihat jam sudah pukul 20.30, tidak lama HPnya berbunyi, Dion menelponnya, cepat2 Nisya meriject telp dari Dion dan memblokirnya. Nisya duduk bersembunyi ketika melihat mobil Dion melewati minimarket tempatnya bersembunyi. Dia benar2 belum siap untuk menemui Dion saat ini. Diliatnya HPnya kembali, siapa yang akan dia hubungi sekarang? Lani? Lauren? Tian? Ari? Bunda? Ayah? Tak banyak nomor di kontaknya karena sejak berpacaran dengan Dion Nisya memang benar2 menjaga jarak dengan orang disetikarnya. Ryan? Tangannya terhenti disebuah nama, haruskah aku menelponnya? Batin Nisya. Tapi Tak ada pilihan lain.


Nisya lalu menekan tombol call.


Tuutt...tutt..


“Assalamualaikum” Sapa lembut cowok diseberang telpon


“Ryan, ganggu lu ga?” Nisya mencoba basa basi


“Assalamualaikum” Ryan mencoba memberi salam kepada Nisya dia ulang sampai tiga kali.


“Eh iya Waalaikumsalam” Nisya lalu mengerti dan menjawab salam dari Ryan


“Kamu tuh ya, kalau ada orang beri salam ya dijawab dong. Ada apa Nis?” Tanya Ryan


“Hehe, mon maap, lagi buru2 soalnya” Nisya lalu menjelaskan maksudnya menelpon Ryan. Tidak butuh waktu lama Ryan sudah ada di depan untuk menjemput Nisya.


“Kita mau kemana neng?” Tanya Ryan ketika Nisya sudah duduk didalam mobilnya


“Ga tau, belum pengen pulang. Lagi kalut banget” Nisya membuang nafas panjang.


Ryan hanya melihatnya, lalu menyalakan mobil tanpa mau tau lebih dalam lagi. Kalau Nisya mau cerita dia pasti akan cerita. Yang Ryan tau saat ini dia sungguh senang, untuk pertama kalinya Nisya menghubunginya duluan, dan dia bisa bertemu lagi dengan Nisya sejak hari itu.

__ADS_1


“Kita udah sejam nih putar2, belum tau mau kemana? Atau mau pulang?” Tanya Ryan lagi membuka suara ditengah keheningan.


“Lu ga tanya kenapa gitu sama gue?” Nisya menatap Ryan penasaran, mata mereka bertemu “Ya Allah sejak kapan cowok didepan gue ini begitu tampan, matanya, hidungnya, alisnya, rambutnya.” Batin Nisya sambil terus menatap Ryan.


“Ehem ehem, begong lagi neng?” Ryan melambaikan tangan diwajah Nisya yang masih bengong dengan mata sembab yang habis menangis, Nisya salah tingkah, mukanya memerah malu, Ryan tersenyum melihat tingkah Nisya yang salah tingkah.


“Jadi mau kemana?” Tanya Ryan lagi.


“Anterin pulang aja deh, udah setengah sebelas juga. Besok masih harus ke kampus buat urus pendaftaran yudisium” Ucap Nisya tanpa mau menatap wajah Ryan.


“Okeh deh tuan putri” Ryan lalu melajukan mobilnya ke rumah Nisya, sebenarnya dia masih sangat ingin berlama lama dengan Nisya. Tapi dia memberikan ruang dan waktu buat Nisya untuk menyendiri. Dia cukup senang dengan hari ini. Dia mau memulai pelan2 agar Nisya mengingatnya kembali.


“Makasih ya lu udah anterin gue, gue cukup terhibur malam ini, besok pulang dari kampus, gue traktir deh” Ucap Nisya sambil beranjak turun dari mobil Ryan.


“Bukan Elu tapi kamu, bukan Gue tapi Aku” Ucap Ryan tersenyum membuat Jantung Nisya berdetak. “Buset masa gue udah jatuh cinta aja secepat ini” Batinnya


Ryan menurunkan kaca mobilnya,


“Besok aku jemput ya” Ucap Ryan sambil menyalakan mobilnya dan melaju pergi tanpa menunggu jawaban dari Nisya. Ryan tersenyum didalam mobilnya. Ada sedikit kemajuan dari yang sebelumnnya, batin Ryan.


Nisya masuk kedalam kamarnya, sedikit melupakan kesedihan yang telah digoreskan dihatinya oleh Dion. Dia cukup senang karena dia tidak salah meminta tolong. Dia tidak bisa membanyangkan bagaimana jadinya jika yang Dia telpon salah satu sahabat ato kakaknya. Dia pasti saat ini masih menangis. Meratapi dirinya. Dia memang masih sedih. Tapi ketika dijalan bersama Ryan tadi, Nisya berpikir, Dion saja bisa menghianatinya kenapa Nisya tidak. Dia ingin mencoba hal hal baru yang belum pernah dia lakukan sejak berpacaran dengan Dion. Betapa bodohnya Nisya kemarin2.


Wajah Nisya kembali mengkerut ketika ada pesan masuk dari Dion.

__ADS_1


“Sayang kamu dimana? Aku mencari kamu berjam jam, aku telpon Ari katanya kamu belum pulang, kamu dimana sayang? Please hubungin aku.”


“dirumah” Balas Nisya singkat, benar saja Nisya masih benar2 mencintai Dion, rasa sakitnya tidak sebesar rasa sayangnya. Ah cinta, sungguh menyakitkan rasanya.


“Aku kesana sekarang, tunggu aku sayang. Tolong buka blokiran kamu, aku mau telpon” balas Dion lagi.


“Ga perlu, aku ngantuk mau istrahat, nanti lusa aku hubungin kamu, kita sendiri2 dulu malam ini. Biar kamu juga bisa berpikir dan memilih mana yang terbaik buat kamu.” Nisya malas meladeni Dion malam ini tapi dia tau Dion nekat, kalau Nisya tidak membalas pesannya, Dion pasti ke rumahnya. Dan dia tidak mau orang rumahnya tau apa yang sedang terjadi.


“Kenapa harus tunggu lusa, bagaimana dengan besok? aku tak bisa menunggu sampai lusa” Dion masih membalas pesan dari Nisya


“LUSA ATO TIDAK SAMA SEKALI!!!” Nisya lalu mematikan telponnya. Dia benar benar capek hari ini, dia cukup malas untuk berdebat dengan Dion, dia tau dia tidak akan menang.


***


Dion menelpon seseorang, dia marah, mukanya memerah karena marah. Dia menelpon Devita, memakinya. Gara2 dia Dion dan Nisya jadi bertengkar, Nisya bukan tipe cewe yang kepo akan urusan HP orang termaksud Dion, makanya Dion tidak pernah megunci HPnya dengan kode. Dia heran mengapa Nisya tadi begitu marah. Dan ternyata ada pesan masuk dari Devita. Dion jadi mengerti apa yang terjadi, mengapa Nisya bisa memeriksa HPnya dan membaca semua pesan.


“Hubungan gue sm lu berakhir malam ini” Dion benar benar kacau, dia tidak menyangka secepat ini Nisya bakalan tau.


***


Hiks, kupengen curhat sedikit😢


Aku syedihh, bab kemarin yang like hanya 2 orang aja, setidak menariknya kah novelku ini?? Huaa😩

__ADS_1


Hahahaha, kalau kalian suka, mohon pencet Love dan Likenya ya💞


Itu menjadi menyemangatku biar aku bisa up terus tiap hari🥺


__ADS_2