Crazy Woman

Crazy Woman
Pertama Kali Mengajar


__ADS_3

Pondok Riyadul Jannah yamg terletak di kota Gondokusumo merupakan sebuah sekolah MAN terpadu, yang menggabungkan antara kurikulum Universitas Cambridge dengan universitas Al Azhar Mesir, didukung dengan tenaga guru profesional dan telah tersetrifikasi strata dua, menjadikan sekolah ini sekolah unggul tanpa kehilangan ciri khas keislamannya.


Layar televisi itu menayangkan perlengkapan ponpes Riyadul Jannah , ada lapangan basket beserta kolam renang pribadi, tak ketinggalan perpustakaan yang dipenuhi dengan rak buku beserta empat unit komputer yang masing masing terpasang di meja tempat duduk siswa.


"Guru gurunya asyik, dan menyenangkan, saya yang dulunya tidak bisa matematika sekarang menjadi juara dua olimpiade sains nasional" ujar seorang anak lelaki berpakaian putih-biru.


"Masuk ke pondok pesantren riyadul Jannah adalah keputusan tepat bagi saya, tak hanya memberi pelajaran umum tetapi juga skill yang amat dibutuhkan di dunia kerja, setelah lulus saya langsung diterima kerja sebagai apoteker. Terima kasih ponpes Riyadul Jannah"


Kata seorang wanita yang tengah berdiri disebuah ruangan yang dipenuhi dengan meja kaca tembus pandang, di dalamnya terdapat puluhan botol obat obatan beraneka merek.


Lensa kamera televisi menyorot dua orang perempuan yang duduk berhadap hadapan.


"Mbk Elfira boleh tahu dong mbak,alasan anda memberikan donasi dua puluh juta pada ponpes. Riyadul Jannah itu apa"


Perempuan berambut cokelat itu tersenyum.


"Karena ponpes Riyadul Jannah sudah memberi saya skill memasak yang setara dengan chef Arjuna"


Mata pembawa acara itu terbelalak


"Chef Arjuna yang di master chef itu mbk"


"Benar sekali"


"Mahal nggak mbk biaya pendidikan disana, SPPnya berapa"


"SPPnya lima ratus ribu mulai dari kelas satu hingga kelas tiga ,bisa dicicil dua puluh lima kali dalam waktu tiga tahun, dan yang lebih wow lagi mbk di ponpes ini tuh sama sekali tidak ditarik iuran sama sekali. Tidak ada yang namanya uang gedung,uang seragam, biaya studi tour dan lain lain, pokoknya gratis tis tis"


"Wah murah sekali ya, tapi bagaimana dengan fasilitasnya mbk,kan bukan rahasia umum lagi kalau sekolah yang murah itu fasilitasnya dibawah standar"


"Untuk fasilitasnya bisa dibilang lengkap kok mbk,ada lapangan basket lengkap dengan kolam renang untuk pelajaran penjaskes, ada perpustakaan yang lengkap banget, setiap bulan buku buku bacaan dan paket selalu diganti."

__ADS_1


Selain biaya dan fasilitasnya yang lengkap, apa kelebihan lain ponpes Riyadul Jannah"’


"Delapan puluh persen tenaga pendidik di pondok pesantren Riyadul Jannah adalah strata dua"


"Nah tunggu apa lagi pemirsa bagi Anda yang memiliki anak bisa mendaftar di ponpes Riyadul Jannah, sudah biayanya terjangkau,fasilitasnya lengkap, gurunya pun rata rata strata dua lagi"


Pondok pesantren Riyadul Jannah terdepan dalam prestasi.


Dua orang guru memakai seragam cokelat muda berdiri disamping seorang lelaki yang duduk menghadap televisi layar datar


"Saya sudah membuat sekolah ini terkenal dengan pariwara tadi, anggap saja ini imbalan karena sudah memasukkan saya sebagai guru tidak tetap ke sini"


Pria itu tidak menjawab, hanya beranjak ke meja kerja dan mulai membuka buku tulis pembukuan akuntansi.


Merasa tak dihiraukan pria itu mulai mengajar di depan kelas.


"Jadi struktur teks eksemplum terdiri dari orientasi, insiden, dan interpretasi. Orientasi adalah kejadian pembuka, bagian ini biasanya merupakan pengenalan awal para tokoh"


Samudera menerangkan dengan lancar sambil sesekali menulis di papan tulis. Kegiatan Belajar mengajar itupun berlangsung dengan lancar, hingga mata Samudera memicing membaca hasil kerja siswa siswinya.


