Cowok itu bernama Ryan

Cowok itu bernama Ryan
Penyesalan hanyalah penyesalan


__ADS_3

Dion dengan cepat menatap tajam Rama, Joe dan Ari juga menyikut tangan Rama kebetulan posisi duduknya Rama berada ditengah antara Joe dan Ari.Rama yang seolah paham maksud dari mereka bertiga dengan segera berhenti bernyata, sebelum dia bonyok oleh Dion. Dion sudah menunggu2 waktu ini akhirnya dia bisa bertanya pada Nisya tapi Nisya ternyata lebih memilih tantangan. Sedikit kecewa tapi Dion tak kehabisan akal, dia mengubah tantangannya.


“Tantangannya kamu harus mencium orang yang kamu sayang yang ada disini selain Ari ya, seperti ini” Dion lalu mencontohkan dengan mencium bibir Nisya, Nisya kaget dia tak merespon sama sekali, semua orang disitu membantu dan tak percaya dengan sikap Dion, ketika sadar Nisya langsung menamparnya, hal yang seharusnya dia lakukan pada waktu itu. Tamparannya cukup keras yang membuat tangan Nisya memerah. Mereka semua terdiam. Ari yang tidak tega melihat adiknya mencoba menenangkap sang adik tapi Ryan sudah duluan berdiri dan memeluk Nisya, Ryan lalu membawa Nisya menuju keluar dari ruangan itu diikuti Lani, Tian dan Lauren. Untuk pertama kalinya Ari memberikan bogem mentah kearah wajah Dion, membuat Bunga histeris, Eggy dan Rama menangkap Ari sedangkan Joe membangunkan Dion yang jatuh tersungkur di lantai. Akhirnya mereka semua tau termasud Ryan dan Bunga kalau Nisya dan Dion adalah sepasang kekasih dulunya.


“Brengsek lu” Kata Ari yang mulai mengangkat tangannya untuk memukul Dion lagi


“Udah kalian, kita ini sahabat jangan seperti inilah kalian kekanakan sekali” Rama mencoba menenangkan


“Lu juga Dion, ngapain sih lu pake cium2 disini bikin suasana jadi kacau aja” Eggy menambahkan


“Aaaarrrggghhhttt” Dion teriak frustasi sambil mengacak acak rambutnya


“Lu pulang aja dulu deh” Ucap Joe ke Bunga, Bunga mencoba menyentuh bahu Dion tapi Dion menepis tangannya dengan kasar, dia lalu keluar meninggalkan tempat itu.


Ryan hanya mengantarkan Nisya ke parkiran mobil, Lauren yang membawa mobil Ryan menuju kekostan Tian. Selesai menemani Nisya ke parkiran Ryan lalu pamit untuk masuk ke kembali kedalam tapi Nisya menahan Ryan.


“Ga apa2, aku ga akan berkelahi disana kamu tenang aja ya” Ryan lalu mencium kening Nisya, yang membuat Tian, Lauren dan Lani berteriak histeris. Nisya masih bengong dia tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Ryan hanya tersenyum melihat tingkah sabahat2nya Nisya.


Ryan lalu kembali masuk kedalam, disana suasana sudah mulai tenang.


“Kita bicara diluar” Kata Ryan pada Dion, Dion lalu mengangguk dan berjalan keluar


“Ri, Joe, Gy, Ram, gue cabut dulu ya, ntar gue kabarin” Pamit Ryan. Ryan lalu menyusul Dion yang sudah keluar duluan tadi.


“Wah wah wah bakalan gawat nih, bakalan terjadi perang” Joe berkata dengan semangat 45

__ADS_1


“Bacrit lu Joe” Ucap Eggy


“Terus lu gimana Ri? Mau marahan gitu sama Dion? Dion emang brengsek tapi dia tulus sayang sama Nisya” Rama mencoba menjadi penengah


“Ga taulah. Kita juga bersahabat udah bertahun2, Sedangkan Nisya adiku gue, gue ga mau dia disakitin sama cowok.” Ucap Ari masih kesal.


Ditempat lain.


“Kita naik mobil lu aja ya, mobil gue dibawa tadi sama Lauren buat anterin Nisya” Ryan membuka suara


Dion lalu melajukan mobilnya, setelah itu mereka berhenti di tempat yang begitu sunyi, hanya beberapa kendaraan saja yang melaju disana.


