
Sore itu ada perasaan gelisah dari Nisya, walau ada sahabat-sahabatnya di rumah tapi yang ada dalam pikiran dia hanya Dion seorang. Dion dari pagi pamit mau ke bandara tapi sampai sore hari belum ada kabar dari Dion. Dion aneh dari semalam, batin Nisya.
“Kenapa sih Nis, bete aja nih mukanya” tanya Lani yang heran melihat tingkah sahabatnya itu
“Dion ga ada kabar sejak pagi tadi, gue WA, telpon tapi ga ada jawaban” Nisya benar benar gelisah memikirkan Dion
“Yaelah Nis, mungkin aja Dion dari bandara langsung ke tempat tranning jadi belum ada waktu buat kabarin” Lauren coba menenangkan
“Gue yakin si Dion pasti udah punya cewek baru” Ucap Tian tidak melihat situasi yang membuat Nisya jadi berpikir yang tidak tidak.
“Gue percaya Dion” Ucap Nisya mencoba menenangkan diri sendiri.
“Lu sih cinta mati banget sama si Dion, jadinya ginikan, sejam aja ga ada kabar dari dia lu nya galaunya kebangetan” Tian memang tidak terlalu menyukai Dion karena sejak Nisya pacaran dengan Dion, Nisya mulai menjaga jarak sama sahabatnya
“Udah kebiasaan sih, dari bangun sampai mau tidur Dion selalu ada buat gue” ucap Nisya sedih memikirkan Dion yang sampai saat ini tidak menghubungi dirinya.
“Cup cup cup, udah dong ahh, besok kan lu mau sidang skripsi, harusnya sekarang fokus biar besok hasilnya bagus, kalau lu percaya sama Dion ga macam-macam ya udah lu fokus aja sekarang sama skripsi lu” Ucap Lauren
“Iya, iyaa” Jawab Nisya tidak semangat
__ADS_1
“Aduh semangat dong sahabat gue yang canteeekk ini” Lani mencoba menghibur sahabatnya
Nisyapun mulai tersenyum, melupakan sejenak Dion walau sebenarnya hatinya tidak tenang, dia ingin sekali menghubungi Dion lagi sampai Dion menjawab telponnya tapi sahabatnya itu mematikan HP Nisya dan menyitanya untuk sementara agar Nisya bisa lebih fokus sama skripsinya. Mereka bertiga memutuskan untuk menemani Nisya malam ini, agar Nisya tidak terlalu memikirkan Dion.
Malam itu mereka tidur berempat, ada perasaan sedikit tenang walau Dion tidak berkabar tapi ada sahabat yang selalu menghibur Nisya dalam suka maupun duka. Mereka di malam yang cukup dingin itu bercerita,menahan kantuk menunggu Nisya tertidur baru mereka juga tidur. Mereka tidak mau membiarkan Nisya menggalau karena Dion.
Tok..tok..tokk
“anak anak bangun, sarapan terus siap-siap buat ke kampus” Teriak Bunda Nisya sambil menggedor pintu kamar Nisya
“Emmm iya bun” Jawab Nisya yang masih ngantuk.
“Bun, kita berangkat dulu yaa” Pamit Nisya sambil mencium tangan bundanya di ikuti Lauren, Tian dan Lani
“Iya sayang hati-hati di jalan yaa”
Di Kampus Nisya bergegas menuju studio tempat dia akan sidang skripsi, sahabatnya menunggu di luar. Mereka menyalakan HP Nisya. Tidak lama HP Nisya berdering. Muncul nama dilayar hp Nisya yang membuat mereka jijik karena terlalu alay “Cintaku Satu2nya💞”
“Wkwkwk, alay banget sih” mereka tertawa melihat nama di layar hp Nisya
__ADS_1
“Hallo” Sapa Lani
“Ini siapa? Nisya mana” tanya Dion diseberang telpon
“Lagi sementara sidang skripsi” Jawabnya
“Oh ya udah ntar gue telpon lagi deh”
“Apa kabar lu kemarin, masih ingat Nisya?” Timpal Tian yang memang agak keras di antara mereka bertiga, dia hanya tidak mau Nisya disakitin sama Dion
“Ya bukan urusan lu juga kali, Nisya cewek gue, ya gue hanya mau jelasin sama Nisya. Kalian ga perlu terlalu ikut campur urusan gue sama Nisya” Dion lalu mematikan telpon tanpa menunggu jawaban dari sebrang telpon
“Sial” maki Tian
“Udah Tian, lu jangan terlalu benci Dion, bisa jadi Dion benar benar sayang sama Nisya” Lani mencoba menenangkan
“Tapi gue yakin, yang gue liat bulan lalu itu Dion, bersama anak SMA masuk ke kamar kos abg itu” Ucap Tian yang memang mulai menjadi sangat benci sama Dion ketika dia tidak sengaja melihat cowok yang mirip sama Dion masuk di kamar kos2an bareng cewek yang masih SMA
“Kita udah konfirmasi ke Nisya juga kan masalah itu dan dia udah bilang itu bukan Dion, masa lu yang lebih tau Dion daripada Nisya” Ucap Lauren yang tidak mau membuat masalah yang sudah lalu kembali dibahas lagi
__ADS_1
“Terserah kalian deh kalau tidak percaya” Tian mengalah tapi bukan berarti dia bisa menerima Dion