Kelas: 8/ 11


......Persami Yang Mencekam......


Perkenalkan namaku Ronal Hardiansyah, panggilanku Ronal, aku mengalami kejadian ini pas kelas 8, Saat itu aku ikut Persami dan kena marah pak Hamdan.(Gimana gurunya gak marah kalau ada murid yang datang ke persami hanya ngemodal smartphone, dan kerjanya cuman main game saja selama kegiatan)


Kucoba untuk merayunya dengan berkata bahwa aku ini anak direktur, tapi dia tak peduli, ya sudah akhirnya aku harus tidur sendirian di tenda di bawah bukit sebagai hukuman


Malam gelap gulita,aku meringkuk dalam sleeping bag, disampingku sudah ada koper besar berwarna hitam,dan lampu teplok berwarna putih.


Udara dingin membuatku

__ADS_1


merasa ingin buang air kecil, semakin lama aku merasa buah zakarku makin berat saja, tak ada pilihan aku harus buang air kecil.


Jalanan terjal yang turun membuatku beberapa kali terpeleset,saat ku mendongak ke atas yang kulihat hanyalah daun yang berwarna hitam legam


Auuooo, suara itu membuatku bulu kudukku meremang, mungkinkah itu chucapraba,hewan jejadian yang diceritakan pak Hamdan


Suara itu mengaum di saentero perbukitan, kutengok kebelakang tak ada siapa siapa, kutengok disamping juga tak ada apa apa...


Tapi aku merasa ada seseorang yang sedang mengawasiku. Dengan takut takut kuarahkan pandanganku ke sebelah kiri.


Deg... jantungku seolah berhenti berdetak,ada sesosok mata merah,dengan dua buah taring. Hewan berkaki empat sebesar kambing dengan bulu berwarna cokelat kecoklatan itu kemudian melolong.


Auooo. ...


Aku mati rasa, sampai sampai tak terasa celanaku basah oleh air kencing, waktu seolah berhenti berdetak saat kusaksikan hewan berkaki empat berwajah harimau itu lalu merentangkan sayap, dan terbang.


Hembusan angin membuatku tersadar, aku harus cepat cepat kembali ke tenda, sesampainya di sana aku terpekik, motif sarung bantal bantal yang kupakai telah berubah menjadi chucapraba, selain itu kondisi tenda berantakan, koperku terbuka dan bajunya berhamburan. Apakah ini ulahnya.


Keesokan harinya, keadaan menjadi bertambah buruk. Aku menemukan gambar Chucapraba di cangkir, tak hanya itu ada daun telinga yang diletakkan di kasurku. Apa dia berikutnya akan menggigit telingaku, sudah cukup aku tak tahan lagi!!!!


Setelah aku menceritakan hal itu pada pak Hamdan, katanya untuk mengakhiri teror itu aku harus menangkap mahkluk jejadian itu,aku pun setuju, toh ini akan menjadi petualangan yang tak terlupakan.


Tiga bulan lamanya aku membuat jadwal kegiatan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, dan itu semua harus kutaati,


Waktu kutanya untuk apa, jawaban pak Hamdan adalah, agar prestasi akademisku bagus dan orang tuaku tidak curiga kalau aku sering ke sekolah meski hari libur.


Wuih aku makin deg degan saja terutama saat liburan dimana kami berdua mulai berburu mahkluk itu. Pak Hamdan mulai memasang kawat jemuran yang di atasnya digantung ayam yang telah mati.


Malam harinya kami berdua mencoba menggunakan senapan.


Dor... tembakan pertama meleset, demikian pula tembakan yang ketiga,pak Hamdan yang terengah engah berkata bahwa perburuan gagal, perkara teror itu kata beliau akan diganti dengan mementaskan wayang kulit semalam suntuk di rumahku. Karena apa musuh kami terlalu sakti.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum bahagia karena berkat hewan jejadian itu aku punya pengalaman yang tak terlupakan ditambah lagi aku sekarang jadi tahu apa gunanya mempunyai jadwal kegiatan sehari hari.


Dibawah sinar lampu belajar, kening Samudera berkerut. Bagaimana menyelidiki cerita ini agar terbukti keabsahannya


__ADS_2