Cowok itu bernama Ryan

Cowok itu bernama Ryan
Bab 3


__ADS_3

Muh. Al-Ryan Pratama


Ya Allah sungguh pertemuan yang tidak pernah aku sangka sebelumnya ketika aku sudah hampir menyerah mencarinya selama 3bulan ini dan akhirnya aku menemukannya, walaupun dia sudah berubah menjadi lebih cantik sejak kami berpisah dulu tapi aku tau kalau itu dia. Aku tidak akan pernah melupakan wajahnya.


“Kamu kenapa?” Tanyaku kepadanya berharap dia langsung memelukku begitu erat karena hampir 5 tahun lamanya kita tidak bertemu, aku ingat ketika aku berpisah dengan dia, dia baru saja duduk di bangku SMA kelas 1.


“Jatuh, kakiku terkilir nih sepertinya, bisa tolongin ga?” Ucapnya, seolah aku hanya orang asing yang kebetulan lewat di depannya, tak ada sedikitpun tatapannya yang menaruh rasa curiga terhadapku, laki laki yang sudah lama merindukannya, merindukan senyumnya, dan manjanya.


Aku memapahnya, jantungku seperti mau terlepas rasanya, ingin sekali aku mendekap dirinya tapi itu urung aku lakukan karena baginya sekarang aku hanyalah orang asing yang kebetulan lewat didepannya, memapahnya, membantunya berdiri dan mengantarkannya pulang.

__ADS_1


Dia tersenyum, menjabat tangan, berkenalan, membuka percakapan hangat untuk kami, membuat jantungku kembali berdetak tidak karuan, sudah lama sejak aku melihatnya, berkomunikasi dengannya tapi rasa ini dari dulu tak pernah memudar, Nisya ada apa dengan kamu sejak kepergianku? Mengapa kamu melupakanku? Dia menanyakan maksud perkataanku tadi di mobil tapi aku tidak akan memberitahunya cukup nanti dia mengelaniku sendiri.


Dia mengangkat telpon, itu dari pacarnya, “sial”batinku, aku terlalu lama mengejar sekolah sampai lupa bahwa gadis manja dan kekanankan kini sudah beranjak dewasa, banyak waktu yang aku buang hingga sekarang dia sudah berpacaran. Tapi selama masih pacar tidak mengapa, aku masih bisa merebutnya kembali. Batinku mencoba menghibur diri sendiri.


Aku pamit pulang dengan hati yang berat, mencoba meminta no hpnya dan ternyata dia memberikannya, sempat berpikir kalau dia tidak mau karena kata dia pacarnya cukup posesif dan benar saja dia mengisyaratkan agar tidak menghubunginya duluan, ah yang benar saja. Tapi biarlah aku akan bersabar lagi untuk merebut kembali hatinya.


Muh. Al-Ryan Pratama end.


“Kamu lama banget sih, katanya tadi mau langsung kesini, ini udah 2jam baru muncul. Jarak rumah aku dan rumah kamu tidak memakan waktu sampai 2jam tau” kata Nisya ngambek kepada pacarnya sambil melipat kedua tangan didadanya.

__ADS_1


Eemmm...


Dion mencium lembut bibir pacarnya tersebut dengan lembutnya. Nisya mendorong dan melepaskan ciuman Dion.


“Ih apaan sih, diliatin tetangga nanti, masih pagi juga” ucap Nisya dengan muka merah merona, walau terbilang sudah berpacaran hampir 2 tahun, Nisya dan Dion baru dua kali berciuman yang mesra, yang pertama setahun lalu dan kedua saat ini. Paling hanya sebuah kecupan saja. Dan ini merupakan hal yang tidak biasa buat Nisya, yang membuat jantung dia kembali berdebar begitu cepat seperti waktu pertama kali mereka berciuman dan saat itu juga merupakan pertama dan terakhir kalinya Dion dan Nisya melakukan hubungan suami-istri.


“Ya udah lanjutin dirumah aja yuk, mumpung Bunda dan Ayah lagi ga di rumah, Ari juga masih diluar kota” goda Dion pada pacar kesayangannya itu, walau dia sebenarnya sangat ingin sekali, sejak saat itu, tapi mengetahui Nisya masih perawan dan itu juga pengalaman pertamanya entah mengapa ada rasa sesal di dalam hatinya yang lebih besar daripada nafsunya kepada sang kekasih.


“Apaan sih, Kak Dion ga lucu tau” ucap Nisya dengan mukanya memerah, membayangkan apa yang terjadi setahun yang lalu tepat di aniv mereka yang pertama, saat itu setelah mengajak Nisya makan malam romantis, entah setan apa yang ada di otak Dion, Dion mengajak pacarnya ke sebuah hotel untuk menginap, dan disanalah terjadi begitu saja. Ketika Dion tau ternyata Nisya masih perawan ada rasa sesal dan senang yang menghantui dirinya, maka sejak saat itu Dion berjanji akan menjaga Nisya sampai mereka menikah.

__ADS_1


“Hahaha, abis lucu sih liat muka pacarku ini memerah malu gitu, tenang aja sayang, aku udah janji sejak hari itu bakalan menjaga kamu” ucap Dion sambil mencium kening pacarnya dengan penuh cinta. Inilah yang membuat Nisya makin cinta sama Dion.


__ADS_2