“Mau tanya apa lu?” Tanya Dion


Ryan/ “Lu sama Nisya udah berapa lama pacaran?”


Ryan/ “Gue kenal sama Nisya itu sejak Umi & Abi meninggal, Nisya saat itu mungkin masih kelas 1 SMP belum secantik sekarang. Disitu gue begitu terpukul karena kepergian ortu secara tiba2, kalian juga ada disana saat itu. Gue menghilang, hampir bunuh diri, mabuk2an sampai akhirnya Nisya yang menyadarkan gue, dari situ gue putuskan keluar Negeri buat lanjutin sekolah gue, Nisya janji akan menunggu gue, tapi gue lupa mengabari Nisya, disana gue terus belajar dan belajar, dan mengurus bisnis Abi dan tak terasa waktu sudah 5 tahun lamanya. Pas gue kembali ternyata Nisya udah punya pacar, gue ga tau kalau itu lu, 3bulan terakhir ini hubungan gue dengan Nisya semakin dekat tapi Nisya belum ingat sama gue, gue juga ga tau kalau dia udah putus, gue cinta sama Nisya, gue sayang sama dia, dan rasa itu dari dulu sampai sekarang ga hilang” Cerita Ryan panjang lebar


Dion/ “lu lupa dengan janji kita dulu? Ga akan mau sama mantan sahabat sendiri? Jujur gue juga masih sayang sama Nisya gue ga mau putus sama dia”


Ryan/ “maka itu gue ajakin lu ngomong disini, kita bersaing saja secara sehat toh Nisya saat ini belum jadi milik siapa2, gue akan menghargai keputusan Nisya. Gue ga bisa lepasin Nisya begitu aja.”


“gue udah ambil perawan Nisya” ucap Dion yang membuat jantung Ryan seakan berhenti berdetak.


“Kalian udah pernah tidur bareng?” Tanyanya untuk menyakinkan apa yang dia dengar itu tidak salah.

__ADS_1


Dion mengangguk, Ryan lalu menambahkan bogem dimuka Dion, Dion lalu membalas pukulan Ryan, mereka berkelahi sampai mereka berdua terjatuh ditanah dan saling menahan sakit diwajah dan didada mereka.


“Gue tetap akan merebut hati Nisya kembali” Ucap Ryan yang masih terengahengah


“Gue juga, ga akan lepasin Nisya begitu aja” Ucap Dion yang juga masih terengahengah mengatur napasnya.


Mereka lalu tertawa dan berbaikan. Sekarang mereka sudah saling terang2an bersaing. Ryan tidak mempermasalahkan soal kondisi Nisya. Ryan lalu menelpon Eggy menanyakan keberadaan yang lain. Segera mereka kesana. Ari dan Dionpun juga akhirnya berbaikan. Kesalahan Dion membuat Ari sungguh marah tapi Dion tetap sahabatnya tapi Ari tidak mengetahui bahwa Dion telah mengambil kesucian Nisya entah apa yang akan terjadi jika Ari sampai tau. Disisi lain Dion berjanji tidak akan membuat Nisya menangis lagi.


***


Ditempat Tian.


Nisya masih saja menangis, terus melap bibirnya yang abis dicium sama Dion, dia masih merasa jijik membanyangkan bibir itu pernah menyentu bibir perempuan lain tanpa Nisya tau bahwa Dion sudah menjadi seorang playboy.


Lani menenangkan Nisya, Nisya lalu menceritakan alasan dia putus sama Dion.


“Dasar brengsek” Kata Tian dipenuhi dengan emosi


“Laki2 bajingan” Timpal Lauren


“Gue juga bilang apa, Dion itu emang brengsek” Tian masih emosi ingin rasanya dia melayangkan tinju ke wajah Dion. Nisya semakin menangis mendengar Tian berkata seperti itu membuatnya semakin menyesal karena dulu tidak mau mendengar perkataan sahabat2nya


“Udah, udah kalian malah tambah membuat Nisya menangis” Lani masih menenangkan Nisya


Terlalu lama menangis Nisya akhirnya tertidur. Mereka bertigapun ketiduran karena kecapean. Ryan memboca mengetuk2 pintu tapi tak ada respon.

__ADS_1


“Hmm sepertinya mereka sudah tertidur, besok aja aku kembali” Gumamnya dan meninggalkan tempat Tian.


__ADS_2