
Hari yang begitu sunyi, seketika menjadi hari yang luar biasa, bagaimana tidak hari ini Dion pulang. Sungguh rasa rindu sudah ingin rasanya bertemu dengan sang pujaan hati. Seminggu terasa setahun lamanya buat orang yang sedang merasakan kasmaran. Bagi Nisya yang sudah terlalu terbiasa dengan kehadiran Dion dihidupnya, sehari saja tak ada kabar dari Dion sudah membuat dia seperti orang gila.
“Sayaaaaaaaangggg....” Teriaknya ketika melihat sosok yang sangat dikenalnya berjalan keluar pintu, sambil melambai, meloncat kegirangan tak peduli orang menatapnya dengan tatapan aneh, yang dia tau saat ini dia sangat merindukan sosok yang ada didepannya.
Dion lalu berlari kearah Nisya, memberikan pelukan dengan eratnya, mengecup bibir Nisya berulang ulang dengan lembutnya, membuat pipi Nisya merah merona. Bagaimana bisa Dion seberani ini didepan banyak orang. Nisya lalu melepaskan pelukan Dion. Sambil berbisik ditelinganya. “Malu tau diliatin orang”
“Yaa orang rindu sama pacar sendiri, terserah orang2” Ucap Dion sambil menggenggam tangan Nisya berjalan menuju parkiran mobil.
“Kita makan dulu ya sayang, tadi sebelum ke bandara belum sempat makan, terus setelah makan terserah kamu deh kita kemana.” Ucap Dion sambil menyetir mobil ke restoran tempat favorit mereka.
Selesai makan, Nisya mengajak Dion buat nonton, pokoknya dia mau hari ini waktunya hanya buat Dion seorang. HPnya pun sengaja dia matikan biar tidak ada yang mengganggu. Selesai nonton mereka memutuskan untuk kembali ke rumah Dion. Sejak kerja Dion memang tinggal sendiri, hanya ada seorang tukang cuci yang biasa datang.
Mereka hanya menghabiskan waktu ditempat tidur, bercerita, melepas rindu. Tapi tak ada aktivitas intim. Nisya hanya bersandar dibahu Dion. Melihat Dion tertidur begitu pulasnya. Nisya iseng iseng mengambil HP Dion, memfoto Dion yang sedang tertidur, sambil sesekali Nisya mencium pipi Dion dengan mesra.
__ADS_1
Drrrtttttt
HP Dion bergetar, ada pesan masuk dari “anonim”
“Hmm... anonim?” Nisya penasaran lalu membuka isi pesan itu.
“Sudah sampai sayang?” Isi pesan itu
Deg
Deg
Deg
__ADS_1
“Aku udah dijalan ke bandara, terima kasih untuk 1minggu ini, kamu luar biasa. Jangan hubungin aku, aku ga mau pacarku sampai tau. Bye. Sampai ketemu ditempat tidur lagi” Air mata Nisya tak kuasa jatuh, bagaimana bisa Dion tidur dengan perempuan lain, bukan hanya tidur Dion benar benar membohonginya.
Nisya lalu melempar HP itu dibadan Dion, Dion tersentak, kaget. Dia mengambil HPnya. Melihat Fotonya dengan Devita. Nisya tak bicara dia turun dari tempat tidur, menangis dan berlari secepat mungkin. Dia tidak ingin melihat muka Dion. Dia benar2 belum bisa menerima penjelasan dari Dion. Dion berlari mengejar Nisya.
“Tunggu aku sayang, aku bisa jelasin sama kamu” Ucap Dion sambil berlari mengejar Nisya. Dia memegang tangan Nisya.
“Sayang, dengerin aku dulu ya, aku jelasin semuanya. Please sayang.” Dion memohon sama kekasihnya, dia benar2 takut Nisya bakalan pergi dari hidupnya.
“Maaf, tolong lepasin tanganku. Aku butuh waktu buat sendiri.” Nisya mencoba melepaskan tangan Dion dari tangannya.
“Sayang Kamu mau kemana? Pleasa, dengerin aku sayang. Aku bisa jelasin semuanya.” Dion masih mencoba menenangkan sang kekasih
“Lepasin aku Dion, aku mau sendiri, aku mau pulang” Nisya memberontak
__ADS_1
“Aku anterin ya sayang, kamu tunggu disini aku ke kamar dulu, pakai baju dan ambil kunci mobil” Dion lalu berlari secepatnya masuk ke kamar memakai bajunya dan mengambil kunci mobil tapi ketika dia keluar Nisya sudah tak ada, dia berlari keluar, mobil Nisya masih ada. “Kemana dia pergi, sial” Batinnya.