Crazy Woman

Crazy Woman
Akhir Dari Segalanya


__ADS_3

Lelaki memakai peci hitam itu menatap perempuan itu,kemudian berucap


"Kau salah,perbandinganmu tidak sebanding, seharusnya anda tahu miss Blomington, jikalau membuat perbandingan itu haruslah yang setara, misal jeruk dengan jeruk, apel dengan apel.


Dia memandang pria itu dengan tajam seolah ingin mencabik cabiknya


"Tidak usah berbelit belit, katakan saja dimana salahnya"


"Tadi anda memutar video tentang seorang anak genius melukis namun kedua orang tuanya tak menganggap hal itu sebagai anugerah, bukan begitu"


"Benar"


"Lantas anda menanyakan sebuah pertanyaan retoris, bukankah banyak diantara audiens ditempat ini yang seperti orang tua Leo, menganggap wanita saleh itu hanyalah seorang wanita yang memiliki berlenggak lenggok lemah gemulai, bukan begitu"


"Benar, jadi dimana kesalahannnya"


"Kalau begitu, terangkanlah pada saya ibu Blomington yang terhormat,apakah relasi antara kecerdasan yang dimiliki anak itu dengan image istri sholihah yang anda beritahukan"


Kata kata barusan membuat perempuan berhijab putih itu berkacak pinggang seraya berkata


"Tuan Ahmad yang saya hormati, antara kecerdasan yang dimiliki oleh Leo dan image istri sholihah versi orang orang picik macam anda itu jelas berhubungan. Apa hubungannya. Penderitaan, kedua orang orang itu tidak akan menderita manakala hidup mereka tidak direcoki oleh orang orang yang berpikiran sempit yang mendefinisikan muslimah solehah atau anak anak cerdas haruslah bersuara lembut dan mendayu dayu kalau tidak begitu anak cerdas itu adalah anak uang pintar matematika. Paham,sampai disini"


Plok... plok... plok... Ielaki bertepuk tangan dan berkata


"Penjelasan anda bagus sekali Nyonya, jujur saya sangat terkesima, sampai sampai saya menjadi teringat pada gadis kecil yang saya asuh dahulu, satu tahun dalam pengasuhan saya dia merasa apa yang saya lakukan adalah hal yang otoriter, barulah beberapa puluh tahun kemudian, gadis itu meminta maaf pada saya dan berterima kasih pada saya karena pengajaran yang saya berikan sangatlah bernilai"


Sudah Cukup...


Dengan lantang perempuan itu berteriak

__ADS_1


"Jadi menurut anda, seorang muslimah yang energik, aktif dan pandai bela diri adalah sikap yang tercela dan saya yang mengkritik anda, dikatakan sebagai anak kecil yang masih suka ngambek begitukah?


"Kalau begitu bolehkah saya bertanya pada anda satu hal saja untuk apa Allah menciptakan beragam jenis manusia apabila sifat mereka haruslah seragam.


"Untuk apa Allah memberikan manusia beragam kecerdasan apabila ujung ujungnya manusia itu sendiri hanya memiliki satu kepribadian yang hanya cocok untuk satu profesi tertentu saja?"


"Untuk apa... "


Cukup, hentikan, kumohon hentikan.


Kata kata perempuan itu memborbardir pendirian lelaki itu. Ia terjatuh dan langit menjadi gelap.


Saat ia terbangun, lelaki itu mendapati dirinya berada di sebuah ruangan rumah sakit dengan gelang infus tertancap di lengannya.


"Sus , saya boleh mengajak pasien satu kosong satu, berjalan jalan sebentar" ujar perempuan berkebaya merah yang menjenguk pesakitan itu. Ia datang bersama dengan lelaki berkaos hitam.


Perawat itu tersenyum seraya berkata


Mereka membawa pasien itu berkeliling rumah sakit jiwa.


Halamannya luas dan berbukit bukit diselang selingi tanaman perdu hijau. Nampak bunga anggrek ungu disela sela gundukan jalan yang mereka lalui.


Wanita itu memperhentikan kursi roda yang ditumpangi pak Ahmad.


"Lihatlah pemandangan sekitar"


Lelaki berwajah tirus itu mendongakkan kepala, nampak beberapa muslimah memakai celana panjang berwarna biru sedang memasukkan bola basket kedalam ring, ada pula yang sedang berlatih senam, dan ada juga yang hanya duduk duduk bermain catur


"Menurutmu adakah orang idiot yang tidak bisa berolahraga pada kelompok ini"

__ADS_1


Kata kata itu seakan akan membuat jantung pasien itu berhenti berdetak. Paras wajahnya menampakkan keterkejutan, hal ini dibuktikan dengan pupil matanya yang mengecil saat menatap pemandangan sekitar.


Masih terekam jelas dibenak lelaki itu bagaimana dia merobek gaun seorang perempuan hingga pertengahan dada, perempuan itu berlutut ke atas kakinya, memohon ampun tapi dia malah menjambak rambutnya.


Masih terngiang di atas telinganya bagaimana suara suara pekik kematian yang ia klaim dari alam kubur untuk menakut nakuti para perempuan itu hingga mereka paranoid setengah mati.


Ah apakah ia masih diampuni dosa dosanya?


Perempuan berkebaya itu menggamit pundak lelaki itu, lantas...


"Masih belum terlambat untuk bertaubat" bisiknya


Lima tahun kemudian...


Seorang direktur memakai jas abu berpidato disebuah ballrom ruangan yang megah. Di sekelilingnya sudah duduk para pegawai berkemeja batik.


"Adapun gelar exsekutif director iatuh pada"


Lelaki itu terdiam, lampu ruangan berkedap kedip dan menerangi satu orang perempuan berhijab putih.


" Saudara Ratih Puspitaningrum"


Plok.... plok... plok... seluruh audiens bertepuk tangan, terlebih saat seorang gadis berhijab putih dan memakai jaket bersimbolkan gojek mulai berpidato.


"Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya pada pak Ahmad yang telah membukakan cakrawala berpikir saya bahwa perempuan bisa berkiprah dimana saja,... "


Gadis itu terdiam, matanya berkaca kaca


"Saat saya memutuskan untuk bekerja sebagai driver gojek banyak orang yang mencemooh saya, bahkan banyak penumpang laki laki yang menolak untuk naik dengan saya, tapi saya tidak menyerah dan malah mengembalikan uang yang diberikan ditambah tip sepuluh ribu, saya katakan pada mereka semua uang tip itu sebagai hadiah karena sudah mengasihani saya, beberapa orang lelaki yang menyaksikan hal itu akhirnya memutuskan bersedia menjadi penumpang karena menyaksikan kagum dengan sikap pantang menyerah yang saya tunjukkan, hingga akhirnya saya berhasil memperoleh kedudukan top director di perusahaan ini"

__ADS_1


Suara tepuk tangan terdengar membahana di ruangan itu, sementara lelaki itu berkemeja koko putih yang menyaksikan tayangan itu di televisi langsung menyobek foto seorang perempuan berjilbab putih yang ia keluarkan dari sebuah figura.


The End


__ADS_2