
setelah selesai membuat jus untuk revan vivi pun segera menaiki tangga menuju kamar revan setelah sampai di pintu kamar vivi mengetuk terlebih dahulu
"tok tok tuan revan yang tampan ini jus nya udah siap"
vivi bukan lah perempuan yang kaku dalam hal bergaul karna dulu di sekolah dia adalah cewek tomboy dan tak pernah merasa takut denga hal apapun jika ada hal yang ditakuti oleh vivi itu adalah kehilangan keluarga dan sahabatnya nisa
vivi tidak peduli jika revan akan memarahi nya nanti dia hanya akan menganggap celotehan revan sebagai angin lalu
tak lama kemudian pintu pun terbuka tanpa bersuara revan mengambil gelas di nampan tersebut ketika hendak menutup pintu dia teringat dengan vivi yang memanggil nya tuan revan yang tampan
"oh ya tadi lho manggil gue gimana kayaknya gue nggk dengar deh"
__ADS_1
"tuan revan yang tampan sepertinya sekarang bukan telinga saya yang tuli mungkin memang ada masalah dengan pendengaran anda atau apa perlu saja menggunakan microvon untuk memanggil anda"
vivi membalikan kata yang tadi di lontarkan revan padanya setelah melihat wajah revan yang sudah emosi vivi pun segera melangkahkan kaki ke halaman belakang mengerjakan kembali kerjaannya yang sempat tertunda
revan begitu panas karna vivi yang berani melawan kata kata nya dengan sekali minum jus yang ada di tangan nya pun langsung habis dia begitu ingin membalas gadis kurang ajar itu
"cewek kampung itu benar benar pintar ya membalikan kata apa dia pikir dia bisa main main apa sama gue dia nggak tau aja gue gimana"
sementara vivi merasa geram dengan apa yang dia lihat sekarang daun yang tadi sudah bersih di sapunya kembali berserakan dan itu sudah pasti ulah sang tuan tampan revan
"apa dia tak ada kerjaan lain apa selain menyusahkan orang huh untung aja aku tau nya sekarang kalau aku tau nya tadi kan bisa aku mandiin dia dengan jus yang tadi aku anter"
__ADS_1
vivi mengumpat sambil membersihkan kembali tempat itu
setelah semua beres vivi pun bersiap untuk pulang karna memang sudah waktunya ia beristirahat tak berselang lama mobil Brian pun datang mengantar vivi seperti biasanya
sekarang vivi tak bisa lagi menolak karna semakin ia menolak semakin Brian akan memaksanya
hari berlalu begitu cepat dan tak terasa sudah dua bulan vivi bekerja di rumah Brian dan revan
dan seperti pertama bertemu revan terus berbuat usil pada vivi bahkan pernah ia hampir mencium vivi waktu itu kalau saja Brian tidak datang mungkin revan akan benar benar khilaf karna tak bisa di pungkiri meskipun hanya seorang pembantu vivi memang gadis yang cantik dan menantang karna dia tidak pernah terpancing dengan godaan revan bahkan dia dengan santai nya membalas setiap perbuatan revan padanya hal itu lah yang membuat revan jadi tertantang untuk mendekati vivi
revan hanya berniat menggoda vivi karna sudah pasti semua wanita akan tergoda dengan ketampanan nya tapi lain hal nya dengan vivi bahkan dia sangat acuh dan sama sekali tidak pernah menghiraukan revan tanpa revan sadari dia sudah mulai terjebak dengan permainan nya sendiri
__ADS_1