Crazy Woman

Crazy Woman
Penyelidikan


__ADS_3

"Jadi kamu mau menyelidiki ponpes Riyadul Jannah"


Itu adalah kata kata yang diucapkan pria berkacamata hitam saat makan siang.


Lelaki berjaket hitam yang diajak bicara hanya menyeruput coca cola, pandangan matanya menatap tajam pria berkemeja putih itu.


"Ya"


"Asal kamu tahu, meski kita ini sudah jadi wartawan koran nasional, tapi kode etik tetaplah yang utama"


Dia benar,aku tak bisa melakukan lmenulis deep news* tanpa bukti kuat


Samudera duduk di atas kursi goyangnya, rokok yang dia hisap seakan tak bisa memberikan inspirasi, di atas meja berserakan tabloid islami, rata rata membahas tentang prestasi pondok pesantren Riyadul Jannah, ada pula yang mengulas sosok pendiri ponpes itu.


Merasa duduk berdiam diri tak akan menyelesaikan masalah, pria itu menjalankan mobil Daihatsu hitam ke pondok pesantren itu.


Samudera hanya bisa memandangi hamparan bunga mawar merah yang ditanam di dalam pot berbentuk oval berwarna hijau, didepan pintu gerbang terdapat sebuah bangunan bercat biru lengkap dengan lapangan upacara beserta tiang bendera.


Pukul dua siang, bell berbunyi, para siswa berseragam dan berhijab putih,keluar kelas.


Setelah mengamati dua minggu, Samudera jadi hafal kebiasaan di pondok pesantren Riyadul Jannah, kelas dimulai pukul delapan tiga puluh, sebelum itu akan dilakukan pembacaan surat yasin, istirahat dilakukan sebanyak dua kali pukul satu siang dan tiga sore. Setiap Sabtu akan dilakukan Pramuka serta olahraga. Selanjutnya apa.


Ini sudah pengamatan hari kedua puluh. Sepertinya hari ini ada yang berbeda, seorang anak kecil berseragam merah putih berjalan jalan ke seluruh ruang kelas, lalu ke kantin, lalu naik turun tangga dua kali, membuat Samudera penasaran


"Ada apa"


Anak lelaki berseragam merah-putih itu terlihat ketakutan, dia berjalan mundur.


"Jangan takut, om cuman mau jualan permen kok"


Kata lelaki itu sambil membuka telapak tangannya, ada lima buah permen kopiko.


"Om jual murah deh tujuh ratus perbiji"


"Ini bukan narkoba kan om"


"Bukan, kalo ini narkoba, pasti gak ada merek kopiko"


"Soalnya, Aldi dilarang menerima makanan dari orang yang gak Aldi kenal"


"Kenapa Aldi enggak belajar di kelas"


"Sepatu Aldi ditukar sama sepatu orang lain, sekarang Aldi bingung gimana ngejelasinnya ke bapak


"Kok bisa gimana ceritanya"


"Kan gini ceritanya, setelah olahraga Aldi ama temen temen berkumpul di Auditorium, waktu memasang sepatu dikanan Dodit ada Johan, si Lena, Wisnu, sama Hari. si Johan nyeletuk


Wah ada sepatu baru nih, kenalan dong, kata dia sambil menginjak sepatu baruku. Lalu usai solat dzuhur, sepatu itu hilang, yang ada cuma ini"


Kata anak kecil berkuning langsat itu menunjukkan sepatu hitam yang sol sebelah kanan sudah menganga.


"Di masjid ada tumbuhan yang tinggi besar tidak"


Seolah olah diingatkan, anak laki laki itu cepat cepat berlari ke depan Mushola, tak lama kemudian dia sudah datang lagi bersama seorang satpam dengan membawa galah.


Saat Samudera masuk kedalam mobil, anak itu berlari ke arahnya


"Terima kasih ya om, om mau hadiah apa"


Lelaki itu hanya tersenyum simpul dan berkata


"Om ikhlas kok"


Tak dinyana keesokan harinya saat pria berjaket hitam itu mengintai pondok pesantren itu, seorang wanita berhijab cokelat datang mengetuk spion jendela mobilnya.


"Ada perlu apa ya" kata Samudera sambil menurunkan spion mobilnya


"Kita perlu bicara"


"Ada keperluan apa"

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya Amira, mamanya Aldi, saya ingin memberikan hadiah kecil untuk anda" ujar wanita itu sambil mengulurkan amplop cokelat.


"Ah saya sudah melupakan peristiwa itu kok"


"Tetapi saya tidak bisa tidur, jika tidak membalas budi baik anda, tolong terimalah uang sepuluh juta ini"


Pria itu merenung sejenak, ide itu terbersit saat dia melihat seorang pedagang cilok melintas dengan motornya


"Bagaimana kalau uangnya buat anda saja, namun sebagai balasannya anda memberikan tempat strategis disekolah ini untuk dijadikan usaha dagang saya"


"Deal"


Mulai saat itu, Samudera berdagang makanan di sana , menu andalannya adalah nasi goreng ayam.


"Laris mas"


Samudera yang tengah mengambil nasi, mendongak. Seorang perempuan berseragam korpri cokelat tersenyum, didekatnya beberapa siswa laki laki berseragam pramuka duduk sambil merokok.


"Alhamdulilah bu"


"Jualan makanan memang paling baik jika menggunakan strategi marketing hit and run"


Lelaki brewok yang memakai celemek cokelat itu menatap tajam wanita itu.


