Cuek Tapi Sayang

Cuek Tapi Sayang
di jemput revan


__ADS_3

karna hari yang semakin larut mereka pun memutuskan untuk beristirahat meski masih dalan keadaan galau memikirkan masalah pernikahan vivi mereka pun terlelap dengan pikiran nya masing masing


paginya vivi sudah siap akan menemui mama revan untuk menuntaskan kegelisahan hatinya


setelah bersiap vivi dan nisa pun berangkat ke kantor seperti biasa tapi kali ini mereka menggunakan taksi karna biasanya Brian lah yang mengantar jemput mereka


sepulang kerja vivi langsung pamit sama nisa untuk menemui mama revan..dia pun segera memesan ojek online namun belum sempat ojek nya datang tiba tiba ada tangan yang menarik nya


karna sibuk memperhatikan ponselnya vivi tidak menyadari keberadaan revan,,vivi begitu kaget dengan revan yang tiba tiba menarik tangan nya dan membawanya ke mobil


"kak revan kok tiba tiba ada disini dan tau darimana aku kerja di sini"


revan membukakan pintu dan mendorong vivi masuk tanpa menjawab pertanyaan vivi,,ia pun melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan yang tak lain milik keluarganya


cukup lama diam revan pun akhirnya bersuara


"lho nggak usah ke ke GR an karna gue jemput kalau bukan mama yang nyuruh gue mah ogah jemput lho kalau boleh nggak usah ketemu lagi sama lho"

__ADS_1


vivi hanya diam karna tidak ingin berdebat dengan revan akhirnya revanpun kembali bersuara


"nggak usah bingung gitu karna gue bisa tau tempat kerja lho,,apa lho lupa kalau lho itu teman nya Brian ya pasti lah gue tau dan asal lho tau bahkan seluruh tempat di kota ini juga gue tau"


revan berkata dengan sombongnya sedangkan vivi hanya menatapnya sekilas kemudian kembali menatap ke depan,,dia masih begitu kesal dengan revan yang sudah berani mencium nya semalam


revan sedikit merasa aneh dengan vivi yang sedari tadi diam bahkan tidak satupun ocehan nya yangdi jawab oleh vivi


sesaat mereka diam sehingga revan teringat kembali dengan kejadian tadi malam dia yang mencium vivi dengan kasar


selama ini dia memang sudah banyak melakukan itu dengan pacar pacarnya tapi ntah kenapa kali ini dia sedikit merasa bersalah pada vivi


"lhoh kok berhenti kak ini kan masih jauh"


revan tidak mengubris pertanyaan vivi dia kemudian mendekat dan memegang ke sudut bibir vivi yang masih terlihat sedikit luka


"kak revan mau ngapain lagi"

__ADS_1


vivi pun terkejut dengan tingkah revan yang tiba tiba memegang bibirnya dia takut kejadian semalam akan terulang lagi


"gue cuma mau penasaran semalam apa teman lho itu nggak nanya kenapa bibir lho jadi bengkak kayak gini"


revan mengalihkan pertanyaan nya karna gengsi jika harus meminta maaf pada vivi,,dia pun merasa aneh dengan dirinya sendiri karna sejak dia mencium bibir vivi dia terus membayangkan kejadian itu


bukan hal asing baginya berciuman namun begitu lain dengan yang terjadi semalam selama ini dia hanya melakukan itu jika sedang mabuk tanpa memiliki perasaan apa apa tapi ketika dengan vivi dia merasa hati nya sedikit bergetar ketika bibirnya menyentuh bibir mungil vivi


jawaban vivi pun membuyarkan lamunannya dan membuat nya tersentak dengan jawaban gadis pemberani itu


"ya iya lah dia nanya hal kecil saja dia bisa tau nggak mungkin bengak gitu dia nggak nanya"


"trus lho jawab apa nggak mungkin kan lho bilang habis di cium sama gue"


"ya aku jawab seadanya lah kalau si tampan revan nggak bisa nahan diri dan main nyosor gitu aja"


"lho udah gila apa sampai hal seperti itu pun lho kasih tau sama teman lho dan lho bilang gue nggak bisa nahan diri ke pedean amat lho gue bukan nggak bisa nahan diri gue tu cuma khilaf karna mulut lho itu yang nggak bisa diam "

__ADS_1


"yang gila itu kamu bukan aku udah salah bukan nya minta maaf malah ngatain aku gila lagi..trus kalau aku nggak mau diam harus di cium gitu bilang aja ambil kesempatan dalam kesempitan"


__ADS_2