
Di kamar Nisya mengambil HPnya, membuka pesan Whatsappnya,melihat notifnya Nisya baru sadar begitu banyak notif WAnya. Dia lalu membuka satu persatu, notif yang banyak dari group “sahabat selamanya” yang isinya menanyakan kabar Nisya. Nisya lalu membalas isi WAnya.
“Hallo gaes” Nisya membuka percakapan
“Hallo hallo, lu yaa benar benar kebangetan jadi manusia, hu!!!” Balas Lauren
Kemudian Lani dan Tian juga menyusul membalas pesan dari Nisya bertubi tubi. Nisya tidak bercerita banyak ke sahabatnya karena dia tidak mau mereka jadi tambah benci sama Dion, sahabatnya juga tidak mau bertanya terlalu dalam yang penting saat ini Nisya baik2 saja.
Setelah mengabari sahabat2nya, Nisya terfokus pada satu pesan WA, ya itu dari Ryan.
“Aku kangen sama kamu Nis” Isi pesan itu
“Apaan sih nih orang gaje banget, baru kenal juga sudah bilang kangen” ucap Nisya setelah membaca isi Pesan dari Ryan
“Hmm, orang aneh” balas Nisya
__ADS_1
“Akhirnya kamu balas juga Nis, ga apa2 deh jadi orang aneh demi kamu.”
“Lagi ap Nis? Apa kabar?”
“Alhamdulillah baik, kamu gimana?”
“Sekarang lebih baik dari kemarin, karena kamu”
“Gaje banget sih😂” balas Nisya lagi. Merekapun cukup lama berbalas balasan chat, Nisya merasa nyaman chatingan sama Ryan, itu cowok kedua setelah Dion yang Nisya ajak berkomunikasi. Selain Ayah dan Ari tentunya. Dan entah kenapa Nisya mau memberikan nomor HPnya padahal dia tau Dion pasti akan marah besar kalau sampai tau.
“Hallo” Sapanya
“Iya sayang” Ucap Dion diseberang telpon
“Kamu lagi apa? Besok jadi pulangkan?” Tanya Nisya
__ADS_1
“Jadi dong sayangku cintaku, aku udah rindu banget sama kamu”
“Aku juga, kamu jangan seperti itu lagi yaa, marah terus menghilang.” Nisya mencoba menahan airmatanya.
“Iya, aku janji ga bakalan kaya gitu lagi. Kamu juga mau ada apa2 ataupun tidak, tidak boleh sampai mengabaikan telpon dari aku” Ucap Dion yang menelpon sambil packing memasukan baju bajunya ke dalam koper.
“Iya sayang. Kamu lagi apa sih emangnya?aku ganggu waktu kamu ga sih?” Tanya Nisya lagi
“Aku lagi packing packing sayang, ga ganggu kok. Kamu itu prioritasku, bukan penggangu dihidupku” Dion memang tulus mencintai Nisya
“Hihi, kamu bisa aja” Muka Nisya memerah mendengar ucapan Dion.
Merekapun cukup lama menelpon, menghabiskan waktu hampir 2jam bercerita, melepas rindu lewat suara, melupakan kejadian 5hari yang lalu. Devitapun juga sudah pergi kembali ke rumahnya, selama ini mereka tinggal di hotel. Rencana awalnya yang 2 minggu berubah menjadi 1 minggu karena Dion sudah begitu merindukan Nisya. Tapi dia juga masih menjalin hubungan tanpa status dengan Devita.
Dia mencintai Nisya tapi dia butuh Devita untuk memuaskan hasratnya paling tidak sampai dia dan Nisya menikah. Selama berpacaran ini kali pertamanya Dion berselingkuh dan berbohong sama Nisya.
__ADS_1