"Maksudnya "


"Untuk membuat pelanggan membeli lagi barangnya, produsen memasarkan barangny, dia menjualnya dijual di waktu waktu tertentu"


"Oh" kata pria itu sambil meneguk teh kotak


"Pak Samudera mau ikut outbond ke luar kota pas persami nanti"


Lelaki itu terdiam, beberapa saat kemudian barulah dia menjawab


"Boleh"


Kegiatan persami itu berjalan dengan lancar, sampai sore harinya saat mencuci piring bersama tiba tiba telepon wanita itu berdering


"Selamat sore bu, apa benar ini bu Amira"


"Ya benar"


"Begini bu, kami dari customer service shopee, ingin mengabarkan jikalau ibu mendapat undian mobil avanza hitam "


Wajah wanita itu langsung sumringah, senyumnya mengembang seketika, membuat Samudera penasaran dan menempelkan telinga ke handphone yang dipegang bu Amira. Membuat wanita itu merasa risih dan mundur dua langkah. Samudera langsung menuliskan sesuatu di atas kertas.


Loudspeakerin bu, siapa tahu saya bisa bantu bantu, jangan lupa hadiahnya dibagi dua ya


"Alhamdulilah"


"Jadi begini bu, ada kode OTP yang team kami kirim ke sms ibu, bisa tolong beritahu saya"


Mereka berdua langsung mengecek fitur sms ternyata benar ada sms masuk yang berasal dari Shopee.


"66961"


"Benar sekali, tapi sayang sekali untuk mengirim mobil itu team kami mendapat kesulitan"


"Kesulitan apa ya"


"Mobil itu kan berada di kantor pusat Shopee Jakarta, untuk mengirimkannya ke Malang harus melalui bandara Sukarno- Hatta, dan itu akan dikenai biaya transportasi dua juta rupiah, uang transportasi itu dikirim ke rekening bank mandiri 024356769"


Samudera yang mendengar hal itu langsung menulis besar besar di selembar kertas. PENIPUAN.


"Jadi bagaimana bu, kapan ibu mentransfer uangnya"


Bu Amira yang masih ragu ragu, hanya bisa termangu


"Jadi bagaimana bu, jadi, kalau ibu tidak bersedia, hadiah ini akan diberikan pada orang lain"


Samudera langsung merebut smarphone itu dan mematikannya.

__ADS_1


"Kembalikan smartphone itu Samudera"


Lelaki itu balik badan dan memasang tampang sok galak.


"Sebelum ibu berjanji untuk menolak undangan ini saya tidak akan memberikannya"


"Emang darimana kamu tahu kalau itu penipuan"


"Bu, tolong mikir yang rasional dong,masak perusahaan sebesar shopee tidak punya uang transport buat ngirim hadiah "


Bener juga ya,kenapa aku nggak mikir sampai ke sana


"Jadi gimana bu, masih mau ikut undian berhadiah"


"Nggak dong, kembalikan smartphone saya”’


Tapi apa yang terjadi saat bu Amira menolak ajakan itu, ajakan itu datang kembali dengan bertubi tubi, hingga membuat wanita itu kesal, dengan suara meninggi Bu Amira menjawab telepon itu


"Mas, kalau saya sudah mengatakan tidak ya tidak, anda itu tuli ya"


Keesokan harinya , ibu Amira mendatangi rumah Samudera dengan wajah berbinar binar.


Tok... tok... tok...


Pintu itu terbuka, dari dalam keluar seorang lelaki berjanggut lebat memakai celana pendek hitam selutut.


"Oh ibu Amira, tumben pagi pagi begini bertandang kesini"


"Pak saya mau mengucapkan terima kasih banyak pak, kalau bukan karena nasehat bapak, mungkin saya sudah kehilangan uang sampai puluhan juta rupiah"


Kata perempuan itu berseri seri, tangan kananya menunjukkan koran radar Malang yang memberitakan lima orang penipu ditangkap polisi.


"Oh tidak apa apa kok bu, sudah menjadi kewajiban saya untuk menolong sesama"


"Pokoknya saya berterima kasih sekali pak"


"Kalau begitu saya bisa menanyakan sesuatu"


"Soal apa pak " wajah wanita bergincu merah menjadi serius,dahinya berkerut, matanya memandang tajam lelaki yang ada dihadapannya.


"Saya dengar, pondok pesantren Riyadul Jannah menyelenggarakan ponpes kilat pelatihan istri sholihah, apa benar begitu"


"Oh itu, pelatihan itu hanya untuk kalangan jetset yang menginginkan istri sholihah pak"


Dahi Samudera berkerut "Jetset"


"Lho pak Samudera belum tahu kalau ponpes Riyadul Jannah itu satu satunya ponpes yang memadukan kurikulum Cambridge dan Al Azhar Cairo, para santrinya pun harus bisa berbahasa Arab dan Inggris"


Tiba tiba ia menepuk kepalanya


"Ah saya lupa, anda hanya tukang masak"


"Jadi bagaimana bu"


Perempuan itu berdiri seraya berkata.


"Pokoknya pak, program istri solihah itu program hanya dibuat untuk kaum jetset, sudah ya pak saya permisi dulu"


Pria itu juga ikut berdiri


" Bu tolong beritahu, gimana caranya supaya saya bisa ikut program itu"


"Anda harus jadi menantu ustadz Ahmad"


"Bu, kalau ibu punya surat undangan pesta anak pak Ahmad, mbok ya diberikan pada saya to, saya juga pengen ngerasain kondangan ke rumah orang kaya nih"


"Baik pak saya usahakan, tapi jangan terlalu berharap ya pak"


Tiga bulan kemudian sepucuk surat undangan pernikahan terselip di warung Samudera, lelaki itu tersenyum lalu meneguk kopi. Entah apa yang ada dibenak lelaki itu.


note:

__ADS_1


deep news: berita investigasi, biasanya ditulis secara mendalam guna menyelidiki fenomena korupsi oleh wartawan.


__ADS_2